
Al dan Alvi masuk ke dalam bangunan tersebut,tangan mereka masih saling berpautan .
Para keluarga dan tamu undangan sudah mulai berdatangan,deretan mobil mewah berjajar rapi di parkiran.Abi terlihat berbincang santai dengan rekan kerjanya di temani oleh Umi,sesekali mereka menyalami para tamu undangan yang dengan sengaja menghampirinya dan mencium tangannya. mereka adalah anak anak asuhnya dulu,yang kini telah berhasil meraih impiannya masing masing,bahkan mereka sudah menggandeng pasanganya masing masing.
begitu juga dengan Bang Haikal yang di temani Mbak Zahra.
Al baru turun dari lantai dua,ia terlihat begitu tampan dan gagah dengan hanya mengenakan kemeja berwarna biru langit bercampur pink serta paci yang tidak pernah terlepas dari kepala,sebagai penyempurna penampilannya.
Kebahagiaan nya semakin sempurna setelah para sahabat sahabat kecilnya dulu bersedia menyempatkan diri untuk hadir memberikan do'a yang tulus untuknya.Sebagian besar sahabat sahabatnya adalah anak asuh yang dulu menghuni panti asuhan Abi .
" Aku senang kalian bisa hadir di sini,suatu kehormatan untuk ku,karena aku tau kalian pasti meninggalkan acara acara penting kalian hanya untuk menghadiri acara ini." Al menyalami para sahabatnya bergantian.
"Jangan seperti itu pak Ustadz, Tentu kami akan datang,tidak ada yang lebih penting dari ini." sahut salah satu teman yang di ketahui bernama Roby.
Satria yang baru datangpun ikut gabung.Satu satunya Sahabat yang paling dekat dengan Al,yang kini masih setia berada di dekatnya.
" Sepertinya orang ini saja yang masih belum mengandeng pasangan." goda sahabat yang lain.Satria hanya tersenyum miring ia terlihat sangat acuh.
" Iya,kamu ini gimana sih Sat,kenapa masih betah sendiri,padahal tidak ada yang kurang dari mu? baik,tampan,mapan, dan pandai." tambah teman yang lainnya bermana Frans.
" Hanya satu yang kurang darinya." sahut Roby.
" Apa?" bertanya serempak.
" Kurang ekpresi."
Mereka terbahak, saat saat ini yang selalu mereka rindukan,mereka masih asyik membicaran pengalaman dan kejadian konyol sawaktu mareka masih hidup bersama,di barengi dengan gelak tawa yang menggelegar,para pasangan hanya menjadi pendengar yang sesekali ikut tertawa,sama sekali tidak ada yang membahas pekerjaan di sana,gelar dan jabatan telah mereka sisihkan untuk sementara.
Sementara itu Alvi masih berada di dalam ruangan,di temani perias wajah profesional,ia menatap dirinya dari pantulan kaca,penampilannya kini sangat sempurna dengan balutan gamis syar'i dengan warna yang senada dengan kemeja yang di kenakan suaminya,serta riasan wajah yang terlihat natular namun tidak meninggalkan kesan anggun,hatinya berbunga bunga namun masih terlihat jelas ketegangan di wajahnya.
Bak pengantin wanita yang menunggu di sahkan.
" Cieee,,,lu kayak mau pengantenan lagi." cicit Citra saat baru datang.
" Lebih dari pengantin Cit,dulu gue nikah gak setegang ini." sahut Alvi seraya membalikan badannya menghadap ke Citra.
" Iyalah,tau sendiri dulu Lu kayak gimana?" balas Citra,membuat Alvi bergeming tersenyum getir ,lagi lagi mengingat kejadian yang sebenarnya tidak ingin ia ingat.Namun tidak mungkin pula untuk lupakan,bayangan masa lalu seolah menari nari di hadapannya.
Alvi terisak membuat riasaanya sedikit berantakan,Citrapun panik dengan segera ia mengambil alat makeup yang masih tertata rapi di meja rias.
"Kejadian itu tidak mungkin bisa gue lupain." ucap Alvi lirih.
Kembali ke lantai dasar.Acara telah di mulai,seorang MC tampil di sebuah panggung kecil,menyebutkan setiap susunan acara.
Tanpa menunggu waktu lama ia mempersilahkan Al yang selaku tuan rumah untuk memberikan sambutan.
" Assalamualaikum , sebelumnya saya ucapkan beribu ribu terimasih atas kehadiran anda semua di tempat ini,terimakasih untuk para keluarga ,sahabat sahabat saya,para donatur yang selama ini dengan ikhlas mengeluarkan sebagian hartanya,membantu menafkahi anak anak yang kurang beruntung di panti asuhan ini,mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan satu persatu.
dan terima kasih juga untuk semua orang yang sudah membantu menyiapkan ini semua hingga acara ini berlangsung dengan sempurna tanpa kesalahan apapun,khususnya untuk tuan Randy Nugroho terima kasih banyak,berkat bantuan anda bangunan ini bisa berdiri kokoh di sini, aku do'akan semoga Allah membalas kebaikan kita semua." Al berdiri tegap di depan para tamu undangan,semua mata tertuju padanya.Ia sedikit tersenyum saat menyebut nama Randy.
Randy Nugroho ,orang yang di maksud Al pun telah duduk santai di kursi yang sudah di sediakan di temani Satria juga keluarga dari Al.
Dari kejauhan Citra melirik pada seseorang yang di maksud Al.Sontak ia membulatkan mata setelah memastikan Indra penglihatannya.
" Randy ,kenapa dia bisa ada di sini?" gumamnya.
" Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya,hari ini aku resmikan panti asuhan ini,dan semua ini aku persembahkan untuk istriku yang kebetulan ia telah mengandung buah hatiku."
Al mengulurkan tangannya menyambut sang istri yang telah berdiri di bawah panggung tak jauh darinya,seseorang membantunya naik ke atas panggung, Dengan hati berdebar ia menerima uluran tangan dari Al.
" Mungkin masih banyak yang tidak tau siapa istri ku,dan Inilah istriku." Al memperkenalkan istri tercinta itu,semua bertepuk tangan dengan,mereka menatap tanpa mengedip seolah terpesona atas kecantikan dari Alvi.
" Dia adalah wanita yang telah meluluhlantahkan hatiku,wanita yang telah lama aku nanti,wanita yang telah mengajariku arti bersabar,dan inilah buah dari kesabaran ku." Al menunjukan perut buncit Alvi sambil terkekeh,para tamu ikut terkekeh,Alvi menundukan kepala wajahnya sudah terlihat merah bak kepiting rebus.
"Sayang Ada beberapa yang ingin aku sampaikan padamu." Al menggenggam tangan Alvi.Suasana seketika hening, tatapan para tamu masih tertuju pada mereka.
" Terimakasih karena kamu sudah menerima ku dengan segala kekurangan ku,terimakasih juga karena kamu sudah membalas perasaanku, terimakasih karena sudah mau mendampingiku,terimakasih atas semua yang sudah kamu lalukan untuk ku,aku memang belum bisa membuatmu bahagia,tapi aku janji aku akan berusaha untuk tidak membuatmu bersedih,tetaplah bersamaku.Jadilah istri dan ibu yang baik untuk kami," ucapnya dengan sungguh sungguh.menatap istrinya dengan penuh cinta.
Pernyataan dari Al yang di saksikan ribuan tamu membuat Alvi bergeming, ibu hamil itu ersenyum membalas tatapan sang suami,butiran air mata tidak mampu ia bendung lagi,lalu ia mendekap Al dengan posesif seakan enggan untuk melepaskan.
" Seharusnya aku yang menyampaikan itu pada mu Bi." lirihnya saat masih dalam pelukan Al.
Al mencium kening Alvi ,setelah itu mereka turun dari panggung.
Semua mata berkaca kaca,merasa terharu saat melihat apa yang mereka saksikan di hadapannya.Namun tidak hal nya dengan Randy,ia terlihat mengepalkan tangan di bawah meja,rahangnya mengeras,matanya mulai berkabut,menahan gejolak di dalam dadanya.