My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab Tambahan



Kepergian Faiz begitu membawa luka bagi keluarga Aljalari,kehadirannya selalu mereka nantikan setiap hari,Umi selalu memasak makanan kesukaan Faiz dengan porsi yang banyak berharap hari ini Faiz kecilnya akan pulang dan makan dengan sangat lahap seperti biasa.


" Umi ingin masak masakan kesukaan Faiz,Umi yakin hari ini Faiz pasti pulang,dia akan memberi kejutan untuk kita semua." ucap Umi antusias,membuat semua keluarga saling tatap,pasalnya kata kata itu sudah terucap ribuan kali.


Namun nihil,penantian mereka selama tiga tahun tak juga membawakan hasil,kondisi pondok pesantren terasa berbeda,jika kehadiran Faiz membawa keberkahan dan keceriaan,begitu juga dengan ketiadaanya, seperti sebuah raga tanpa nyawa,pondok pesantren terasa hening,meskipun masih banyak para santriwan santriwati serta anak anak panti,Namun tetap saja masih ada yang kurang.


Di tambah dengan kesehatan Abi yang semakin hari semakin menurun,Bang haikal jarang berada di pondok karena harus menghendle semua pekerjaan di perusahaanya.


tumbuhnya Azzam yang kini berusia empat setengah tahun selalu menjadi pusat perhatian banyak orang,bahkan pesonanya sudah mampu membuat semua orang yang melihatnya merasa gemas dan ingin selalu menciumnya,hanya satu kelemahannya,bocah itu masih saja takut dengan Satria.


Si kembar Shafa dan Marwah yang kini usianya 3 tahun telah tumbuh dengan paras yang menawan serta kecerdasan di atas rata rata batita seusianya sekalipun, tak mampu menggantikan sosok Faiz,bagi Umi dan Abi kebahagiaan dalam keluarga belum sempurna tanpa kehadiran Faiz.


Memang terlihat tidak adil, yang jauh di fikirkan, yang dekat di campakkan.Namun Haikal dan Al tidak pernah mempermasalahkannya.


Citra yang kini telah mempunyai seorang putri berusia satu setengah tahun,serta anak ke dua yang masih on the way,terpaksa harus meninggalkan pondok kesayanganya karena harus mengikuti sang suami menjalankan bisnis yang di percayakan abi padanya di luar kota.


Sementara Al yang di bantu mbak Zahra masih setia menjalankan tugasnya mengajar para santriwan santriwati,jangan sampai masalah dalam keluarga memberi dampak buruk dan menelantarkan anak anak didiknya.


Faiz yang berada di tempat lain,bahkan tak di ketahui siapa pun keberadaannya,telah mencoba memulai hidupnya yang baru,dengan menyembunyikan dan menutup semua akses tentang dirinya agar tidak mudah di ketahui orang terutama keluarganya, menyelesaikan tugas dan program dalam menunjang keberhasilannya,untuk menjadi seorang dokter tanpa bantuan atau dukungan siapa pun,ia berusaha bangkit dari keterpurukannya,jangan sampai cita citanya ikut kandas juga seperti cintanya,hingga akhirnya tiga tahun berlalu,hasil kerja kerasnya berbuah manis,masa depan telah di depan mata,Namun pria itu masih tidak bisa berdamai dengan perasaanya.


Tidak hanya menutup akses tentang dirinya,iapun sudah menutup rapat pintu hatinya,seolah telah mati rasa.


Setelah mendapat gelar sebagai dokter umum dan mendapat izin membuka praktek,Pemuda itu memutuskan untuk pergi ke sebuah desa terpencil sesuai yang di inginkannya dulu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bisakah Faiz berdamai dengan hatinya? bisa kah Faiz menerima takdirNya dengan ikhlas? bisa kah Faiz kembali ke keluarganya?bisa kah Faiz menemukan cinta kembali?


Jawabannya ada di sini,,silahkan mampir dan ramaikan..😊😊