Me And You For Us

Me And You For Us
MD Entertaiment.



...~•Happy Reading•~...


Sebelum sarapan dengan Mommynya, Darel telah menghubungi Managernya, agar segera ke Agency. Karena hari ini, dia akan datang ke sana. Kemudian dia juga menghubungi Asistennya. "Hyun, tolong jemput saya di rumah ya, dan jangan lupa mampir ke studio ambil rekaman lagu saya." Ucap Darel.


"Baik, tuan muda." Jawab Hyun senang, karena Darel telah menghubunginya dan mereka akan ke studio.


Mereka terakhir bertemu, hari Jumat Minggu lalu. Darel hanya mengatakan padanya : 'saya merasa sedang kurang sehat, jadi ingin sendiri.' Setelah itu, Darel tidak merespon panggilannya.


Apalagi hari Sabtu, Darel ada schedule pertemuan dengan pihak Agency. Hal itu membuat dia dan Manager kelabakan menjawab telpon dan pertanyaan dari pihak Agency. Karena Darel tidak merespon panggilan atau pesan dari mereka juga.


Setelah tiba di gedung MD Entertaiment, Managernya yang telah menunggu, mendekatinya dengan wajah senang dan juga khawatir. "Tuan muda, anda baik-baik saja?" Tanya Manager, ketika melihat mata Darel yang tidak cerah.


"Its, Ok." Ucap Darel sambil menepuk pelan pundak Managernya.


Ketika Manager mau berucap lagi, Hyun memberikan isyarat untuk tidak meneruskan ucapannya. Karena Hyun tahu, Manager Darel agak khawatir dengan situasi yang sedang terjadi di Agency dan akan menyampaikannya kepada Darel.


Mereka bertiga melangkah masuk ke gedung MD Entertaiment. Para member Melo dan Manegernya telah berkumpul, karena Manager Darel telah mengatakan kepada mereka bahwa hari ini Darel akan datang.


Darel di sambut dengan berbagai pertanyaan dan juga dengan berbagai macam mimik wajah dari para member Melo dan juga Manager Melo.


"Kak Darel, kemana saja. Aku menghubungimu berkali-kali dan mengirimi pesan untukmu, tetapi kau tidak meresponn." Ucap David, member Melo dengan wajah cemas, ketika melihat Darel telah datang bersama Manager dan Asistennya.


"Ada masalah sedikit." Ucap Darel, juga memberikan isyarat dengan kedua jari jempol dan telunjuknya, sambil tersenyum tipis. David mengangguk mengerti.


Manager Melo langsung mengadakan pertemuan untuk membicarakan rencana comeback Melo. Para petinggi Agency juga berkumpul ketika mengetahui Darel telah datang.


Direktur menanyakan ketidak hadiran Darel beberapa hari yang lalu dalam penentuan lagu Melo, dan mengapa tidak memberi kabar. Kenapa tidak merespon panggilan dan pesan-pesan dari mereka.


"Sebelumnya, saya minta maaf." Ucap Darel sambil berdiri dan membungkuk. Dia menyadari akan kesalahannya, oleh sebab itu dia meminta maaf.


"Ada hal yang terjadi dengan kondisi dan kehidupan pribadi saya. Sehingga saya perlu waktu sendiri untuk menyelesaikannya." Ucap Darel, pelan.


"Selama ini, saya tidak pernah mengabaikan semua hal yang berhubungan dengan Melo. Tetapi saya juga memiliki kehidupan pribadi yang harus saya jalani dan harus saya bereskan, jika ada persoalan." Ucap Darel lebih lanjut.


"Tetapi, bukankah kehidupan pribadi kita mempengaruhi grup?" Tanya Baek salah satu member Melo, sambil tersenyum sinis, tipis. Semua itu tidak luput dari penglihatan Darel.


"Iyaa Baek, aku tahu itu. Sehingga aku perlu membereskan hal pribadi yang menggangguku, agar tidak mempengaruhi Grup. Jadi kau tidak perlu khawatir akan hal itu." Ucap Darel sambil menatap Baek tajam, karena ada nada yang tidak mengenakan dalam ucapan Baek.


Manager Melo langsung memotong pembicaraan Darel dan Baek, sebelum berlanjut lebih jauh. "Baiklah, karena sekarang semua member Melo dan penulis lagu telah berkumpul, kita akan membicarakan rencana comeback Melo dan juga tentang lagu-lagu di Mini Album Melo." Ucap Manager Melo melerai mereka.


"Untuk Mini Album Comeback Melo, semua lagu sudah terkumpul. Semua lagu sudah dipilih dan sudah diputuskan. Ini lagu-lagunya, bisa kau lihat." Ucap Maneger Melo sambil menyerahkan kumpulan lagu-lagu yang akan dinyanyikan oleh Melo kepada Darel.


Mendengar apa yang dikatakan Manager Melo, Darel merasa tidak nyaman dengan nada bicaranya. Tetapi dia berusaha untuk menerima dan tetap tenang.


...°-° Terkadang nada bicara dapat menunjukan suasana hati seseorang °-°...


"Jadi dengan demikian, tidak perlu lagi lagu dari saya, bukan?" Tanya Darel, sambil melihat lagu-lagu yang ada di tangannya.


"Iyaa, Darel. Karena sampai kemaren kau tidak bisa di hubungi, jadi para member telah sepakat memilih lagu-lagu tersebut. Mereka juga telah setuju, lagu utama dalam Mini Album Melo, adalah lagu yang di tulis oleh Baek." Ucap Manager Melo lagi.


"Ok, kalau itu sudah diputuskan dan semua sudah setuju. Sekarang mari kita bicarakan dengan para penulis lagunya, agar kita bisa mulai berlatih." Ucap Darel dan menutup kumpulan lagu di depannya.


Para penulis lagu yang ada di dalam pertemuan tersebut terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh Darel.


"Maaf sebelumnya, kalau Darel sudah menulis lagu untuk Melo, alangkah baiknya kita mendengarkan lagunya juga." Ucap Pak Yoon, salah satu penulis senior yang sering bekerja sama dengan Darel. Beliau memang sangat menganggumi Darel sebagai pencipta lagu dan juga komposer yang jenius.


"Tidak usah, Pak Yoon. Ini sudah kesepakatan kami, bahwa lagu yang dipilih dengan suara terbanyak itulah yang dipakai. Saya yang salah, karena tidak hadir pada saat penentuan lagu." Ucap Darel, sambil melihat Pak Yoon mengharapkan pengertiannya.


"Iyaa, saya setuju dengan Pak Yoon. Tidak ada salahnya kita dengarkan lagu yang telah ditulis Darel. Kan sayang, kalau Darel sudah membuatnya dan tidak didengarkan." Ucap Baek tersenyum tipis. Semua ucapan, reaksi dan senyum Baek tidak luput dari perhatian Darel.


"Ooh... Tidak usah, Baek. Sebuah lagu yang telah jadi, tidak akan lapuk dimakan rayap. Jadi mari konsentrasi untuk lagu-lagu ini." Ucap Darel sambil mengangkat kembali lembaran lagu di atas meja.


Melihat ketegasan Darel sebagai Leader Melo, mereka menutup pertemuannya. Para petinggi Agency segera meninggalkan ruangan. Member Melo segera menuju ke ruangan latihan untuk berbicara dengan para penulis lagu.


Darel kembali didekati oleh David salah seorang member Melo dan meminta maaf kepadanya. "Its ok." Ucap Darel sambil menepuk lengannya pelan untuk menenangkannya.


Darel mendekati Maneger dan Asistennya. "Hyun, kau kembali saja ke studio dan tunggu saya di sana. Nanti baru kita berbicara lagi." Ucap Darel kepada Asistennya. Sedangkan untuk Managernya diminta tetap tinggal bersamanya.


Semua member Melo dan para penulis lagu telah berkumpul untuk membicarakan lagu yang akan di nyanyikan oleh Melo. Darel merasa tidak puas dengan beberapa lagu. Terutama lagu utama yang akan dinyanyikan oleh Melo saat comeback.


Saat mendengar lagu utama Melo, Darel menjadi khawatir. Karena warna musiknya sangat berbeda dengan warna musik Melo selama ini.


Darel menatap empat member lainnya dengan prihatin. Begitu juga dengan para penulisnya. "Mari kita lihat dan mengenal lagu-lagu ini, sebelum kita latihan." Ucap Darel kepada member Melo lainnya.


Setelah Pak Yoon selesai memperkenalkan lagunya kepada member Melo, beliau mendekati Darel dan berbicara kepadanya.


"Darel, nanti kalau tidak sibuk, tolong hubungi saya, ya." Ucap Pak Yoon sebelum meninggalkan ruangan.


"Baik, Pak Yoon." Ucap Darel sambil membungkukan badannya.


Baek sejak tadi diam-diam tersenyum dalam hati, karena dia berpikir sudah mengalahkan Darel. Lagu ciptaannya telah dipilih sebagai lagu utama dalam Mini Album Melo. Tetapi ketika melihat keakraban Pak Yoon dan Darel, serta mendengar ucapan Pak Yoon kepada Darel, hati Baek menjadi gusar dan kesal.


...°-° Iri hati dapat merusak orang lain, dan terutama diri sendiri °-°...


...~***~...


...~●○♡○●~...