
...~•Happy Reading•~...
Mikha setuju dan memberikan ide atau saran untuk perubahan studio Darel. "Di lantai tiga tidak ada perubahan? Biar sekalian dikerjakan perubahannya." Ucap Mikha.
"Iyaa, kau benar. Tolong buatkan ruang kerja untuk asistenku berdampingan dengan ruang kerjaku." Ucap Darel, karena selama ini di lantai tiga hanya terdapat ruang kerja Darel dan kamar pribadinya. Sehingga hanya Darel yang memiliki akses ke lantai tiga.
"Sekalian buatkan akses lift untuk asistenku, agar bisa ke lantai tiga. Sedangkan Managerku, biarkan jadi satu ruangan dengan yang kelola channel." Ucap Darel, dan Mikha mengangguk mengerti.
"Oooh, iya Mikha, Nanti aku menjemputmu untuk bersama-sama ke kantor Daddy." Ucap Darel, sambil mengantar Mikha ke mobilnya.
"Ok. Kalau sudah jalan, kasih tau aku." Ucap Mikha, lalu naik ke mobilnya. Darel mengangguk mengiyakan, karena setuju dengan Mikha.
Setelah itu, Mikha kembali ke kantor untuk menyiapkan apa yang diperlukan oleh tim kelolah channel youtube Darel. Dia mau membentuk tim secara permanen dan menyelesaikan pekerjaan lainnya.
Tidak lama kemudian, Hyun menelpon Darel untuk mendiskusikan schedule nya. Perkembangan terbaru membuat dia harus mengatur ulang schedule pribadi Darel bersama Manager. Agar Manager Darel dapat mengaturnya dengan Manager Melo.
Ada beberapa Stasiun TV yang ingin mewawancarai Darel secara live. Begitu juga dengan beberapa channel youtube. Para youtuber juga sudah telpon untuk meminta kesediaan Darel.
"Baiklah. Nanti kita bicarakan setelah makan siang, karena saya sudah ada janji makan siang." Ucap Darel, dan hendak mengakhiri pembicaraan.
"Apakah hari ini tuan muda bisa wawancara live di Stasiun TV AA, pada jam 10 nanti?" Tanya Hyun, mengingat permintaan Stasiun TV AA.
Ketika melihat jamnya masih bisa memungkinkan sebelum makan siang, Darel menyetujuinya. "Baik, kalau begitu kita bertemu di sana satu jam dari sekarang." Ucap Darel.
"Tetapi kau tolong ke sana terlebih dulu untuk membicarakan dengan pihak Stasiun TV. Saya hanya mau berbicara tentang apa yang saya upload di channel youtube. Saya tidak bersedia kalau berbicara tentang Melo." Ucap Darel menegaskan.
"Setelah itu, beritahukan hasilnya kepada saya. Apakah mereka setuju atau tidak. Agar saya tahu, harus kesana atau tidak." Ucap Darel.
"Baik, tuan muda." Ucap Hyun mengerti, lalu Darel mengakhiri pembicaraan mereka.
Darel segera mandi dan mempersiapkan dirinya dengan celana jeans hitam dan kemeja santai. Tidak lupa juga, dia membawa jas untuk berjaga-jaga. Di perjalanan, Hyun mengatakan bahwa pihak Satasiun TV AA setuju dengan permintaan Darel. Mereka hanya akan bertanya seputar musik Darel di youtube yang lagi viral.
Sesampainya disana, Darel dipersiapkan di ruang makeup menjelang waktu yang ditentukan. Darel tetap mengenakan kemejanya tanpa jas, karena wawancaranya santai.
Di tempat yang lain, Pak Darpha terkejut ketika melewati lobby kantor dan melihat putranya sedang diwawancarai di TV AA. Pak Darpha langsung menelpon Bu Richel yang ada di rumah untuk menonton TV AA.
Mereka sudah sering melihat Darel di TV, tetapi tidak sendiri. Selalu bersama member grup Melo lainnya. Bu Richel di rumah juga merasa senang dan bangga melihat sikap putranya yang sopan, hangat dan rendah hati ketika menjawab semua pertanyaan yang ditujukan kepadanya.
Mikha yang sedang di kantor terkejut, melihat Darel sedang diwawancarai di TV AA. Karena tadi pagi ketika bersama Darel, mereka tidak membicarakannya.
Pihak MD Entertaiment, Manager Melo, dan member Melo yang lain juga terkejut melihat Darel sedang diwawancarai di TV AA. Mereka kecewa, karena Darel tidak mengatakan apa pun kepada mereka. Tetapi ketika sampai selesai wawancara, mereka menyadari Darel tidak membicarakan Melo. Darel hanya menjelaskan dan berbicara tentang musik dan lagu di channel youtube nya.
Di bagian bumi yang lain, Kandara yang sedang menjalani masa istirahat di rumah juga melihat wawancara Darel lewat youtube. Hatinya sangat senang, hanya bisa berbicara dengan kedua anaknya.
"Kids, lihatlah Daddy kalian sedang di wawancara. Daddy kalian selain tampan, sangat sopan dan rendah hati." Ucap Kandara sambil mengelus perutnya. Mari kita menontonnya lagi, agar kalian bisa mengenal daddy dan belajar darinya.
...°-° Sebuah kebaikan selalu punya cara melambungkan yang melakukan kebaikan °-°...
Melihat reaksi positif para penonton tentang wawancara tersebut, Darel bersyukur. Terbesit sebuah harapan di hatinya, semoga apa yang dilakukannya, perlahan dapat mengobati rasa kecewa Melons terhadap Mini Album Melo.
Darel menemui Hyun untuk membicarakan schedule selanjutnya. "Tuan muda, ada beberapa realiti show menghubungi saya, mungkin tuan muda bersedia hadir di acara mereka." Ucap Hyun sambil berjalan ke tempat parkir.
"Tolong atur dengan Manager, jangan sampai berbenturan dengan kegiatan Melo." Darel mengingatkan Hyun, agar semua berjalan baik.
"Baik, tuan muda." Ucap Hyun hormat.
"Sekarang kau kembali ke studio, tunggu saya di sana. Tolong lihat dan bantu yang kelola channel. Semua perkembangan tolong email ke saya, karena saya tidak mau diganggu sepanjang siang ini." Ucap Darel lagi.
"Baik, tuan muda." Jawab Hyun lagi, dan mereka berpisah.
Darel mengirim pesan kepada Mikha, bahwa dia akan memjemputnya. Dia langsung memacu kendaraannya untuk menjemput Mikha, karena dia tidak ingin mengecewakan Daddynya. Wajah dan permintaan Daddynya terus terngiang dan membekas di hatinya.
Ketika bertemu dengan Mikha, Darel dihujani dengan banyak pertanyaan. "Kenapa tadi pagi, tidak katakan akan ada wawancara live di TV? Mau membuat surprise untukku?" Tanya Mikha.
"Sedikit, tetapi tidak juga." Jawab Darel tersenyum sambil menggerakan jarinya.
"Tadi setelah kau pulang, Hyun telpon dan menanyakan kesediaanku untuk acara tersebut. Melihat jamnya dan mereka setuju tidak ada pertanyaan tentang Melo, ya, aku terima. Karena menurutku, jamnya masih keburu untuk bertemu dengan Daddy." Ucap Darel lebih lanjut.
"Tadi aku khawatir soal itu, jangan sampai ada bawa nama Melo. Biar tidak perlu membuang energi untuk ribut." Ucap Mikha, dan Darel mengangguk mengerti.
"Ooh iya, mari kita lupakan itu dulu. Kita berbicara tentang Daddy, mengingat ucapan Daddy tadi pagi. Aku sangat terkejut, ketika mendengarnya." Ucap Darel
"Kita selama ini bekerja keras, berjuang untuk membuktikan kepada Daddy, bahwa kita bisa membangun usaha sendiri." Ucap Darel lagi.
"Ternyata yang dibutuhkan Daddy, hanya kehadiran kita dan pengakuan seorang anak terhadap orang tuanya. Makanya, aku langsung bilang akan ke kantor untuk mengajaknya makan siang." Ucap Darel lebih lanjut.
"Kau benar, tadi ketika melihat wajah Daddy ketika mengucapkan itu, aku jadi merasa telah menjadi anak yang egois selama ini. Tidak memikirkan perasaan dan hati orang tua." Ucap Mikha.
"Selama ini kita berusaha untuk menjadi anak yang membanggakan, tetapi kita lupa untuk memberikan sedikit waktu untuk bersama mereka." Ucap Mikha lagi
"Iyaa, kita berusaha menjadi anak yang bisa dibanggakan, tetapi kita lupa menunjukan bahwa kita juga bangga memiliki mereka, dan bangga akan kerja keras mereka." Ucap Darel.
"Aku bersyukur tidak terlambat menyadari hal itu. Makanya aku kosongkan semua kegiatan sepanjang siang ini, agar bisa bersama Daddy." Ucap Darel lagi.
"Aku pun telah melakukan hal yang sama. Telah batalkan semua janji pertemuan. Aku telah menyiapkan ruangan di restaurant kita untuk makan siang. Semoga bisa menyenakan hatinya, walaupun Daddy tidak tahu itu milik kita." Ucap Mikha.
"Thanks, Mikha. Aku juga bersyukur, kita bisa mentraktirnya makan siang hari ini. Semoga itu menyenangkan hatinya." Ucap Darel.
Sementara di kantor Jion Comp. Pak Darpha sedang menonton kembali video Darel di youtube. Hal itu membuatnya tersenyum dengan mata berembun. 'Ternyata putraku bukan hanya seorang boyband, tetapi memiliki kemampuan lain yang tidak terlihat selama ini.' Pak Darpha membatin. Karena Darel tidak pernah menunjukan kebisaannya di depan orang tuanya.
Tidak lama kemudian ada ketukan di pintu dan mengatakan bahwa Nyonya telah datang. Pak Darpha telah menelpon istrinya untuk datang, agar bisa makan siang bersama anak-anak.
Pak Darpha telah membatalkan beberapa rapat sepanjang siang ini, karena ingin menikmati waktu bersama keluarganya. Kesempatan yang sangat langka, mengingat kesibukan dirinya dan Darel dengan grup Melonya.
...°-° Kadang seseorang bisa melupakan hal besar, ketika fokus mengejar hal kecil °-°...
...~***~...
...~●○♡○●~...