My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
bab 79



Kembali ke apartemen dengan wajah tertekuk,duduk di sofa ruang keluarga sambil menyilangkan tangannya di dada .Kesal karena keinginan yang tak terpenuhi membuat ibu hamil itu enggan berucap sepatah katapun kepada sang suami.


Al yang tidak ingin berdebat pun memilih diam, pura pura tidak melihat wajah masam sang istri , dan menyibukan diri di dapur sambil membuatkan sesuatu, berharap kambing betina nya jinak kembali.


Seperti biasa sasaorang datang secara tiba tiba,bernafas lega karena sepertinya ia datang di waktu yang tepat,merasa ada yang aneh ia pun langsung menghampiri sang kakak.


" Tumben udah pulang?" tanya Al tanpa melirik.


" Biasa juga pulang jam segini,Abang sendiri kenapa malah sibuk di sini,bukanya mau nyari unta?" tanya balik Faiz sambil mengambil minuman di dalam lemari pendingin.


" Entahlah,Abang tidak mengerti apa maunya." Al menggelengkan kepala sambil memijit pelipisnya, meninggalkan makanan yang ia buat untuk sang istri, lalu duduk di sebelah Faiz.


Faiz terkekeh sambil menepuk bahu sang Kakak.


" Kenapa? apa kakak ipar masih meminta unta Arab?" Faiz mengulum bibirnya.


"Sepertinya begitu."


Akhirnya Al menyeritakan apa yang terjadi di peternakan unta milik paman Aziz tadi .


Faiz pun tergelak mendengar cerita dari mulut sang kakak.


" Apa Abang benar benar tidak mengerti unta Arab yang kakak ipar maksud?" tanya nya.


Al menggelengkan kepala ,lalu menatap penuh tanda tanya kepada orang yang berada di hadapannya.


" Unta Arab yang di maksud kakak ipar itu ya abang?" Faiz kembali terkekeh,membuat Al semakin tidak mengerti apa yang dia ucapkan.


" Maksud kamu apa,bicara yang jelas jangan membuat Abang tambah bingung." Al frustasi,namun masih bisa mengendalikan emosinya.


" Kakak ipar sering memanggil Abang dengan sebutan unta Arab,itu artinya kakak ipar hanya menginginkan Abang."


" Dari mana kamu tau?" Al melebarkan matanya,tidak senang dengan panggilan itu


" Citra yang memberitahukannya pada Faiz."


" Kenapa dia memanggil Abang dengan sebutan itu?"


Al semakin penasaran,hidungnya terlihat kembang kempis menahan kesal,namun malah terlihat lucu,membuat Faiz tergelak kembali.


"Mungkin Karena wajah Abang mirip orang Arab,tidak mungkin kalo mirip unta,atau bisa jadi kalo kakak ipar sedang menginginkan unta Arab yang lainnya." goda Faiz.


" Maksud kamu?" kembali menampakan wajah bingungnya.


" Kakak ipar sedang menginginkan pria lain yang berwajah blasteran seperti Abang." jelas Faiz sambil berlari,sekitika itu juga Al melemparkan buah yang sejak tadi ia pegang tepat mengenai punggung Faiz.


" Enak saja." menarik napas dengan kasar,berjalan menuju kamar di mana istrinya berada.


Emosi dan kesal yang sudah naik sampai ke ubun ubun membuatnya gelap mata,tidak peduli siapa orang yang ia marahi,membanting pintu dengan kasar, melihat sang pujaan hati meringkuk ,menggulung seluruh tubuhnya dengan selimut.


" sekarang aku tau apa yang kamu mau." ucapnya.


" Apa?" Alvi yang masih kesal pun hanya melirik sekilas, lalu bangun dan menyenderkan punggungnya di senderan tempat tidur setelah melihat wajah sang suami tidak seperti biasanya.


Tiba tiba Al menarik selimut yang masih membalut tubuh Alvi dan menghempasnya begitu saja dengan kasar.


" Unta Arab yang kamu maksud adalah aku kan? bisa bisanya kamu memanggil ku seperti itu, sejelek itu kah aku di mata mu?"


teriaknya.


Alvi yang mendapat perlakuan seperti itu pun langsung beranjak, menatap sekilas ,lalu menunduk,ia tidak sanggup melihat mata penuh amarah yang baru pertama kali ia lihat dari sang suami.


"Aku mencintaimu, Aku sudah berusaha membuatmu bahagia,menuruti semua keinginan mu,aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk mu,lalu apa balasan mu?apa pantas seorang istri menyebut Unta pada suaminya?apa tidak ada panggilan lain yang lebih layak?"


Al kembali meninggikan suaranya,membuat Alvi terhentak,tubuhnya gemetar,tidak sanggup membantah maupun menjelaskan ,air matanya pun lolos begitu saja.


" Ma..maaf Bi..." dengan susah payah ia hanya mampu mengucapkan kata maaf.


" Panggil aku unta Arab!!" Al mencengkram bahu Alvi dengan sangat kencang.


" Aku ingin mendengar mu memanggilku dengan sebutan itu." titahnya ,gurat kemarahanya terlihat jelas dari mata yang biasanya selalu hangat.


Alvi semakin terisak ,memegang dada yang terasa sesak,nadinya seakan berhenti berdenyut,matanya berkabut air matanya mengalir deras.


Sambil menggeleng ia berusaha meraih tubuh sang suami untuk ia peluk,namun Al malah menolak dan sedikit mendorong nya.


" Aku tau kamu sangat membenciku, sampai sampai kamu menyebutku dengan panggilan hewan seperti itu." Al tersenyum miris,tatapannya tajam sehingga tak ada yang berani membalas tatapannya.


" Maafin aku." Alvi berlutut ,memegang kaki suaminya dengan sangat erat.


" Maafin aku,aku menyesal,dulu aku memang menyebutmu seperti itu, karena aku membenci mu,tapi sebenarnya apa yang aku ucapkan tidak pernah sesuai dengan kata hatiku,aku memanggilmu unta arab,karena kamu tampan ,sekarang aku benar benar telah mencintai mu,maafkan aku Bi." jelasnya ,masih terisak.


Al kembali menampakan senyum sinis nya, sambil meraih tubuh gadisnya itu untuk berdiri menghadapnya, lalu mencengkram pipi gadis itu dengan kuat.


Alvi kembali menggelengkan kepalanya cepat.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang,unta Arab ku benar benar sangat marah." lirihnya


Dadanya terasa semakin sesak melihat seseorang yang selalu memperlakukannya dengan lembut ,kini seakan ingin menelannya hidup hidup.


Alvi pun terkulai lemas sambil mengaduh memegang perutnya ,dan dengan cepat Al menghampirinya lalu meraih tubuh yang hampir terjatuh itu.


" Sayang kamu tidak apa apa?" emosinya kini berubah menjadi panik.


Alvi memeluk tubuh tegap itu dan kembali terisak.


" Maafkan aku Bi." lirihnya


Al membalas pelukan istrinya dengan sangat erat dan membawanya ke tempat tidur lalu menciumi kedua mata yang telah sembab.


" Apa yang terjadi." Al memegang perut sang istri.


" Aku marasa ada pergerakan di dalam sini." tunjuk Alvi pada perut buncitnya dengan wajah polos.


Seketika mata Al berbinar, ia memegang perut tersebut.memastikan apa yang di ucapkan istrinya ternyata benar.


Tersenyum sambil menatap pada sang istri. Lalu menciuminya membuat Alvi kegelian.


" Mereka bergerak,apa ini membuatmu sakit?" tanya Al yang langsung di jawab dengan gelengan kepala.


" Aku hanya terkejut,maafkan aku Bi." Alvi kembali membahas masalahnya.


Al meraih kepala gadis nya itu lalu membawanya ke dalam dekapannya.


" Aku maafkan,maafkan aku juga telah membuatmu menangis,aku hanya ingin memberi mu sedikit pelajaran." jelasnya.


" Kamu jahat Bi." Alvi sedikit memukul dada sang suami, lalu menenggelamkan wajahnya di dada tersebut.


" Aku memaafkan mu,tapi bukan berarti urusan kita selesai."


Alvi menengadah,meminta penjelasan apa yang di maksud suaminya itu.


" Kamu manggilku unta arab,Aku masih bisa maafin,tapi maksud kamu apa meminta unta Arab lagi, tiap hari aku selalu ada buat kamu,Kanapa kamu masih memintanya?" Al membalas tatapan Alvi.


sejenak Alvi termenung,iapun masih tidak mengerti dengan keinginannya.


Tidak mendapat jawaban ,Al mengecup bibir istrinya itu secara tiba tiba membuat Alvi terkejut.


" Aku tau apa yang kamu mau." ucapnya dengan tatapan yang mencurigakan.


Al kembali mencium bibir Alvi dengan durasi yang lebih lama dari sebelumnya.


" Ini yang kamu mau kan?" melepaskan ciumannya,lalu merebahkan istrinya itu sambil kembali menciumi leher sang istri sampai ke gunung kembar pavoritnya yang kini semakin berisi.


Alvi tersenyum mendapat perlakuan lembut dari sang suami,cuaca dingin kota Kairo di malam hari seakan mendukung mereka untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan.


******* pun lolos begitu saja ketika Al dengan riangnya memainkan gunung kembar miliknya.


Pakaian pun sudah mereka lempar ke sembarang arah . melanjutkannya dengan saling menyerang


Lenguhan dan erangan mengiringi pertempuran mereka,Alvi dengan senang hati menerima serangan unta Arab yang begitu ganas.


" Masih mau?" tawar Al setelah mencapai kepuasan untuk yang ke tiga kali.


" Cukup Bi." Alvi menggeleng ,pipinya merona,menyadari apa yang ia minta beberapa waktu lalu,yang meminta Al terus menyerangnya.


" Jadi ini yang kamu mau,kalo hanya untuk ini,kita tidak perlu jauh jauh ke sini."


Al tersenyum memeluk istrinya di balik selimut yang menutupi tubuh mereka.


Alvi kembali menengadah ,memperhatikan wajah di hadapanya yang begitu terlihat sangat tampan.


" Apa iya ,aku hanya menginginkannya." gumamnya.


_


_


_


_


terima kasih buat kalian yang masih setia dengan dua Al,,mohon maaf jika ceritanya tidak sebagus cerita dari Thor yang lain,apalah daya ku yang hanya remehan raginang,,tapi masih berharap like ,komen dan votenya ...love you all..