My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 75



Alvi masih setia mendengar cerita tak penting dari mulut Fiona, sambil melahap hidangan di depannya,ia terlihat santai dan tenang seperti air danau, sambil sesekali tersenyum menanggapi ocehan Fiona.


Sementara Al sudah bermandikan keringat dingin,ia tidak mampu melihat bahkan melirik wajah sang istri,dan memilih menundukkan kepala sambil mengaduk aduk makanannya.Ia bahkan tidak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun.


" apa apaan orang ini, aku tidak merasa pernah dekat dengan dia, aku bahkan lupa kapan kita pernah bolos kuliah, kenapa dia begitu lancar mengarang cerita,apa maksud nya.? " batinya berteriak.


Berbeda dengan Faiz yang sepertinya sama sekali tidak tertarik bahkan tidak menganggap keberadaan gadis itu.Ia melahap makanan nya dengan sangat lahap,tanpa memperhatikan orang di sekitarnya.


Tiba tiba,perut Alvi terasa mual,kelapanya seakan berputar,ia beranjak hendak pergi namun semuanya terlambat. Tanpa sengaja ia memuntahkan semua isi perutnya tepat mengenai Fiona yang kebetulan duduk di sebelahnya.


" Sayang ,kamu kenapa?" tanya Al kaget.


" Toilet nya di sebelah mana Bi?" tanya Alvi sambil menutup mulutnya,wajahnya nampak pucat.


" Ayo aku antar." ajak Al sambil memapah istrinya,mereka pun berlalu ,tanpa berucap sepatah kata pun pada orang yang sudah ia muntahi .


Fiona masih bisa tersenyum di depan Faiz, berusaha menahan amarahnya.


Dengan tissue ia mengelap pakaian mahalnya.


Di dalam toilet,Alvi tersenyum puas sambil mengusap perutnya.


" Kerja bagus Nak,kalian memang sangat pintar,kalian tau apa yang harus kalian lalukan tanpa ibu perintahkan,ibu bangga pada kalian,wanita seperti itu memang pantas di beri pelajaran." ucapnya seraya menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin.


Begitupun Faiz, ia pun tertawa girang sambil menatap sinis pada Fiona.


" Kamu memang pantas mendapatkan itu semua,bahkan kalo aku jadi kakak ipar ,aku ingin sekali melempar kotoran ke wajah wanita tak tau malu seperti mu." ucap Faiz dengan santai namun bisa membuat gadis di depannya itu membulatkan mata.


" Apa maksud mu?" menatap tajam.


" Cih..kamu fikir aku gak tau kelakuan mu, wajah cantik dan lugu mu itu palsu, itu hanya kedok untuk menutupi kelakuan busuk mu."


" Jangan bicara sembarangan bocah kecil,kamu tau apa tentang aku." balas Fiona tetap dengan gaya manis nya.


" Aku tau apa yang ada dalam pikiran mu , aku kasih tau saja,jangan sesekali berharap kamu akan bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan sekarang,bahkan hanya sekedar bermimpi."


Setelah itu Faiz berlalu meninggalkan Fiona yang masih mematung sambil memikirkan apa yang di maksud Faiz.


Tersenyum, membenarkan posisi duduknya,agar terlihat semakin anggun.


" Dasar bocah ingusan,Kamu gak tau siapa aku,aku tidak pernah gagal untuk mendapatkan apapun yang aku mau." gumamnya ,ia pun beranjak dan berlalu menuju toilet untuk membersihkan noda yang masih tersisa di pakaiannya.


Di toilet ,Fiona berpapasan dengan pasangan suami istri itu,ia tersenyum berharap mendapat permintaan maaf dari mereka,namun nihil Alvi malah pura pura tidak melihatnya, begitu juga dengan Al yang terlihat cuek seakan tidak mengenalinya.Mereka berlalu begitu saja, membuat Fiona semakin marah.


"kalian memang ingin bermain main denganku,Hikam Aljalari,,aku tidak pernah menyangka kalo kamu ternyata anak dari pengusaha minyak terbesar di Negara ini,penampilan sederhana mu memang sudah membuatku tertarik sejak lama.dan kali ini dewa keberungan telah berpihak kepada ku,tanpa ku duga aku bisa bertemu dengan mu lagi di sini." Fiona tersenyum menatap punggung pasangan itu sampai tidak terlihat.


Melanjutkan perjalanan menuju kediaman Faiz yang tidak terlalu jauh dari restoran tersebut,beberapa menit mereka pun telah sampai di sebuah apartemen mewah .


Alvi membulatkan mata melihat apartemen yang di huni Faiz.Ia tidak menyangka adik iparnya itu tinggal di tempat semewah itu.


" Waahhh...mewah sekali." pekik Alvi.


" Tempat ini masih sama seperti dulu." lirih Al.


Tempat tinggal yang sudah di tempati turun temurun itu memang tidak pernah berubah, dari Awal Bang Haikal ,Al sampai terakhir Faiz.


Al mengajak istrinya untuk beristirahat,namun Alvi menolak ,seolah tidak ada lelahnya ia malah mengajak Al home tour,penasaran dengan seisi rumah. Semua ruangan ia buka,tidak ada satupun yang terlewatkan,sampai ia melihat sebuah lemari berukuran besar memperlihatkan barang milik Al juga milik bang Haikal yang masih tertata rapih di sana.Foto foto masa kuliahnya,mendali, piagam,piala juga memenuhi hampir setiap ruangan.


" Kalian sudah seperti anak sultan,aku fikir saat kuliah kalian hanya tinggal di sebuah kos kosan biasa .seperti mahasiswa pada umumnya. " canda Alvi


" Aku jadi iri." tambahnya lagi sambil mendaratkan bokongnya di sebuah sofa.


" Iri kenapa?" Al pun ikut duduk di sebelah istrinya.


" Kalian sangat beruntung,bisa kuliah di luar negeri,dengan tempat tinggal semewah ini ,fasilitas pun sangat lengkap.Sedangkan aku, jangan kan kuliah, menginjak halaman kampus pun tidak pernah,kuliah hanya sebatas mimpi yang tidak mungkin menjadi kenyataan." seketika wajah Alvi menjadi muram.


" Kakak ipar salah,kami tidak seberuntung itu, iya kan Bang?" Faiz ikut menimpali obrolan pasangan suami istri itu, meletakan tiga botol minuman di atas meja,ia pun duduk di sofa berukuran kecil.Al menjawab dengan anggukan kepala.


" Aku bahkan tidak pernah bisa bersenang senang seperti temanku yang lain,setiap pagi aku bekerja paruh waktu di sebuah caffe, setelah itu membantu paman Ajiz di ladang , lalu malam aku masuk kuliah, sesekali aku memang suka nongkrong di lestoran tadi,itupun jika ada teman yang berulang tahun dan menelaktir ku." tambah Al.


" Terus kamu kerja apa sekarang?" tanya Alvi pada Faiz .


" Hehehe..Aku masih beruntung punya Abang yang baik dan pengertian,yang bisa aku mintai setiap bulanannya,itupun tanpa di ketahui Umi dan Abi." Faiz terkekeh sambil melirik Al.


" Itu karena Abang gak tega jika harus melihat mu berjuang keras, seperti Abang dan Bang Haikal dulu lakukan saat kuliah.Tapi kamu harus inget dengan syarat yang sudah Abang berikan. Abang ingin kamu membuat Umi dan Abi bangga,Abang sangat mengandalkan mu,kamu adalah harapan terakhir buat kaluarga kami.Jangan kecewakan kami."


" Iya Bang, Faiz selalu ingat syarat dari Abang,Faiz akan berusaha untuk menjadi yang terbaik,Faiz gak akan mengecewakan kalian semua,dan Bang Al benar,Faiz memang gak akan sanggup kalo harus kayak gitu." lirih Faiz,ia memang merasa dirinya masih sedikit manja, dan kekanak kanakan.


"Apa Abang tau teman teman Faiz mengira kalo Faiz adalah seorang supir pemilik apartemen ini,mereka gak percaya Faiz tinggal di sini.Dan apa kakak ipar percaya kalo lamari pendingin sebesar itu hanya berisi air dingin dan beberapa butir telor saja." Rengek Faiz,menampakan wajah memelas.


Al tau dari maksudnya itu,iapun langsung merogoh kantung celananya dan mengeluarkan sebuah dompet.


" Kami akan tinggal di sini beberapa hari,isi lemari pendingin itu sampai penuh,tapi ingat jangan membeli minuman bersoda,dan makanan cepat saji yang tidak baik untuk kesehatan." ucap Al sambil menyerahkan kartu black gold andalannya. " Makasih Bang,Abang memang selalu mengerti apa yang Faiz mau"


Dengan segera Faiz menyambar kartu tersebut lalu pergi dengan semangat.


Alvi tersenyum sambil menggeser posisinya mendekati sang suami.


" Jadi benar apa yang di katakan wanita di restoran tadi,apa dia juga sering menelaktir mu di sana?" tanya Alvi yang langsung di jawab dengan gelengan kepala.


"Aku gak pernah merasa sedekat apa yang dia ceritakan tadi.kita hanya sekedar kenal,dan memang kita pernah nongkrong bareng, bukan hanya kita berdua, tapi banyak teman yang lainnya juga,dulu dia pacar dari sahabat ku,jadi dia sering ikut berkumpul dengan kami. Apa kamu gak marah?"


" Aku gak marah,aku malah salut sama dia,dia berani menceritakan masa lalu seseorang di depan istrinya.Sangat berbeda dengan wanita lain yang hanya berani mencuri pandang sama kamu dari kejauhan, tapi sepertinya anak anak mu yang marah." Alvi tersenyum sambil mengelus perutnya.


Al pun terkekeh sambil ikut mengelus perut lalu menciumnya beberapa kali.


" Kalian memang anak anak pintar,ayah jadi kengen kalian,main sebentar yuk !!" Al mengedipkan matanya memberi kode.Tapi Alvi segera menggelengkan kepalanya.


" Maaf Bi,aku cape." Alvi merebahkan badannya di sofa dengan paha Al sebagai bantalan.


" Ya udah gak apa apa,aku cuma bercanda,istirahatlah di kamar ,nanti aku buatkan makanan." Al pun mengusap kepala Alvi dengan lembut,dan tangan satunya mengelus perut yang semakin membesar itu.


" Gak usah,aku tiduran di sini aja,gak apa apa kan?" Alvi membenarkan posisi tidurnya ,ia menenggelamkan wajahnya di paha sang suami.


" Ya sudah,tapi kalo ada yang bangun kamu harus tanggung jawab."


" Isshhh,,, dasar mesum." tanpa sengaja Alvi malah memukul burung Unta milik Al ,seketika Al pun berteriak .Namun Alvi malah terkekeh melihat ekspresi sang suami yang meringis kesakitan.


" Aku sudah gak sepolos dulu Bi,jangan coba coba mengerjaiku lagi."


" Tapi ini beneran sakit sayang." rengek Al.


" Uuuuhhh kasian,,mau aku usapin?" goda Alvi ,namun dengan cepat Al menggelengkan kepala.


" Gak perlu, itu hanya akan membuatnya semakin sakit."


Gelak tawa Alvi semakin pecah,Al terlihat semakin menggemaskan.


Alvi pun terbangun dan meraup wajah serta menciumi pipi Al dengan sangat gemas.


"kalo kayak gini kamu jadi semakin menggemaskan Biii." menghujani dengan beberapa kecupan di seluruh wajah nya.Al pasrah menerima perlakuan dari istrinya itu,ia hanya diam sambil menahan sesuatu yang masih terasa berdenyut.


Tanpa mereka sadari seseorang telah melihat adegan 18+ itu dengan tidak sengaja.


Faiz menarik nafas dalam dalam sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kenapa aku bisa lupa kalo sekarang bukan hanya ada aku di sini,lagi lagi mata suci ku ternodai,Kenapa mereka tidak melakukannya di kamar saja sih." gumamnya kesal


Faiz pun berjalan menuju dapur dengan mengendap endap seperti pencuri yang tidak ingin keberadaannya di ketahui.


...****************...


Makasih guys atas do'a dan support nya,Thor harap kalian suka dengan ceritanya...love you all...sun jauh dari Thor...😘😘😘❤️