
Selesai sarapan Citra dan Satria langsung pamit untuk segera pergi,seperti biasa Satria mengantar terlebih dulu sang istri.saat ini Satria mengantar hingga ke dalam toko.
" Hati hati ya,nanti aku pesankan lagi makan siang,jangan telat makan." ujar Satria,ketika mereka sudah sampai di dalam toko.
" Iya terima kasih,kamu juga hati hati,jangan telat makan juga." Balas Citra sambil menarik tangan Satria untuk di cium,pria itu melirik ke sana kemarin memastikan situasi bahwa tidak ada yang bisa melihatnya ,dan akhirnya ia pun mendapat kesempatan, Satria membalas dengan menghujani kecupan di seluruh wajah istrinya sebelum pergi.
Citrapun membalasnya dengan pelukan.
" Sudah,kamu tidak mau kan,jika aku membawa mu pulang lagi." bisik Satria hingga akhirnya Citra melepas pelukanya.
" Aku pasti akan merindukan mu." ucap Citra sambil menundukan kepala malu.
" Aku juga." Satria mencubit gemas hidung istrinya,pria itu terkekeh lalu ia pun langsung pergi setelah mendapat tatapan tajam dari sang istri.
" Aku pergi ya,assalamualaikum!!" pamitnya ketika sudah berada di atas motornya, lalu ia pun langsung menancapkan gas setelah mendapat balasan dari salamnya.
...*******...
...*********...
Sementara itu Al yang sedang di landa keresahan nampak sedang termenung di dalam kamarnya,kedatangan sang adik hanya tinggal menghitung waktu,lalu bagaimana dia akan menjelaskan tentang pernikahan antara Citra dan Satria,kenyataan bahwa gadis yang di cintainya adalah adiknya sendiri,lalu statusnya di dalam keluarga,semua itu akan membuat adik kesayangannya kecewa bertubi tubi.
" Aakkkhhh.." Al nampak frustasi,ia menyugar rambutnya dengan kasar,proses mengajar pun terganggu karena tidak bisa berkonstrasi hingga ia membiarkan para santri menghafal sendiri di dalam madrasah.
" Bi !! kenapa kamu gak ngajar?" Alvi menghampirinya,saat beru saja datang dari rumah Umi sambil mendorong si kembar yang berada di dalam stoller bayi.
" Aku sedang tidak enak badan." jawab Al dengan tatapan sendu.
" Kamu sakit?" Alvi meraba keningnya,memastikan suhu tubuh sang suami.
" Tidak." ayah beranak dua itu langsung menggelengkan kepala dengan cepat.
" Sini aku bantu si kembar mandi." Pria itu langsung mengangkat salah satu bayi kembarnya,lalu membawanya ke dalam kamar mandi,begitu juga dengan Alvi yang langsung menyusulnya sambil menggendong satu bayinya lagi.
Selesai memandikan,dua Al itu nampak kompak dalam mengurus buah hatinya,memasangkan pakaian serta memberikan susu.
Alvi kini tengah memberi Asi pada bayi pertamanya Shafa langsung dari sumbernya, sementara Al membantu memberikan Asi menggunakan dot pada bayi yang terlahir selisih 5 menit dari anak pertamanya.
Selang beberapa jam,akhirnya kedua bayi itu pun terlelap.
Alvi mengajak sang suami ke dapur, untuk menikmati sarapan yang sudah ia bawa dari tempat mertuanya.
Al masih nampak termenung,hingga ia tak dapat makan selahap biasanya.
" Bi,ada apa?" Alvi mengusap punggung tangan suaminya.
" Faiz pulang sekarang,aku tidak bisa menjelaskan padanya tentang semua kejadian selama ini yang akan membuatnya kecewa."
Al nampak terdiam,ia tahu betul dengan sifat dan karakter adiknya itu,yang terlihat ceria dan ramah dan sopan pada siapapun,namun di balik itu semua,sebagai manusia biasa tentu tidak ada yang sempurna,sisi buruk setiap individu pasti ada,Faiz tidak akan mudah memaafkan begitu saja seseorang yang sudah membuatnya kecewa,dan itu yang di takuti Al.
" Tidak ada penyakit tanpa obat,tidak ada masalah tanpa penyelesaian, sesungguhnya masalah dan solusi letaknya sangat dekat,antara lutut dan telapak tangan.
berlututlah,kemudian angkat kedua telapak tangan,mintalah jalan pada Allah,percayalah Allah maha kuasa,mempermudah sesuatu yang sulit." tambah Alvi dengan nasihat bijaknya.
Al tersenyum,membalas genggaman tangan istrinya.
" Terimakasih sayang sudah mengingatkan ku,aku jadi malu." ujar Al,bagaimana tidak,dia yang selama ini selalu memberi nasehat serta ceramah pada semua orang,namun ia sendiri belum bisa mengamalkan sepenuhnya apa yang dia ajari.
" Aku hanya bicara sesuai yang aku tahu." Alvi menyendokan makanan lalu memberikannya ada Al.
" Aku suapi ya,kamu harus makan,masih banyak pekerjaan yang harus di kerjakan." titah Alvi.
" Iya sayang,jangan bilang pada siapa pun tentang kepulangan Faiz."
" Iya Bi,aku ngerti." ibu muda itu tersenyum lembut pada pria yang telah berhasil mencuri hatinya, berhasil merubah tingkah laku buruknya.Laki laki yang selalu memenuhi relung hatinya,meskipun usia pernikahan sudah terbilang tidak baru lagi,namun perasaan sayang dan cinta selalu tumbuh subur di setiap harinya tanpa layu sedikitpun.
Al menikmati makanannya langsung dari tangan sang istri,hingga tak terasa makanan yang sebelumnya terlihat tak menggiurkan akhirnya tandas tak tersisa.
" Makan dari tangan istri tercinta memang rasanya beda." ucap Al sambil mengusap kepala istrinya lembut.
" Dari tangan istri?atau memang makanannya yang enak,karena bukan buatan istri?" cibir Alvi kesal,membuat Al terkekeh.
" Dari tangan kamu sayang!!" Al mencubit gemas pipi istrinya yang berisi.Lalu menciumnya.
" Aku harus mengecek kondisi Panti dulu,Satria pasti sudah di sana." Al mulai beranjak,lalu menganti pakaiannya dari baju koko dan sarung,yang sebelumnya ia pakai menjadi kaos rumahan serta celana jogger panjang,agar mempermudah pekerjaannya membantu para tukang.
" Hati hati ya Bi." ucap Alvi seraya mengantarnya ke luar.
Sementara itu,Faiz yang masih berada di dalam pesawat terbang, tak bisa duduk dengan tenang,bahkan ia sampai tidak bisa memejamkan mata sedikitpun,senyum gadis cantik selalu mendatanginya bahkan ketika tidur sekalipun.
Benar benar,perasaannya itu membuatnya tak karuan,dan tak bisa tenang,reaksi khusus yang di sebabkan oleh adanya rasa jatuh cinta,hal ini membuat hormon adrenailin di dalam tubuhnya keluar,hingga menimbulkan debaran jantung berpacu dengan cepat,memompa aliran darah yang mengandung oksigen, agar membuat
seluruh bagian tubuh berjalan normal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bisa bayangkan bagaimana jatuh cinta yang di rasakan Faiz?
gimana dong ini,,,thor jadi gak tega bikin dia kecewa,babang Faiz cini cama neng thor aja..biar neng bisa peyuk peyuk..😅😅
tatapan Faiz,pas dapet tawaran dari thor,buat di peyuk peyuk..😘😘😘