
Setelah pemberitaan TV AA tentang pembuatan MV Darel, semua akun yang berkata buruk tentang MV Darel dibully oleh para netizen.
Akun OB yang memposting ucapan terima kasih kepada Darel mendapat pujian dari netizen. Banyak pihak juga memuji keberaniannya untuk menyampaikan kebenaran.
Dengan peristiwa tersebut, Lagu Natal Darel menjadi booom... Darel diperbincangkan lagi secara positif. Dia kembali sibuk, diundang wawancara dan bernyanyi di berbagai acara musik.
Hal tersebut membuat para petinggi MD Entertaiment dan Manager Melo kepanasan. Sehingga Manager Melo menelpon Darel dan member yang lain untuk hadir dalam pertemuan yang diadakan di gedung MD Entertaiment.
Sesuai waktu yang di tentukan, Darel datang bersama Asisten dan Managernya ke kantor Agency. Sesampai di sana, tiga member termuda telah datang dengan Manager masing-masing. Belum terlihat Baek dan Managernya, begitu juga dengan Manager Melo.
"Kak, Darel. Selamat untuk singlenya, yaa." Ucap David, ketika Darel masuk ke dalam ruangan meeting. Begitu juga dengan Hwa dan Chih. Mereka ikut mengucapkan selamat kepada Darel.
"Ok, Thank u." Darel membalas ucapan selamat dari David, Hwa dan Chih. Kemudian Darel duduk di depan mereka dan menanyakan kegiatan mereka di luar kegiatan Melo. Karena kalau ada kegiatan Melo, Darel pasti tahu.
"Kami tidak ada kegiatan, Kak. Kami hanya menunggu kegiatan dari Agency, karena banyak kegiatan Melo yang dibatalkan." Ucap David. Mendengar hal itu, Darel hanya memandang mereka bertiga satu per satu.
Darel juga memandang Manager mereka dengan heran, karena mereka tidak memiliki aktivitas di luar kegiatan Melo. Hal ini membuat Darel agak kesal terhadap Manager Melo.
Tidak lama kemudian, Baek datang bersama Managernya. Dia tidak melihat kearah Darel. Dia hanya memberikan salam secara acak, dan duduk berjauhan dari member yang lain. Tetapi Darel melihatnya dengan berbagai rasa di hati. Baek tidak menyadari, Darel telah mengetahui perbuatan buruknya.
Manager Melo masuk ke ruangan meeting. Ketika melihat semua member Melo telah berkumpul, Manager Melo langsung memulai pertemuan.
Manager Melo memandang member Melo satu persatu dan tertegun, ketika melihat Darel sedang memperhatikannya dengan wajah yang serius. "Hari ini kita bertemu khusus untuk membicarakan kegiatan member Melo. Karena ada member Melo yang merilis lagu sendiri tanpa membicarakannya dengan kami." Ucap Manager Melo.
Baek tersenyum sinis dan itu tidak luput dari perhatian Darel. Ketiga member yang lain hanya diam. Begitu pun dengan para Manager yang duduk di dalam ruangan tersebut.
"Pak Manager, alangkah baiknya langsung menyebut nama saya, tidak perlu mengatakan ada member Melo. Karena member Melo yang lain tidak ada aktivitas sama sekali." Ucap Darel, sengaja menyentil Manager Melo karena member Melo tidak memiliki kegiatan.
"Baguslah, kalau kau menyadarinya." Ucap Manager Melo, sambil menatap Darel dengan wajah gusar. Melihat tatapan Manager Melo, Darel balik menatapnya dengan serius dan dingin.
"Baik. Kalau begitu sebelum kita berbicara, mari kita garis batas yang jelas. Sudah bisa saya pastikan, anda adakan pertemuan ini untuk berbicara tentang saya." Ucap Darel sambil terus menatap Manager Melo.
"Sekarang anda mau berbicara tentang saya sebagai member Melo atau sebagai Darel Kei?" Tanya Darel serius.
"Tentu saja sebagai member Melo. Karena kau adalah member Melo." Jawab Manager Melo.
"Kalau anda mau bicara tentang saya sebagai member Melo, sepertinya anda yang harus menjawabnya sendiri. Karena Manager saya tidak mengatakan kepada Asisten saya bahwa ada schedule untuk member Melo, dari Agency." Ucap Darel, tetap serius.
"Tetapi kau baru saja merilis single." Ucap Manager Melo lagi. Mendengar yang dikatakan Manager Melo, Darel tersenyum, pahit.
"Kalau anda mau membicarakan single saya, berarti anda bukan berbicara tentang member Melo tetapi saya sebagai Darel Kei. Apakah anda mau mengakui itu?" Tanya Darel serius dan terus menatap Manager Melo.
"Apa pun itu, kau tersangkut dengan Melo." Ucap Manager Melo lagi, sambil mengibaskan kedua tangannya ke udara.
"Menyangkut nama baik Melo, memang saya tersangkut. Kami harus menjaga nama baik Melo. Tetapi untuk kreaktivitas, kami tidak terikat." Ucap Darel, tetap serius.
"Dan anda harus tahu, ketika saya merilis single saya, itu bukan sesuatu yang saya lakukan secara asal. Seharusnya anda membaca kontrak kerja Melo sebelum mengadakan pertemuan ini." Ucap Darel tegas.
"Anda sebagai Manager Melo, tetapi tidak tahu apa-apa tentang kontrak kerja Melo dan tidak berbuat apa-apa untuk member Melo. Seharusnya saya bertanya, apa yang anda lakukan ketika Melo sedang terpuruk saat ini?" Ucap Darel mulai tidak suka dengan sikap Manager Melo.
Mendengar apa yang dikatakan Darel, Manager Melo jadi emosi. "Jangan asal bicara, mana mungkin Manager Melo tidak tahu kontrak kerja Melo dengan Agency?"
"Dan sekarang saya sedang berusaha, agar Melo bisa beraktivitas lagi. Kau yang tidak datang ke sini." Ucap Manager tidak mau malu di hadapan member Melo dan para Managernya.
"Jadi anda mengatakan saya telah melanggar kontrak kerja?" Tanya Darel sambil menatap Manager Melo. Ketiga member Melo termuda juga ikut melihat Manager Melo. Baek hanya diam, tanpa melihat ke arah Darel.
"Sudah pasti, kau telah melanggar kontrak kerja." Jawab Manager, tetapi nada suaranya agak ragu dan tidak meyakinkan.
Melihat dan mendengar jawaban Manager Melo yang ragu-ragu, Darel tersenyum tipis. Darel sangat yakin, karena pengacaranya telah meneliti kontrak kerja Melo.
"Saya sarankan anda untuk memeriksa kontrak kerja Melo lagi, setelah itu baru kita kumpul dan berbicara. Karena saya sudah katakan, saya tidak melakukan sesuatu secara asal." Ucap Darel.
"Tetapi, jika anda yakin saya telah melanggar kontrak kerja dan mau menuntut saya, yaa, silahkan... Silahkan menuntut, saya akan terima konsekuensinya." Ucap Darel lagi dengan wajah serius.
"Apa kau kira kami tidak bisa menuntutmu?" Ucap Manager Melo emosi.
Melihat dan mendengar ucapan Maneger Melo, Darel jadi ikut emosi. "Ooh iyaa. Bisa, bisa sekali anda menuntut saya. Oleh sebab itu, saya persilahkan anda menuntut saya." Ucap Darel dengan wajah mulai memerah.
"Sekalian juga anda tambahkan satu point tuntutan lagi, pembayaran finalti. Karna saya akan keluar dari Melo. Jadi mulai sekarang anda bisa menghitung finaltinya." Ucap Darel semakin emosi mendengar ucapan Manager Melo.
"Eehh, jangan sombong. Kau kira dengan channelmu itu, kau bisa membayar finaltimu?" Tanya Manager marah dan lepas kontrol. Setelah keceplosan dia sadar dan mulai panik. Tetapi Baek tersenyum senang mendengar apa yang dikatakan oleh Manager Melo. Inilah yang ditunggu-tunggunya.
Mendengar apa yang dikatakan Manager Melo, wajah Darel membeku. Dia menatap Manager dengan dingin dan serius. Melihat wajah Darel seperti itu, ketiga member Melo termuda tertegun.
"Karena anda telah mengatakan saya sombong, saya akan membantu anda untuk menghitung finaltinya." Ucap Darel sambil memberikan kode untuk Hyun menghubungi pengacaranya.
"Eeeh, jangan begitu Darel. Kita bisa bicara baik-baik." Ucap Manager lagi, teringat akan ucapan Pak Yoon, dia menjadi panik.
"Biarkan saja kalau dia mau keluar, Pak Manager. Bukankah itu yang anda inginkan." Ucap Baek dengan seringai sinis. Tetapi Darel tidak menggubrisnya.
"Tutup mulutmu..." Ucap Manager Melo makin panik mendengar ucapan Baek.
Kemudian, Asisten Darel memberikan ponselnya setelah tersambung dengan pengacaranya. Darel berbicara di depan mereka semua.
"Selamat siang Pak, kontrak kerja Melo ada pada bapak bukan? Tolong bapak hitung finaltinya jika sekarang saya keluar dari Melo. Baik Pak, terima kasih." Ucap Darel mengakhiri pembicaraannya.
"Maaf, Darel. Tadi saya kelepasan bicara. Mari kita bicara lagi baik-baik." Ucap Manager Melo setelah melihat Darel hendak berdiri. Melihat itu, Baek menjadi kesal.
"Kenapa anda minta maaf, Pak Manager. Biarkan saja. Dia cuma menggertak, mana mungkin bisa membayar finaltinya." Ucap Baek terus dengan seringai sinisnya.
"Sudah ku bilang, tutup mulutmu...! Memangnya dia sepertimu yang hanya menghabiskan uang di bar atau diskotik atau dengan wanita-wanita yang tidak jelas itu?" Ucap Manager melapiaskan amarahnya kepada Baek, karena Manager Melo semakin khawatir melihat wajah Darel yang dingin dan serius.
*- Orang miskin ide, cendrung tidak kreaktif -*
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡