Me And You For Us

Me And You For Us
Baek - Lanna.



Di bagian bumi yang lain ; Setelah menyelesaikan masalah perusahan di Jepang, Darel tidak bisa langsung kembali ke Seoul. Karena harus berangkat kembali ke New York, Amerika. Permasalahan di sana membutuhkan kehadirannya, karena Asistennya tidak bisa memutuskan. Sehingga Darel harus kembali ke New York.


Setelah mengatasi bagian pentingnya, Darel menyerahkan penyelesaian selanjutnya kepada Asistennya. Karena dia harus kembali ke Seoul, untuk menghadiri pemutaran perdana film yang soundtrak dikerjakan oleh Darel.


David ex member Melo yang menjemput Darel, karena Mikha belum kembali dari Pulau Jeju. Mikha dan Asistennya sedang mempersiapkan karyawan, karena Relkha Resort akan dipakai untuk tempat shooting drama.


Semenjak Relkha Resort dipakai sebagai tempat pembuatan MV Darel beberapa tahun yang lalu, banyak pengunjung yang datang berwisata baik dari dalam dan luar negeri. Resort juga sering dipakai sebagai tempat shooting drama atau sering kali restaurant out doornya dipakai sebagai tempat resepsi pernikahan.


Sehingga Mikha sering bolak balik Seoul dan Jeju. Mikha telah meminta tolong David menjemput Darel, karena dia belum bisa kembali dari Jeju. Hal itu telah disampaikannya kepada Darel. Besok baru mereka bertemu di Seoul.


Ketika Darel telah turun dari pesawat dan hendak keluar dari tempat pengambilan bagasi, dia melihat bandara sangat ramai dan padat. Banyak orang yang memegang kamera. 'Mungkin ada artis atau idol yang akan berangkat atau akan tiba.' Pikir Darel, mengingat masa-masa bersama Melo.


Darel menghubungi David untuk menanyakan keberadaannya.


"Allooo, Kak." Sapa David saat merespon panggilan Darel.


"Allooo, David. Kau sudah di mana?" Tanya Darel.


"Ini, sudah mau masuk bandara Kak."


"Ok. Tunggu di depan saja, tidak usah turun. Ada banyak wartawan di sini." Ucap Darel. Karena bagaimanapun, mereka masih dikenal.


"Baik, Kak." Ucap David dan mengakhiri pembericaraan mereka.


Darel tetap pakai masker dan mengenakan reben. Dia langsung keluar menghindari kerumunan. "Heeii... Itu bukannya Darel Melo?" Ucap seseorang, dan banyak kamera langsung mengara kepadanya. Darel tetap tenang dan terus berjalan menghindari mereka.


Setelah tiba di dalam mobil David, Darel menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. "Ada apa, Kak?" Tanya David.


"Tadi sepertinya ada yang mengenalku." Ucap Darel, sambil menggelengkan kepalanya.


"Tapi, Kakak sekarang makin keren, sudah punya pacar, ya, Kak." Ucap David bercanda.


"David, saya mengenalmu. Jadi tidak perlu memujiku. Bilang saja, kau sudah punya pacar." Ucap Darel, dan David tersenyum mendengar tebakan Darel.


"Siapa...? Penyanyi juga atau...?" Tanya Darel, sambil melihat David yang tersenyum di sampingnya.


"Artis, Kak." Ucap David malu-malu.


"Tidak apa-apa. Banyak artis yang baik. Asal jangan, Areum." Ucap Darel, sambil mengingat kejadian beberapa tahun lalu.


"Ko' Kak Darel tau...?" Tanya David, heran.


"Tau, apa...?" Darel balik bertanya, karena tidak mengerti.


"Tau, sekarang David lagi dekat dengan Aerum." Jawab David, tersenyum. Tetapi tidak melihat wajah Darel yang telah berubah.


"Astagaaa, David. Kau mengenalnya di mana?" Tanya Darel dengan emosi. Membuat David terkejut.


"David lagi buat soundtrack untuk dramanya, Kak." Ucap David mulai cemas mengetahui reaksi Darel.


"Di depan itu bisa menepi, jadi cepat menepi." Ucap Darel tegas. David langsung menepi.


"Saya tidak melarangmu pacaran, tapi lihat siapa yang akan kau pacari. Kenapa saya tadi bilang asal jangan Aerum, kau bisa lihat videonya di studio. Saya akan bilang crew memperlihatkan itu padamu."


"Kak, Mikha tau ini?" Tanya Darel menurunkan suaranya, karena melihat David yang terkejut.


"Mungkin tidak tau, Kak. Karena kami belum lama bertemu." Ucap David pelan.


"Berani Mikha tau dan tidak memberitahuku aku akan menghajarnya. Jika kau tetap bersamanya, aku akan menendangmu keluar dari Relkha. Ingat itu..!" Ucap Darel, tegas.


"Cari pacar itu yang bisa membantu menaikan kariermu. Minimal bisa mempertahankan yang sekarang. Bukan malah, menghancurkanmu. Kau ingin kariermu bertahan lama bukan?" Tanya Darel, dan David mengangguk kuat.


"Iyaa kak, maaf." Ucap David, merasa bersalah mengabaikan apa yang dikatakan Managernya tentang Aerum.


"Iyaa, saya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kalian bertiga. Nanti saya akan katakan pada Kak Mikha. Semua yang mau buat soundtrack lewat Relkha, kau yang kerjakan nanti dibantu Hwa dan Chih."


"Kecuali, yang menghubungi Asisten saya. Saya yang akan mengerjakannya bersamamu." Ucap Darel untuk menghibur David. Dia tahu suasana hati David sedang tidak baik.


"Kau sudah belajar denganku, jadi praktekkan itu. Nanti ada waktu, kita akan bernyanyi bersama. Kami tidak jadi membeli nama Melo, karena tidak ada untungnya buat kita. Jadi kau ciptakan lagu baru saja." Ucap Darel lagi.


"Iyaa Kak, terima kasih. Ooh, iyaa... Kak Darel sudah dengar berita tentang Baek?" Tanya David.


"Tidak, saya tidak sempat membaca berita beberapa waktu belakangan ini. Apa apa dengan Baek, apakah dia sudah keluar dari penjara?" Tanya Darel.


"Baek sudah keluar penjara, Kak. Tetapi bikin masalah baru lagi." Jawab David.


"Whattt...? U serious...? Apa lagi yang dilakukannya?" Tanya Darel heran mendengar yang dikatakan David mengenai Baek.


"Kak Darel ingat tentang penyanyi Lanna Liaj bukan?" Tanya David, dan Darel mengangguk mengiyakan.


"Sekarang Baek bermasalah dengannya. Lanna melaporkannya ke polisi karena Baek di duga melecehkan bahkan mungkin memperkosanya." Ucap David.


"Astagaaa, bukankah mereka selama ini dekat? Apakah Baek masih mengkonsumsi narkoba?" Tanya Darel terkejut.


"Tidak tau Kak. Menurut yang disampaikan Lanna, Baek menghubunginya untuk mendiskusikan rencana come back mereka berdua. Tidak tahunya, Baek memasukan sesuatu ke minuman Lanna dan membawanya ke hotel." Cerita David.


"Astagaaa, apa yang terjadi dengan mereka? Apakah Baek tidak mau bertanggung jawab?" Tanya Darel prihatin akan karier mereka.


"Baek mau bertanggung jawab, Kak. Karena menurut teman-temannya, Baek menyukai Lanna. Tetapi Lanna tidak bersedia dan tetap mau menuntutnya." Ucap David.


"Astagaaa, semoga Lanna tidak bermain api." Ucap Darel.


"Maksud Kak Darel bagaimana?" Tanya David tidak mengerti.


"Yaaa, setahuku mereka pernah dekat. Jika demikian, itu akan menjatuhkan Lanna. Baek akan menggunakan itu untuk membela dirinya. Bahwa mereka melakukannya atas suka sama suka. Jika Lanna tidak mempunyai bukti, Baek memasukan sesuatu ke dalam minumannya, karier Lanna akan berakhir." Ucap Darel lebih lanjut.


"Lanna memiliki bukti foto-foto saat bersama Baek di hotel, Kak." Ucap David.


"Astagaaa, David. Itu tidak ada manfaatnya jika mereka memang dekat. Itu bisa dipatahkan Baek dengan mudah. Dia akan bilang, mereka selesai melakukan hal itu, dia tidur dan Lanna mengambil foto untuk menjebaknya." Ucap Darel sambil geleng kepala.


"Kok, Kak Darel tahu?"


"Tahu tentang apa?"


"Kalau Baek bilang: Lanna menjebaknya, karena Lanna pernah melakukannya untuk orang lain juga." Ucap David.


"Astagaaa, itu yang saya bilang tadi. Lanna main api, dia akan terbakar sendiri. Kau tahu lingkungan pergaulan Baek, bukan? Mereka akan menghancurkan Lanna." Ucap Darel, mengingat apa yang dilakukan Lanna terhadapnya.


"Mengingat hal ini, kau harus sering bicara dengan kedua adikmu Hwa dan Chih. Agar mereka lebih berhati-hati jika masih mau berkarier lama di dunia entertaint." Ucap Darel lagi.


"Kalau mereka berdua sudah selesai shooting drama atau reality show dan mau bernyanyi, kau buatkan lagu untuk mereka atau untuk kalian bertiga. Kalian latih bersama untuk mengisi waktu dan rekam di studio. Nanti saya bicarakan dengan Kak Mikha, agar bisa diupload di channel Agency."


"Yang penting kalian bertiga serius latihan, mau serius dan berkarier dengan baik. Saya akan bicara dengan Kak Mikha, untuk bantu kalian dan saya juga akan bantu jika ada di Seoul." Ucap Darel.


"Mungkin kita berempat bisa melakukannya juga. Tidak usah pakai nama baru, pakai nama masing-masing juga tidak mengapa. Tapi kalau kalian mau buat nama baru, bicarakan bersama dan putuskan. Nanti saya bicara dengan pengacara." Ucap Darel menyemangati David, agar David bisa memyemangati Hwa dan Chih.


*- Apa yang ingin orang lakukan kepadamu, kau lakukan itu juga kepada orang lain -*


โ™กโ€ข~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... ๐Ÿ™๐Ÿป Makasih~โ€ขโ™ก