
Al yang melihat kelakuan dua sahabat itu langsung memalingkan wajah,dan langsung masuk ke rumahnya tanpa mengucap kan sepatah katapun.
Alvi pun langsung menyusul suaminya ketika melihat wajah Al yang tidak biasanya.
" Bi.."
" Hmmm.." sahut Al dari dalam kamar mandi.
Alvi pun duduk di sofa sambil menunggu Al keluar.
Tidak lama Al keluar dengan mimik wajah yang tidak bisa di tebak, ia terlihat dingin tidak biasanya ia bersikap itu pada istrinya.
" Bi.." Alvi pun mendekat seraya memastikan apa yang terjadi pada suaminya.
"Iya ,kenapa?"
" Kamu yang kenapa, sikap kamu dingin gini?" tanya Alvi sambil mematap manik mata dari unta Arabnya
" Ayo dong ngomong, kamu kenapa, kok dingin gini sama aku,apa aku bikin kamu kesel?" bujuk Alvi sambil membawa suaminya duduk di sofa.
" Yank, apa kamu sedekat itu sama Citra,aku kok jadi aneh liat kedekatan kalian?" tanya Al ragu ragu.
" Maksud kamu apa?"
" Aku gak pernah nyangka kamu bisa sedekat itu,sampe berani cium cium,ngedipin mata segala." Al terlihat kesal,dan Alvi hanya terbahak menanggapi ocehan sang suami.
" Oh,jadi ceritanya kamu ini cemburu sama Citra." Alvi duduk di pangkuan suaminya sambil mengalungkan tangan di lehernya.
" bukan cuma Cium,tapi kita udah sering tidur bareng." goda Alvi yang sudah mengembangkan pipinya berusaha menahan tawa melihat wajah suaminya memerah terlihat sangat menggemaskan.
" Aku gak pernah loh sedekat itu, sampe harus cium cium walaupun Sama Satria atau Faiz sekalipun." Al sudah terlihat kesal namun ia masih bisa menahan emosinya.
" Lain lagi ceritanya,liat deh video ini." Alvi menunjukan siaran saat boyband Korea paforitnya konser.
"kamu perhatiin penonton cowok yang ini terlihat antusias kan,liat juga tingkah nya,lembek kemayu kayak gini ? jadi kalo cowok deket sama cowok sampai berani cium,itu memang terlihat aneh, tapi kalo cewek sama cewek cuma cium pipi kayaknya masih wajar, cewek ngefans sama cewek masih wajar,tapi kalo cowok ngefans sama cowok sampai hesteris meronta ronta kayak gini,menurut ku wajib di periksa burung untanya.bukti sayang untuk sesama jenis itu memang beda beda cara mengekpresikannya." jelas Alvi panjang lebar.
Al pun hanya termenung,entah apa dia mengerti atau tidak dengan penjelasan dari sang istri
" Kamu gak usah cemburu kayak gitu,aku masih normal,aku masih suka burung unta." bisik Alvi dengan gaya sensualnya. Sambil menggeser posisinya mendekatkan miliknya pada milik sang suami yang berada di bawahnya.
Al masih diam mencerna setiap ucapan sang istri.
" Biii..!!!" teriak Alvi sambil memberi kode dengan menggesek gesekan miliknya pada sesuatu yang sudah berdiri tegak di bawahnya.
" Iya sayang,gak usah teriak kayak gitu." Al pun terkesiap sambil mengusap telinganya yang terasa berdengung.
" Kamu denger gak aku bilang apa?"
" Emang kamu bilang apa?"
" Tau Ah.." Alvi pun turun dari pangkuan sang suami sambil mengerucutkan bibirnya. Ia berlalu menuju kamar mandi.
Sedangkan Al hanya diam sambil menarik nafasnya dengan berat. Lalu merebahkan dirinya di atas sofa.
Waktu Magrib pun tiba, Alvi masih memasang wajah datarnya,mode jutek nya pun seakan kembali.
" Yank aku shalat di mesjid ya,sekalian langsung ngajar,terus menuin Satria dulu." ucap Al dengan lemah lembut mengingat istri nya Sedang dalam mode diam. Ia tidak ingin memperburuk suasana.
" Terserah." sahut Alvi sambil memakai mukenanya
" Kamu makan duluan aja yah, aku pasti pulangnya malam."
" Bilang aja gak mau makan masakan aku."
" Yank, aku dah bilang jangan bahas itu lagi." Al sedikit membentak dan langsung meninggalkan sang istri begitu saja.
Alvi sampai menangis dalam sholatnya,mengingat baru pertama kali ini suaminya berucap dengan meninggikan suaranya.
*
*
*
Sementara itu,Citra dan Faiz baru sampai di depan rumah peninggalan orang tuanya. Citra langsung pamit masuk setelah mengucapkan terima kasih tanpa menawarkan Faiz untuk mampir.
" Cit,motor lu masih di toko kan? besok gue jemput ke sini ya." ucap Faiz saat Citra sudah berada di depan pintu.
" Gak usah, motor gue udah di bawa Rini,besok gue ke toko bareng Rini aja." tolak Citra dengan lembut sambil menerbitkan senyum manisnya. Faiz pun mengangguk dan langsung pamit pulang dengan membawa sedikit rasa kecewa.
Citra yang sudah berada dalam kamarnya langsung membersihkan diri dan lanjut melaksanakan kewajibannya.
Setelah selesai ia merebahkan badannya di atas kasur,pandangan menatap ke langit langit,senyumnya masih terpampang nyata dari bibirnya.
Ia pun maraih ponselnya hendak menelpon sahabat satu satunya yang akan menjadi Mak comblang nya.
" Assalamualaikum,kenapa,lu masih kangen sama gue." teriakan dari sebrang sana, setelah panggilannya terangkat,sampai ia harus menjauhkan ponselnya.
" Walaikumsalam,kenapa sih Lu,sensi banget." ucap Citra sambil terkekeh.
" Masih bisa ketawa lu ya,laki gue cemburu sama Lu gara gara lu cium gue."
" Masa sih sampe segitunya." Citra semakin terkekeh.
" Au ah,lu mau apa telpon gue?"
" Tanyain BangSat gue." jawab Citra dengan santainya
" Woy,Lu baru beberapa jam pulang dari sini,udah nanyain bang Satria aja,gue mana sempet nanyain bang Satria, laki gue aja lagi ngambek gara gara Lu,gimana kalo gue nanyain cowok lain." gerutu Alvi sedikit kesal.
" Iya udah deh,baik baikin dulu laki lu,besok gue ke situ ya." Citra pun menutup panggilannya.
" Oh,,indahnya jatuh cinta,semoga BangSat punya perasaan yang sama juga sama gue." Citra menerawang jauh dengan khayalannya.Sambil memeluk guling kesayangannya.
Sementara itu Al yang baru pulang dari mesjid harus menerima kenyataan pahit saat melihat tumpukan selimut dan bantal lengkap dengan pakaian gantinya,tertata rapi di atas sofa ruang keluarga tempat tidurnya dulu,sebelum Alvi menerimanya.
Dengan secarik kertas tersimpan di atasnya.
" mulai malam ini sampai mood ku membaik kamu tidur di sini."
Al mengusap wajahnya dengan kasar, ia tidak menyangka istrinya sampai hati bersikap seperti itu padanya,padahal sebelumnya Alvi sangat manja dan lembut.
" Yank..." Al memberanikan diri mengetuk pintu sambil memanggil sang istri selembut mungkin.
" Yank,buka dulu pintunya." bujuk Al walaupun tidak ada sahutan dari dalam sana.
Sedangkan Alvi sudah menutup telinga nya berusaha agar tidak mendengar suara sang suami yang sebenarnya sangat ia rindukan.
Ini kali pertama mereka bertengkar dan harus sampai tidur terpisah.
" Yank,,aku laper." lirih Al seperti anak kecil yang tidak di beri makan oleh ibu tirinya.
" Aku gak masak,minta sama yang lain aja." sahut Alvi yang akhirnya mau membuka suaranya walaupun tanpa membukakan pintu.
" Tapi aku mau makan kamu,emang boleh aku minta sama yang lain." teriak Al sambil menutup mulutnya agar tawanya tidak terdengar.
" Jangan main main,jangan main main.." teriak Alvi masih dalam sana.
Al pun hanya menggelengkan kepala,dan mau tidak mau menerima hukumannya.
Ia mengganti baju dan merebahkan tubuhnya di atas sofa,sambil berusaha memejamkan mata.
Setelah beberapa lama Alvi tidak mendengar suara Al di luar sana, ia pun merasa penasaran dan langsung membuka pintu kamar,lalu berjalan menuju orang keluarga dimana sudah ada Al di sana yang sudah terlelap.
Ia pun mendekatinya,dan mendaratkan sedikit bokongnya di bibir sofa dimana Al tertidur.
Ia mengusap rambut belahan jiwanya dengan sayang.,matanya berkaca kaca.menatap wajah sang suami yang terlihat begitu damai.
Lalu mengecup kening dan seluruh wajah sang suami dan terakhir mengecup bibirnya.
" Maafin aku Bi." lirih Alvi sambil terus memandangi wajah suaminya.
Al yang kali itu berpura pura tidur pun tidak mampu menahan tawanya,ia lalu membuka matanya.
" Sayang,kenapa?" tanya Al sambil menampilkan wajah bingungnya.
" Bi,maafin aku." Alvi langsung menindih sang suami dan mendaratkan kepalanya di dada milik Al.
" Ya udah gak apa apa,sebenarnya kamu kenapa?" tanya Al yang masih berada di bawah sang istri.
" Aku kesel kamu gak peka,aku tadi bilang pengen burung unta." jawab Alvi dengan manja.
Al pun terkekeh sambil mengangkat istrinya untuk duduk. Lalu memeluk dan menciumnya dengan gemas.
" Kamu gak perlu kesel,kalo aku gak peka tinggal plorotin,aku bakal pasrah" ucap Al sekenanya. dan langsung mendapat pukulan kecil dari istrinya.
" Ya udah yuk, dari tadi burung untanya kedinginan." Al langsung mengangkat tubuh Alvi membawanya ke dalam kamar memciumi bibir dan seluruh wajah sang istri dengan gemas.
*
*
*
Vote nya mana nih guys,, outhor syok nih gara gara rangking nya turun..kasihanilah Thor gabut ini..kasih vote like dan komen seikhasnya juga gak apa apa...😅😅😅