
Dibagian bumi yang lain ; Kedua anak Kandara telah berusia satu tahun. Mereka mulai pintar berinteraksi dengan orang sekitarnya. Di Ulang Tahun mereka yang pertama, Kandara tidak mengadakan pesta perayaan. Dia berdoa dan bersyukur bersama Mamanya di pagi hari, karena kedua anaknya bisa tumbuh dengan baik dan sehat.
"Dara, kalau mau undang teman-teman kantormu ngga papa. Mama akan masak yang agak banyak hari ini." Ucap Bu Selvine saat mereka sarapan di meja makan.
"Baik, Ma. Sekalian saja, Dara bilang untuk ulang tahun Dara. Jadi mereka bisa datang semua. Nanti sampai kantor, Dara info ke Mama." Kandara mengingat lima hari yang lalu adalah hari ulang tahunnya yang ke dua puluh empat.
Setelah tiba di kantor, Kandara melihat semua rekan-rekannya sudah berada di ruangan programmer. "Mas Mala dan Mas Toby, nanti sore datang ke rumah, yaa. Mama lagi masak buat ulang tahunku dan kembar." Ucap Kandara, sambil mendekati meja Mala dan Toby.
"Ok, nanti pulang kerja kami ke rumahmu." Ucap Mala dan Toby mengangguk mengiyakan.
"Apa kami berdua saja?" Tanya Toby, sambil melihat Kandara.
"Nggak, Mas. Semuanya diundang juga, karena sekalian dengan ulang tahun Dara lima hari lalu." Ucap Kandara sambil menunjuk rekan-rekannya.
"Kalau begitu, kau bilang Pak Ari. Siapa tau beliau mau ikut. Kalau yang lain, biar menjadi urusan Mala." Toby berkata, lalu melihat Mala dengan tersenyum.
Kandara langsung ke ruangan Pak Ari, sedangkan Mala yang menyampaikan kepada yang lain. "Teman-teman semua, yang mau makan gratis, nanti pulang kantor kita ke rumah Dara, yaa. Kita diundang makan, karena kembar ulang tahun yang pertama dan ulang tahun Dara lima hari lalu." Ucap Mala, sambil tersenyum.
"Asyiiik, kita akan bertemu kembar." Ucap Yeni dan Rina girang. Setelah Kandara keluar dari ruangan Pak Ari, dia mengetahui bahwa semua temannya akan datang. Hal itu langsung disampaikan kepada Mamanya.
Pada sore hari setelah pulang kantor, semuanya ke rumah Kandara dengan kendaraan masing-masing. Ada yang pakai mobil, ada yang pakai motor. Kandara ikut numpang mobil Toby.
"Dara, kau bahagia dengan apa yang kau jalani saat ini?" Tanya Toby, ketika Kandara telah duduk di dalam mobilnya.
"Iyaa, Mas. Puji Tuhan. Dara berbahagia bersama anak-anak dan Mama. Ini sudah cukup bagi Dara. Terima kasih juga, Mas mau luangkan waktu bersama anak-anak." Ucap Kandara dengan mata berembun.
'Yang penting kau menjalaninya dengan bahagia, aku akan melepaskanmu.'ย Toby membatin. Ketika Kandara meminta dia menjadi Papa Babtis anak-anaknya, Toby menyadari, Kandara menganggapnya tidak lebih dari seorang kakak baginya.
Yaaa... Toby telah melihat semua dengan cara yang berbeda, karena dia tahu Kandara menganggapnya dan Mala sebagai Kakak, sebagai keluarganya. Sehingga ketika diminta menjadi Papa Baptis bagi anak-anaknya, Toby merasa itu sudah lebih dari cukup.
"Iyaa, kalau ada perlu apa-apa, atau kesulitan sesuatu jangan segan-segan menghubungiku. Aku akan selalu membantumu dan anak-anak. Kalau kau dan anak-anak bahagia, aku akan merasa tenang dan juga bahagia. Ingat itu." Ucap Toby, yang telah merasa terharu. Kandara langsung menunduk, karena dia bisa merasakan kasih sayang Toby yang tulus baginya dan anak-anak.
'Maafkan, aku Mas Toby. Aku tidak bisa membalas kasih sayangmu dengan selayaknya.' Ucap Kandara dalam hati.
"Heeiii, kau kenapa? Sudah, jangan dipikirkan. Nanti saat turun, mereka kira aku sudah membuatmu sedih. Bisa-bisa Mala membuatku melihat kunang-kunang berjuta-juta." Ucap Toby, mencoba bercanda. Karena dia tahu, sedikit lagi Kandara akan menangis. Wajahnya sudah mulai memerah.
"Heheheee..." Kandara langsung tertawa mendengar candaan Toby.
"Dara, mereka sudah bisa minta kado belum? Aku belum sempat keluar cari kado untuk mereka." Ucap Toby mengalihkan pembicaraan.
"Yaaa, ampun Mas. Mereka belum bisa bicara, dan jangan terlalu banyak beli mainan untuk mereka. Aku dan Mama cape' ngerapiinnya." Ucap Kandara, sambil tersenyum.
"Kalau begitu, besok-besok aku akan ganti dengan yang lain." Ucap Toby santai.
"Astagaaa, bukan begitu Mas. Maksudnya, Mas jangan terlalu manjakan mereka. Nanti mereka ngga mendengarku." Ucap Kandara, lebih tenang.
"Ooh, kalau yang itu, kau bilang saja padaku. Ngga usah, ngga enakan samaku. Biar tidak bentrok denganmu." Ucap Toby, mulai mengerti.
"Siiiip..." Ucap Toby, sambil menepuk bahu Kandara pelan.
Setelah sampai di rumah, teman-temannya sudah mulai berdatangan. Kandara langsung membantu Bu Selvine di Dapur untuk menyiapkan makan malam.
Teman-teman kantornya senang sekali di undang oleh Kandara. Karena selain bisa makan malam yang lezat, mereka bisa puas bermain dengan Efraim dan Efrima, nama anak-anak Kandara yang makin tampan dan cantik menggemaskan.
Kedua anak Kandara telah dibaptis pada usia delapan bulan, di saat hari Natal di akhir Tahun lalu. Karena Manche mempergunakan libur Natal dan Tahun Baru untuk pulang ke Indonesia. Jadi bisa sekalian berlibur dan hadir saat anak-anak Kandara dibaptis.
Manche dan Toby menjadi Ibu dan Bapak Baptis bagi Efraim dan Efrima. Toby menerima dengan senang hati, ketika Kandara memintanya untuk menjadi bapak baptis bagi anak-anaknya.
Sedangkan Manche menjadi ibu baptis atas permintaannya sendiri ketika mereka lahir. Sehingga waktu baptisnya Kandara harus berdiskusi dengan Manche, agar bisa datang ke Indonesia.
Pada saat Efraim dan Efrima dibaptis, Lucha ada hadir beribadah. Mengetahui Kandara memiliki anak kembar dan sedang dibaptis dia ingin mengucapkan selamat, tetapi dibatalkannya karena melihat Manche tidak menjauh dari Kandara. Begitu juga dengan Bu Selvine dan Toby. Hal itu membuatnya menjauh dari mereka.
Lucha tidak menyangka, Kandara menjalani semuanya dengan sukacita. Kebahagiaan di wajahnya bukan sesuatu yang dibuat-buat. Dia terlihat sangat sukacita menjadi seorang Ibu.
Semua ucapan miring yang sering dilontarkan oleh orang di sekitarnya tidak mempengaruhinya sama sekali. Dia mengabaikan dan membungkam mulut banyak orang dengan caranya sendiri.
Hal itu membuat Lucha ingin bertemu dengannya. Tetapi Kandara selalu punya cara menghindarinya. Kandara tahu, Lucha tidak bisa mengontrol mulutnya. Dia tidak ingin merusak hatinya dengan mendengar ucapan Lucha.
Setelah selesai makan malam, teman-temannya melanjutkan dengan bermain bersama sikembar. Terutama Yeni yang lebih monopoli bermain dengan Efraim, karena dia sangat tampan.
"Yeniii, gantian dengan yang lain. Memangnya hanya kau sendiri yang pingin menggendonya." Rina protes, lalu hendak mengambil Efraim, tetapi Yeni menghindarinya.
"Dara, nanti kau bagikan resep untukku, cara membuat anak yang tampan begini, yaaa." Yeni berkata sambil menjauh dari Rina. Hal itu membuat Rina kesal dan cemberut. Tetapi teman yang lain melihatnya dengan wajah tersenyum dan heran.
"Astagaaa, Yeniii. Kau kira buat anak seperti biking adonan kue? Makanya jangan hanya belajar codingan." Mala ngeledekin Yeni, yang lain jadi tertawa.
"Lebih baik kau kursus mandiri bersama Mas Toby. Siapa tahu hasilnya sama bagusnya." Ucap Pak Ari, karena tahu Yeni ada hati dengan Toby.
"Wuuuuaah... Usul yang bagus, Pak Ari." Ucap Yeni, dan disambut tawa riuh teman-temannya.
"Wuuuaaah... Aku ngga bisa mandiri, Pak. Biasanya dibantu Mala, dia pakarnya. Heheheee." Toby tertawa, sambil sambil melihat Mala. Kandara dan Bu Selvine tersenyum mendengar canda tawa mereka semua.
Setelah puas bermain dengan sikembar, teman-teman Kandara pamit pulang. Tinggallah Mala dan Toby yang masih be'tah bermain dengan kembar. "Tidak terasa mereka telah berusia satu tahun, yaa. Padahal seakan-akan mereka baru lahir beberapa waktu yang lalu." ucap Mala, dan Toby mengiyakan sambil memandang Efraim dan Efrima.
"Iyaaa, waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa mereka sudah besar." Ucap Toby, sambil menyentuh pipi kembar.
"Iyaa. Aku jadi ngga sabar, melihat mereka besar. Pasti jadi rebutan seperti Om Mala dan Om Toby." Ucap Mala tersenyum. Toby langsung menepuk bahu Mala, dan ikut tersenyum.
"Yuuuk, mari kita pulang. Agar mereka bisa istirahat." Ajak Toby, dan Mala tersenyum mengiyakan. Setelah semuanya pulang, rumah kembali sepih. Bu Selvine dan Kandara berdoa bersyukur untuk hari yang luar biasa yang Tuhan jadikan bagi mereka.
*- Tuhan selalu punya cara membahagiakan setiap orang yang mengandalkan-Nya -*
โกโข~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... ๐๐ป Makasih~โขโก