
Setelah makan malam bersama, mbak Siva dan Bang Fatur pamit pulang ,sedangkan Alvi dan orang tuanya,mereka berbincang ringan sambil meminum teh di ruang keluarga.
Karena provesi yang sama Bapak dan Al terlihat sangat akrab,mereka membicarakan tentang kegiatan atau acara yang selalu melibatkan mereka berdua,apalagi kalau bukan berdakwah.
Selama mereka mengobrol,Alvi hanya sibuk bergelayut manja pada suaminya,ia sudah tidak enak diam duduk di samping Al. Matanya merah menahan kantuk,ia pun merebahkan kepalanya di pangkuan suaminya.
" Neng kamu tidur duluan aja di kamar." saran Bapak saat melihat menantunya itu salah tingkah karena sikap Alvi.
" Alvi gak bisa tidur sendiri Pak,pengen di kelonin." jawab Alvi sambil terus menggerakan kepalanya di antara paha dan perut Al mencari kenyamanan.
Bapak dan Ibu hanya bisa menahan tawa dan menggelengkan kepala,sementara Al sudah merasa gemas sekaligus malu,ingin rasanya ia menggendong dan menghajar istrinya itu saat itu juga.
" Kamu itu jadi istri gak boleh manja,Nak Al orang sibuk, kalau kamu di tinggal ke luar kota gimana." ucap ibu.
" Ya Alvi ikut lah Bu."
" Serius kamu mau ikut Nak Al dakwah,bukanya kamu gak suka,dulu aja paling anti bapak ajak ke luar kota buat dakwah." goda Bapak.
" Lain lagi ceritanya Pak,itu kan dulu,sekarang udah keseringan denger ceramah,Alvi berasa di ruqiyah,setan di badan Alvi udah keluar." cecar Gadis itu sambil memejamkan mata tidur di pangkuan suaminya.
" Oh,,jadi dulu bapak kurang ceramahin kamu."
" Bukan kurang Pak,tapi beda cara penyampaiannya,bapak ceramahin Alvi sambil melotot berkacak pinggang,kalo suami Alvi ceramahinnya di atas ranjang sambil cium cium usap usah,elus elus ,jadi Alvi mudah menyerap ilmu yang di sampaikannya." ucap Alvi dengan santainya, Al sudah mengusap wajahnya dengan kasar,ingin rasanya ia masuk ke lubang sebut,atau melarikan diri ke gunung himalaya.
Bapak dan ibu sudah tidak bisa menahan tawanya lagi,mereka pun terbahak dan langsung menyuruh anak mantunya itu masuk ke kamar.
Al terlihat kesal. Ia tidur dengan membelakangi Alvi.
" Bi kok tidurnya gitu sih?" rengek Alvi sambil menarik narik kaos yang di kenakan suaminya.
Namun Al tidak bergeming ia masih diam pura pura memejamkan mata.
" Biii...!!!" bisik Alvi sambil menyelipkan tangannya ke sela sela ketiak Al dan mengusap usap dadanya.
" Udah Yank,katanya ngntuk." akhirnya Al terpancing untuk berbicara.
" Gak bisa tidur kalo gak di peluk." rengek Alvi dengan gaya manjanya.
Al pun menyungingkan senyumnya,ia membalikan badan,menghadap istrinya.
" Kamu terlalu banyak bicara." ucapnya sambil mengelus pipi dari gadis cantik itu.Dan mengusap bibir pink alaminya yang kini sudah menjadi candunya.
" Kamu harus di hukum." Al pun mendaratkan bibirnya pada bibir suaminya,mengobrak abrik setiap rongga mulutnya,menyesap dan menjilat dengan buasnya.
Alvi menerima hukumannya dengan senang hati,dan membalas setiap perlakuan dari suaminya, lidah yang saling berbelit dan saling menukar silavinya.
Hingga keduanya kehabisan oksigen pautan pun terlepas.
" Gitu doang Bi,hukumannya?" tantang Alvi sambil menggit bibirnya.Membuat Al semakin gemas dan meraup kembali pipi gadis itu lalu menciumnya lgi tak kalah ganas.
Tiba tiba mereka mendengar sebuah mobil,terparkir di halaman rumahnya.
Karena merasa penasaran,Alvi pun beranjak dan mengintip di balik jendela kamar siapa orang yang bertamu semalam ini.
" Bi ada Faiz." ucap Alvi saat melihat orang yang baru keluar dari mobil itu.
Al pun beranjak hendak memastikan penglihatan istrinya.
" Ngapain dia kesini?"
" Sama Citra,mereka punya hubungan?" tanya Alvi saat melihat sahabatnya pulang bersama dengan Adik iparnya.
" Mana aku tau." Al mengangkat bahu." Ya udah aku ke luar dulu ya." pamit Al
" Kenapa?" tanya Al saat pergelangan tanganya di tarik istrinya.
" Cium dulu." Alvi memajukan bibirnya.
" Hadeeehhh,,Ampun deh ah." Al langsung menyambar bibir itu dan sedikit menggigitnya.
" auuuhhh,,sakit Bi." Pekik Alvi sambil mengusap bibirnya.
" Biar gak comel." Al pun berlalu ke luar untuk menemui adiknya.
*
*
*
" Ini rumah mertua abang,kamu sendiri ngapain ke sini?"
" Ini juga rumah calon mertua Faiz." jawab Faiz sambil cengengesan.
" Diiihh,,siapa yang mau nikah sama kamu?"
" Citra." jawabnya dengan tegas.Al
mengerutkan keningnya merasa ragu akan ucapan adiknya.
" Emang Citra anaknya Bapak?" tanya Al penuh penasaran.
" Bukan, tapi Citra bilang dari kecil dia di urus sama bapaknya Alvi."
" Memang orang tuanya kemana?"
" Faiz gak tau ,dia gak cerita banyak sama Faiz, Faiz juga gak mau maksa kalo emang dia belum bisa cerita."
Al pun hanya menganggukan kepala.
" Ya udah ,ini udah malam kamu ngapain di sini sendiri,Citranya kemana?"
" Katanya mau ganti baju ke rumahnya,Faiz mau ikut ke sana tapi katanya gak boleh,di rumahnya gak ada orang,jadi Faiz nunggu di sini." jelas Faiz sambil menyenderkan punggungnya di senderan kursi.
" Bang ajarin Faiz dong,Faiz mau ngelamar Citra dengan kata kata yang dulu pernah Abang bilang pas ngelamar Alvi." bisik Faiz di telinga Al,membuat kakaknya itu membulatkan mata.
" Kamu serius,kelarin dulu kuliah,maen lamar aja,belum tentu Citra nya mau." tolak Al sambil menepuk punggung adiknya itu.
" iiihhh,abang ini,emang gak inget dulu juga abang maen ngelamar aja,malah langsung di tolak kan." Faiz berhasil membuat abangnya diam seribu bahasa.
Tidak lama Citra pun datang dengan memakai piyama panjang bergambar keroppi,serta wajah putih mulus tanpa polesan makeup terlihat sangat imut dan manis berbeda dengan penampilan saat ia bekerja. Membuat pria yang berbeda usia dua tahun dengannya itu tersenyum memandangnya tanpa berkedip.
" Bang Al di sini juga,Alvi mana?" tanya Citra yang menghampiri mereka.
" Ada di kamar." jawab Al dan Citra pun langsung berhambur menghampiri Alvi tanpa mengucap Apa pun lagi pada mereka.
" Citra nya aja cuek gitu,udah pulang." Al sidikit mendorong adiknya.
" Tapi bang aku pengen ketemu bapaknya dulu."
" Bapak gak mungkin nerima lamaran bocah ingusan kaya kamu,mending pulang,terus tidur jangan lupa cuci kaki,cuci tangan,terus gosok gigi." ejek Al sambil menahan tawanya.
" Bang,,Faiz gak bakal ngelamar sekarang,Faiz cuma pengen tau lebih jauh tentang Citra." Rengek Faiz sambil pergelayut menggoyang goyangkan tangan abangnya.
" Entar abang yang cari tau sama Alvi." ucap Al dengan santai.
" Janji ya bang."
" Iya ,tapi kalo kamu beneran pengen ngelamar Citra kamu harus lanjutin kuliah dulu,jangan kecewain Umi sama Abi,bikin mereka bangga dulu,sebelum ngawinin anak orang." ucap Al dengan serius.
" Iya bang tenang aja,kalo gitu Faiz pulang dulu deh." Faiz pun pamit pulang dan berlalu berjalan menuju mobilnya.
" Pulangnya pake motor Abang,mobilnya tinggal di sini,bilang sama Umi abang pulang besok."
teriak Al sambil melempar kunci motornya yang langsung di tangkap oleh Faiz, Faiz pun membalas melemparkan kunci mobil yang tepat mengenai kening nya.
" Dasar adik gk punya akhlak." gerutu Al sambil mengusap keningnya,sedangkan Fiaz terkekeh dan langsung melarikan diri dengan membawa motor.
*
*
*
Terima kasih buat reader yang selalu setia ngikutin ceriita dari nona gabut,yang gabut ini..semoga kalian sehat selalu..🤗🤗🤗
Kasih komen like dan Vote yang banyak dong guys,,biar thor bisa beli koyo pegel juga nih tangan sampe ini jari jadi kiriting..😅😅😅