My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
bab 51



Setelah sampai di rumah sakit,Alvi langsung berhampur memeluk Citra yang datang lebih awal dengan Faiz.


Setelah menyapa Faiz dan Satria


mereka berdua sedikit menjauh dari ketiga pria di sana, dan mulai berbincang kesana kemari tanpa menghiraukan tiga pria yang sejak tadi memperhatikan nya.


Seolah dunia milik berdua dua sahabat itu dengan santainya bersenda gurau dengan kekehan khas mereka.


" Yank,kita ke sini buat jengukin Satria,kenapa kalian malah bergosip?" tegur Al yang sudah tidak tahan di cuekin sang istri.


" Apa sih Bi,ya udah lanjutin aja dulu kalian juga masih ngobrol kan." ucap Alvi sambil melanjutkan perbincangannya,entah apa yang mereka bicarakan.


Al hanya menggelengkan kepala,lalu kembali menatap Satria yang sedang duduk di atas brankar rumah sakit dengan beberapa perban yang masih membalut lukanya.


" Lu yakin mau pulang sekarang?" tanya Al pada sahabatnya.


" Iya gue yakin,badan gue pegel udah kayak mumi rebahan terus di sini." jawab Satria dengan wajah datarnya.


" Kalo gitu untuk sementara bang Satria tinggal di pondok aja,biar banyak yang ngurus,ada yang jagain juga." timpal Faiz dan langsung di angguki oleh Al.


" Lu kira gue jompo." sahut Satria dengan menyinggung kan senyum kesalnya.


" Pokoknya untuk sementara Lu tinggal di pondok, gue bertanggung jawab sepenuhnya sama Lu." ujar Al tanpa ada bantahan,sejenak Satria termenung dan akhirnya ia pun menyetujuinya.


Mereka pun bersiap untuk membawa Satria pulang, Al membantu mendorong kursi roda sedangkan Faiz membawakan tas ransel milik Satria. Mereka berjalan menuju lobby rumah sakit Alvi dan Citra mengekor dari belakang . setelah sampai di lobby rumah sakit. Citra menolak untuk pulang bersama Faiz,ia ingin pulang bersama Alvi. Dan akhirnya Faiz pulang sendiri dengan mengendarai motor.


Saat dalam perjalanan Citra masih saja curi curi pandang pada Satria yang berada di kursi penumpang depan sebelah Al.


Entah apa yang ia bayangkan,tiba ia mencubit paha Alvi yang berada di sebelahnya dengan gemas.Sehingga Alvi tersekiap dan langsung berteriak sambil meringis mengusap bekas cubitan dari Citra.


" Sayang kenapa?" Al yang sedang mengemudi pun panik dan langsung memberhentikan mobilnya.


" Gak apa apa Bi, tau nih si Citra." jawab Alvi sambil melirik Citra yang sudah salah tingkah dan terkekeh sambil menunjukan deretan giginya.


" Hhehhhee..Sorry,gue gak sengaja."


ucap Citra tanpa dosa.


Al pun menggelengkan kepalanya dan mulai melajukan kembali mobilnya.


Sementara Satria masih diam seolah tidak tertarik dengan apa yang terjadi di sekitarnya.


" Lu kenapa senyum senyum sendiri." Bisik Alvi saat melihat Citra yang tidak seperti biasanya. Namun Citra tidak menjawab,ia masih sibuk dengan khayalannya.


Alvi yang sudah merasa gemas pun menggeser posisinya sambil terus memeperhatikan sahabatnya yang terlihat aneh saat itu.


" Lu kesambet ya?" bisik Alvi yang lagi lagi tidak mendapat jawaban.


Dengan sekuat tenaga gadis itu memukul paha sahabatnya. dan kali ini Citra yang berteriak.


" Kalian kenapa sih?" tanya Al yang lagi lagi harus memberhentikan mobilnya dengan kesal.


" Maaf Bi,kita cuma bercanda."


Alvi pun pura pura terkekeh sambil menyikut perut sahabatnya.


" bercanda ,kok bikin rusuh." gurutu Al dan langsung melajukan mobilnya kembali.


" Lu ngapain sih mukul gue." bisik Citra sambil mengusap pahanya yang sudah serasa panas.


" Lu ngapain senyum senyum sendiri." balas Alvi.


" Hhehhhee,,Bang Satria ganteng ya?" bisik Citra sambil melirik pria yang berada di depannya.


Alvi memutar bola matanya,ia tak menyangka dengan tingkah Citra, baru kali ini ia memuji ketampanan seorang pria sampai senyum senyum sendiri.


Walaupun ia pernah memuji ketampanan Al, namun tidak sampai seperti saat ini.


"Mata lu, Liat cowok ganteng aja melek." gerutu Alvi sambil memalingkan mukanya.


Dan tidak perlu memakan waktu lama mereka pun sampai di pondok. sudah ada Faiz di sana yang tiba lebih awal.


Al menyuruh istrinya dan Citra pergi ke rumahnya,sedangkan ia membawa Satria ke asrama putra,dimana tidak ada seorang wanita pun yang berani masuk atau mendekati area itu.


" Gila Al,bang Sat beneran ganteng." ucap Citra dengan antusias.


sahut Alvi sambil mendorong kepala sahabatnya.


" Itu panggilan sayang dari gue, ngomong ngomong dia udah punya pacar belum ya? kalo bini sih gak mungkin." ucap Citra sambil menyangga dagu dengan jari telunjuknya.


"Kenapa gak mungkin?"


" Kalo punya bini pasti bininya ada sekarang." jawab Citra.


" Terus kalo udah punya pacar gimana?"


" Gak apa apa,selama janur kuning belum melengkung,masih bisa di tikung." sahut Citra dengan santainya.


" Isshh..Lu ada ada aja." Alvi menggelengkan kepalanya.


" Serius Al dia ganteng, kayaknya gue suka sama dia.Apa ini yang di namakan cinta pada pandang pertama." Citra mengembangkan senyumnya. wajah tampan yang di miliki Satria mampu membuatnya gila seketika.


" Al,lu harus bantu gue."


rengek Citra sambil bergelayut manja di lengan sahabatnya.


" Bantu apa sih?"


" Comblangin gue." bisik Citra sambil menyum malu malu.


" Gila lu,gue aja gak kenal,malah minta comblangin."


" Lu emang gak kenal tapi bang Al kan temennya,ayo dong Al,bantu gue kali ini aja." Citra sudah memohon sambil menampilkan wajah yang patut di kasihani.


" Iya udah gue harus gimana." Alvi pun pasrah.


" Ah,,Lu emang temen gue paling cantik, lu gak harus gimana gimana,cukup tanyain apa aja tengtang bang Sat ke Laki ku,selanjutnya urusan gue." ucap Citra dengan antusias dan semangat 45.


" Iya gue usahain."


" Makasih,lu emang paling baik." Citra merangkul sahabatnya dengan manja lalu sendikit mengecup pipi Alvi.Hal itu memang sudah biasa mereka lakukan. Namun Al yang baru datang dan sempat melihatnya langsung memalingkan wajahnya.


" Kalian ngapain ?" tanya Al sambil memicingkan mata saat melihat istrinya di kecup Citra.


" Gak ngapa-ngapain kok Bi." Alvi menghampiri suaminya. Dan langsung menabrakan dirinya pada tubuh unta Arabnya.


" Maaf ya Bi,tadi aku sempat marah sama kamu,gara gara soal masakan." lirih Alvi yang masih setia melingkarkan tangannya di pinggang sang suami.


" Gak apa apa,gak usah di bahas lagi." Al pun dengan terpaksa tersenyum dan mengecup kening istrinya.


" Gue balik Al,Kalian kira gue tembok." lirih Citra sambil menggelengkan kepalanya.


Alvi pun mengantar sahabatnya sampai di teras rumah.


" Lu gak bawa motor Cit?"


" Gak,gue mau minta anter sama Faiz."


" Ya udah hati hati."


" Oke,besok gue ke sini lagi ya." bisik Citra sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit, Al sampai melebarkan mata ketika dengan tidak sengaja melihat adegan itu, perasaan curiga mulai bermunculan.


"Apa yang Citra bisikan, apa mereka sedekat ini,aku sendiri bahkan belum pernah mencium Faiz walaupun aku sudah menganggapnya adik." gumamnya dalam hati.


*


*


*


terima kasih buat kalian yang masih setia sama ceritanya.


ketika yang lain pada imigrasi Thor di sini masih setia cuma buat kalian..


.jadi tolong jgn lupa dukungannya,minta like komen dan votenya...😘😘😘


karena itu semua sangat berharga buat Thor.