My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 37



Alvi pun terkekeh Setelah berhasil menggoda Suaminya,Ia kembali melangkahkan kaki menuju rumahnya. Lalu membongkar semua bahan masakan yang ia bawa tadi,dan mulai memasaknya.


Di tempat lain Al sudah membubar kan muridnya, ia pun bergegas pulang dan berjalan melewati pekarangan rumah orang tuanya.


" Assalamu'alaikum Mi." sapanya saat berpapasan dengan Umi yang sedang menyiram tanaman di pekarangan rumahnya.


" Wa'alaikum salam, Al kamu kenapa,kantung mata kamu hampir sampai menyentuh tanah." Umi sempat terkejut melihat anaknya yang terlihat pucat dan terdapat lingkaran hitam di sekitar matanya.


" Gak apa apa Mi." jawab Al sambil menampakan senyum cerahnya setelah mengingat apa yang menyebabkan matanya seperti itu.


" Bang Al bergadang Mi,abis semedi." sahut Faiz dari belakang tubuh Al, Al pun menjepit leher Faiz dengan lengannya. Faiz terkekeh sambil berusaha melepaskan diri.


Dan Umi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" Ya udah Mi,Al ke pulang dulu,Iz nanti abis sarapan ke rumah abang ya !!" ucap Al sambil berlenggang melangkahkan kakinya.


" Kamu yakin bang Al abis semedi?" bisik Umi setelah kepergiaan Al.


" Gak tau juga sih Mi,Faiz kan gak tau semedi kayak gimana." jawab Faiz dengan wajah sok polosnya.


" Dasar kamu ini." gerutu Umi sambil memukul pelan lengan Faiz. Faiz hanya cengengesan dengan mengusap lengan yang sudah tadi Umi pukul.


" Assalamu'alaikum." ucap Al setelah membuka pintu rumah nya,ia menyernyitkan keningnya saat salamnya tak ada yang menjawab,ia pun bergegas ke dapur setelah mencium aroma yang tidak biasanya di sana.


Ia tesenyum setelah melihat wanitanya sibuk dan tidak menyadari kedatangannya,Al menghampirinya dengan mengendap endap, dan langsung melingkarkan tangan di perut istrinya itu.


" Astagfirullah." ucap Alvi dengan refleks sambil mengelus dadanya karena terkejut.


Al pun terkekeh dan mengeratkan pelukannya dari belakang sambil menyimpan dagunya di pundak Alvi.


" Kok kamu masak,aku kan udah nyuruh kamu istirahat."


" Emang kamu gak mau makan masakan aku."


" Bukan gitu sayang,aku cuma gak mau kamu cape."


" Masak kan diem ,gak sambil lari lari." jawab Alvi sekenanya.


Al pun tergelak dan membalikan tubuh Alvi hingga berhadapan dan kembali memeluknya lalu menciumi seleruh wajahnya.


" Udah pinter ngomong juga ya." ucapnya sambil mengigit kecil bibir istrinya itu. Karena merasa gemas.


" Iya dong,siapa dulu yang ngajarin."


" Emang siapa yang ngajarin?"


" Siapa lagi kalo bukan unta Arab ku,yang selalu ceramahin aku,sampe aku ketularan pinter ngomong kaya kamu." sahut Alvi


" Bagus deh ,yang penting ngomongin yang bagus jangan yang jelek jelek."


" Ishaallah,,My Hubby." goda Alvi sambil mengalungkan tangan ke pundak suaminya.


" Apa sayang,coba sekali lagi." Al mendekatkan telinganya.


" My hubby.." bisik Alvi dengan gaya manja dan seksinya lalu mengigit kecil telinga suaminya itu,membuat Al semakin gemas dan langsung meraup wajah cantik itu lalu mencium bibir nya dengan durasi yang lumayan lama.


" Hadeeehhh,,,mata gue udah terkontaminasi." gumam Faiz yang berada di sana,saat menuruti perintah dari abangnya,


setelah selesai sarapan ia mendatangi kediaman abangnya,ia menggelengkan kepala melihat kebiasaan buruk Al yang selalu lupa menutup pintu. Ia mencoba mengetuk pintu tersebut hingga beberapa kali namun tak ada yang menyaut.Ia pun menberanikan diri untuk masuk dan akhirnya tanpa sengaja ia melihat adegan yang tak pantas di lihat seorang jomblo. Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan kembali ke luar sebelum pasangan bucin itu menyadari kedatangannya.


Alvi masih memejamkan mata,menikmati ciuman yang suaminya berikan hingga sesaat kemudian ia teringat dan langsung melepaskan ciumanya.


" Yahhh...Gosong." teriaknya dengan panik saat melihat ayam gorengnya sudah berubah menjadi arang goreng.


" Gara gara kamu sih." sewotnya pada pria yang sudah melarikan diri.


Alvi pun terlihat kesal dan Terpaksa ia hanya menyajikan sayur di atas meja makan tanpa pelengkap lainnya.


Tak lama Al kembali setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.


Ia langsung duduk tidak sabar dengan masakan istri untuk yang pertama kalinya .


" Sayang ,kamu kenapa?"


"Maaf ,aku cuma bisa masakin kamu sayur doang." lirihnya sambil terus menundukan kepala,Al pun tersenyum dan menarik istrinya itu lalu mendudukan di atas pahanya.


" Gak masalah, aku akan makan semuanya." ucapnya sambil mengusap wajah istrinya itu.


Alvi pun tersenyum dan beranjak lalu mengambilkan nasi beserta sayurnya juga.


" Kalo gak suka jangan di makan."


" Aku pasti suka." Al pun mulai memakan masakan istrinya itu,saat suapan pertama,rasanya ia ingin sekali memuntahkan makanan tersebut namun ketika melihat mata istrinya berbinar makanan pun lolos di tenggorokannya dan berhasil masuk ke dalam perutnya begitu saja.


" Enak gak Bi?" tanya Alvi dengan mata penuh harap ,membuatnya semakin tidak tega,dan panggilan baru yang ia dapatkan membuatnya semakin bersemangat untuk malahap makanan tersebut tanpa ia kunyah.


" Enak banget sayang." jawabnya dengan berkaca kaca,menahan makanan agar tidak keluar,dengan susah payah ia menelannya,kemudian iapun kembali melahap makanannya sampai habis tak tersisa.


Alvi bertepuk tangan merasa senang melihat suaminya makan masakanya dengan lahap.


" Kamu suka?" tanya nya antusias.


" Suka banget,tapi kenapa kamu gak makan?"


" Liat kamu makan aja,aku udah kenyang." jawabnya.


" Sayang.." Al beranjak dan menghampiri Alvi yang sibuk mencuci piring yang tadi ia pakai.


" Hmmmm.."


" Makanan penutupnya mana?" tangan Al kembali melingkar di pinggang istrinya.


" Makanan penutup?" Alvi pun mengerutkan kening. " aku lupa gak minta sama Bi Marni."


" Gak apa apa,aku udah dapet makanan penutup yang sangat spesial." ucapnya,lalu menggendong tubuh Alvi .


" Bi,ngapain sih?" Alvi terkejut mendapat perlakuan mendadak dari suaminya.


" Aku mau menyantap makanan penutup." Al pun membawanya ke dalam kamar dan membaringkanya di atas kasur.


Al menindih tubuh Alvi,dan membuka jilbab istrinya itu,membelai rambut panjang hitamnya,lalu menciuminya,menghirup aroma yang membuatnya merasa lebih tenang.


" Bi,mau ngapain?"


" Sayang, apa kamu lupa udah godain aku tadi."


" Aku cuma bercanda,bukan mau godain kamu."


" Tapi aku tergoda."


" Itu bukan salah ku."


" Tapi kamu tetep penyebabnya."


" Aaakkkhhhh Bi..." desahnya saat Al mengghentikan perdebatannya dengan cara menciumi leher dan dada Alvi,Alvi pun memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya,kecupan hangat yang di berikan Al seakan membuatnya terbuai .


Al kembali mencium bibir Alvi,dan tangannya mulai menyingsingkan gamis yang Alvi pakai. Kemudian membuka celana panjang dalemannya.Di saat ia ingin membuka calana dalamnya Alvi sudah duluan membukanya sendiri dan membuka gamisnya sekalian.


Alvi mengerlingkan sebelah matanya dengan genit dan Al hanya mematung membulatkan mata,terkejut dengan yang istrinya lakukan ,ia fikir Alvi akan malu malu dan polos, Namun ternyata tidak,dan tentu saja itu membuatnya senang.


Ia pun segera membuka semua pakaiannya, tidak lupa membacakan do'a sebelum menyantap makanan penutupnya.


" Hhhmmmm,,Akkkhh" Alvi kembali mendesah saat gawang nya kembali di bobol,sakit di bagian miliknya sisa pertempuran semalam kini terasa kembali.Bukannya menolak ia malah menikmatinya. Sentuhan lembut dari suaminya seolah menjadi obat penenang baginya.


Al terus menghajar istrinya itu dengan buas,ia benar benar menikmati santapan penutupnya dengan lahap. Bahkan ingin menambah porsinya lagi dan lagi.


" Aakkkhhh ... Bi." Alvi kembali mendesah saat marasa sesuatu berdenyut di bagian intimnya. Al semakin mempercepat gerakannya,dan "Aaahhhkkk.." ia pun memuntahkan semua cairan dari burung untanya.


" Makasih sayang,,aku mencintai mu." bisiknya lalu menciumi seleruh wajah istrinya,dan Alvi hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.