My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 30



Setelah kejadian itu ,Aku masih mendiam kan nya dan tidak berani menatapnya,masih sangat memalukan jika mengingat kembali,pikiran ku sudah terkontaminasi,bisa bisanya aku memikirkan hal yang tidak tidak,namun dia sudah terlihat biasa saja.


Aku pun mencoba mendekatinya dan mencairkan suasana kembali.


" Paper bag itu isinya apa?" tanya ku sambil menunjuk beberapa paper bag yang kemarin di bawanya.


" Aku gak tau ,buka saja."


Tanpa menunggu lama aku pun mulai membawa tumpukan paper bag itu ke hadapanya dan membuka isinya satu persatu.Dia hanya duduk di atas sofa memperhatikan ku.


" Barang sebanyak ini dari siapa?"


" Pemberian dari para jema'ah."


" Enak ya banyak yang ngefans." ejek ku sambil terus membuka satu persatu barang pemberian yang isinya bermacam macam,mulai dati peci, sorban sejadah,tasbih,dan banyak lagi .


" Bukannya kamu juga banyak yang ngefans."


" Kayaknya sih,tapi aku gak peduli." jawab ku dengan sombong, sambil membereskan barang tersebut ke dalam lemari pakaiannya.


" Itu sebabnya kamu gak pernah dapat hadiah dari para fans mu."


" Aku gak tertarik." sahut ku sambil duduk di sebelahnya.


Dia pun tersenyum dan menangkup pipiku dengan kedua tangannya,lalu mengecup bibir ku sekilas.


" Ternyata kamu sangat mengemaskan." ucapnya dan terus menghujani kecupan di seluruh wajah ku.Aku pun menerimanya dengan senang hati.


" Dalam tas juga ada beberapa kado pernikahan kita ,pemberian dari teman teman ku yang gak sempet hadir waktu itu." ucapnya lagi.


" Nikahnya kan udah kenapa baru ngasih kado sekarang." ucap ku sambil beranjak dan mengambil tas tersebut.


" Iya nikahnya udah,tapi kawin nya belum." sahutnya sambil mengedipkan sebelah matanya.Terlihat sangat menggemaskan dan membuat aku tersipu.


Seketika aku pun mengingat bahwa semua kado pernikahan dulu belum sempat aku buka, dan aku pun bermaksud akan membuka semua kado tersebut sekalian.


Ku bongkar semua kado tersebut dengan antusias,kado yang pertama aku buka membuat mulut ku menganga, kotak beludru berisi satu set perhiasan terpajang indah di sana.


" Wooowww,,,Kayaknya teman teman mu bukan orang biasa?" ucap ku dengan antusias,tanpa melirik ke arahnya,dan masih lanjut membuka kado berikutnya.


" Memang nya orang biasa kaya gimana?" tanya nya kembali.


" Ya kaya aku." sahut ku kembali,dan dia malah terkekeh mendengar apa yang aku ucapkan barusan.


" Lalu yang kamu maksud bukan orang biasa seperti apa?" tanya lagi.


" Kamu lihat saja,mereka memberikan kado semahal ini pada kita,kalau orang biasa mana ada,paling juga kasih seprai." ucap ku dengan asal. dan lagi lagi dia malah tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


Aku pun sedikit kesal karena dia sama sekali tidak menghiraukan semua ucapan ku , padahal aku sudah sangat penasaran tentang kehidupan teman dan orang orang di sekitarnya.


" Allah SWT berfirman dalam surat Alhujurat : 13 , wahai manusia ! sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan,kemudian kami menjadikan mu berbangsa bangsa dan bersuku suku agar kamu saling mengenal,sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa ,sungguh allah maha mengetahui."


" Baik pak ustad aku faham." sahut ku, dan dia pun kembali tersenyum sambil mengusap kepala ku. Aku kembali sibuk dengan kado yang masih menumpuk, dengan semangat aku membukanya berharap menemukan kado yang lebih bagus dan mahal.


" Ini buku apa?" tanya ku saat membuka kado yang berisi sebuah buku berjudul kamasutra. Dia melirik ku sekilas dan langsung menyambar buku tersebut.


" Simpan saja,mungkin lain waktu kamu membutuhkan nya." lalu menyimpanya ke dalam laci.


Aku kembali membuka kado berikutnya dan menemukan kotak kecil berwarna merah ber gambar buah.


" Ini apa ?" tanya ku kembali dan lagi lagi dia hanya melirik ku sekilas.


" Simpan saja,mungkin suatu hari nanti akan di perlukan."


Aku sempat membuang nafas dengan berat saat membuka kado terakhir dan isinya hampir sama, hanya warna nya saja yang berbeda.


" Lihat saja ,aku juga bisa bedakan mana orang biasa nama yang bukan,yang bukan orang biasa memberiku hadiah mahal dan berharga,sedangkan yang lain hanya memberiku sebungkus permen,apa permen layak di jadiin sebagai kado pernikahan." protes ku dengan sedikit menggerutu.


Dia menghampiri ku sambil terkekeh..


" Sayang,,berhenti mengomel atau kamu ingin aku gigit,kamu sudah seperti anak kecil yang baru belajar ngomong." protesnya lalu menggendong ku seperti biasa dan membawa ku menuju tempat tidur.


" Tidur lah ini sudah larut malam." dia pun kembali mencium keningku cukup lama,aku hanya memejamkan mata menerima setiap sentuhannya.


" Aku keluar dulu, menemui Abi."


Sebelum dia beranjak aku sudah menarik tangannya.


" Tapi kamu tidur di sini kan?" tanya ku dengan wajah penuh harap,dan dia hanya membalasnya dengan menganggukan kepala.


" Tentu saja ini rumah ku."


" Bukan itu, maksud ku kamu tidur di sini bersama ku." teriak ku sedikit kesal , aku pun menunduk setelah menyadari apa yang barusan aku ucap kan


Dia terkekeh dan kembali duduk di hadapan ku,lalu membisikan sesuatu.


" Aku akan tidur di sini setelah mendapatkan ijin dari mu."


Aku pun kembali menatapnya.


" Apa kamu mau tidur bersama ku?" lirih ku dengan sedikit memelas.


" Jangan menatap ku seperti itu,tentu saja aku mau." dia kembali mengecup bibirku dan membelai pipi ku.


" Tidur saja duluan, aku keluar sebentar." pamitnya dan aku hanya menganggukan kepala, tanpa tau malu aku memajukan bibirku berharap dia mau mencium ku kembali,dan tentu saja dia meresponnya dengan senang hati, dia pun kembali mengecup bibir ku.


" Selamat malam sayang." ucapnya , dia pun berlalu setelah menghujani kecupan di wajah ku tanpa ada yang terlewatkan.