
Setelah kepergian Al,tidak lama dari itu kurir pengantar makanan pun datang,untuk pertama kalinya Alvi membuka dompet milik suaminya hendak mengambil uang untuk membayar pesenan makanannya.
Alvi tertawa geli saat melihat isi dompet suaminya, ternyata ia menyimpan foto masa mudanya juga foto dirinya sendiri yang masih memakai seragam abu abu. Sepertinya foto itu di ambil secara diam diam.
" Ternyata kamu memang sudah tampan dari dulu,tapi apa yang kamu lihat dari aku,bahkan wajah ku terlihat sangat culun waktu itu." gumam Alvi sambil memperhatikan fotonya dan foto si unta Arabnya bergantian.
Mengingat suami dan posisinya yang terancam ia berinisiatif untuk membuatkan secangkir teh,dan mengantarkannya ke madrasah tempat suaminya mengajar tidak jauh dari tempat tinggalnya. Terkadang perhatian kecil yang kita berikan mampu membuat orang merasa terkesan,dan akan selalu di ingat.
" Semoga dia suka." gumamnya.
Alvi berjalan dengan membawa secangkir teh hangat untuk sang suami, saat di tengah jalan ia kembali berpasasan dengan si wanita bermata elang.
" Lakukan apa yang kamu mau,karena akupun akan melakukan apa yang aku mau.Aku akan mengembalikannya dengan sukarela jika dia benar benar menginginkan mu." bisik Alvi,ia membalas perkataan dari Sarah beberapa waktu lalu.
Setelah itu ia pun melanjutkan tujuannya.
Ragu ragu, Alvi hanya berdiam diri di ambang pintu,berharap suaminya menyadari kehadirannya.
" Sayang ada apa?" Alvi menegakkan kepalanya saat mendengar seseorang di hadapannya.
" Maaf Bi,aku ganggu,aku cuma mau kasih kamu ini." ucap Alvi sambil menyodorkan secangkir teh hangat.
Al berbinar ,ia tak bisa lagi berkata kata,
dengan senyum nakalnya ia meraih gelas itu,lalu membungkukan sedikit punggungnya,dan mengecup sekilas pipi sang istri.
" Makasih sayang,tunggu aku di rumah." bisik Al sebelum menegakkan kembali badannya.
Alvi pun tersenyum sambil menganggukkan kepala.
" Langsung pulang ya Bi,jangan mampir kemana mana,kalo ada yang manggil atau ngajak kamu ngobrol jangan mau,kalo gak langsung pulang aku kunci pintunya." bisik Alvi sebelum pulang.
Al yang mendengar ancaman dari sang istri langsung mengedarkan pandangan,sudah ia duga seseorang yang tidak di sukai istrinya memang ada tak jauh darinya. Al pun kembali masuk tanpa membalas senyuman dari gadis si mata elang julukan baru dari Alvi.
Alvi kembali ke rumah dan langsung menyiapkan makanan yang ia pesan tadi memindahkannya ke dalam piring,lalu menunggu sang suami sambil menonton tv.
" Assalamualaikum." ucap Al saat memasuki rumah, seperti biasa ia melupakan sesuatu dan langsung menuju di mana istrinya berapa.
" Aku ngucapin salam Kok gak ada yang jawab?" Al ikut duduk di samping sang istri yang masih sibuk dengan sinetron paforitnya. Lalu mengecup pipi istrinya itu dengan gemas.
" Wa'alaikumsalam,,maaf Bi aku gak denger." Alvi menggeser posisinya lalu menyandarkan kepala pada bahu sang suami, sambil memejamkan mata menikmati aroma dan hangat serta nyamannya tempat yang tak mungkin semua orang bisa dapatkan darinya.
Al membalas dengan merangkulnya.
" Tadi ada yang ngajak ngobrol apa ada yang nyuruh mampir?" selidik Alvi sambil mendongakkan kepalanya.
" Gak ada, aku kan pulangnya terbang." jawab Al sekenannya dan langsung mendapat cubitan di perutnya.
" Auuu,,,gak ada sayang,aku langsung pulang."
" Hmmm,,bagus kalo gitu,Bi apa kamu benar benar mencintaiku?" tanya Alvi tiba tiba.
" Tentu saja,aku sangat sangat mencintai mu.Aku lebih mencintai mu dari pada diri ku sendiri." jawab Al dengan sepenuh hati.
" Kalo begitu,apa pun yang terjadi jangan pernah ninggalin aku,karena aku juga mencintai mu." lirik Alvi sambil mengeratkan pelukannya.
" Iya sayang,aku janji,tapi kamu juga harus janji jangan pernah ninggalin aku apapun yang terjadi,karena yang namanya rumah tangga pasti ada pahit manisnya,kita harus tetap bersama menjalani rumah tangga dan selalu berharap Ridho dan lindungan dari Nya." balas Al dan Alvi pun mengangguk,
" Aku adalah istri mu,aku adalah Rizki mu,aku pilihan mu, aku adalah takdir mu,dan aku adalah milik mu.
jangan pernah memandang apa yang bukan milik mu, dan Jangan bandingkan aku dengan wanita yang bukan milik mu." ucap Alvi sambil terisak.
Al mengusap punggung istrinya dengan lembut.
Alvi pun tersenyum.." Makasih ya Bi." ia memberikan kecupan hangat di seluruh wajah unta arabnya.
" Mau makan sekarang?"
" Pengen susu dulu." ucap Al dengan mata nakalnya.
" Sejak kapan kamu minum susu,bukannya tadi udah aku bikinin teh,apa kamu gak suka teh?" tanya Alvi.
" Aku suka tehnya sayang,kalo bisa tiap aku ngajar anterin teh ya,tapi sekarang aku lagi pengen susu" Al langsung mendaratkan bibirnya pada bibir sang istri ,perlahan tapi pasti dengan bibir yang masih saling menikmati ia mondorong tubuh mungil itu sampai terlentang ke pinggiran sofa. Dan kini posisi Alvi berada di bawah kungkungannya.
" Aku pengen susu yang ini." lirih Al sambil meremas dua gundukan besar nan kenyal. Lalu menyusupkan kepalanya di balik jilbab syar'i yang Alvi kenakan, kepala yang tertutup penuh oleh jilbab yang di kenakan Alvi, terlihat bergerak gerak di bagian dada gadis itu.
" Bi kita di kamar aja." ucap Alvi yang memang sudah terangsang.sambil memejamkan mata.
" Sebentar yank,tanggung." Al masih bersenang senang dengan dua mainannya.
Lagi lagi mereka tidak menyadari kedatangan Faiz yang melihat adegan itu. Faiz pun kembali keluar dengan muka yang sudah memerah.
" Emang ya,kalo lagi bucin dunia terasa milik berdua,kapan pun di mana pun pasti terjadi,dan gue,,jomblo bisa apa." lirihnya sambil mengusap rambutnya dengan kasar.
Setelah puas dengan susu yang di maksud Al, ia meminta makan yang sebenarnya,Alvi pun berjalan menuju dapur dan saat melewati ruang tengah,ia menggelengkan kepala dengan kebiasaan sang suami.
" Bi,kamu lupa tutup pintu lagi?"
" Masa sih,perasaan udah aku tutup deh."
" Apa perlu aku pasang catatan di sini jangan lupa tutup pintu kembali setelah membukanya." omel Alvi sambil meraih gagang pintu untuk menutupnya, ia pun terkejut saat melihat Faiz sudah duduk di kursi teras.
" Faiz, kenapa di luar?" untuk pertama kalinya Alvi berbicara pada sang adik ipar.
" Aku lagi males masuk,Bang Al mana?"
" Di dapur,masuk aja sekalian ikut makan." ajak Alvi dan Faiz pun mengangguk.
" Ada apa? tumben ke sini."
" Mau minta makan." jawab Faiz dengan ketus. Al memicingkan matanya sambil memperhatikan gelagat sang adik yang tidak biasanya.
Alvi menyiapkan piring untuk mereka, lalu mengambilkan nasi untuk sang suami.Mereka pun makan bersama tanpa ada yang mengeluarkan sepatah kata pun.
Setelah mereka makan,Alvi kembali ke dapur membereskan semua piring kotor,Faiz mendekatkan diri pada sang kakak.
"Enak ya Bang abis minum susu langsung makan,pantesan makin sini Abang keliatan makin montok." bisik Faiz sambil terkekeh.
" Maksud kamu apa,jangan bilang tadi kamu....." Al menggantung ucapannya saat Alvi kembali menghampiri.
" Hmmm,,Yank kayaknya bener juga yang tadi kamu bilang,pasang tulisan di pintu biar aku gak lupa tutup pintu,jangan sampai ada tuyul yang masuk sembarangan." ucap Al sambil menatap adiknya dengan tatapan membunuh.
"Tuyul apa Bi?" tanya Alvi dengan wajah penasarannya.
" Tuyul jomblo." sahut Al dan Faiz hanya terkekeh..
*
*
*
***Makasih All udah setia dengan cerita ku,kalo gak pengen ada pelakor suap dulu thornya dgn kasih like komen dan vote yang bnyk...😘😘
tenang aja kehadiran pelakor hanya sebagai pamanis buatan untuk menambah keuwuan duo Al..😋😋😋***