Me And You For Us

Me And You For Us
Melahirkan.



Di bagian bumi yang lain ; Setelah melewati liburan Natal dan Tahun Baru, Kandara dan rekan-rekannya kembali disibukkan dengan perkerjaan yang telah menumpuk.


Sehingga tidak terasa, waktu berlalu dengan cepat dan perut Kandara juga makin membesar. Karena dia mengandung anak kembar.


Kandara telah melewati bulan ketujuh masa kehamilannya. Sehingga Kandara dan Bu Selvine mulai sibuk mempersiapkan perlengkapan bayi yang dibutuhkan.


"Dara, nanti akhir pekan kau ikut Mama ke butik, yaa. Kau pilih perlengkapan bayi yang kau suka untuk kembar." Ucap Bu Selvine, ketika menjemput Kandara pulang dari kantor.


Sekarang Bu Selvine setiap hari mengantar dan menjemput Kandara. Karena Bu Selvine agak kuatir dengan perutnya yang mulai membesar.


"Baik, Ma. Sabtu ini saja kita ke butik untuk memilih perlengkapan bayi. Apakah boksnya kita harus beli dua atau satu saja, Ma?" Tanya Kandara mengingat tempat tidur bayinya.


"Baiknya satu saja, tapi nanti Mama pesan dari rekanan Mama yang agak besar. Kasur dan isi lainnya nanti karyawan Mama yang buat." Ucap Bu Selvine, sambil mulai memikirkan desain boks untuk cucu-cucunya.


Hampir semua baju hamil dan perlengkapan bayi Kandara dari butik Bu Selvine. Hanya boks bayi yang mereka beli dari tempat lain, karena butik Bu Selvine tidak menyediakan boks bayi. Sehingga harus memesan boks dari rekanan usaha Butik Bu Selvine.


Setelah melewati usia kandungan 7 bulan, Manche sering melakukan VC untuk mengetahui kondisi Kandara dan bayinya. Tidak lupa juga, Kandara memberitahukan waktu perkiraan melahirkan yang disampaikan dokter untuk Manche. Dia akan datang ke Indonesia seperti yang pernah dijanjinya.


Kandara sedang menyelesaikan pekerjaan sebisanya, sebelum mengambil cuti melahirkan. "Dara, ada apa? Apakah perutmu sakit?" Toby, mengirim pesan kepada Kandara saat melihat wajahnya meringis.


"Ngga Mas. Sepertinya ada yang ajak main tendang-tendangan." Balas pesan Kandara, disertai emoticon senyum.


"Wuuaaahh. Mala menang, dong." Balas Toby disertai emoticon tertawa.


"Sssttt... Ada yang perhatikan." Balas Kandara disertai emoticon jari di bibir.


"Daraaa, kenapa kau senyum-senyum?" Tanya Mala yang mulai curiga, melihat Kandara dan Toby senyum-senyum sendiri.


"Ngga, sih Mas. Karna ada yang terjadi dengan perutku, jadi mikir. Kalau anakku laki-laki diajak apa sama Mas Mala, ya." Ucap Kandara sambil tersenyum bebas pada Mala.


"Oooh, pasti aku akan ajak dia mancing." Ucap Mala, serius.


"Hahahaaaa..." Toby tertawa lepas, karena sudah menahan ketawa dari tadi.


"Tobiaaass, mengapa kau tertawa lupa diri begitu. heheheee..." Ucap Mala, tapi ikutan tertawa.


"Malakaaa. Mengkhayal tuu, pake aturan. Anak kecil diajak mancing. Bukannya kau dapat dapat ikan, tapi kurusss... Karna harus nguber anaknya Dara." Ucap Toby yang masih tertawa.


"Hehehee, abis ngajak kau mancing ngga asyiiikk. Kerjanya tidur muluuu..." Ucap Mala curhat, tetapi juga tertawa.


"Tapi kau senang kan, bisa narik pancinganku. Karna pancinganku yang sering dimakan ikan." Toby ledekin Mala, mengingat acara mancing mereka.


"Ko', kau tau?" Tanya Mala sambil melihat Toby dengan serius.


"Yaaa, taulah. Aku cuma pura-pura ngorok. Biar kau senang narik ikannya." Ucap Toby sambil berdiri dan berlari, karena dikejar Mala.


Semua tertawa melihat Mala dan Toby saling memukul. "Eeehh, ada apa ini...?" Tanya Pak Ari yang keluar ruangan, karena mendengar ribut-ribut. Mala dan Toby langsung berhenti dan kembali ke mejanya.


*((**))*


Setelah mendekati waktu melahirkan, Kandara mengambil cuti melahirkan. Dia mendapatkan cuti tambahan melahirkan. Dia mengambil cuti tersebut menjelang melahirkan, agar bisa memiliki waktu cuti yang lama untuk merawat bayinya setelah melahirkan.


Kandara sudah cuti di rumah untuk menunggu waktu melahirkan. Ketika Kandara merasakan perutnya mulai sakit, dia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Dia memegang perutnya dan berdoa memohon kekuatan Tuhan.


Ketika merasa sakit lagi, Kandara mengambil jacket Darel dan memeluknya. Rasa sakitnya sejenak mulai berkurang. Hal itu sering dilakukan Kandara menjelang waktu melahirkannya.


Tetapi ketika hal itu terjadi lagi dan dengan cepat merasa sakit kembali, Kandara menggantung jacket Darel. Dia memanggil Mamanya untuk memberitahukan kondisinya.


Bu Selvine langsung membawa Kandara ke Rumah Sakit. Bu Selvine telah menyiapkan semua keperluan Kandara di dalam mobil. Sehingga ketika Kandara mulai merasa sakit, Bu Selvine langsung membawanya ke Rumah Sakit. Setelah Kandara cuti melahirkan, Bu Selvine tidak pernah ke butik lagi. Beliau hanya di rumah menemani Kandara.


Ketika Manche tiba dari Amerika, Kandara telah dirawat di Rumah Sakit. Karena dia hamil anak kembar, Bu Selvine meminta dokter agar Kandara di rawat saja, setelah mulai ada kontraksi dan tanda pembukaan.


Jadi ketika Manche tiba dari Amerika, dia hanya meletakan koper di hotel dan langsung menuju ke Rumah Sakit. Dia telah reservasi hotel yang dekat dengan Rumah Sakit tempat Kandara melahirkan. Karena Kandara telah mengirim pesan untuknya, bahwa dia sudah dirawat di Rumah Sakit menunggu kelahirannya.


Setelah tiba di Rumah Sakit, Manche memeluk Kandara dengan terharu. Dia tidak bisa berkata apa-apa, hanya memeluk dan mengusap punggungnya. Manche menemani Bu Selvine di Rumah Sakit untuk menunggu Kandara melahirkan. Mereka menunggu sambil berdoa, karena Kandara akan melahirkan secara normal.


Manche dan Bu Selvine menggenggam tangan Kandara untuk memberi kekuatan baginya. Bu Selvine berdoa bersama Kandara dan Manche.


Ketika berbicara dengannya, Manche melihat mata Kandara berembun. Manche tahu, Kandara sedang berjuang menguatkan hatinya. Dia tidak bisa berbohong, dia sedang merindukan ayah anak-anaknya untuk berada di sampingnya.


"Kuatkan hatimu, dia dekat denganmu, karena ada di hatimu. Jadi harus kuat dan semangat. Aku dan Tante tunggu di luar, tetapi Tuhan ada bersamamu." Bisik Manche dan memeluk Kandara, erat.


Menjelang Subuh, Kandara telah merasa sangat sakit, sehingga dokter datang memeriksanya dan mengatakan bahwa Kandara telah siap untuk melahirkan.


Bu Selvine dan Manche tunggu di depan ruang melahirkan. Mereka tunggu dalam diam dan tidak henti-hentinya berdoa. Setelah terdengar suara tangisan bayi, Bu Selvine dan Manche berpelukan sambil menunggu panggilan dari ruang melahirkan. Mereka sudah tidak sabar melihat Kandara dan bayinya.


"Keluarga Ibu Kandara Suwendra, bayinya telah lahir. Bayi kembar laki-laki dan perempuan. Berat masing-masing 3,0 kg; panjang 57, cm. Kondisi bayi, lengkap." Ucap Suster menjelaskan.


"Puji Tuhan. Bagaimana keadaan Ibunya, Suster?" Bu Selvine bersyukur, dan menanyakan kondisi putrinya. Karena Suster tidak memberitahukannya


"Ibu bayi dalam kondisi baik, sedang dalam pemulihan. Nanti kalau bayi dan Ibunya sudah bisa dijenguk, akan kami beritahukan lagi." Ucap Suster lagi.


"Terima kasih, Suster." Ucap Bu Selvine dan Manche bersamaan.


"Puji Tuhan. Aku jadi tidak sabar ingin melihat mereka." Ucap Mance bersyukur dan bersukacita, mengetahui Kandara telah melahirkan dengan segala baik.


"Tante juga sayang. Tante tidak sabar melihat Cucu-cucu Tante." Ucap Bu Selvine lagi dengan mata berkaca-kaca. Setelah diijinkan melihat putri dan Cucu-cucunya, kembali Bu Selvine bersyukur dalam deraian air mata.


Begitu pun dengan Manche, tiada hentinya bersyukur dan mencium Kandara. "Selamat ya, sayang. Anak-anakmu sangat cantik dan tampan." Ucap Manche dan mencium Kandara lagi


*- Awal kehidupan di dunia, sering disambut dengan suara tangisan bahagia -*


β™‘β€’~Jangan lupa like, komen, vote danΒ  favorit, yaa... πŸ™πŸ» Makasih~β€’β™‘