My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 61



Tidak lama mereka pun sampai di rumah, Al yang sudah terlihat kelelahan langsung masuk ke kamar hendak membersihkan diri,Alvi pun menyusulnya dari belakang,namun belum sampai Al masuk kamar mandi Alvi sudah menarik tangannya dan dengan manja ia membuka kancing kemeja yang suaminya kenakan.


" Kangen Bi." lirih Alvi dengan wajah menggodanya.


" Sama,tapi aku mandi dulu ya." jawab Al sambil mengecup kening istrinya.


" Mandi nya nanti aja sekalian." rengek Alvi sambil menarik Al ke tempat tidur.


" Tapi aku bau yank."


" Gak apa apa,aku suka bau kamu." ujar Alvi sambil mendorong suaminya hingga terlentang di tempat tidur dan dengan segera gadis itu menindihnya.Al pun tersontak untuk pertama kalinya ia mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya.


" Yank, kamu gak apa apa kan?" tanya Al dengan wajah terkejutnya. Namun Alvi tidak menjawab nya ,ia malah mendaratkan bibirnya pada bibir sang suami,membuat Al semakin terperanjat namun tidak di pungkiri ia pun menikmatinya.


" Kamu cape kan Bi, jadi sekarang kamu diem aja,biar aku yang gerak." ujar Alvi seraya melakukan aksinya.


" Tapi yank Dedek bayinya gimana?"


" Dedeknya pada anteng kok Bi."


" Aaaarrgghhh..pelan pelan yank." desah Al dengan pasrah di bawah kungkungan sang istri.Saat Alvi mulai memasukan burung unta milik Al ke dalam sarangnya,Namun Alvi tidak menghiraukannya.Ia memulai permainan nya,menyalurkan rasa rindunya pada sang suami yang beberapa Minggu ini enggan menyentuhnya.


Tanpa di pungkiri Al pun sangat senang dan menikmati permainan yang istrinya berikan,bagaimana tidak,untuk pertama kalinya Alvi yang dulunya sangat polos dan pendiam kini berinisiatif sendiri dan bersikap agresif padanya.


" Hmmmm..Yank!!!" Al pun tak dapat berkata kata lagi.


setelah merasa puas Al merubah posisinya. Kali ini Alvi yang berada dalam kungkungannya.Al pun tak ingin kalah ia mulai menggantikan tugas istrinya tadi,memaju mundur kan pinggulnya. Menarik ulur kan burung untanya di dalam sarang sang istri dengan lincahnya.Hingga membuat Alvi meracau tak karuan menikmati sentuhan yang selama ini ia rindukan. Sampai meraka melepas kenikmatannya secara bersamaan.


Al tumbang dengan mendaratkan wajahnya di dada polos sang istri,ia tersenyum melihat dua gundukan yang kini semakin berisi.


" Makasih sayang ku." ucap Al setelah nafasnya kembali teratur sambil mengecup seluruh wajah sang istri dengan penuh rasa sayang.


" Makasih juga Bi." balas Alvi dengan deru nafas yang masih tak beraturan.


Setelah selesai dengan ritual semedinya, mereka pun mandi bersama.


*


*


*


" Yank aku ke mesjid dulu ya,sekalian ngajar anak anak." ucap Al setelah selesai memakai pakaiannya. Dan Alvi hanya mengangguk sambil mengeringkan rambut panjang hitamnya.


" Jangan lama lama ya Bi." teriak Alvi ketika Al sudah memegang gagang pintu,Al pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Setelah kepergian sang suami Alvi keluar rumah, hendak menemui Bi Marni untuk meminta sesuatu yang bisa ia makan,kali ini ia merasa hidupnya lebih tenang karena ketiadaan Sarah yang selalu membuatnya malas untuk keluar rumah karena tidak ingin melihat gadis bermata elang tersebut.


" Assalamualaikum Bi." ucap Alvi setelah sampai di dapur umum.


" Walaikumsalam, Neng Alvi mau bibi buatin sesuatu." tanya Bi Marni yang kebetulan sedang sibuk dengan alat tempur nya hendak menyiapkan makan malam untuk para santri.


Alvi hanya menggelengkan kepala sambil melirik apa yang Bi Marni masak.


" Aku lagi pengen bantuin Bi Marni masak." ucap Alvi tanpa ragu.


" Gak apa apa Bi,ini yang mau Dedek bayi kok." sangkal Alvi, Bi Marni pun tidak bisa menolaknya lagi.


" Ya udah tapi lakuin yang ringan ringan aja ya." ujar Bi Marni yang langsung di angguki oleh Alvi .


Alvi pun mulai melakukan apa yang Bi Marni perintahkan,dari mulai mencuci sampai memotong sayuran,tidak lupa ia pun memperhatikan apa yang bi Marni lakukan di balik kompor dan senjata andalannya.


*


*


*


Setelah selesai membantu Bi Marni masak Alvi pun pulang ,tentunya tidak dengan tangan kosong,ia membawa apa yang ia masak bersama Bi Marni untuk ia dan suaminya makan di rumah.


" Asik juga bantuin Bi Marni masak." gumam Alvi dengan wajah yang terus tersenyum sambil menata makanan yang ia bawa dari dapur umum tadi.


" Assalamualaikum habibati." ucap Al sambil memeluk istrinya dari belakang dan mengecup pipi yang mulai terlihat gembul,setelah pulang dari mengajarnya.


" Wa'alaikumsalam Bi." jawab Alvi tak lupa mencium tangan suaminya.


" Makan yuk Bi, aku udah kelaperan." ajak Alvi dengan memegang perutnya dan wajah yang di buat menyerupai orang yang benar benar kelaparan, Al pun terkekeh sambil mencubit gemas pipi istrinya.


" Kenapa gak makan duluan?"


" Makan bertiga gak enak Bi."


" Bertiga?" Al mengerutkan keningnya,dan dengan cepat di angguki oleh Alvi sambil mengusap perutnya,dan Al pun mengerti apa yang di maksud istrinya.


" Ya udah sekarang kita makan." ajak Al yang langsung duduk di meja makan,menunggu Alvi menyiapkan makanan untuknya.


" Sepiring berempat ya Bi." pinta Alvi seraya menyerahkan sepiring nasi beserta lauk ke hadapan Al,Al pun mengangguk dengan senyum khasnya.


" Makan yang banyak ya,sayang sayang nya ayah." ucap Al sambil mengusap perut istrinya,dan mulai menyuapi istrinya terlebih dahulu sebelum dirinya.


" Baik Yah." jawab Alvi dengan menirukan suara anak kecil, dan mereka pun tertawa bersama.


" Bi, aku mau nanya sesuatu." ujar Alvi di sela sela makan nya.


" Nanya apa?"


" Akhir akhir ini aku gak pernah liat Sarah,dia kemana?"


" Makan dulu, nanti kita bicarain lagi yah." Al pun terus memasukan makanan ke dalam mulut istrinya yang memang masih terus meminta di isi.


*


*


*


Makasih guys yang udah setia dengan ceritanya,tolong dukung juga Thor nya ya biar tambah semangat,kasih like komen dan votenya buat Thor...😍😍😍😍