My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 45



Setelah melihat keadaan Mbak Zahra dan Bayinya,Al pamit untuk pulang,namun sebelum itu mengajak sang istri untuk menemui sahabatnya yang terluka saat berusaha menolong Alvi dalam kejadian beberapa hari yang lalu.


Alvi mengerutkan kening terlihat bingung sambil terus memperhatikan seseorang yang masih belum sadarkan diri, berbaring di atas ranjang rumah sakit,dengan alat medis terpasang di sekujur tubuhnya.


" Bi,Kayaknya aku pernah ketemu dia beberapa kali." ucap Alvi,dengan mata yang terus tertuju pada sosok pria itu.


" Siapa?" tanya Al


" Aku gak tau,tapi aku merasa wajahnya gak asing lagi." Alvi berusaha keras untuk mengingat.


" Dia udah beberapa kali nolongin aku,waktu orang orang itu menculik ku,dia juga yang nolongin aku waktu kaki ku terluka."


Al hanya tersenyum sambil menganggukan kepala. " Jadi kamu udah ingat?"


" Iya aku baru ingat,apa kamu mengenalnya?"


" Dia sahabat ku,aku sengaja menyuruh dia untuk selalu menjaga dan mengawasi mu selama ini."


" Kenapa kamu lakuin itu?"


" Aku hanya ingin menjaga mu, aku gak mau kamu kenapa napa. Tapi aku gak bisa lakuin itu sendiri,itu sebabnya aku meminta tolong padanya." jelas Al sambil mengeratkan dekapan tangannya di pundak sang istri.


" Jadi dia menolong ku bukan hanya kebetulan?"


" Hmmm,,bisa jadi."


"Kenapa aku baru menyadarinya." gumam Alvi.


" Jadi kamu melupakan seseorang yang sudah menolong mu."


" Bukan lupa,tapi aku memang tidak pernah mau mengingat hal yang menurutku tidak penting,lagian aku fikir dia tidak sengaja melihat ku dan menolong ku." sahut Alvi. Al hanya mengangkat sudut bibirnya sedikit dan mengusap kelapa Alvi.


" Bi,kenapa dia bisa terluka seperti ini,apa ini ada sangkut pautnya juga dengan ku?" wajah Alvi seketika berubah


Al menggelengkan kepala,ia tidak ingin istrinya sedih dan merasa bersalah.


" Bukan,aku yang salah karena telat menolongnya."


" Sejak kapan dia sakit?"


" Belum lama."


" Kasian sekali,ku harap dia bisa segera sembuh."


" Aku harap juga begitu,aku yakin dia orang orang kuat."


Setelah beberapa lama menatap pria yang masih terbujur kaku.


Bunyi sesuatu terdengar dari perut gadis itu, Al langsung menoleh kepada istrinya,dan terkekeh saat melihat wajah memerah yang baginya sangat mengemaskan.


" Kamu lapar?" tanya Al dan langsung di angguki Alvi dengan malu malu.


Al menarik bahu Alvi dan langsung mendaratkan kecupan di kening sang istri.,


" Maaf aku lupa,kita belum makan apa apa dari pagi." Al pun mengajak istrinya pulang.


Sebelum sampai rumah mereka menyempatkan mampir di sebuah lestoran seefood pavorit Alvi.


" Bi,kamu kenal wanita yang tadi bersama Umi." tanya Alvi di sela sela mengunyah makanannya.


" Maksud kamu Sarah?"


" Iya kali,aku gak tau." jawab Alvi sambil mengangkat bahunya.


" Emang kenapa?"


" Aku gak suka sama dia." sahut Alvi secara langsung.


" Loh,kenapa?"


" Apa kamu gak sadar tadi dia lihatin kamu terus, aku perhatiin dia juga gak suka sama aku."


" Itu cuma perasaan kamu doang,mungkin kalian belum saling mengenal,makanya ke gitu."


Al hanya terkekeh sambil menyuapkan makanan ke mulut istrinya.


" Gak usah di fikirin,ayo cepet abisin makanannya,kamu masih harus kerja keras lagi setelah ini." Al mencoba menggoda istrinya sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Iiissshhh,,aku serius Bi. Insting seorang istri itu kuat loh ,indra penciumannya bisa memebihi seekor hiu. Apalagi kalo udah menyangkut soal duit sama pelakor. " ucap Alvi penih penekanan.


Al samakin terkekeh sambil mencubit kedua pipi istrinya itu dengan gemas.


" Udah yuk,kita pulang,aku gak sabar pengen ngehajar kamu." ajak Al sambil menarik tangan istrinya itu.


" Tapi Bi,makanan nya belum abis."


" Bungkus aja."


Mau tidak mau Alvi pun menurutinya.


*


*


*


Setelah sampai di pekarangan rumah,dengan segera Al membukakan pintu mobil untuk sang istri, lalu seperti biasa ia langsung mengangkat tubuh mungil sang istri dengan satu kali gerakan tangannya.


" Bii, kalo mau gendong ke gini bilang dulu bisa gak sih." protes Alvi sambil memekul kecil dada suaminya.


" Maaf aku lupa." sahut Al sekenanya.


" Pintunya tutup." ucap Alvi saat mengetahui suaminya melenganggang begitu saja,setelah membukakan pintu,Al pun kembali terkekeh.


" Maaf aku buru buru,jadi lupa."


" Bukan lupa tapi kebiasaan." omel Alvi,sepertinnya jiwa emak emaknya mulai muncul.


Setelah sampai di dalam kamar,tanpa aba aba lagi Al langsung menyerang Alvi,membuka jilbab yang melekat di kepala Alvi,lalu mendekap pinggang rampingnya,dan mulai mendaratkan bibirnya pada bibir sang istri. Tidak lupa ia pun membuka resleting bagian dada dari gamis gadis itu.


Masih dengan bibir yang saling menyatu,Perlahan tapi pasti Al mengarahkan istrinya membawa ke atas ranjang,kecupan nya mulai turun ke leher dan dada saat ia sudah berhasil mengukung sang istri.


" Akkhhh,,Bi." Alvi mengeliatkan badannya bak cacing kepanasan setelah pendapat sapuan lidah serta bulu bulu halus dari pipi sang suami yang menyentuh bukit kembarnya.


Al meremas dan menghisapnya bagai bayi kelaparan.


" Hmmm,,Bi." Alvi tak bisa menahan dasahannya ketika tangan Al dengan nakalnya mulai menggerayangi seluruh tubuh polosnya,sampai tiba di sebuah sarang burung kesukaannya.


" Udah basah yank." ucap Al dengan sorot mata yang sudah di penuhi gairah.


Ia pun kembali mengangkat tubuh ke atas,mengecup seluruh wajah sang istri setelah membacakan do'a untuk memulai ritual semedinya.


" Ahhh,,Yank, sempit banget" racau Al saat burung untanya menerobos sarang tanpa permisi.


" Aagghhh..Pelan pelan Bi." Alvi meringis menutup matanya sambil mengigit bibir bawahnya. Saat mendapat serangan brutal dari sang unta arab.


" Kamu bikin aku nafsu Yank." sahut Al sambil terus memaju mundurkan pinggangnya.


Ia pun tersenyum merasakan hangatnya semburan lahar yang membasahi burung untanya.


Alvi sudah terkulai lemas, namun Al masih saja belum terlihat tanda tanda untuk meraih puncak kenikmatanya, ia terus memompa mengobrak abrik sarang burung untanya.dan dengan sekali hentakan Akhirnya.


"Aaggghhhh.." erangan pun lolos keluar dari mulutnya saat si burung unta memuntahkan cairannya.


*


*


*


***Terima kasih teman teman yang selalu setia baca novel ini,semoga kalian suka,dan jgn pernah bosan.


Jangan lupa juga like komen dan votenya buat thor..terima kasih semoga klian selalu di beri kesehatan..🤗🤗🤗***