
Menjelang sore Satria pamit pada Al, bergegas untuk menjemput wanita yang di rindukannya,hingga tidak menunggu lama pria itu sampai di depan toko.
Citra yang menyadari kedatangan sang suami langsung berhambur ke luar menghampirinya sambil merentangkan tangan.
" Aku sangat merindukan mu."pekiknya,seolah dunia milik sendiri,sedangkan yang lain hanya makhluk luar angkasa yang terjebak di sana.
" Aku juga." balas nya,seraya membalas rentangan tangan istrinya.
" Kita pulang sekarang!" ajak Satria yang langsung di angguki Citra.
Gadis itu kembali ke toko,mengambil tasnya lalu pamit pada semua karyawannya,setelah itu mereka segera pergi menuju tempat tinggalnya.
Tidak menunggu waktu lama,suami istri itu tiba di halaman rumah,Citra dan Satria segera masuk,lalu berjalan menuju kamarnya,gadis itu tersenyum kala melihat lemari plastik berwarna cerah yang ia beli sudah terpajang rapi di sebelah lemari pakaian milik suaminya.
" Mulai sekarang, kamar ini akan aku kuasai." ujarnya,sambil melirik sang suami yang tengah melucuti pakaian hingga bertelanjang dada memperlihatkan perut kotak kotaknya.
" Tidak hanya kamar,jika mau rumah dan pemiliknya pun bisa kamu kuasai." balas Satria sambil memeluk tubuh kecil istrinya dari belakang.
" Aku tidak akan se serakah itu, bisa mendapatkan mu, hatimu dan cintamu sudah cukup untuk ku." Citra melirik Satria,lalu mengecup pipinya.
Seolah mendapat oase di padang pasir yang tandus,di ikuti hembusan angin dan hujan deras yang menerpa wajahnya yang memanas,dan berhasil menjalar hingga menembus lerung hati yang paling dalam,hingga membuat bunga bunga bermekaran.
tindakan yang Citra lakukan selalu berhasil membuat pria itu salah tingkah,jantungnya kembali berdegup kencang,hingga nafasnya terdengar semakin memburu.
" Aku akan berusaha keras untuk bisa memenuhi keinginan mu.Dan bisa membahagiakan mu." bisik Satria membuat Gadis itu meremang.
" Kalau begitu beritahu aku,apa alasan mu menyimpan foto foto ku ini?" Citra melirik sebuah album foto yang terletak tak jauh darinya,lalu mengambilnya dan mengajak suaminya duduk di tepi tempat tidur.
" Aku hanya ingin mendengarkan penjelasanan mu tentang foto foto ini,bagaimana bisa kamu memilikinya sebanyak ini? seingat ku kejadian ini hampir 3 atau 4 tahun yang lalu.Sedangkan kita kenal saja baru satu tahun." ujar Citra dengan penuh penasaran.Sambil membuka satu persatu gambarnya, dari mulai saat kelulusan sekolah,hingga sekarang.
" Itu hanya koleksi." balas Satria cuek.
" Iiissshhh...koleksi apaan?kamu fikir aku barang antik." kesal Citra sambil memukul kecil lengan suaminya.
" Aku sengaja mengambil foto mu untuk menakuti makhluk halus yang ada di sini." Satria masih berusaha mencari alasan yang tepat untuk hal itu.
" Tidak masuk akal,enak saja! kenapa tidak sekalian kamu pakai untuk menakuti tikus di sini." Citra semakin di buat kesal,gadis itu merengut sambil melipat kedua tangannya di dada.
" Ayolah beritahu aku." paksa Citra lagi seraya menggoyang goyangkan tubuh Satria.
Karena rasa cintanya,akhirnya pria itu pun mengalah,lalu mulai menceritakannya.
" Dulu, sebelum Al berhasil mendapatkan istrinya,dia menyuruhku untuk selalu mengawasi Alvi,memastikan tidak ada yang mendekatinya,memastikan dia baik baik saja,aku selalu mengikuti kegiatannya setiap hari secara diam diam,tanpa ada satu orangpun yang tau,aku juga selalu mengambil foto Alvi dan melaporkannya pada Al,tapi karena Alvi selalu bersama mu,otomatis kamu juga tak luput dari perhatianku.
Sejak saat itu,aku diam diam mengambil gambar mu juga." jelas Satria panjang lebar.
Citra mulai Faham sambil menganggukan kepala.
" Kenapa kamu mengambil fotoku juga." tanya Citra lagi.
" Perasaan apa?"
" Aku tidak tau,hanya saja aku merasa senang saat melihat mu yang selalu ceria dan tertawa dalam keadaan apapun."
" Tapi ini foto setelah Alvi dan bang Al menikah kan? kenapa kamu masih mengambil foto ku juga?apa jangan jangan setelah melakukan tugas dari bang Al, kamu masih mengawasiku?" tebak Citra penasaran, sambil menunjuk beberapa foto yang terjadi beberapa waktu lalu,melihat dari penampilannya ia yakin itu foto baru.
Satria terkekeh sambil menganggukan kepala,seperti seseorang yang tengah tertangkap basah telah melakukan sesuatu.
" Jadi selama ini kamu diam diam mengawasi ku juga?" tebak Citra tak menyangka.
" Hmmm..." Satria mengangguk kecil,sambil terkekeh merasa salah tingkah.
" Kenapa kamu melakukan itu."
" Aku mengawasi mu,dan mengikuti ke mana pun kamu pergi,hanya untuk memastikan kamu baik baik saja,dan tanpa kamu sadari dimana pun kamu berada,aku selalu ada di sana.aku juga tau jika kamu sering menangis setiap malam,dan itu selalu membuatku merasa sakit." jelasnya,tanpa ada yang di tutupi lagi.
"Untuk memastikan aku baik baik saja,kenapa kamu sampai melakukan itu semua?"
Kini Satria pun di buat bingung,tidak mengerti dengan apa yang sudah ia lakukan.
" Aku juga tidak tau,mungkin karena memang sudah terbiasa,atau karena aku tidak punya pekerjaan lain." tebak Satria.
Membuat gadis itu menggulum bibirnya,dan semakin besar kepala.
Ia menggoda Satria,sambil menyenggol lengan sang suami dengan lengannya.
" Mana ada yang seperti itu,rela membuang waktu demi wanita yang bahkan tidak kamu sukai." cibir Citra membuat Satria terperanjat.
Pria itu menatap Citra dengan lekat,matanya seolah menyiratkan bahwa itu tidak benar.
Hatinya terasa berdenyut kala Citra menganggap dia tidak menyukainya.
"Jangan pura pura,aku tau ternyata kamu memang sudah menyukaiku sejak lama kan? ayo ngaku." Citra terkekeh, semakin di buat gemas melihat wajah Satria yang memerah.Pria itu hanya diam tanpa bisa mengelak atau membela diri.
" hahaha...Pak detektif kamu manis sekali!!" serunya sambil mencubit kedua pipi Satria dengan gemas.
" Kamu sudah menunjukan perasaanmu dengan caramu sendiri,aku sangat terharu." ujarnya lagi,lanjut dengan mengecup seluruh wajah Satria.
" Kamu hanya tidak yakin dengan perasaan mu,apa kamu memang belum merasakan jatuh cinta sebelumnya?" tanya Citra yang semakin di buat penasaran tentang suaminya.
" Ya aku memang belum pernah merasakan jatuh cinta." ujar Satria pasrah,lagi lagi Citra terkekeh.merasa bangga pada dirinya sendiri karena sudah berhasil membuat pria kaku itu tertarik padanya.
" Kamu tau?ini pencapaian terbesar ku,seharusnya aku mendapat penghargaan untuk ini." selorohnya.
" Penghargaan sebagai gadis menakluk cinta beruang kutub." ujarnya dengan membusungkan dada.Satria terkekeh merasa gemas mendengar celotehan istrinya, ia menarik tangan Citra agar semakin mendekat,lalu maraih kepala sang istri dan membuka mulutnya lebar lebar,seolah ingin menelan nya hidup hidup.