My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 57



Setelah kepergian Faiz Al kembali ke rumah sakit di ikuti Citra dan juga Satria,dengan alasan Citra yang ingin menjenguk Alvi,sementara itu ada sesuatu juga yang ingin di bicarakan Satria pada Al.


Setelah sampai di rumah sakit Al dan Satria menunggu di luar ,membiarkan Citra mengeluarkan keluh kesah nya pada Gadis yang masih setia memejamkan mata.


" Al, maaf gue baru bisa jenguk Lu, sebenarnya gue gak sanggup liat Lu kayak gini, Lu harus bangun, Faiz bilang Lu lagi hamil, itu tandanya


bentar lagi gue bisa momong anak unta, tolong Al, Lu harus bangun." ucap Citra sambil terisak.


" Gue janji gue gak bakal ngerepotin Lu lagi, kecuali buat dapetin bang Satria, Lu udah janji mau bantuin gue." Citra masih terus mengoceh berharap gadis di hadapannya bisa mendengarkan nya.


" Apa Lu tau,selama ini orang tua Lu gak tau keadaan Lu, gue gak bisa bayangin kalo mereka sampai tau.Jadi gue mohon lu harus bangun sebelum mereka tau, dan apa lu tau Al ,selama Lu berbaring di sini, gue prihatin banget sama keadaan laki lu,dia udah kayak cowok prustasi gara gara di tinggal bininya meninggal, badan nya kurus mukanya acak acakan gak ter urus.apa Lu gak kasian sama dia.'' bisik Citra di telinga Alvi, karena tidak ingin terdengar oleh Al.


Sementara di luar Satria sedang membicarakan sesuatu yang penting dengan Al,sebagai seorang mantan detektif bayaran Satria tau betul mana kecelakaan dan mana yang di sengaja.


Ia sudah mempunyai bukti kejahatan yang di lakukan Sarah terhadap istri sahabatnya itu.


'' Gue serahin sama Lu, gue percaya Lu bakal bisa ngatasin ini semua.'' ucap Al pada Satria.


'' Kalo begitu apa perlu gue serahin dia ke polisi, atau gue sendiri yang beri dia pelajaran?" tanya Satria.


'' Lu gak usah repot repot ,Lebih baik serahin dia ke polisi.'' saran Al dan langsung di angguki oleh Satria.


Tiba tiba dari dalam Citra berteriak memanggil Al memberi tau bahwa Alvi telah siuman,Al langsung berhambur masuk sementara Satria langsung memanggil dokter.


" Sayang kamu sudah sadar." ucap Al ketika Alvi masih mencoba berusaha untuk membuka matanya.


" Maaf biar saya periksa dulu." ucap dokter yang baru datang.


Mau tidak mau Al dan semua menunggu di luar.


" Kamu yakin Alvi sadar?" tanya Satria pada Citra.


Citra yang d tanya malah mematung memandang orang di hadapannya,untuk pertama kalinya Bang Satria berbicara padanya .


" A..aku ya yakin." jawab Citra dengan gugup.


" Tidak meyakin kan." ucap Satria dengan gaya dingin nya .


" Masyallah,,kenapa dia masih terlihat ganteng gini sih, walaupun mukanya rata tanpa ekspresi gitu udah kayak tembok, kayaknya gue bakal susah dapetin dia." gumam Citra sambil terus menatap pada orang di depannya yang sedang berdiri sambil melipatkan tangan. menyandarkan punggungnya di tembok.


Sementara Al hanya duduk sambil menundukkan kepalanya.


Tidak lama dokter pun keluar,dengan wajah yang terlihat lega.


" Dokter bagaimana keadaan istri saya dan janin dalam kandungannya?" tanya Al. mengingat tiga hari yang lalu dokter memberitahukan bahwa janin dalam kandungan istrinya melemah.


" Alhamdulillah,istri anda telah melewati masa koma nya, dan kondisi janinnya pun sudah mulai membaik ."


" Alhamdulillah.." seru semua orang yang ada di sama sambil mengusap wajah nya,kemudian Al pun berhambur menghampiri Alvi di ikuti oleh Citra dan Satria dari belakang.


" Sayang...." hanya kata itu yang mampu Al ucapkan,setelah melihat istrinya hanya termenung dengan tatapan kosong.


" Sayang ini aku , Al suami kamu."


Alvi pun mengangkat tangannya mengusap wajah unta arabnya seketika juga ia menangis.


" Bi,,apa benar ini kamu?" tanya Alvi sambil terus terisak,Al pun ikut terisak sambil menganggukan kepala.


" Kenapa kamu jadi jelek begini?" lirih Alvi sambil mengusap wajah unta arabnya,sementara Al sudah terkekeh sambil terus terisak mendengar pertanyaan konyol dari istrinya itu. Ia pun langsung menciumi seluruh wajah istri yang di rindukannya dengan gemas tanpa menghiraukan orang di sekitarnya.


" Berhenti Bi, jangan ciumin aku terus, bersihin dulu bulu bulu di wajah kamu." rengek Alvi sambil sedikit mendorong wajah Al.


" Iya sayang, tapi nanti aja ya kalo kamu udah pulang." bujuk Al sambil terus berusaha mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri,namun lagi lagi Alvi mendorongnya.


" Gak mau,pokoknya bersihin sekarang,aku mual liat kamu kayak gini." rengek Alvi, sedangkan Al hanya tersenyum ia tau itu pasti karena pengaruh si jabang bayi.


" Ya udah kalo gitu aku pulang dulu." ucap Al sambil mengecup kening istrinya dan beralih turun ke perutnya.


" Jangan lama lama,jangan terlalu bersih." pesan Alvi yang di langsung di angguki Al.


" Aku mau bersihin muka ku sampai mulus biar kayak oppa oppa Korea." goda Al sebelum pergi.Yang langsung mendapatkan tatapan membunuh dari sang istri.Al pun terkekeh dan langsung pergi setelah menitipkan Alvi pada Citra dan Satria.


" Al ,gue seneng lu udah sadar." lirih Citra yang duduk di kursi kecil sebelah ranjang pasien sambil menggenggam tangan sahabatnya.


sementara Satria memilik duduk di sofa agak jauh dari kedua gadis itu.


" Emang berapa lama gue gak sadar?" tanya Alvi dengan wajah bingungnya.


" Lu udah gak sadar selama seminggu." jawab Citra.


" Baru juga seminggu tapi keadaan laki gue udah berantakan kayak gitu." lirih Alvi sambil membayangkan wajah Al yang memprihatinkan.


Citra hanya tersenyum sambil mengusap tangan Alvi.


" Ya udah yang penting lu udah sadar,jangan banyak ngomong dulu,mendingan lu istirahat." ucap Citra sambil membantu sahabatnya berbaring.


Setelah memastikan Alvi tidur Citra langsung menghampiri Satria yang masih setia dalam diamnya.


" Boleh aku duduk di sini?" tanya Citra seraya mendaratkan bokongnya di sofa sebelah Satria.


" Gak usah minta izin." ucap Satria dengan Cuek.


Citra pun berusaha untuk duduk dengan santainya di sebelah Satria.Walaupun dalam hatinya sudah tak karuan.


*


*


*


makasih guys masih setia sama ceritanya,kasih dukungan juga buat Thor nya biar tambah semangat.,dengan cara like komen dan votenya..😘😘😘😘