My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 27



Setelah kepergiannya, hidup ku terasa hampa,tidak ada semangat ,dan apa yang aku lalukan terasa sangat membosan kan.


Ku lihat kembali ponsel ku yang kini membuat aku semakin kesal, fostingan dan chat story yang hampir sama,memperlihatkan pemandangan pantai yang indah dan senyum yang mareka sungingkan seakan mengejek ku.


" Menyebalkan." lirih ku sambil melempar ponsel ke sembarang tempat.


Karena merasa bosan,aku pun keluar dengan langkah yang masih tertahan dan duduk di kursi teras rumah.


" Ternyata nyaman juga berada di sini." gumam ku dalam hati,setelah memperhatikan suasana pondok yang megah namun masih tetep terlihat asri dengan beberapa bangunan yang berdiri kokoh tepat berada di depan,kanan dan kiri rumah yang aku tempati.juga bunga bunga yang tersusun rapi di dalam pot berbagai ukuran yang tumbuh segar di sekitar sana.


Sudah cukup lama aku tinggal di sana, tapi aku baru menyadari keindahannya,mungkin dulu hati ku masih tertutup untuknya, sehingga aku tidak pernah peduli dengan kondisi sekelilingnya,tapi setelah hati ku terbuka ,terbuka pula mata ku yang sempat dibuta kan oleh rasa benci ku padanya.


Aku pun sempat mengingat sesuatu,sesuatu yang begitu menyayat perasaan ku, mengingat sebuah kebun bunga tempat dimana aku pernah menolak dan berkata kasar padanya.


Tanpa ku sadari air mata ku menetes setelah mengingatnya, " Bagaimana bisa aku dulu menolak dan menyia nyiakan pria sebaik dia."


Seandainya waktu itu terulang lagi,ingin rasanya aku menghapus dan mengganti momen itu dengan momen yang paling indah.


" Assalamu'alaikum." wanita paruh baya menghampiri ku dengan membawa beberapa kotak makanan.


"Wa'alaikum salam." sahut ku.


" Maaf ya Neng, bibi telat bawain makanan nya."


" Gak apa apa,maaf emang ibu ini siapa?"


" Panggil aja bibi Marni ,bibi yang mengurus dapur umum."


" Dapur umum?" ucap ku seraya mengerutkan kening.


" Iya,dapur buat semua orang ,terutama para santri, kalau Neng butuh sesuatu datang saja ke sana." jelasnya dan aku pun hanya mengangguk,walaupun belum faham sepenuhnya tentang penjelasanya tadi.


" Ya sudah bibi pamit ya.Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikum salam.."


Setelah itu aku beranjak dan berjalan ke bagian samping rumah ku. mamperhatikan setiap bagian dari pondok pesantren itu,ku perhatikan sepertinya tempat itu sangat luas dan tidak ada batasnya. Banyak pula orang berlalu lalang di sana.


" Sepertinya ini bukan pondok pesantren biasa." gumam ku ,Rasa kepo ku pun mulai meronta,ingin sekali aku melihat lebih jauh lagi tentang pondok pesantren itu. Karena selama ini aku hanya tau beberapa tempat saja,bahkan tempat tinggal mertua pun aku belum sempat mengetahuinya...hahahaha,,,manantu macam apa aku ini.


Setelah puas,aku pun kembali masuk, tidak lupa membawa kotak makan yang tadi di berikan untuk ku.


Setelah sampai di dapur aku terus membukanya dan mulai memakannya sedikit demi sedikit.


Perasaan yang kini aku rasakan membuat ku tidak selara untuk makan.


Untuk saat ini rasanya aku hanya ingin tetap berada di sisinya.


Apa ini yang di namakan rindu,ternyata benar kata Dilan, rindu itu memang berat.


Menyadari perubahan ku sekarang yang terlihat lebay membuat aku sendiri berkidik ngeri,


Namun entah kenapa aku pun tak tau,entah setan apa lagi yang telah merasaki ku.


Dan setelah beberapa kali mengganti channel akhirnya wajah yang sangat aku rindukan terpampang nyata di sana.


" Kenapa dia bisa setampan itu,apa efek dari kamera." batin ku sambil terus memperhatikannya di balik layar.


Untuk pertama kalinya juga aku melihat siami ku berdakwah,dan bodohnya lagi bukan dakwahnya yang aku dengar. melainkan wajahnya yang tidak lepas dari perhatian ku.


Layar kaca yang menampilkan wajah suami ku berubah ,menampilkan ratusan jama'ah yang hadir membuat perasaan ku menjadi semakin kagum padanya. Namun seketika kekaguman ku berubah menjadi kesal setelah melihat layar kaca tersebut memperlihat kan salah satu jama'ah wanita cantik yang terus menatap suami ku dengan tatapan liarnya.


" Apa mereka menatapnya sama seperti aku menatapnya?" batin ku dalam hati.


" Lihat saja,mulai saat ini,aku tidak akan membiarkan mata mata lapar itu menatap suami ku." batin ku kembali.


" Assalamu'alaikum." Suara seseorang dari luar sana mengalihkan konsentrasi ku.


" Wa'alaikum salam ,,masuk saja." teriak ku dari dalam


" Alvi ,bagaimana keadaan mu?"


" Eh Umi,, sudah mendingan Mi."


" Syukur lah kalo begitu,,kamu ini udah setiap hari lihat, masih saja di lihat." ucapnya ,lalu duduk di sebelah ku.


" Maksud Umi?"


" Tuh." umi pun melirik ke arah tv


" Oh itu.." sahut ku sambil menunduk menyembunyikan rasa malu ku.


"Ha haha.. Gak usah malu begitu." umi pun mengangkat dagu ku kembali.


" Apa kamu sudah mulai membuka hati untuknya."


" Lagi di coba Mi."


" Syukur lah,umi harap kamu bisa segera membalas perasaannya.Dan umi rasa sepertinya sekarang sudah ada tanda tanda" ucapnya sambil menelisik. Dan aku pun kembali menyembunyikan wajah ku.


"Kalau begitu ,tanpa kamu jawab pun umi sudah tau jawabannya."


" Umi.." aku pun di buat salah tingkah.Umi memeluk ku dengan penuh kasih sayang layaknya orang tua sendiri, Aku benar benar seperti anak ABG yang baru ketahuan sedang jatuh cinta.Malu hanya itu yang saat ini ku rasakan,untuk yang pertama kalinya aku merasakan jatuh cinta.tapi sayangnya bukan ibu ku yang mengetahuinya lebih dulu,andai saja ibu mengetahuinya ingin sekali aku mencurahkan semua perasaan


ini.


*


*


*


***Tuh kan ,Alvi dah mulai bucin ,,penasaran gimana kelajutannya,apa bakalan ada pelakor di antara mereka.....


kasih like komen dan votenya dulu buat thor..🤗🤗🤗🤗***