
Al kembali ke ruangan dimana istrinya berada,kini Alvi telah di pindahkan ke ruang perawatan.semua keluarga masih setia berada di sana,terkecuali bang Haikal yang kini telah sibuk mengurus anak anak panti asuhan yang tengah kehilangan tempat tinggalnya.
" Al,bagaimana kondisi Satria dan Citra?" tanya Umi, setelah Al masuk ke ruangan tersebut.
" Mereka baik baik saja, sebaiknya kalian pulang saja,biar aku yang menjaganya di sini." sahut Al lemah,ia duduk di kursi kecil sebelah brankar dimana Alvi terbaring.
" Ya sudah,jika terjadi sesuatu hubungi kami." ucap Umi sambil mengusap punggung anaknya itu.Al menggelengkan kepala dengan cepat.
" Tidak akan terjadi apa apa padanya Mi,dia akan baik baik saja." imbuhnya.
" Itu yang memang kami harapkan,kamu yang sabar,jangan berhenti berdo'a." Umi memeluk Al sebelum pergi,kemudian beralih memeluk Ibu.
" Kita harus yakin, tidak akan terjadi apa apa pada anak dan cucu kita." ujarnya pada sang besan.
******
" Ibu,tolong maafkan aku,aku sudah lalai dan tidak bisa menjaga istriku dengan baik." Kini ia beralih ke ibu mertuanya yang kini masih terisak di sudut ruangan di temani Bang Fatur dan Mbak Siva.Menundukan kepala di depan mertuanya sambil bersimpuh.
Namun ibu tetap bergeming dengan isakan yang masih terdengar pilu,hatinya hancur sehingga membuat lidahnya terasa kelu.
" Ini bukan salahmu,semua ini terjadi bukan kehendak kita,serahkan semuanya pada Allah,do'akan yang terbaik untuknya." sahut Bang Fatur seraya mengangkat tubuh kekar itu untuk beranjak.
"Maaf, Kita harus pulang dulu,Fatah sudah di tinggal terlalu lama,dan ibu juga sudah terlihat lelah." pamit Bang Fatur,dan mereka pun pergi setelah mendapat anggukan kepala dari Al.
Al kembali menghampiri istrinya ,menggenggam tangan sang istri yang terasa dingin,tidak ada lagi kehangatan yang ia dapat dari istrinya itu.
" Sayang !!! aku mohon bangunlah,kamu sudah cukup lama tertidur,kenapa kau senang sekali membuatku khawatir,apa kamu tidak ingin melihat anak anak kita, wajah mereka sangat cantik,sangat mirip dengan mu,hidungnya,matanya,bibirnya,aku jadi iri,kenapa mereka lebih banyak mengambil gen dari mu." Al terkekeh berusaha menghibur dirinya sendiri,namun tidak lama iapun kembali meneteskan air mata.
" Bukannya kamu pernah bilang kalo kamu tidak ingin melihat anak anakmu di besarkan oleh ibu tiri,jadi bangunlah sebelum itu terjadi,kita sudah berjanji untuk hidup lebih lama,agar kita bisa membesarkan anak anak kita sampai mereka dewasa,kamu jangan coba coba untuk melanggar perjanjian itu,bangunlah sayang !!aku mohon,Aku dan anak anak kita sangat membutuhkanmu,aku akan membuatkan mu pondok seperti yang kamu minta,beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mu." caraunya lagi,hingga iapun merasa lelah dan mengantuk,matanya pun mulai tertutup dengan posisi telungkup sambil tangan yang masih menggenggam erat wanitanya.
*
*
*
*
Di suatu tempat yang indah,seluas mata memandang,nampak gundukan gundukan rumput hijau serta bau daunya yang khas,hamparan bunga bermekaran dengan kupu kupu yang ramai menghinggapi serbuk sarinya.
Seorang wanita bergaun putih membuka matanya,senyum manisnya terpancar indah bersamaan dengan munculnya mentari di pagi hari.
Kicauan burung terdengar mengikuti arah hembusan angin.Wanita itu merentangkan tangannya lebar lebar sambil memejamkan mata, menghirup udara segar yang ia dapat dengan cuma cuma.
Lalu melangkahkan kaki,menghampiri hamparan bunga beragam warna yang melambai lambai tertiup angin.
Wanita itu berlari kesana kemari dengan riang,hingga ia menemukan sosok pria yang selama ini di rindukan,pria itu kini telah membelakanginya,bahkan hanya dari balik punggung tersebut ia dapat mengenalinya dengan baik, karena dari punggung itulah ia pernah merasakan betapa bahagianya saat itu,di kala ia merasa lelah dalam perjalanan ,punggung itu yang selalu bersedia untuk menggendongnya.
Ayah,yang memiliki bahu terlapang,tulang punggung terkuat,pelindung terkokoh,meski tak pandai bicara cinta ,tak mahir mengurai air mata,namun di tiap tengadahnya tak pernah lupa menyebut nama anaknya dalam do'a.
" Bapak?" lirihnya.
Pria itu memutar badannya, tersenyum lalu melambaikan tangannya semakin menjauh.
" Bapak tunggu ,Alvi ikut !!" teriaknya,sambil berlari mengejar pria tersebut.
" Pulanglah Nak,bukan saatnya kamu untuk menemui Bapak.Pulanglah!! suatu hari nanti pasti akan ada masanya untuk kita bertemu." ucap pria itu.
*******
Alvi yang masih terbaring tiba tiba tersenggal,membuat tubuhnya terangkat keatas.Lalu perlahan ia membuka matanya dan menggerakkan jari jamarinya.
Al terbangun setelah menyadari hal itu.
" Sayang!!!" Al terkejut ,iapun beranjak memastikan bahwa istrinya telah tersadar,melihat Alvi yang sedikit demi sedikit membuka mata,ia kembali terisak namun isakannya berbeda dari sebelumnya.
Al dengan cepat menghubungi dokter,dan tidak menunggu lama dokter pun menghampiri mereka lalu memeriksa kondisi Alvi.
" Alhamdulillah,Alvi sudah melewati masa kritisnya, insyaallah dia akan segara membaik." ucap seorang dokter wanita itu.
Beberapa perawat membantu melepaskan satu persatu alat medis yang terpasang di tubuhnya.
Setelah mereka pergi,Al kembali menghampirinya ,ia langsung menghujani wajah istri tercintanya itu dengan kecupan bertubi tubi.
Alvi hanya tersenyum tanpa protes,tubuhnya masih lemas hingga ia tidak sanggup untuk menghindar.
" Aku tau kamu pasti kuat." lirihnya ,ia menggenggam tangan sang istri lalu membawanya untuk menyentuh pipinya.
Alvi kembali tersenyum,menggerakkan jemarinya hendak menyapu tetesan air mata yang mengalir di pipi sang suami.
" Aku memang kuat,tapi kenapa kamu menjadi lemah seperti ini." lirih Alvi merasa iba saat melihat keadaan sang suami.
Al tersenyum sambil memalingkan muka,ia mengusap wajahnya dengan cepat.
" Ini semua gara gara kamu." sahut Al tanpa menghilangkan rasa bahagianya.
Alvi menggelengkan kepala tidak terima.
Lalu tersentak saat melihat kondisi perutnya yang sudah rata,ia nampak khawatir dengan mata yang kembali sendu.
" Bi, anak anakku?" tanyanya dengan cemas.
" Jangan khawatir sayang,mereka baik baik saja." Al kembali mengecup bibir kering istrinya itu.
Alvipun bisa bernafas lega.
" Istirahatlah,agar Kamu bisa segera pulih,anak anak kita sangat membutuhkanmu." ujar Al seraya mengusap kepala sang istri dengan sangat lembut.
" Seharusnya itu berlaku untuk mu,lihatkan kondisimu,benar benar sangat menghawatirkan." balas Alvi sambil menatap sedih suaminya.Al terkekeh kecil mencubit pipi Alvi dengan gemas,lalu meraup wajah cantik yang di rindukannya itu.
" Aku akan baik baik saja,setelah memastikan kamu sembuh." imbuhnya.
*****
*******
***Halo guys terimakasih buat kalian yang masih setia dengan ceritanya,walaupun tidak banyak yg komen atau like,tapi Thor tetep seneng kok...😁
sedikit cerita tentang yg di alami Alvi ,itu adalah pengalaman nyata dari Thor,,di saat tidak sadarkn diri akibat obat bius waktu operasi,,anak anaklah yang membuat Thor sadar dan terbangun. padahal dalam mimpi Thor udh di tarik tarik orang berjubah hitam tapi anak anak bilang." ini mah mamah aku !!!!" sambil narik tangan sebelahnya,setelah itu Alhamdulillah Thor langsung siuman..😊😊
So !!! be healthy be happy...tetap sehat buat kita semua ,,love you all....😘😘😘***