
Hari sudah semakin siang,terik matarahari begitu menyengat,mereka pun bergegas untuk segera pergi.
" Bi,kita sholat dzuhur dulu di mesjid depan." ucap Alvi ketika berada di dalam perjalanan menuju kediaman orang tuanya.
" Iya,aku baru mau ngomong."
Mereka pun sampai di tempat yang di maksud,mereka langsung turun dari motor,tidak lupa Al membantu melepas helm yang Alvi pakai.
Setelah itu mereka pun masuk ke sebuah mesjid,hendak melaksanakan kewajibannya.
Dan tidak lama Alvi keluar,ia duduk teras mesjid menunggu suaminya.
Setelah menunggu lama akhirnya Al pun keluar bersama seseorang yang sejak tadi mengajaknya mengobrol.
" Eh,,pak ustadz bawa istrinya juga?" tanyanya setelah melihat Al menghampiri istrinya.
" Iya Pak,mari saya permisi dulu terimakasih."
" Sama sama,kapan kapan mampir ke tempat saya pak Ustadz."
Mereka pun saling bersalama.
" kamu kenal bapak itu Bi?" tanya Alvi.
" Gak,tapi dia kenal sama aku."
" Kok bisa?"
" Emang kamu gak tau aku sering masuk tv." ucap Al sekenanya.
" Iihhh..sombong." Alvi memutar bola matanya.
" Becanda sayang,yuk lanjut jalan." Al terkekkeh sambil berjalan,gandengan tangan mereka tidak terlepaskan.
" Bi, aku laper,entar mampir ke warung bakso di depan ya."
" Hmmmm.."
" Biii.."
" Iya sayang,,khumaira ku." ucap Al gemas.
" Gitu dong." Alvi terkekeh sambil melingkar kan tangan di perut Al dan menaruh kepalanya di punggung Al.
setelah berjalan cukup lama mereka pun sampai di depan warung bakso sederhana yang Alvi minta. Al menepikan motornya di tempat parkiran yang di sediakan.
Di siang hari Warung bakso memang selalu ramai pengungjung ,kedatangan mereka mampu mengalihkan perhatian orang di sana.
" Waahh..Itu ustadz Al." ucap seseorang yang sedang mengantri memesan bakso di bagian depan warung. Semua pandangan turtuju pada mereka.
Sepasang suami istri itu masih mematung di lahan parkiran di depan warung tersebut.
" Kita masuk apa balik lagi." Al melirik Alvi ia tau kondisi selanjutnya jika mereka masuk.
" Masuk aja Bi,aku udah laper dah lama gak makan bakso di sini."
" Ya udah."
" Kamu masuk duluan cari tempat, aku yang pesen." ucap Alvi
" aku aja yang pesen,kamu cari tempat,nanti kamu cape ngantri kaya gitu." ucap Al.
" Gak usah,kamu mau diem di tengah tengah mereka gitu." Tunjuk Alvi dengan sinis,pada sekumpulan orang yang memang lebih banyak kaum hawa.
" Ya udah kita cari warung bakso lain yuk,yang bisa pesen bakso setelah dapet tempat duduk." Al msih berusaha membujuk istrinya.
" Di kira restoran,aku maunya di sini." mode jutek Alvi mulai muncul.
" Iya deh sayang ,aku masuk." ucap Al,ia pun memberikan kecupan di kepala Alvi lalu melangkahkan kaki masuk ke dalam warung bakso tersebut.
Sedangkan Alvi masih berdiri di depan sambil mengantri menunggu gilirannya memesan bakso.
" Masyaallah,,ustadz Al ganteng banget ya?" ucap seseorang,matanya tidak berkedip setelah melihat Al berjalan melewatinya.
" Eh istri ustadz Al bukanya Alvi yang punya toko kue itu kan?" bisik bisik dari orang di belakang Alvi tanpa di sadari orang yang mereka bicarakan ada di depan mereka.
" Iya yang jutek itu,cantik tapi jutek,aku jadi males beli roti ke tokonya kalo ada dia,mending delivery." ucap teman nya.
Alvi yang mendengar bisik bisik dari belakangnya masih terlihat santai,dan sesekali hanya menarik nafas dalam dalam sambil mengelus dadanya.
" Sabarr..sabar.. gak usah dengerin netizen julit." gumam nya dalam hati.
Sementara Al sudah mendapat tempat duduk,ia pun langsung mendaratkan bokongnya dan mengeluarkan ponselnya hendak mengubungi Alvi.
" Hallo Bi.."
" Yank,aku udah dapet duduk meja No 20,kamu masih lama?"
" Bentar lagi sayang,,tingal dua orang lagi." dengan menekan kata sayang ia melirik ke belakang dimana para netizen itu berdiri.Sontak membuat mereka terkejut dan langsung menundukan kepala.
Al pun mengerutkan keningnya,dengan panggilan yang istrinya ucapkan barusan.
" Ya udah kalo gitu hati hati ya."
" Oke Bi,,i love you..mmmmuuuaaacchh." Alvi bertindak sangat konyol di depan semua orang di sana. Ia tidak peduli jika orang lain menganggapnya katro, ia hanya ingin menekankan bahwa ustadz yang mereka kagumi adalah miliknya.
Al terperanjat dan langsung mematikan ponselnya.
" Apa bener yang angkat telpon itu istrinya?" gumam Al dalam hati.
Saat sedang termenung,beberapa orang wanita penghampirinya,mereka meminta foto padanya.
" Maaf Pak ustadz apa kami boleh minta foto." ucap salah satu wanita yang paling cantik.
Al pun terkejut,dan dengan berat hati ia pun mengangguk.
" Sekali aja ya." ucap Al.
Saat mereka asyik berfoto dari kejauhan seorang wanita menghampirinya dengan membawa sabuah nampan.
" Apaan ini enak aja,suami orang di ajak selfie,dasar wanita gak tau malu." ucap Alvi sambil menaruh nampan di atas meja dengan kasar.
" Dih jutek amat sih tuh orang." gerutu dari seseorang yang tadi meminta foto. Mereka pun membubarkan diri. Dan hanya bisa mengambil foto secara diam diam
" Apa lu,,berani sama gue." sahut Alvi,Al hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Kamu juga ngapain senyum senyum." ucap Alvi saat melirik suaminya,sontak Al pun langsung mengembalikan wajahnya seperti semula.
" Gak usah, genit Baru jadi ustadz aja sok ngartis." gerutu Alvi sambil menusuk bakso lalu melahap dan mengunyahnya dengan kasar.
" Maaf sayang." Al mengusap punggung Alvi lalu mencium pipinya. Membuat orang yang masih memperhatikan mereka merasa gemas.
" Diem iihhh..Kamu sengaja ya.Biar orang lain liat terus mereka pengen.Aku gak suka memperlihatkan keromantisan di depan umum,apalagi di depan cewek kaya mereka."
" Astagrullah yank..ya udah aku minta maaf.Aku cuma mau nunjukin kalo kamu cuma milik ku,dan aku cuma milik mu." Al terlihat frustasi matanya sudah berkaca kaca.
" Ya udah suapin."ucap Alvi dengan manja dan menyerahkan mangkok baksonya,Al pun langsung menyuapi istrinya itu dengan telaten .membuat orang yang berada di sana semakin gemas pada sosok laki laki seperti ustadz muda itu.
Alvi yang menyadari tatapan lapar dari para penggemar suaminya langsung merebut sendok yang di pegang Al.
" Cepetan makan,minta maaf yang bener di rumah." ucap Alvi tanpa melihatnya. Al pun langsung melahap baksonya sampai habis.
Mareka pun segera pergi dari tempat itu,dan melanjutkan perjalanannya menuju rumah orang tau Alvi.
*
*
*
***Maaf ya guys,,ceritanya kurang greget,sehari satu Bab udah bikin thor mual..😅
Jangan lupa like komen dan votenya ya..😘😘😘***