
Mentari telah muncul dari persembunyiannya, seorang pemuda tampan baru selesai membersihkan diri,wajahnya cerah secerah mentari pagi, mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil sambil bersiul ria.
Berpakaian rapi hendak berangkat menjemput mimpinya.
" Selamat pagi Bang ." menyapa sang kakak yang sedang menyiapkan sarapan bersama sang istri.
Al menganggukan kepala, menatap dalam,terlihat jelas gurat kebahagiaan dari wajah sang adik.
" Cerah banget ya wajahnya ,kayak tanggal muda." sindir Al
" Lebih dari tanggal muda Bang,Faiz malah udah kayak power ranger yang baru dapet kekuatan tambahan." Faiz terkekeh menampakan barisan giginya.
" Ngobrol apa aja semalam?" Al mengintrogasi.
" Ngobrol biasa aja,apa Abang bercaya kalo dia juga merindukan Faiz." matanya berbinar ,hatinya kembali terdegup kencang,seperti ada ribuan kupu kupu yang menggelitik hatinya. Pemuda itu pun tertawa geli ,membayangkan ia berlari di tengah hamparan bunga ,menghampiri sang pujaan hati yang sudah menantinya sambil merentangkan tangan menyambut dirinya.
Lamunannya terhenti setelah cipratan air membasahi wajahnya.
" Jangan berkhayal yang tidak tidak." ucap Al sambil menyipratkan sedikit air .
Faiz mendesah kesal.
" Abang ini gimana sih,kayak gak pernah jatuh cinta saja."
" Abang selalu jatuh cinta setiap hari,tapi gak pernah selebay kamu." sangkalnya.
Faiz mendelik tak terima.
Sementara Alvi hanya memperhatikan perdebatan kecil antara kakak beradik itu sambil menikmati sarapan yang di buatkan oleh sang suami.
" Abang jadi nyari untanya." tanya Faiz, sambil memasukan makanan ke dalam mulut.
" Jadi, mobil mau Abang bawa,jadi nanti kamu Abang antar dulu ke kampus." jawab Al
" Sayang kamu serius kan mau unta?" tanya Al untuk memastikan.
Namun ibu hamil itu malah menggelengkan kepala.
" Tapi aku pengen unta arab." jawabnya.
Faiz serta Al saling menatap satu sama lain.
" Dimana mana yang namanya unta sama aja kak ipar, sama sama punya punuk di punggungnya." jelas Faiz
" Memang unta Arab yang kamu maksud seperti apa?" tanya Al heran
" Seperti kamu." jawabnya dengan cepat tanpa di fikir terlebih dahulu. Seketika membuat Faiz tergelak,tawanya memenuhi ruangan itu sampai ia memegang perutnya.
" Maksud kamu apa?" Al mengerutkan keningnya.
" Ehh,,maksud ku???"
Sadar dengan apa yang dia ucapkan,ibu hamil itu langsung terdiam ,mencerna setiap ucapan sebelumnya..
" Benar juga ya,yang namanya unta memang sama ,lantas untuk apa aku mencari unta,?" gadis itu terlihat bingung dengan dengan apa yang di inginkannya sendiri.
" Sayang kamu kenapa?" Al membuyarkan lamunannya.
" Tidak apa apa." jawab Alvi gelagapan.
Faiz masih memegang perutnya,air mata pun sedikit keluar dari sudut matanya.
" Aku tau unta Arab yang di maksud kakak ipar itu apa?" ucap Faiz setelah melihat raut wajah Al dan Alvi yang memang terlihat bingung .
" Apa?" tanya Al sambil menatap serius pada sang adik.
" Unta arab yang di maksud kakak ipar ,ya Abang." Faiz kembali tertawa sambil berlari menghindari sesuatu yang akan menimpanya.
Namun Al masih bingung,ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan adiknya itu.
" Sayang ,kenapa aku malah jadi bingung begini?" tanya Al pada istrinya itu,sementara Alvi sendiripun masih terlihat bingung .
" Sudahlah ayo kita berangkat,aku sudah membuat janji sama Paman Aziz untuk mengunjunginya di peternakan." melihat sang istri yang sama sama kebingungan Al pun mengajak Alvi untuk segera berangkat.
Dalam perjalan menuju kampus,Faiz terus saja mengulum bibirnya ,berusaha menahan tawa,ia tidak menyangka kakak yang terkenal pandai saja tidak mengerti apa yang ia ucapkan,dan apa yang istrinya ingin kan.
" Abang memang tidak peka." gumamnya dalam hati.
" Makasih ya Bang,sudah mau repot repot nganterin Faiz,padahal Abang bisa ngabisin waktu di rumah dengan kakak ipar ,anggap saja ini bulan madu." Ucap Faiz sambil terbahak mengeluarkan tawanya yang sejak tadi ia tahan.
" bocah itu kenapa,apa maksudnya?" gumam Al menatap punggung adiknya yang sudah berlalu jauh dari tempatnya menghentikan kendaraan.
Alvi tertegun melihat Universitas tempat Faiz menambah ilmu.
Universitas Al-Azhar,salah satu universitas terbaik di kota Kairo. Bahkan namanya saja sudah tidak asing di telingan rakyat manapun.
" Jadi ini Bi universitas Al-Azhar yang banyak orang biacarakan?" tanya Alvi dengan mata berbinar menatap bangunan mewah dari balik kaca jendela mobil.
" Pantas saja kebanyakan orang lulusan dari sini menjadi orang orang yang hebat, universitasnya besar sekali, aku bisa tersesat jika masuk ke sana." selorohnya lagi.
Al hanya tersenyum ,mengusap kepala sang istri dengan lembut, lalu kembali melanjutkan perjalanan,hendak pergi ke tempat yang sudah ia rencanakan.
Setelah beberapa jam perjalanan,akhirnya pasangan suami istri itu pun sampai di sebuah peternakan milik paman Aziz yang tak lain adalah Adik dari Umi.
Al segera keluar dari mobil dan membantu istrinya untuk keluar juga.
Paman Aziz ternyata sudah menunggunya di depan gerbang.
" Assalamualaikum paman." sapa Al dengan memakai bahasa setempat secara fasih.
" Wa'alaikumsalam." balas paman,mereka pun berbincang ,tanpa Alvi mengerti apa yang mereka bicarakan.
Setelah selesai berbincang,Al mengajak sang istri masuk ke sebuah peternakan Unta milik paman Aziz.
" Sayang,lihatlah banyak unta di sini,kamu boleh pilih unta mana yang kamu mau." Al menunjukan beberapa ekor unta yang berada di dalam kandang.
Alvi langsung menutup hidungnya setelah melihat deretan kandang unta,bergidik ketika melihat hewan berpunduk itu mengeluarkan ludah saat mengunyah makanannya.
Bau kotoran dari hewan itu pun membuatnya mual.
Apalagi ketika melihat hewan itu mengeluarkan kotoran dari belakang bagian tubuhnya.
" Bi ,,aku mau pulang." rengek Alvi,sambil menutup mulutnya,menahan sesuatu agar tidak keluar saat itu juga.
" Kenapa,bukanya ini yang kamu inginkan."
tanya Al bingung,Alvi dengan cepat menggelengkan kepalanya,ia sudah tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.
Matanya merah menahan sesuatu yang bergejolak dalam perutnya.
Melihat hal itu unta Arabnya pun mulai panik,dan segera membawanya keluar dari area peternakan.
Alvi segera memuntahkan isi perut yang telah ia tahan sejak tadi.
" Menjijikan." gumamnya.
"Bi,,ayo kita pulang saja." rengek Alvi sekali lagi.
Al meturuti keinginan sang istri,mereka pulang metelah berpamitan pada paman Aziz.
" Sayang kamu kenapa,kamarin kemarin kamu merengek minta unta,tapi sekarang malah ngajak pulang." setelah berada di dalam mobil.
" Maaf Bi,aku juga gak tau kenapa kemarin aku meminta hewan itu." ucap Alvi tanpa dosa.
" Aku memang bodoh,bisa bisanya memikirkan unta lain,sudah jelas unta Arab ku lah yang paling terbaik ." Lirihnya dalam hati.
Al menggelengkan kepala,menarik nafas dalam dalam ,ia harus bisa menahan emosinya ,dia harus bisa sabar ,menghadapi istri yang sedang mengandung buah cintanya itu.Menuruti keinginan yang memang terkadang tidak masuk akal.
" terus sekarang kamu mau apa?"
tanya Al lagi.
" Aku mau makan gado gado." jawab Alvi sambil menyenderkan punggungnya di sandaran kursi mobil.
" Sayang,,ini Kairo mana ada yang jual gado gado." Al berusaha mengontrol emosinya, walaupun terlihat dadanya sudah kembang kempis.
Alvi mengerucutkan bibirnya sambil memalingkan wajahnya kesal,namun ia sama sekali tidak menyadari kelakuannya pun sudah membuat unta Arabnya kesal.
...****************...
seperti Al,, otor juga kesal dengan permintaan reader yang selalu minta lanjut tpi gk pernah ngasih vote.😅
Guys please jangan minta lanjut trus, otor gk sanggup memenuhi keinginan mu,karena permintaan mu adalah tugas bagi ku..otak Thor lagi buntu nih,kalo mau tolong bantu kasih saran kedepannya gmn ya..😅😅