
Esok harinya,Satria tengah mengajak istrinya berbelanja,membeli semua kebutuhan rumah tangga dan yang lainnya, tidak lupa pria kaku itu juga membeli ponsel baru.
Seperti wanita pada umumnya,Citra di buat antusias mengambil apa saja yang ia mau,pakaian, dan lemarinya tak lupa ia beli.
Hingga tanpa terasa aktifitas tersebut sangat menyita banyak waktu.
Akhirnya Citra dan Satria memutuskan untuk segara pulang.
" Aku mau langsung ke toko,belanjaannya biar Bu Sukma saja yang beres kan." pinta Citra.
" Ya sudah." Satria memesan taksi online agar bisa membawa dan mengantar barang belanjaannya.
Setelah semua selesai,merekapun segera berangkat ke tempat tujuannya masing masing,Satria mengantar istrinya terlebih dulu ke toko.
" Jangan terlalu capek,aku akan menjemput mu nanti sore." Ucap Satria ketika mereka telah sampai di depan toko.
" Ia,bang!" Citra meraih tangan Satria lalu menciumnya,pria itu tersenyum,pasalnya ini kali pertama mereka melakukannya,Satria membalasnya dengan sebuah kecupan di kening sang istri.
Citra memejamkan mata saat benda kenyal yang hangat itu mendarat di keningnya.
" Aakkhh,,,Manis nya,jadi seperti ini rasanya punya suami." gumam Citra dalam hati.
" Aku pergi sekarang." pamit Satria.
" Hati hati." balas Citra, sambil menunjukan senyumnya saat melepas kepergian sang suami,namun senyum tersebut menyiratkan kesedihan,rasanya berat saat berpisah dengan sang suami yang selalu ia rindukan walau hanya sesaat.
Meskipun begitu, ia harus tetep mengerjakan tugasnya dengan baik.
Gadis itupun langsung masuk ke dalam tokonya setelah memastikan punggung suaminya sudah tak terlihat.
" Assalamualaikum.." ucapnya.
" Wa'alaikumsalam.." jawab Rini,yang kini tengah sibuk menyiapkan beberapa tumpukan box kue yang siap untuk di antar.Sontak membuat Gadis itu membulatkan mata tak percaya.
" Sebanyak ini?" tanya Citra kaget.
" Iya teh, tadi sebagian sudah di antar sama Yudi." jawab Rini.
" Ok,tolong bantu aku mengangkatnya ke luar !!" Citra mengambil kunci motor milik Rini.
" Semangat!!" seru Rini,saat Citra mulai menyalakan motornya.
" Semangat!!biar bisa naik haji bareng bareng."Gadis itu mengepalkan tangan ke udara.
" Aamiin."
Setelah itu Citra mulai melajukan kendaraannya,membelah jalanan pedesaan yang masih nampak asri,dengan hamparan sawah dan kebun ,banyak juga deretan toko atau bangunan lainnya.
Sedikit demi sedikit box kue tersebut berkurang dari keranjang barang yang di pasang di bagian belakang motornya,saat menjelang sore akhirnya ia selesai menyelesaikan pekerjaannya,Gadis itupun kembali ke toko.
Sesampainya di sana,ia di kejutkan dengan beberapa kantong plastik berisi banyak makanan di atas meja kerjanya.
" Punya siapa ini?" tanyanya pada Rini.
" Bukanya punya teh Citra?" Rini balik bertanya.
" Enggak,mana mungkin aku beli makanan sebanyak ini."
" Tapi kurir nya bilang,ini pesanan teh Citra."
Gadis itu di buat bingung,ia mulai membuka satu persatu kantong plastik ,yang berisi beberapa porsi seafood kesukaannya lengkap dengan nasi dan minuman,seketika cacing dalam perutnya meronta ronta,mengemis meminta sedekah darinya.
Rp1,200.000 sontak membuat Gadis itu membulatkan mata dengan sempurna.
"Ini setengah gaji dari kalian, Siapa yang bayar?" bentak Citra membuat Rini gelagapan.
" Tidak tau,kurir nya bilang sudah ada yang bayar." jawab Rini terbata bata.
Citra kembali sedikit tenang.
"Sepertinya ini cukup untuk kita makan sama sama." Ucap Citra,sambil membawa semuanya menuju ke belakang.
" Kita makan sama sama,kalo terjadi apa apa kita tanggung bareng bareng." Ucap Citra,dengan terpaksa semua karyawannya menyetujui dan mulai memakannya hingga habis tak tersisa.
Citra kembali ke depan toko,mendaratkan bokongnya di kursi dengan perut yang sudah kenyang,beberapa pelanggan masih terlihat berlalu lalang keluar masuk.
Gadis itu melirik jam di pergelangan tangan yang menunjukan pukul 16.00,ia merogoh mengambil ponselnya yang sudah lama tidak ia mainkan.
Lagi lagi,matanya terbuka lebar saat melihat deretan pesan singkat dan beberapa panggilan tak terjawab dari nomer tak di kenal.
Gadis itu mulai membaca satu pertama pesan tersebut yang ternyata dari suaminya.
"Ponsel ku yang jomblo ini sekarang sudah tidak kesepian lagi, Sepertinya mulai sekarang aku harus sering membukanya." gumamnya sambil mengangkat sudut bibirnya.
Sambil terus membaca pesan dari suaminya.
" kamu sedang di mana?"
" Hati hati,jangan terlalu kenceng mengendarai motornya."
" Kamu sudah makan?"
Dan masih banyak lagi yang lainnya.
" Aku baru sampai di toko,dan alhamdulillah dapat makanan gratis,jadi aku bisa langsung makan." balas nya.
" Kamu suka makanannya? aku sengaja mengirimi makanan,kalo tidak kamu pasti lupa makan." tidak lama Satria membalas pesannya.
" Jadi kamu yang memesannya,terimakasih,aku sangat suka." Citra tersenyum sempurna,tidak menyangka bahwa ia akan mendapat perhatian sebesar itu dari pria yang di cintainya.
" Syukurlah,kalo begitu aku akan lebih sering mengirimkan makanan untuk mu."
" Terimakasih,ternyata kamu baik juga,aku jadi tambah mencintaimu." balas Citra, tak lupa menambah banyak caption 😘😘😘😘
" Tapi semua itu tidak gratis,kamu harus membayarnya nanti malam."
" Baiklah aku akan membayarnya,berapa yang kamu mau?" tantang Citra.
" Semampu mu dan sepuas ku."
Satria di buat salah tingkah,hatinya tergelitik seperti di kerubungi ribuan kupu kupu.
Tingkah lakunya sama persis seperti anak kemarin sore yang baru merasakan jatuh cinta,dalam layar ponselnya pun terpajang foto sang istri.
Al yang sejak tadi memperhatikannya merasa geli sendiri,pasalnya ini pertama kalinya ia melihat sisi lain dari sahabatnya yang nampak sangat lebay,bertolak belakang dengan sikap yang selalu Satria tunjukan sebelumnya.
Pria kaku,tanpa ekspresi itu kini sedikit demi sedikit bisa menunjukan senyumnya.
Al yakin, ini semua terjadi tidak lepas dari peran Citra sebagai istrinya.
Pria beranak dua itu merasa bersyukur,namun sedetik demikian ia kembali teringat dengan adiknya yang akan segera pulang.