My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
bab 58



Pura pura tertidur, dengan sengaja Citra ingin mendaratkan kepalanya di bahu Satria,namun Satria sudah menyadarinya dan malah menghindar dan langsung beranjak sebelum aksi dari gadis itu berhasil. Akhirnya Citra hanya pasrah dan mendaratkan kepalanya ke pinggiran sofa, Satria menyunggingkan senyum devilnya.


" Dasar bocah genit." gumamnya sambil melangkahkan kakinya keluar.


" Auuuuhhh,,,nyebelin banget tuh orang,untung gue suka,kepala gue jadi sakit kepentok sofa." gerutu Citra sambil mengusap kepalanya.


kemudian ia pun merebahkan tubuhnya di atas sofa dan melanjutkan tidurnya.


Setelah beberapa lama Al kembali bersama samua anggota keluarga.


" Satria , kenapa Lu di luar?" tanya Al


" Gak apa apa,mereka lagi pada tidur." jawab Satria dengan singkat.


"Oh ya udah kalo gitu gue masuk dulu ya." pamit Al.


" Tunggu Al,gue juga mau pamit, gue ikut seneng istri lu sudah sadar."


" Lu mau kemana?"


" Gue mau ngurusin Sarah,mumpung semua keluarga lu lagi di sini."


" Iya udah kalo gitu, tolong jangan sampai bikin keributan di pondok,bawa dia diam diam."


" Siap, gue ngerti."


Setelah itu Satria pun pergi dan Al masuk ke kamar rawat istrinya di mana sudah ada semua keluarganya di sana, Citra dan Alvi pun telah bangun dari tidurnya.


" Sayang Umi seneng kamu dah siuman." ucap Umi sambil memeluk menantunya itu. Sedangkan Alvi hanya diam sambil tersenyum tanpa mengeluarkan suara.


Bergantian dengan Umi mbak Zahra pun memeluk Alvi " Mbak juga ikut seneng kamu dah sadar, semoga cepet pulih dan segera bisa pulang." ucap Mbak Zahra yang hanya di angguki Alvi.


Tidak lupa bang Haikal dan Abi pun memberi ucapan dan do'a untuk Alvi.


Setelah itu Al pun kembali mendekati istrinya,dan langsung menciumi seluruh wajah gadis yang di rindukannya. Sementara semua orang di sana hanya menggelengkan kepala.


" Berhenti Bi, malu sama yang lain." Alvi berusaha mundur menghindari serangan Al.


" Gak apa apa yank, mereka juga ngerti kali aku udah kangen." jawab Al sekenanya.


" Jaga sikap kamu Al, di sini masih ada anak gadis." ujar umi sambil melirik Citra , Citra pun kembali mengangkat kepalanya sambil tersenyum.


" Gak apa apa Umi Citra udah biasa liat mereka kayak gitu di toko." sahut Citra malu malu.


" Dasar gak tau malu." gerutu umi sambil menggelengkan kepalanya.


" Awas loh Al jangan macem macem dulu sebelum Alvi bener bener pulih." peringatan Abi yang sejak tadi hanya diam memperhatikan kelakuan putranya.


" Iya Bi, Al juga tau,kecuali kalo khilaf." jawab Al sambil cengengesan.


" Dasar anak ini." omel Bang Haikal sambil menepuk sedikit kepala Al sampai ia meringis.


*


*


*


Setelah tiga hari Alvi sudah di izin kan untuk pulang,dengan wajah bahagia Al membawa istrinya ke parkiran mobil dimana sudah ada Satria yang menunggu di sana.


Setelah mobil mulai berjalan.


" Bi, supirnya ganti yah?" canda Alvi sambil melirik pria di balik kemudi.


" Emang kenapa Yank?" tanya Al sambil mengerutkan keningnya.


" Biasanya Faiz yang jemput."


" Faiz udah berangkat ke Kairo."


" Apa, kok kamu baru bilang sih Bi." ucap Alvi dengan nada suara yang sudah sedikit meninggi.


" Maaf sayang,aku belum sempet bilang,masih banyak yang ingin aku bicarakan tapi nanti aja di rumah ya." ucap Al sambil merangkul istrinya,Alvinpun mendaratkan kepalanya di bahu sang suami.


Sementara di depan,seperti biasa Satria memasang wajah datar dan kakunya,ia sama sekali tidak memperdulikan orang di belakangnya.


" Kok berhenti di sini Bi?" tanya Alvi penasaran.


" Umi minta kita langsung ke sini,bisa jalan sendiri atau mau aku gendong." tawar Al.


" Jalan sendiri." jawab Alvi dengan cepat.


" Ya udah ,yuk kita turun." ajak Al sambil membuka pintu dan turun duluan, kemudian membukakan pintu untuk sang istri.Lalu mengulurkan tangannya untuk di genggam.


" Selamat datang sayang." sambut Umi beserta keluarga sambil memeluk menantunya itu


" Makasih Umi." ucap Alvi


Kemudian mereka pun masuk dan langsung menuju ke dapur untuk makan bersama.


" Umi udah siapin ini semua buat kamu,makan yang banyak ya,biar Dedek bayinya sehat." ucap Umi sambil menarik kursi untuk Alvi duduki


" Dedek bayi siapa?" tanya Alvi dengan bingung.


" Sayang nanti aku jelasin,sekarang makan dulu yang banyak ya." ucap Al sambil mengambil kan sepiring makanan untuk istrinya,dan Alvi pun menurutinya.


*


*


*


Sementara di tempat lain Citra sedang sibuk dengan tokonya yang semakin hari semakin ramai,ia tidak mendapat kesempatan untuk istirahat apalagi semenjak kepergian Faiz yang dulu selalu membantu nya.


" Gue jadi kangen Faiz kalo lagi kayak gini." lirih Citra sambil mendaratkan bokongnya di kursi bekas tempat kerja sahabatnya.


" Iya teh,bang Faiz kerjanya cekatan kerja kita jadi ke bantu." sahut Rini.


" Seandainya BangSat kayak Faiz." lirih Citra sambil senyum senyum sendiri dengan menyangga dagunya dengan kedua telapak tangannya.


" Ah gak mungkin." sangkalnya kembali.


Setelah makan bersama Al mengajak istrinya untuk istirahat di kediaman mereka.


Dengan rasa penasaran yang sudah tidak bisa di pendam lagi, Alvi mencoba menanyakan apa yang sudah ada di benaknya sejak tadi.


" Bi, Dedek bayi yang di maksud umi tadi sebenarnya apa sih?" tanya Alvi setelah sampai di kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Al pun menghampirinya setelah mengganti pakaian, ia terkurap di samping istrinya sambil menyunggingkan senyum manisnya.


" Yang umi maksud Dedek bayi kita sayang." jawab Al sambil menyusupkan wajah di perut rata sang istri.


" Maksud kamu apa?" tanya Alvi kembali dengan mimik wajah yang tidak bisa di tebak.


" Kamu masih belum ngerti?" Al mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. " Kamu hamil sayang." bisik Al di telinga istrinya.


Sementara itu Alvi hanya menganga ,terdiam mematung tanpa kata kata,air mata kebahagiaan mulai terlihat mengalir di pipinya.


" Kamu gak lagi bercanda kan Bi?" tanya Alvi seraya beranjak dan menatap manik mata suaminya mencari kebenaran.Al pun mengangguk sambil terus tersenyum.


" Di sini ada anak kita.kamu harus jaga diri dan jaga anak kita dengan baik,Kalo kamu dah sehat kita periksa ya, aku pengen liat Dedek bayi." ucap Al sambil mengusap perut rata sang istri. Alvi hanya tersenyum sambil terisak ,tangannya pun ikut mengelus perutnya sendiri.


" Bayi unta ku." lirihnya.


Al yang mendengarnya langsung memicingkan mata.Alvi pun terkekeh sambil menutup mulutnya.


" Maaf Bi." lirih Alvi sambil memeluk manja suaminya,Al pun tersenyum sambil menerima pelukan istrinya.


" Gak apa apa,tapi jangan di ulang lagi,masa bayi manusia di bilang bayi unta." ucap Al sambil menciumi kepala istrinya.


" Itu panggilan sayang Bi." Alvi pun kembali terkekeh. Sedangkan Al hanya menggelengkan kepala.


*


*


*


mana votenya ni guys, ayo dong dukung Thor dengan cuma kasih like komen dan votenya,biar Thor makin semangat..😍😍😍