My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 71



Keesokan harinya, dengan semangat yang membara dan senyum yang terus tersungging.Citra mendatangi pondok yang sudah di pastikan adalah tempat tinggal Satria.


"Assalamualaikum." sapanya dari luar sambil mengetuk pintu.


" Walaikum salam." jawab sang pemilik pondok kayu masih dengan muka bantalnya,ia pun mengerut kening.


" Ada apa kamu ke sini?" tanya Satria bingung.


" Aku mau balikin jaket." jawab Citra sambil menyerahkan paper bag,lalu Satria pun menerimanya.


" Kenapa masih di sini,sana pergi!!" Satria mengusir Citra yang masih mematung di ambang pintu.


" Gak mau nyuruh masuk dulu gitu?" dengan tidak tau malunya Citra langsung masuk ,dan duduk di kursi kayu sambil memperhatikan sekelilingnya.


" Nyaman juga." gumamnya.


Sementara itu Satria hanya menggelengkan kepala, kembali ke kamar meninggalkan Citra yang masih sibuk memotar bola matanya.Menjelajahi setiap ruangan di pondok tersebut.Sampai ia melihat sosok wanita paruh baya yang sedang sibuk menjalan kan tugas nya di dapur. Tanpa pikir panjang Citra menghampirinya dan langsung memperkenalkan dirinya.


" Assalamualaikum." sapa Citra .


" Wa'alaikum salam." jawab wanita paruh baya tersebut.


" Kenalin Bu, saya Citra,calon nya Bang Satria,calon mantu Ibu." ucap Citra sambil menyalami tangan wanita paruh baya itu,dengan raut wajah bingung ibu itu pun hanya tersenyum sambil menganggukan kepala.


" Bu Sukma." ujar wanita paruh baya itu memperkenalkan diri.


" Bisa saya bantu?" tawar Citra seraya meraih piring kotor yang Bu Sukma pegang,dengan cepat ibu Sukma pun menolak,


" Gak usah Neng,biar Ibu aja." tolaknya,namun Citra masih bersih keras untuk membantunya.Dan akhirnya ibu Sukma pun mengalah.


Setelah pekerjaannya di ambil alih,wanita paruh baya itu mengambil sapu,hendak membersihkan setiap ruangan di sana,namun lagi lagi Citra melarangnya.


" Udah Bu biar saya aja yang kerjain, Ibu duduk aja." ujar nya seraya mengajak ibu Sukma duduk di meja makan. Lalu ia kembali melanjutkan kegiatan mencuci piring nya.


Wanita paruh baya itu semakin di buat bingung. Setelah gadis bar bar itu berlalu sambil membawa sapu di tangannya ,ia pun kembali beranjak hendak memasak.


Selesai menyapu Citra kembali ke dapur ,mendapati Bu Sukma yang sedang sibuk dengan alat masaknya. Gadis itu langsung mengambil alih tugas Bu Sukma dan meminta agar Bu Sukma duduk kembali di meja makan.


" Ibu duduk aja ,saya bisa masak kok, biar saya masakin, Ibu tenang aja,saya gadis yang mandiri, saya juga punya usaha, jadi kalo nanti kita menikah saya gak akan ngerepotin Ibu sama Bang Satria." ucap Citra sambil terus mengaduk masakannya.


Satria yang sudah duduk manis di meja makan bersama Bu Sukma hanya menggulum bibirnya seraya mengangkat tulunjuk memberi kode agar Bu Sukma tidak bersuara.


Saat Citra membalikan badan ia pun tersipu malu mendapati pria idamannya berada di sana,mendengar semua ocehannya. Sambil menaruh makanan gadis itu hanya menundukkan kepala.


" Silahkan di coba,kalian pasti suka." ujar Citra berusaha menghilangkan rasa malunya.


" Yakin aku mau makan masakan kamu?" tanya Satria sambil melirik jijik makanan yang Citra masak.


" Coba aja,kalo gak enak kamu bisa membuangnya." Dengan percaya diri Citra duduk di samping Satria dan mulai mengambilkan nasi beserta lauknya lalu menyerahkan nya pada Satria.


" Ayo makan ,apa mau aku suapi." ujarnya lagi Saat Satria hanya diam sambil menatap makanan di hadapannya.


" Ibu juga makan." Citra mengambilkan makanan untuk Bu Sukma,karena merasa tidak enak ia hanya menatap pada Satria ,lalu memakan nya saat mendapat anggukan kepala dari sang punya rumah.


Selesai makan Satria bersiap hendak pergi.


" Bu aku mau pergi, kalo semua sudah beres ibu bisa pulang,bawa sisa makanan tadi untuk anak anak ibu." ucap Satria yang langsung di angguki oleh Bu Sukma.


" Baik Den,terima kasih.kalo gitu saya permisi dulu." ucap Bu Sukma seraya membungkukan sedikit punggungnya


Sementara itu Citra hanya mematung sambil membulatkan matanya,ia tak menyangka wanita paruh baya yang ia kira orang tua dari Satria adalah asisten rumah tangga.


Sambil menghentakkan kaki Citra keluar dari pondok itu,Satria menyunggingkan senyum sinisnya melihat raut wajah kesal dari Citra.


Masih dengan raut wajah kesal Citra mengendarai motor hendak ke toko,sepanjang perjalanan ia merutuki dirinya sendiri.


Namun seketika wajahnya kembali cerah setelah sampai di toko, mendapati sahabatnya sudah ada di sana.


" Al ,Lu di sini?" tanya Citra penuh antusias


" Iya,tumben Lu Dateng siang?" tanya Alvi sambil duduk di kursi kebesarannya.


" Gue abis dari rumah Bang Sat dulu."


" Serius,Lu dari rumah Bang Satria ngapain?" tanya Alvi dengan penuh penasaran.


" Gak ngapa ngapain cuma balikin jaket,Lu tau gak rumah bang Sat keren loh, lokasinya di tengah tengah perkebunan.adeeeemmmm banget." seru Citra dengan antusias.


" Serius Lu?" tanya Alvi tak kalah antusias.


" Gue serius, kapan kapan Lu harus ke sana,tapi ngomong ngomong, tumben Lu kesini?"


" Gue mau ngasih ini,titipan dari Faiz." Alvi menyerahkan sesuatu kepada Citra.


" Faiz? ternyata dia masih inget gue." Citra mengambilnya dengan mata berbinar.


" Inget Lah ,malah kayaknya cuma inget sama lu doang.sama gue kagak." ketus Alvi.


" Inget kakak ipar jutek? males banget.." canda Citra seraya membuka kotak berisikan dua buah kalung dengan liontin hati yang menyatu.


" Ya ampun Faiz,,kalungnya cantik banget." Citra sampai menitikan air mata karena terharu.


Di sana pun terdapat selembar surat,gadis itu pun langsung membuka dan membacanya.


Assalamualaikum Citra ,apa kabar? Gue harap Lu selalu sehat selalu,maaf gue gak bisa berkata manis ataupun romantis,namun lewat ini gue titip Sejuta rindu yang tak bisa gue ungkap dengan kata kata. Percayalah di setiap do'a gue selalu terselip nama Lu. Gue juga mau ngucapin turut berduka cita atas meninggalnya Bapak,semoga Lu sekeluarga di Geri ketabahan dan keikhlasan


Gue yakin Lu pasti kuat.


*Setelah Lu terima surat ini,itu tandanya Lu juga udah terima hadiah kecil dari gue,Gue harap Lu suka dan Sudi memakainya.Di situ ada dua kalung dengan 1 hati yang terpisah,itu tandanya Lu harus mencari satu orang yang tepat untuk memilikinya,dan tentunya satu orang yang tepat untuk Lu.


Sekian surat dari gue ,salam untuk semuanya,terutama buat Lu,selalu jaga kesehatan ,gue selalu merindukan mu.


Faiz*....