
...~•Happy Reading•~...
Sebenarnya Darel telah siap menerima semua resiko yang terjadi terhadap Melo. Tetapi melihat wajah-wajah yang kecewa dalam pertemuan, membuatnya sedih. Sehingga dalam perjalanan pulang, dia memperhatikan sosial medianya.
Semenjak apa yang terjadi dengan Melo, Darel menghindari sosial medianya. Memang banyak pertanyaan, cemohan, kekecewaan, bahkan cacian. Tetapi ada juga yang menyemangatinya secara pribadi dan juga sebagai leader grup.
Ketika melihat channel YouTube nya masih aktif dan sering ada video-video yang di upload, Darel terkejut. Baik video tentang dirinya di waktu yang lalu atau sekarang, masih di upload.
"Hyun, siapa yang kelolah channel youtube saya?" Tanya Darel kepada asistennya.
"Pak Mikha, tuan muda." Jawabnya.
"Kalau begitu, antar saya ke hotel." Ucap Darel kepada asistennya.
"Baik, tuan muda." Hyun berkata dengan sikap hormat.
Setelah tiba di hotel, Darel meminta Hyun untuk tidak menunggunya, tetapi langsung kembali ke studio. Kemudian mengirim pesan kepada Mikha bahwa dia sedang beristirahat di kamar hotel.
Mikha yang menerima pesan itu, langsung membalasnya. "Ok. Kalau sudah selesai kerja, aku akan ke kamar." Jawab Mikha sambil berpikir, pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Darel. Karena jarang sekali masih siang dia sudah pulang untuk beristirahat.
Sedangkan Darel yang ada di kamar tidak bisa beristirahat. Dia mengambil air mineral dari kulkas dan duduk di balkon. Melihat gedung tinggi dan juga langit biru sepanjang mata memandang, membuat matanya berembun.
'Bagaimana dengan langitmu di sana?' Darel bertanya sendiri dalam hatinya. Dia mengambil kertas dan mulai menulis syair untuk lagu barunya. Suasana hatinya sangat mendukung, karena sedang mengingat orang yang telah membuat hatinya bergetar. Walau hanya dengan menyebut namanya, Dara.
Apakah kau baik-baik saja?
Apakah kau mengingatku?
Apakah kau merindukanku?
Apakah kita bisa bertemu lagi?
Dan masih banyak pertanyaan yang mengusik batinnya. Suasana hati seperti ini bisa membuatnya menulis lagu seketika. 'Aku harus membeli Orgen atau gitar baru dan meletakannya di kamar ini.' Darel berpikir dan membatin.
Menjelang sore, Mikha datang ke kamar dengan membawa minuman panas dan kue-kue yang diantar oleh karyawan kepercayaan mereka.
Darel dan Mikha menikmatinya, sambil duduk di balkon. "Mikha, kau yang mengelola channel youtube ku?" Tanya Darel sambil memandang jauh ke depan. Mikha mengangguk mengiyakan.
"Iyaa, sayang kalau dibiarkan begitu saja." Jawab Mikha, sambil melihat Darel. Karena tidak mengerti tentang pertanyaannya.
"Ada berapa orang yang bekerja untuk mengelolah itu?" Tanya Darel lagi.
"Dengan asistenmu, jadi 5 orang. Ada editor, IT, kameramen dan keuangan." Mikha menjelaskan.
"Ok, Thank you. Ketika melihatnya tadi, aku berencana untuk menggunakannya dengan serius. Bagaiman menurutmu?" Tanya Darel, dan Mikha mengangguk setuju karena mulai mengerti maksud Darel.
"Kau tahu apa yang terjadi dengan Mini Album Melo yang baru dirilis bukan?" Darel bertanya lagi, dan Mikha mengangguk lagi.
"Seperti yang kita prediksi waktu itu, jadi seharusnya kau tidak terkejut atau kecewa dengan apa yang terjadi." Jawab Mikha, dan Darel mengangguk.
"Sebenarnya aku tidak kecewa, tetapi sedih melihat orang-orang disekitarku kecewa. Mereka sudah bekerja keras, berharap akan mendapatkan hasil yang baik. Tetapi kami membuat harapan mereka itu sirna, seperti embun pagi." Ucap Darel pelan sambil mengingat wajah-wajah yang mereka kecewakan.
"Aku tahu, beberapa waktu ke depan, Melo akan minim aktivitas. Kalau untukku tidak masalah, karena bisa berkonsetrasi mengelolah bisnis kita. Tetapi bagaimana dengan yang lain." Ucap Darel sambil memikirkan para member dan orang yang mengikuti mereka. Mikha mengerti apa yang dirasakan Darel, karena dia sangat mengenalnya.
"Seperti yang kukatakan tadi, aku mau kelola channel youtube ku dengan serius. Aku berharap bisa membantu beberapa orang lagi." Ucap Darel dan menyampaikan beberapa ide yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Mikha sangat senang dengan ide Darel. "Ok, aku setuju dengan idemu. Aku akan menambah beberapa orang lagi untuk membantu kita mempersiapkan semuanya." Ucap Mikha bersemangat.
"Pertama-tama kita akan mendekor cafe lagi, kita buat tempat dan view yang bagus saat aku bermain." Ucap Darel ikut bersemangat.
Mikha mengangguk mengerti yang dimaksudkan oleh Darel. "Ok, aku akan siapkan secepatnya." Ucap Mikha bersemangat, dan Darel mengangguk. Sambil menikmati minuman hangat, Darel membuat sketsa panggung untuknya di cafe.
...°-° Ketika mulai merencanakan sebuah kebaikan, maka hatimu akan beria-ria °-°...
...***((**))***...
Prestasi Melo yang kurang memuaskan, membuat banyak kegiatan Melo yang dihentikan. Hal itu dipergunakan oleh Darel untuk mempercepat rencana pribadi yang dibicarakan dengan Mikha.
Ketika mendapat kabar dari pengacara bahwa tidak masalah jika Darel memainkan lagu ciptaannya untuk keperluan pribadi, Darel segera mempersiapkan lagu yang akan dimainkannya.
Sekarang Darel lebih banyak berkantor di hotel dan studionya. Karena dia sedang mempersiapkan lagu untuk solo kariernya. Hal itu telah diurus oleh Mikha untuk status hukumnya.
"Mikha, aku tidak mengeluarkan album solo seperti yang kita bicarakan waktu itu, terlalu lama dan ruwet. Tetapi aku akan merilis single dalam waktu dekat ini, untuk mengirim pesan untuk Dara. Jadi tolong bicarakan rencanaku ini dengan pengacara." Ucap Darel.
"Sambil menunggu itu, aku akan memainkan instrumentalia lagu-lagu dengan piano di cafe. Kita coba nanti malam saat masih ada pengunjung. Jadinya seperti apa, kita akan lihat saat diupload di channelku." Ucap Darel.
"Ok, aku akan mengaturnya sesuai dengan permintaanmu." Ucap Mikha.
"Kau tolong atur juga, agar jangan ada yang bersuara saat aku bermain dan jangan ada yang merekam permainanku selain kita. Kalau bisa bernyanyi, aku akan menyanyikan lagu lamaku." Ucap Darel, dan Mikha mengangguk mengerti.
Beberapa waktu kemudian, Darel dan Mikha melihat hasil akhir semua yang sudah dipersiapkan di cafe. Darel dan Mikha sangat puas. Suasana cafe tidak terganggu, tetapi terlihat makin mewah dan romantis.
Darel segera menghubungi asistennya untuk menjemputnya. Karena dia akan ke studio untuk mempersiapkan lagu yang akan dibawakan nanti malam.
Menjelang malam, Darel kembali ke hotel. Dia terlihat santai, tetapi sangat tampan dan menawan dengan balutan kemeja semi formal maroon. Kulitnya yang bersih, makin membuatnya bersinar.
Seperti biasa, pemain musik cafe telah memainkan beberapa lagu, kemudian dia menjelaskan tentang penampilan berikutnya yaitu Darel Kei. Dia juga menjelaskan aturan-aturannya, karena untuk keperluan shooting.
Para pengunjung cafe tidak keberatan. Mereka malah bersorak girang, karena bisa menyaksikan pertunjukan live Darel secara gratis.
Darel naik ke panggung yang telah dibuat khusus untuknya. Dia membungkukan badannya untuk memberi hormat dan disambut dengan tepuk tangan oleh semua pengunjung.
Dia berencana memainkan satu lagu instrumentalia sebagai uji coba. Tetapi atas permintaan pengunjung cafe, Darel memainkan dua instrumentalia dan menyanyikan satu buah lagunya.
Pengunjung cafe sangat terpesona dengan penampilan Darel. Karena mereka belum pernah melihat Darel memainkan alat musik. Permainan pianonya begitu indah. Sehingga pengunjung berteriak. 'More... more... more.'
Ketika mereka mendengar Darel menyanyikan lagunya, mereka menjadi takjub. Suaranya sangat merdu. Mereka belum pernah mendengar Darel bernyanyi sebuah lagu secara keseluruhan.
Setelah Darel turun dan hendak meninggalkan cafe, dia disambut dengan tepuk tangan dan ucapan terima kasih dari para pengunjung. Karena mereka tidak menyangka akan bertemu Darel dan mendengar musiknya secara live.
Darel dan Mikha berkumpul di ruang kerja Mikha bersama para pengelolah channel youtube Darel. "Apakah saya bisa melihat hasil rekaman tadi." Tanya Darel kepada pengelolah channel.
Mereka mengangguk dan memperlihatkannya kepada Darel dan Mikha. Mereka semua takjub dan tersenyum happy, ketika melihat hasil rekamannya.
"Menurut Pak Darel dan Pak Mikha, apakah mau diupload semuanya sekaligus atau secara terpisah, satu persatu?" Tanya salah satu pengelolah channel.
"Kalau menurut saya, diupload saja sekaligus. Tapi kalau lihat dari sisi bisnis dan pengolahan channel, kami serahkan kepada kalian. Bagaimana baiknya menurut kalian." Jawab Darel, dan Mikha mengangguk setuju.
"Selanjutnya kami serahkan kepada kreaktifitas kalian. Agar channel ini bisa berkembang dan bisa membantu yang lain lagi." Ucap Mikha.
Para pengelolah channel mengangguk mengerti, lalu mereka segera keluar ruangan meninggalkan Darel dan Mikha untuk mempersiapkan videonya. Mereka betencana akan menguploadnya malam itu juga.
...°-° Rencana yang dilandasi niat baik, akan mendatangkan sukacita °-°...
...~***~...
...~●○♡○●~...