My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 74



Setelah acara makan malam bersama selesai,Al pamit kepada keluarganya bahwa mereka akan pergi ke Kairo hendak mengunjungi Faiz, namun tidak memberi tahukan tentang keinginan istrinya.


" Kalian yakin mau ke sana,Umi takut terjadi sesuatu pada kandungan Alvi." Umi terlihat sangat khawatir


" Umi tenang aja,Alvi akan baik baik saja,Umi do'ain aja yang terbaik buat kita." Alvi berusaha menenangkan mertua nya itu, dengan ragu umi pun mengangguk mengizinkan mereka untuk pergi.


"Ya sudah ,yang penting kalian harus sering sering kabarin Umi." ucapnya,


Alvi mengangguk dengan senyum yang terus terukir di bibir mungilnya.


Dan mereka pun pamit untuk pulang.


" Bi,sebelum pergi kita belanja pakaian dulu ya,gak ada lagi baju yang bisa aku pakai,semuanya sudah pada kekecilan." ucap Alvi sambil sibuk menyiapkan keperluan yang akan mereka bawa ke Kairo.


"Iya sayang." jawab Al yang sudah berada di atas ranjang dengan ponsel di tangannya.


" Padahal baru beberapa bulan, tapi badan ku sudah berubah drastis kayak buntelan kentut."gerutu Alvi dengan memajukan bibirnya sambil menghampiri suaminya itu.


Al meletakan ponselnya lalu meraih tangan sang istri dan membawanya ke dalam dekapannya.


"Itu karena ada dua malaikat kecil di dalam sini." Al mengusap perut sang istri dengan lembut. Sambil berusaha agar mood wanitanya yang tiba tiba memburuk bisa kembali membaik.


" Apa dengan badan seperti ini aku masih terlihat cantik? apa kamu gak malu jalan sama aku?"


" Tentu saja, aku janji akan selalu bersama mu ,bagaimanapun keadaan mu." Al berucap dengan penuh keyakinan.


Alvi pun tersenyum seraya menenggelamkan kepalanya di dada milik sang suami.


" Makasih ya Bi,,ku pegang janjimu sampai aku mati."


Hari yang di nantikan pun tiba , senyum indah terpampang nyata,pipi merah dengan lesung Pipit menambah kecantikan alami dari gadis itu,kehamilan nya membuat aura kecantikannya bertambah berkali kali lipat,wajah kaku dan jutek yang dulu telah berubah. Membuat mata siapa pun yang meliriknya enggan untuk berkedip, begitu pun dengan Al, yang sejak tadi dengan santainya memandangi wajah sang pujaan hatinya yang sibuk menyiapkan sarapan.


" Sayang aku ingin kamu pakai cadar seperti yang mbak Zahra pakai." Ucap Al seraya memasukan makanan ke dalam mulutnya.


" Kenapa?"


" Aku gak mau wajah cantik mu di lihat orang lain." jawabanya membuat Alvi tergelak .


" Kamu lebay banget." Ucap Alvi sambil mencubit pipi suaminya dengan gemas.


" Aku serius sayang,kalo tidak aku akan membatalkan semua rencana kita hari ini." ancaman Al membuat Alvi terperanjat.


" Baiklah." Mau tidak mau,Alvi pun menuruti perintah suaminya itu.


Dengan mulut yang sudah maju beberapa senti Alvi berlalu meninggalkan Al, lalu kembali dengan cadar sesuai keinginan suaminya.


Al tersenyum puas lalu meraih tubuh istrinya dengan lembut.


" Kalo gini kan lebih cantik, mau cemberut kayak gimana pun gak bakal keliatan." hibur Al


Setelah menghabiskan sarapannya,mereka pun pergi hendak membeli apa yang mereka butuhkan.


" Sayang,,jadwal penerbangan kita sebentar lagi,usahakan kamu belanja apa yang kamu butuhkan saja."


Ucap Al setelah mereka tiba di salah satu pusat perbelanjaan.


" Iya aku ngerti." ucap Alvi singkat.


Pusat perbelanjaan yang begitu ramai,sorot mata para pengunjung kini teralihkan oleh kedatangan dua makhluk itu.


Decak kagum dan bisik bisikan dari mereka membuat Alvi tidak nyaman,apalagi tatapan mata para wanita kepada suaminya,seperti hewan buas yang ingin menerkam mangsanya.


" Sepertinya yang harus pakai cadar itu kamu." kesal Alvi sambil mengaitkan tangannya ke lengan sang suami dengan sangat erat.


" Sayang kamu tau kan,wajah ku sudah sering masuk televisi, jadi wajar saja jika mereka seperti itu,untung aku jalan sama kamu,kalo sendirian sudah pasti mereka akan meminta tanda tangan atau foto bareng sama aku." goda Al sambil menarik turun kan alisnya, membuat Alvi semakin kesal.


" Dasar ustadz lebay,Narsis." gerutu Alvi sambil menarik lengan suaminya. Dan membawanya masuk ke dalam sebuah toko pakaian.


Al pun terkekeh melihat wajah sang istri yang menurutnya sangat menggemaskan.


Sekian lama mengelilingi pusat perbelanjaan,tak ada satu barang pun yang mereka beli,mood dari ibu hamil itu kini benar benar buruk,Al segera membawa Alvi kembali masuk ke dalam mobil.


" Sayang kamu kenapa,kok jadi muram gitu?" tanya Al seolah tidak tahu apa yang menyebabkan istrinya seperti itu.


Tidak Ada jawaban,Al mulai menghidupkan mesin mobil nya,dan melanjutkan perjalanan ke Bandara.


Ponsel Alvi beberapa kali berbunyi,panggilan dari Citra membuat bibir Alvi sedikit terangkat.


" Lu pergi gak ngomong ngomong,gue tadi ke tempat Lu,tapi kata orang orang di sana lu lagi gak ada,awas Lu ya ,mentang mentang mau ke luar negeri."


" Sorry gue gak sempet ngomong."


" Udah mulai sombong Lu ya,,sampe gak sempet ngomong sama gue." omel Citra di sebrang sama.


" Iya deh jangan lupa bawa oleh oleh yang banyak."


" Iya, gue bawain unta Arab yang cakep satu lagi buat Lu." Alvi terkekeh setelah mengakhiri percakapannya.


Al mengerutkan kening mendengar ucapan Alvi yang menyebut kata unta Arab.Sepertinya istrinya itu memang sangat suka dengan hewan berpunduk itu fikirnya.Ia pun tersenyum saat mendapat ide untuk beternak Unta,namun


Ia harus berfikir keras bagaimana caranya untuk bisa membawa unta dari Kairo ke tanah air.


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan dengan menggunakan pesawat, mereka pun akhirnya tiba di Negara yang di tuju.


Keluar dari bandara,sudah ada Faiz yang setia menunggu di dalam mobil menyambut kedatangan kakak dan kakak ipar nya,Al dan Alvi pun bergegas menghampirinya.


" Akhirnya kalian datang juga." ucap Faiz sambil berhambur memeluk sang kakak.


" Hai kakak ipar." sapa Faiz sambil tertawa geli karena ucapanya sendiri yang menyebut gadis yang lebih muda dua tahun darinya itu dengan sebutan kakak ipar.


" kamu udah lama nunggu di sini?" tanya Al


" Lumayan, Ayo kita jalan sekarang." Faiz pun langsung menyalakan mesin mobilnya berlalu meninggalkan bandara tersebut menuju ke kediamannya.


Sepanjang perjalanan Alvi terlihat sangat antusias,senyamnya terus tersungging,memperhatikan setiap pamandangan dari kaca jendela mobil.


Layaknya anak kecil yang baru di ajak jalan jalan.


" Sayang ,apa kamu gak lelah? aku perhatikan dari tadi kamu gak tidur." tanya Al yang langsung di jawab dengan gelengan kepala.


" Kayaknya Kita perlu cari tempat makan dulu. Perut Faiz minta di isi." ucap Faiz sambil terkekeh.


" Ya sudah ,kita mampir ke tempat favorit kita." Ajak Al.


" Tempat favorit ? memangnya kamu pernah ke sini Bi? tanya Alvi penasaran.


" Tentu saja,aku pernah tinggal lama di sini."


" Oh iya,aku lupa bahkan kamu juga kuliah di sini kan?" tanya Alvi sekali lagi dengan raut wajah seperti anak kecil yang selalu ingin tau.


" Iya sayang..." Al mencubit pipi istrinya itu dengan gemas.


" Kalau begitu kamu tau tempat yang paling indah di sini?"


sepertinya gadis kaku itu sudah sangat berubah dan mulai banyak bicara.


" Tentu saja,aku akan mengajak mu ke tempat yang paling indah."


Mereka pun tiba di Tempat makan favoritnya.


Alvi terlihat bingung dengan nama menu yang disajikan di sana,tanpa pikir panjang ia pun menyerahkan buku menu itu kepada suaminya.


" Pesenin aku makanan yang sesuai dengan lidah ku!!" rengeknya.


dengan segera Al pun menuruti perintah istrinya itu, dan meminta beberapa makanan kepada pelayan, begitu pun dengan Faiz.


Lama menunggu pesanan, seorang wanita cantik menghampiri mereka sambil menepuk bahu Al dari belakang.


" Hikam, ini kamu kan?" ucap wanita tersebut yang langsung memeluk Al, membuat ketiganya terkejut.


" I,,iya.." jawab Al gelagapan sambil melirik sang istri yang sudah menampakan wajah mengerikan, layaknya hutan Amazon yang di penuhi oleh hewas buas.


" Gak nyangka kita bisa ketemu lagi di sini,apa kamu tinggal di sini lagi?" wanita itu kembali bertanya tanpa memperdulikan sekelilingnya.


" Aku kesini cuma memenuhi keinginan istriku, sambil menemui adik ku di sini." jawab Al sambil menggandeng tangan sang istri.


" Oh,jadi kamu sudah menikah." raut wajah kecewa terlihat jelas dari wajah wanita cantik itu.


" Iya kami sudah menikah,bahkan sebentar lagi kami akan menjadi orang tua." jawab Alvi sambil mengelus perut yang sudah terlihat buncit .


"Kalo begitu selamat ya, Kenalin aku Fiona,temen Hikam waktu kuliah dulu." ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya di depan Alvi.


" Alvi." ibu hamil itu membalas uluran tangan tersebut.


Tanpa malu Fiona ikut bergabung bersama mereka,menikmati makanan yang sudah mereka pesan.


Fiona terus menerus membahas tentang masa lalunya bersama Al, meskipun tidak ada satu orang pun yang menanggapinya.


" Aku gak nyangka kamu masih suka mampir ke sini,bukanya ini tempat favorit kita dulu,bahkan kita sering bolos kuliah hanya untuk menghabis kan waktu bersama di sini." dengan sengaja Fiona berusaha membuat Alvi cemburu,namun usaha nya sia sia,Alvi masih terlihat santai bahkan sesekali menanggapi dengan tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai teman teman ,,,mohon maaf karena sudah menggantung cerita nya,beberapa bulan lalu Thor di kasih ujian,ada kista di bagian ovarium, Alhamdulillah sudah d oprasi dan sekarang sedang masa pemulihan.mohon do'anya agar segera pulih dan bisa melanjutkan ceritanya...terima kasih semoga kalian sehat selalu,,jgn lupa dukungannya...love you all...😘😘😘