
Setelah selesai makan, Faiz mengajak abangnya ke teras untuk membicarakan sesuatu.
" Bang,gimana soal Citra ?"
" Gimana apanya?"
" Ya gimana,katanya kamaren Abang mau cari informasi tentang dia." rengek Faiz
" Oh,,dia anak sebatang kara,ayah nya sudah meninggal waktu dia masih dalam kandungan,dan ibunya ninggalin dia waktu umur Enam bulan,selama ini bapak Alvi yang merawatnya."
" Hmmm,,kasian banget dia,Bang aku mau lanjutin kuliah lagi." ucap Faiz dengan sungguh sungguh.
" Kamu serius,mau lanjutin dimana?"
" Serius lah bang,makin cepet beresin kuliah,makin cepet juga halalin Citra, iya kan Bang? aku pengen kuliah di Kairo sama kayak bang Al sama Bang Haikal." Faiz terlihat antusias.
"Serius mau di Kairo? Emang Citra nya mau sama kamu?" ucap Al dengan wajah meledeknya.
" Dua rius Bang,Kayaknya mau."
" Pastiin dulu dia mau gak sama kamu,terus dia mau gak nungguin kamu sampe lulus kuliah?"
" Aku gak PD kalo bilang sekarang,nanti aja kalo udah lulus aku langsung lamar dia,seenggaknya kalo udah lulus kan ada yang bisa di banggain." jelas Faiz.
" Ya udah terserah kamu aja,kalo kamu serius pengen ke Kairo biar Abang urus semuanya. Umi sama Abi juga pasti dukung."
" Serius Bang,makasih yah." Faiz pun pergi dengan wajah berseri seri.
Al pun kembali masuk,ia tergelak lalu menggelengkan kepala setelah melihat catatan yang baru di pasang Alvi di depan pintu. Ia langsung menghampiri istrinya yang sudah berada di kamar.
" Yankk..."
" Hmmmm,pintunya di tutup gak?" sahut Alvi dengan mata yang masih fokus menatap layar ponsel di tangannya.sambil mnyenderkan punggungnya di senderan kasur.
" Di tutup dong."
" Ngapain sih?" Al beringsut mendekatkan dirinya kepada sang istri , ingin melihat ponsel yang di main kan Alvi. Namun Alvi malah menyembunyikan nya.
" Eits,,,rahasia kamu gak boleh kepo." goda Alvi.
" Diiihh,,kamu mau main rahasia rahasiaan sekarang." ucap Al seolah merajuk.
" Hhheeee,,gak kok Bi,aku cuma chat sama Citra."
" Ya kalo cuma sama Citra ngapain di sembunyiin."
" Karena ini rahasia wanita,kamu gak boleh tau."
" Ya udah terserah asal jangan macem macem." Al pun berbaring dengan membelakangi Alvi.
" Uuuhhh cayang nya aku marah ya,cini cini aku cium." Alvi sengaja menggoda suaminya seolah sedang berbicara dengan anak kecil. Sambil menggoyang goyangkan lengan suaminya.
Al tidak bergeming ,ia malah menyembunyikan wajahnya sambil menggulum bibir dengan sekuat tenaga.
"My hubby sayang,,jangan gitu dong,aku cuma bercanda,ya udah nih,kamu bisa liat ponsel aku." bujuk Alvi sambil menciumi telinga dan leher suaminya
"Bi,jangan marah,aku gak bisa tidur kalo kamu kayak gini." Alvi terisak,ia menutup matanya seolah sedang menyembunyikan tangisnya.
Al yang mendengar isakan dari Alvi langsung membalikan badan lalu meraih tubuh gadis itu dan memeluknya.
" Baaaaaa." seru Alvi dengan wajah mengejek,saat Al membuka telapak tangan yang menutup wajahnya.
Al yang merasa kesal dan gemas langsung mengeratkan pelukannya, lalu meraih kepala Alvi seolah ingin memakannya hidup hidup.
" Ahhhahhha,,Ampun Bi." seru Alvi saat dirinya berada di dalam pelukan sang Unta Arab.yang seolah enggan untuk melepaskan pelukannya.
" Tapi cinta kan?" sahut Alvi.
" Cinta banget." bales Al. Yang masih enggan melepaskan pelukannya sampai mereka kelelahan dan tertidur.
*
*
*
Seperti sudah menjadi kewajiban Al bangun di sepertiga malam,dimana kebanyakan orang masih terbuai dengan mimpi mimpinya.
Ia beranjak dan langsung menuju kamar mandi,tanpa membangunkan sang istri. Ia tau Alvi akan bangun setelah mendengarnya mengaji.
Setelah selesai dari kamar mandi Al mengganti pakaian dan menunaikan shalat sunnat dan lanjut mengaji seperti biasa.
Dan benar saja, tidak lama Alvi terbangun.Ia masih menyenderkan punggungnya di sandaran ranjang sambil menatap sang malaikat yang menjelma sebagai suaminya.
" Bii,, kamu yang terakhir buat aku,kamu lah hidup dan mati ku,jiwa dan raga ku untuk mu,aku sangat mencintai mu." lirihnya dalam hati.
" Kok malah bengong sih Yank?" tanya Al yang menyadari istrinya telah bangun.
" Aku lagi mengagumi keindahan mahakarya sang pencipta." jawab Alvi sambil beranjak dan menghampiri suaminya.
" Boleh cium gak?" pinta Alvi yang sudah duduk di sebelah suaminya sambil memajukan bibirnya. Al pun tersenyum lalu menaruh Al-Qur'an nya terlebih dulu.
" Boleh." jawab Al yang langsung menarik tengkuk sang istri lalu menempelkan bibirnya.
lalu menciumi seluruh wajah istrinya dan Alvi pun membalas menciumi seluruh wajah sang suami.
" Aku sayang kamu." bisik Alvi dengan gaya menggoda sambil menggigit sedikit cuping suaminya,lalu berlari menuju kamar mandi. untuk menghindari balasan dari sang suami.
"Dasar nakal, Cepet udah mau subuh." teriak Al sambil menggelengkan kepala.Lalu tersenyum ia tidak menyangka dengan tingkah laku istrinya yang sangat menggemaskan.
Setelah Alvi keluar dari kamar mandi, Al berjalan hendak masuk kekamar mandi namun saat berpapasan dengan sengaja Al mencolek pipi gadis itu lalu terkekeh sambil berlari.
" Iseng banget sih Bi." gerutu Alvi yang dengan terpaksa ia harus balik kamar mandi untuk mengambil wudhu kembali.
Mereka pun berwudhu bersama,dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.
*
*
" Aku ngajar anak anak dulu." seperti biasa Al pamit pada istrinya sambil menciumi seluruh wajahnya.
" Mau aku bawain teh lagi." tawar Alvi dan langsung di angguki sang suami.
" Makasih sayang, assalamualaikum." ucap Al sambil mengusap kepala istrinya sebelum pergi.
" Wa'alaikumsalam." jawab Alvi dengan menerbitkan senyum cerahnya.
" Bi..!!! Maafkan atas segala kesalahan ku, tetaplah di sini bersama ku,kamu telah membuatku jatuh cinta setiap hari,jangan pernah berhenti mencintai ku, aku tidak butuh apapun lagi,hanya diri mu dan kasih sayang mu." lirih Alvi saat melihat punggung suaminya yang sudah mulai menghilang dari pandangannya.
*
*
*
terima kasih buat kalian yang selalu setia dengan cerita ini,jgn lupa like komen dan vote nya juga ya,,jangan pelit dan kek orang susah...😅😅😅