Me And You For Us

Me And You For Us
One Night 1



Flash back


Tadi malam ; Kandara, Mala dan Toby menghabiskan malam terakhir di Seoul dengan makan malan bersama di restaurant Bulgogi yang lezat. Mereka juga bisa menikmati pemandangan kota Seoul yang indah di malam hari dari restaurant tersebut.


Setelah itu, Mala dan Toby kembali ke hotel, karena mereka berencana untuk bersantai, menghabiskan malam terakhir mereka di kota Seoul. Sedangkan Kandara menemui sahabatnya Manche yang sedang berada di Seoul. Mereka telah membuat janji untuk bertemu di Relkha Hotel, karena Manche sudah berada di Seoul dan ada pertemuan bisnis di sana.


Hal itu membuat Kandara tidak bisa menghabiskan malam terakhir dengan berjalan-jalan menikmati kota Seoul bersama kedua rekannya.


Setelah tiba di Relkha Hotel, Kandara menghubungi sahabatnya untuk mengabarkan bahwa dia telah tiba di lobby hotel. Manche memintanya untuk naik ke cafe yang berada di lantai 11, karena pertemuannya belum selesai.


"Kalau kau belum selesai pertemuan, aku kembali ke hotelku saja, Che. Nanti aku mengganggu pertemuanmu." Ucap Kandara yang masih di lobby. Dia merasa tidak enak, jika kehadirannya mengganggu pertemuan bisnis Manche.


"Ngga papa Dara, naik saja. Aku rindu sekali ingin bertemu denganmu dan ada yang mau aku titipkan untuk Tante. Mumpung kita bisa bertemu di sini dan ini aku sudah siapkan, kok." Ucap Manche, karena dia sangat rindu dan ingin bertemu dengan Kandara. Dia berpikir, mungkin sejenak mereka bisa duduk di cafe yang nyaman sambil melepaskan kangen.


Mereka telah bersahabat dari masih duduk di bangku sekolah menengah. Selanjutnya sampai kuliah, walau pun jurusan mereka berbeda. Tapi sampai sekarang mereka tetap bersahabat.


"Baiklah kalau begitu, aku akan ke atas menemuimu dan akan mengabarimu lagi setelah di sana." Kata Kandara sambil menuju ke lift.


Setelah tiba di pintu cafe dan melihat ke dalam ruangannya, Kandara merasa takjub dengan interior Cafe Relkha Hotel.


Suasananya sangat nyaman dengan tirai-tirai yang indah, meja kursi kayu yang bagus dan berhiaskan lampu-lampu hias nan cantik. Live musicnya menambah kesan mewah dan romantis. Kandara segera mengirimkan pesan kepada Manche untuk memberitahukan keberadaanya, karena dia tidak bisa melihat dimana sahabatnya.


Beberapa saat kemudian Kandara melihat Manche mendatanginya. Mereka langsung saling berpelukan dengan erat sambil tersenyum senang, karena sudah lama tidak bertemu.


Manche telah pindah dan berkarier di New York, Amerika dari 2 tahun lalu. Dia mengikuti orang tuanya dan ini adalah pertemuan mereka yang pertama setelah kepindahannya ke Amerika.


Beberapa hari lalu ketika Manche akan melakukan perjalanan bisnis ke Seoul dan telah mengetahui Kandara sedang berada di Seoul. Manche menghubungi Kandara dan membuat janji agar mereka bisa bertemu.


Maka ketika Manche melakukan pertemuan bisnis di hotel yang tidak jauh dari tempat tinggal Kandara, Manche meminta Kandara untuk datang ke tempat pertemuannya sebelum Kandara kembali ke Indonesia.


"Wuuaaah... Kau semakin cantik saja, Dara." Ucap Manche sambil mencium pipinya dan menatapnya dengan wajah happy.


"Bisa aja kau, Che. Kau itu yang makin, makin cantik n n n..." sambil menepuk pelan lengan Manche, kemudian mereka tertawa bersama.


Manche memiliki wajah campuran Asia, Eropa dan Amerika yang cantik dengan bentuk tubuh yang aduhai ditambah dengan kulit sawo matang eksotik, dia cantik dan seksi.


Kandara memiliki wajah asli Indonesia. Berkulit kuning langsat mulus, hidung manjung, mata hitam bening, rambut ikal lebat melewati bahu yang indah dengan bentuk tubuh yang tidak kalah aduhai.


Namun yang membuat banyak orang senang melihat Kandara adalah kelembutan, keramahan dan senyuman mata yang semakin mempercantik dirinya.


Kehangatan hatinya terujud dalam sikap dan ucapnya. Sehingga banyak orang dibuat terpesona, ketika bertemu dan bertukar sapa dengannya.


Kebaikan hatinya terlihat jelas bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam tindakan. Ucapan dan tindakannya yang selaras membuat banyak orang menyayanginya.


...°-° Kecantikan hati bisa membuat seseorang mempesona °-°...


Setelah melepaskan rasa rindu dan berkangen ria, Manche menggandeng tangan Kandara dan mengajaknya masuk ke dalam cafe. Kandara mengikutinya dengan hati yang senang.


"Yuuuk, mari kita masuk dulu. Aku akan mengambil bingkisan untukmu dan Tante. Ooh,  iyaa. Apa kabar, Tante?" Tanya Manche, mengingat Bu Selvine, Mamanya Kandara yang sangat disayanginya dan juga menyayanginya.


Selama ditinggal kedua orang tuanya untuk berkarier di Amerika, orang tua Kandaralah yang menjadi orang tua baginya di Indonesia. Karena dia harus menyelesaikan kuliah, baru menyusul orang tuanya ke Amerika.


"Puji Tuhan, Mama baik dan sehat, Che. Makasiiii..." ucap Kandara sambil menyandarkan pipinya ke pundak Manche sambil mengandeng tangan Manche.


"Tante masih sibuk dengan butiknya?" Tanya Manche lagi.


"Masih, Che. Beberapa waktu belakangan ini lumayan berkembang, sehingga Mama sudah menambah beberapa karyawan lagi." Jawab Kandara menjelaskan.


"Oooh iyaa, Che. Apa kabar Om Josua dan Tante Alicia." Ucap Kandara menanyakan kedua orang tuan Manche.


"Puji Tuhan, baik dan sehat juga. Hanya sekarang mereka lagi sibuk-sibuknya mengembangkan usaha di sana." Ucap Manche, Kandara mengangguk mengerti akan kedua orang tua sahabatnya itu.


"Maaf, Che. Aku tidak menitipkan sesuatu untuk Tante dan Om, karena aku tidak tahu akan bertemu denganmu di sini." Ucap Kandara lagi.


"Santai saja, Ra. Lain kali kita pasti akan bertemu lagi." Ucap Manche sambil mengusap lengan Dara.


Setelah tiba di mejanya, Manche memperkenalkan Kandara kepada beberapa orang yang ada duduk di mejanya sebagai teman bisnisnya. Ada lelaki dan perempuan. 'Melihat wajah mereka, mungkin dari Amerika dan Korea.' Batin Kandara.


Mereka terpesona dengan kecantikan dan keramahan wajah Kandara, mereka menanyakan dirinya kepada Manche. Kandara mengerti, karena mereka mempergunakan bahasa Inggris.


Tetapi Kandara lebih memperhatikan interior ruangan cafe yang sangat waoo... 'Cafe ini membuat orang betah berlama-lama menikmati suasana yang nyaman dan romatis.' Batin Kandara.


"Mau minum apa, Dara?" Tanya Manche mengalihkan perhatian Kandara dari rasa kekagumannya akan suasana cafe.


"Mmmm, ngga usa deh, Che. Makasiii... Aku pulang saja, karena penerbanganku pagi." Ucap Kandara, karena merasa tidak nyaman duduk ngobrol dengan Manche dan dilihat oleh rekan bisnisnya.


'Sebenarnya sih, aku masih ingin berlama-lama denganmu berbagi cerita, menikmati musik dan suasana cafe ini, tetapi tidak enak dengan rekan-rekanmu.' Ucap Kandara lagi dalam hati.


"Yaa, udah kalau begitu. Nanti kita telponan ya, ini titipanku buat Tante dan juga ada buatmu." Manche menyerahkan paper bag yang berisi paket untuknya.


"Makasiii, Che. Aku pamit ya, hati-hati." Ucap Kandara pelan sambil memeluk sahabatnya dengan hati sedih, karena mereka akan berpisah lagi. Tidak lupa juga, Kandara pamit kepada rekan bisnis sahabatnya.


"Kau juga, Dara. Hati-hati di jalan saat kembali ke hotel. Jangan lupa kabari aku setelah tiba di Indonesia." Ucap Manche sambil membalas pelukannya, dan mengusap punggungnya. Kandara mengangguk mengiyakan.


Setelah keluar dari cafe, Kandara melihat ada toilet di lantai itu. Dia segera ke toilet untuk melaksanakan rutinitas ke belakangnya. Agar tidak mengganggu dalam perjalanan pulang ke hotelnya.


Setelah selesai melakukan rutinitasnya, Kandara merapikan rambut dan dandanannya yang agak berantakan. Dari restaurant tadi dia terburu-buru menemui Manche, hingga tidak memperhatikan lagi dandanannya yang agak berantakan.


Kandara jadi malu mengingat tadi bertemu dengan Manche dan rekan-rekannya dengan penampilan yang  kurang rapih. Dia segera merapikan lagi baju dan rambutnya sebelum keluar dari toilet, karena ada bunyi air dari dalam toilet.


...°-° Persahabatan yang baik, tidak akan rusak oleh jarak dan waktu °-°...


...~***~...


...~●○♡○●~...