My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 72



Setelah selesai memberikan titipan Faiz untuk Citra ,dengan wajah tertekuk Alvi naik ke lantai atas hendak menemui suaminya.


" Biii..!!!" rengek nya sambil menggoyangkan lengan sang suami yang sedang tertidur pulas di atas karpet berbulu tebal.


" Iya sayang.." jawab Al yang masih enggan untuk membuka mata.


" Kamu tau gak apa yang Faiz kasih buat Citra?" tanya Alvi .


" Mana aku tau,dari tadi aku di sini,kamu sendiri kan yang memberikannya sama Citra." Al berusaha untuk bangun dan duduk berhadapan dengan istrinya.


" Faiz ngasih sepasang kalung berliontin hati, cantik banget." ucap Alvi dengan antusias.


" Terus kamu mau juga? biar aku pesenin nanti." ucap Al dengan santainya.


" Gak,aku gak mau kalung,aku pengen sepasang unta." Alvi masih kukuh dengan pendiriannya.


Membuat Al kembali memijat keningnya merasa prustasi karena belum mendapat ide untuk memenuhi keinginan sang istri yang satu ini.


"Sayang aku akan kasih apa pun yang kamu mau, asal jangan minta unta." ucap Al ,namun lagi lagi Al mendapat penolakan.


Setelah lama berdebat, ponsel Al pun berbunyi,pria itu langsung meraih ponsel nya dari atas meja,lalu menekan tombol hijau setelah memastikan siapa yang menelponnya.


" Assalamualaikum..." sapa Al pada si penelpon.


" wa'alaikum salam,Bang gimana kabarnya?" tanya si penelpon.


" Abang baik,kamu sendiri gimana,kenapa jarang kabarin Abang?" tanya Al,sambil di gelayuti istrinya yang berusaha untuk menguping.


" Bii,,itu Faiz ya? ayo dong Bi bilangin bawain aku sepasang unta." bisik Alvi


"Maaf Bang Faiz sibuk,ngomong ngomong hadiah buat Citra udah Abang kasih?" Faiz terlihat malu malu saat menanyakannya.


" Oh,,,jadi kamu nelpon Abang cuma nanyain itu? udah ,kakak ipar kamu yang ngasih." ucap Al sedikit kesal.


" Kakak ipar?" Faiz terdiam sejenak dan tidak lama iya pun tertawa sambil ber OH ria.


" Iya kamu lupa punya kakak ipar yang lagi hamil? kenapa kamu cuma bawain hadiah buat Citra.kakak ipar kamu juga mau sesuatu dari kamu,kamu tau keponakan kamu kembar." Al sudah mulai frustasi karena terus di gelayuti istrinya yang terus merengek meminta sepasang unta.


"Maaf bang,Faiz lupa nanti kalo umi sama Abi ke sini lagi Faiz titipin sesuatu juga buat kakak ipar ku yang paling astagfirullah." Faiz terkekeh geli. Ia tidak mengetahui bahwa orang yang dia maksud berada di sana,namun untungnya Alvi tidak mendengarnya.


" Gak bisa dia maunya sekarang,umi sama Abi ke sana lagi masih lama."


" Ya udah kakak ipar ku yang cantik mau apa?" Faiz masih bisa bercanda.


" Ngomong aja sendiri sama orangnya." Al langsung menyerahkan ponselnya pada Alvi.


" Assalamualaikum Faiz." Alvi sedikit kaku ,karena ini kali pertamanya ia berbicara langsung pada sang adik ipar,begitu pun Faiz.


" wa'alaikum salam..Kakak ipar."


" Hmmmm,,,gimana kabarnya?" ucap Alvi basa basi, berusaha agar tidak terlihat kaku.


" Baik,ngomong ngomong kakak ipar mau sesuatu apa dari Faiz?Inshaallah kalo bisa Faiz paketin." tanya Faiz to the point.


" Emang bisa di paketin?" tanya Alvi dengan antusias, senyum nya pun telah tersungging lebar di bibirnya.


" Tentu saja,emangnya kakak ipar mau apa?


" Aku mau sepasang unta." ucap Alvi antusias.


" Sepasang unta?"


" Iya sepasang unta,bisa kan bawakan aku sepasang unta?"


" Bisa Faiz bicara sama bang Al?"


Faiz sedikit bingung dengan permintaan kakak iparnya itu.


Alvi pun kembali menyerahkan ponsel itu pada pemiliknya.


" Iya ada apa?" ucap Al dengan santai, sambil berjalan sedikit menjauh agar perbincangan nya tidak terdengar oleh istrinya.


"Bang ,apa gak salah istri mu itu minta di bawain sepasang unta?"


" Emang itu maunya,ingat dia kakak ipar kamu yang lagi hamil anak kembar,jadi permintaan nya harus di turuti."


"Enak saja,dia istri Abang,kenapa jadi Faiz juga yang ribet,mana bisa Faiz bawa sepasang unta ,kalo cuma miniatur nya aja Faiz bisa paketin seratus pasang." gerutu Faiz


" Tolong Abang sekali ini saja." rengek Al.


"Tolong apa? jangan bilang Faiz harus menuruti permintaan istri mu itu." Faiz sudah di buat kesal setengah mati oleh sepasang suami istri itu.


" Lalu Abang harus bagaimana,dia tidak akan berhenti merengek sebelum permintaannya di turuti."


" Mana Faiz tau,bukannya Abang sudah berhasil menaklukkan nya,itu tanda nya Abang juga sudah bisa menanganinya."


" Ayolah Faiz, sekali ini saja kamu pulang dulu dan bawakan dia sepasang unta." permintaan Al membuat Faiz menggelengkan kepala.


" Abang bercanda,Faiz bisa saja pulang hari ini juga,tapi untuk membawa sepasang unta bagaimana caranya? gini saja,Abang bawa dia ke sini dan bawa dia ke peternakan unta,suruh dia untuk memilih unta mana yang akan dia bawa.Faiz yakin dia akan mengurungkan keinginannya."


" Kamu yakin?"


" Ya ,Faiz yakin."


" Ya sudah kalo begitu besok lusa Abang akan bawa dia ke sana."


" Ya sudah Faiz tunggu ,Faiz lagi sibuk assalamualaikum." Faiz mematikan ponselnya secara sepihak.


" Wa'alaikumsalam." jawab Al dengan wajah kebingungan sambil menghampiri istrinya kembali.


" Gimana Bi?" tanya Alvi.


" Besok lusa kita ke Kairo menemui Faiz,dia nyuruh kamu pilih unta mana yang kamu ingin kan." jawab Al sedikit malas. Namun tidak dengan Alvi ,ia begitu semangat ketika mendengar unta yang akan dia pilih.


" Kamu serius Bi?" tanya Alvi dengan mata berbinar.


" Iya sayang aku serius,ya sudah sekarang kita pulang,ini sudah sore aku harus ngajar anak anak di pondok."


" Siap bos." sahut Alvi dengan cepat, lalu keluar dari kamar sambil mengandeng lengan sang suami dengan mesra.


mereka pun pamit pada Citra dan kembali pulang ke pondok.


Alvi terus saja tersenyum membayangkan apa yang akan dia lakukan di Kairo nanti,membayangkan bermain sepuasnya dengan ribuan unta membuatnya semakin tidak sabar.


Tidak lama mereka pun sampai di pondok pesantren tempat mereka tinggal,Al langsung membersihkan diri, sedangkan Alvi duduk sofa sambil menikmati cemilan yang selalu ia siapkan di dalam kamarnya.


" Unta unta Kairo,, i'am coming!!!!" teriak nya dengan antusias. Di susul dengan tawanya sendiri.