My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 23



Setelah lama beremdam,aku kembali masuk ke kamar dan bergegas hendak memakai pakaian.


Tanpa ku sadari ternyata kaki ku sudah terperban dengan rapi.Aku pun mengerutkan hening berfikir keras siapa gerangan yang telah mengobati luka ku.


Rasanya ingin sekali aku menanyakan hal ini pada Si unta Arab, namun gengsi ku masih cukup besar di banding rasa penasaran ku.


" Kamu mau ke toko?" tanya nya setelah melihat aku keluar dari kamar.


" Hmmm."


" Biar aku antar."


" Gak usah ,aku bawa motor sendiri." tolak ku dengan ketus.


" Motor kamu udah aku bawa ke bengkel, body nya lecet, apa semalem kamu jatuh?" seperti biasa ia bersikap begitu baik pada ku.


" Hmmm.."


" Ya sudah, kamu tunggu di luar, aku ambil kunci mobil dulu." titah nya, dan dengan terpaksa aku pun menurutinya.


*


*


*


*


Setelah sampai di depan toko dia membantu ku untuk turun dari mobilnya,Ia pun mentatih ku sampai ke dalam toko.


Aku sendiri tidak bisa menolaknya karena tanpa di pungkiri untuk saat ini aku memang sangat membutuhkan bantuannya.


Untungnya dia sangat pengertian, sehingga aku tidak perlu repot repot berbicara hanya untuk meminta bantuannya.


" Al..Lu kenapa?" Citra menghampiri dan membantu mentatih ku dan membawa ku duduk di kursi tempat kerja ku.


" Gue gak apa apa." jawab ku dengan senyum.


" Apa aku boleh minta perban?" pinta si unta Arab itu pada Citra.


" Baik lah,aku ambilin dulu." Citra pun pergi untuk mengambil kota p3k


" Perban buat apa?" tanya ku pada pria itu.


" Perban di kaki mu harus di ganti." ucapnya seraya berjongkok di depan ku dan meraih kaki ku yang masih bengkak dan terasa ngilu.


" aawww,,pelan pelan." ucap ku dengan sedikit memukul tangannya.


*


*


*


POV Thor


Al tersenyum saat melihat wajah cantik istrinya yang telah meringis menahan sakit itu ,baginya Alvi yang berwajah datar kini sangat terlihat menggemaskan ketika menampilkan wajah manjanya.


" Kenapa kamu bisa tau aku terluka?" tanya Alvi yang terus memperhatikan suaminya yang sedang membuka perban di kakinya.


" Tanpa melihatnya saja Aku bahkan bisa tau apa yang kamu lakukan di luar sana." jawab Al dengan santai tanpa mengalihkan pandangan nya.


" Caranya."


" Entahlah,aku bahkan tau kalau sekarang kamu sedang menatap ku." ucap Al yang masih sibuk dengan kaki istrinya,membuat Alvi gelagapan karena aksinya telah di ketahui.


Sontak Alvi pun memalingkan wajahnya yang tentu saja sudah se merah udang goreng.


Al pun terkekeh melihat istrinya yang benar benar sangat menggemaskan,rasanya ingin sekali dia menerkamnya hidup hidup,namun semua keinginan nya harus terkubur untuk sementara,karena Alvi belum bisa membuka hati untuknya.


Tiba tiba Citra datang dengan membawa kotak P3K di tangannya,dan langsung menyerahkannya pada Al.


Dengan cekatan Al mengobati luka lecet di bagian kaki istrinya, dan pemasang perban kembali di bagian pergelangan kakinya.


" Kalo belum ada perubahan kita ke rumah sakit,aku akan jemput kamu nanti." ujar Al setelah selesai mengobati istrinya.Tanpa ragu Alvi pun mengangguk. Al pun membaranikan diri untuk mengusap kepala Alvi yang terbalut jilbab, setelah itu ia pun tersenyum dan pamit untuk pulang.


" Duuuhhhh so sweetnya." cicit Rini yang sejak tadi memperhatikan pasangan pengantin baru itu ,dengan meletakan telapak tangannya di bawah dagu sebagai mengangga.


" Apaan sih." Alvi pun menggelengkan kepala.


Tiba tiba telpon di meja kerja nya berbunyi,dengan segera Alvi pun mengangkatnya.


" Wa'alaikum salam,apa ini Alvi?"


" Iya saya Alvi,ada perlu apa?"


" apa Bisa kita ketemu, setelah jam makan siang aku tunggu kamu di cafe sebrang toko kamu."


" Kamu siapa?"


"Datang lah,maka kamu akan tau nanti."


" Ya sudah."


Panggilan pun di akhiri.


Gadis cantik itu menyenderkan punggungnya di senderan kursi,ia berfikir siapa orang misterius yang selalu menganggunya.


Jam makan siang pun akhirnya tiba, Alvi sudah siap untuk pergi, namun kakinya masih sakit untuk di gerakkan. Ia pun hanya berdiam diri di kursi kebesarannya ,dari balik dinding kaca tokonya, ia memperhatikan cafe di sebrang sana yang tak terlalu jauh dari tokonya


" Kenapa dia meminta ku bertemu di sana,kenapa gak langsung ke sini saja." lirihnya dalam hati.


Tiba tiba seorang pria berdiri di hadapannya.Gadis cantik itu pun melirik ke arah pria yang sudah menghalangi pandangannya.


" Kenapa kamu ke sini lagi?" tanya Alvi dengan wajah terkejutnya.


" Aku bawakan kamu makan siang." jawabnya sambil mengangkat kedua tangannya menunjukan beberapa kantong plastik besar berisi makanan.


" Yang benar saja, kamu bawakan aku makanan untuk sebulan." ucap gadis itu dengan menyunggingkan senyum sinis nya.


" Tentu saja tidak, aku bawakan untuk para karyawan mu juga."


Al pun masuk ke ruangan belakang toko tersebut tanpa memperdulikan Alvi yang masih terdiam,rasa sakit di kakinya seakan menjalar ke seluruh tubuhnya.


" Waahhh,,bang Ustadz bawa apa?" Citra menghampirinya dengan antusias


" Aku bawakan kalian semua makan siang,tolong kamu atur ya, mudah mudahan cukup." ucap Al seraya menyerahkan semua makanan yang di bawanya kepada Citra.


"Siap." Citra pun meraihnya dan membawa makanan tersebut ke dapur.


Jika biasanya mereka makan bersama dengan menggelar daun pisang ,kini Citra menjadikan kertas nasi sebagai alas untuk makanan yang di gelar di lantai yang tentunya sudah di bersihkan terlebih dahulu.


Ia mengatur makanan tersebut menjadi dua bagian, satu bagain untuk di makan para karyawan laki laki ,dan bagian lainnya lagi untuk di makan para karyawan perempuan.


Sudah menjadi kebiasaan para penghuni di toko itu makan bersama seperti itu,saat makan tidak ada yang namannya pemilik maupun karyawan, semuanya sama saja.


"Kenapa kamu masih di sini." tanya Al pada istrinya yang masih setia di atas kursi kerjanya.


Gadis itu pun berusaha untuk berdiri,namun belum sempat melangkah Al sudah mengangkatnya dan mengendongnya ala bridal style.


" Ahhhhhhh..." teriak Alvi saat mendapat perlakuan mendadak dari suaminya itu.


Al pun membawanya ke dapur yang sudah di penuhi oleh para karyawan toko tersebut,dan mendudukannya tepat di depan makanan yang sudah di siapkan Citra. Setelah itu ia langsung pergi menghampiri para karyawan laki laki yang sudah siap untuk menyantap makan siangnya.


Gadis itu pun mengerucutkan bibirnya.Semua orang yang melihatnya hanya mampu mengulum bibirnya,sangat gemas dengan keuwuan dua sejoli itu. Dengan kesal gadis cantik itu pun mulai memakan makananya.


" Beruntung banget ya teh Alvi bisa nikah sama ustadz Al." ucap salah satu karyawan wanita di sela sela makan bersamanya.


" Beruntung apanya?" jawab Alvi dengan kesal


" Ustadz Al gak cuma ganteng, dia juga romantis, baik ,mau berbaur juga sama orang biasa kaya kita." puji salah satu karyawan yang lainnya, dengan mata yang terus tertuju ke arah orang yang mereka bicara kan.


Alvi yang menyadari suaminya di pandang seperti itu oleh wanita lain terlihat sangat kesal.


"Emang dia siapa? dia juga sama kan kaya kita."


Alvi pun tersenyum kecut dan menggelengkan kepala, menyadari bahwa yang mereka semua bicarakan itu tidak benar.


Ia masa sekali tidak merasa beruntung menikah dengan pria yang sangat di bencinya.Bahkan pria yang sekarang menjadi suaminya itu tidak termasuk kreteria pria idamannya.


" Semoga kalian tidak senasib dengan ku, dan tidak harus menikah dengan pria sepertinya." lirih Alvi yang masih bisa di dengar oleh orang di sebelahnya.


" Ya ya ya..Lu tenang aja,ustadz Al cuma satu,dan satu satunya milik lu , gue yakin gak bakal ada yang bisa ngerebut dia dari lu." ucap Citra dengan kerasnya sampai semua orang yang berada di sana termasuk orang mereka bicara kan menoleh padanya.


" Bukan itu maksud gue......." ucapan Alvi terpotong karena mulutnya sudah di sumpal dengan kepala Cumi yang sengaja Citra masukan ke dalam mulutnya.


" Lu udah terlalu banyak ngomong,biasanya lu gak pernah peduli sama apa yang orang lain omongin,tapi sekarang karena ngomongin ustadz Al,lu jadi ikut nimbrung ." ucap Citra sambil terkekeh.


Sedangkan yang lain hanya menahan tawanya.


Alvi pun mengerucutkan bibirnya semakin kesal.