Me And You For Us

Me And You For Us
Pernikahan.



Mendengar hal itu, Bu Richel melihat Mikha dan Darel bergantian. Tetapi Darel memberikan kode kepada mommynya supaya tenang.


"I'ts Ok., Mom." Ucap Darel, Bu Richel hanya bisa geleng kepala.


"Oooh,, iya.. Manche tidur di sini.? Biar disiapkan kamar tamunya." Ucap Bu Richel sambil menatap Manche.


"Tidak Auntie.., Manche ke hotel saja. Nanti besok pagi baru kembali ke sini."


"Kalau begitu, besok pagi bisa ke sini atau langsung ke butik untuk melihat bajumu. Nanti Auntie telpon ke butik Sesi memberitahukan kedatanganmu." Ucap Bu Richel lagi.


"Nanti setelah ini, Manche akan lihat baju Dara dan Efri dulu, Auntie. Kalau cocok dengan baju yang Manche bawa, tidak usah ke butik lagi. Langsung ke sini saja." Ucap Manche, dan Bu Richel mengangguk mengerti.


"Kalau begitu, jika sudah mau kembali ke hotel kasih tahu Auntie, yaa. Nanti sopir yang akan mengantamu ke hotel." Ucap Bu Richel.


"Baik, Auntie.. Terima kasih." Ucap Manche.


"Dara.., jika ada yang mau dibicarakan masing-masing, silahkan. Mommy dan Daddy ke kamar dulu, karena ada yang mau dibicarakan." Ucap Bu Richel sambil berdiri.


Yang lain juga ikut berdiri. Kandara mengajak Manche ke kamar tamu untuk melihat bajunya dan Efri.


"Wuuaaah.., indah sekali bajumu, Ra.." ucap Manche takjub.


"Itu pilihan Mommy dan tidak bisa dibantah." Ucap Kandara dengan wajah memerah. Karena dia tahu sangat mahal baju pengantinnya.


"Itu sudah berkatmu, bersyukur saja." Ucap Manche sambil mengelus lengan Kandara.


Ketika melihat baju Efri dan Bu Selvine, Manche senang sekali.


"Wuuuaah.. baju-baju ini juga sangat cantik., cocok dengan bajuku. Jadi besok aku tidak usah ke butik. Aku akan langsung ke sini saja." Ucap Manche sambil memeluk Kandara.


"Kalau begitu, sekarang aku kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena tadi aku belum sempat istirahat, jangan sampai besok aku layu sebelum berkembang." Ucap Manche sambil tertawa. Bu Selvine dan Kandara ikut tertawa.


"Mari kita temui Uncle dan Auntie., aku mau pamit." Ucap Manche, dan mengajak Kandara keluar setelah pamit dengan Bu Selvine.


Di sisi lain,;  Darel mengajak Mikha ke ruang baca untuk membicarakan rencana acara dengan kedua anaknya, serta David dan beberapa crew akan ikut hadir untuk merekam acara pernikahannya.


Mikha mengangguk mengerti yang direncanakan oleh Darel. Dia akan bantu menyiapkan dan mengatur perlengkapan yang diperlukan Darel agar sesuai dengan dekorasi.


Darel dan Mikha membicarakan seraca mendetail, karena Darel mengharapkan semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Karena ini adalah acara spesial baginya.


Setelah selesai membicarakan semuanya, Darel dan Mikha keluar dan menuju kamar tamu. Ketika mereka mengetuk pintu, Kandara yang membukanya.


"Manche sudah kembali ke hotel.?" Tanya Darel ketika melihat Manche tidak ada di dalam kamar, dan Kandara memgangguk.


"Mari, kita istirahat.. Ooh iya.. cincin yang tadi diberikan saja kepada Mikha, biar dimasukan ke saku jasnya." Ucap Darel dan Kandara mengeluarkan kotak cincin dari dalam tasnya.


Setelah di kamar, Darel masuk ke ruangan bajunya untuk memgganti bajunya untuk tidur. Begitupun dengan Kandara, untuk beristirahat.


"Dara,, kau suka baju pengantinmu.?" Ucap Darel sambil berbaring. Kandara yang baru naik tempat tidur hanya mengangguk. Melihat wajah Kandara yang berbeda saat mengangguk, Darel menatapnya dan memainkan alisnya. Kandara jadi tersenyum melihat yang dilakukan Darel.


"Kenapa.. mmmm..?" Ucap Darel terus memandang Kandara. Melihat wajah Darel yang bertanya-tanya, Kandara langsung memeluknya dan berbicara tanpa melihat wajah Darel.


"Bajunya mahal sekali." Ucap Kandara pelan di dada Darel.


"Hhhhhh.., " Darel tertawa dan langsung memeluk Kandara erat.


"Aku kira ada apa, sehingga wajahmu seperti itu.


Jika sudah tidak bisa dikenakan lagi, yaaa.. perlu dilihat supaya mengingatkan kebaikan Tuhan sampai kau bisa mengenakan baju itu.,, mmmm.?" Ucap Darel sambil mencium puncak kepala Kandara yang berada dalam pelukannya. Kandara hanya mengangguk dalam pelukan Darel.


*- Setiap moment memiliki makna, setiap benda memiliki arti -*


*((**))*


Hari pernikahan Darel dan Dara telah tiba. Semua kesibukan berhenti di sore hari di sebuah Gereja kecil nan asri dan indah dengan halaman yang dihiasi bunga-bunga indah.


Gereja ini dibangun oleh keluarga Jion untuk orang sekitar tempat tinggalnya yang beragama Kristen. Sehingga untuk acara pernikahan Darel dan Dara bisa dilaksanakan secara pribadi.


Darel telah berangat lebih dulu bersama Mikha dan kedua anaknya untuk menyiapkan acara menyambut Kandara dan keluarga yang akan hadir.


Pak Darpha dan Bu Richel berdiri di sebelah kanan depan deretan kursi.


Bu Selvine di dampingi oleh David ex member Melo berdiri di sebelah kiri depan deretan kursi. Darel telah meminta David mendampingi Bu Selvine. Mikha dan Manche berdiri sebelah menyebelah di jalan tengah yang akan di lalui oleh Kandara.


Sedangkan sepanjang jalan tengah dari pintu Gereja telah di gelar karpet merah sampai ke tempat kursi pengantin. Kandara akan melewati gerbang dan tembok bunga yang indah, sehingga tidak terlihat kursi-kursi kosong di kiri kanan dalam Gereja.


Efraim telah duduk di balik piano, sedangkan Darel duduk tidak jauh dari Efraim dengan gitar elektric di tangannya. Ketika Pendeta telah bersiap untuk menyambut mempelai wanita, Efraim memainkan piano mengiringi suara Darel yang merdu menyanyikan lagu yang dibuat khusus untuk acara pernikahannya.


"Me and You For Us"


Darel berduet dengan Efraim sambil memainkan gitar elektricnya. Membuat semua yang hadir terpesona. Ketika Darel memberikan kode untuk Efraim, Efrima masuk sambil memainkan biola yang baru dibeli Daddynya.


Semua yang hadir menatap dengan takjub. Kandara hampir menangis melihat putrinya berdiri di depan altar sambil memainkan biola dengan mahkota bunga di kepala menyambutnya.


Setelah itu, mereka bertiga bermain musik bersama dan bernyanyi bersahutan sambil mengiringi langkah Kandara menuju ke Altar. Kandara sudah melewati Manche dan Mikha, mereka menyemangatinya agar jangan menangis. Karena mata Kandara sudah berkaca-kaca.


Ketika Kandara sudah bisa melihat Darel, dia menatapnya dengan hati yang membuncah. Darel memainkan gitarnya pelan, memberikan kode kepada kedua anaknya sebentar lagi akan berakhir.


Melihat Kandara akan menangis, Darel memainkan alisnya. Membuat Kandara tersenyum., Darel pun tersenyum untuk menyemangati Kandara.


Darel menutup lagunya dengan bernyannyi bersama kedua anaknya. Efraim menutup dengan detingan piano yang merdu. Darel menggenggam tangan Efraim menuju Altar untuk bersama-sama dengan Kandara dan Efrima yang telah ada di sana.


Setelah itu, Efrima dan Efraim turun, dan berdiri di samping Mikha dan Manhce untuk mengikuti prosesi Pemberkatan. Efrima tetap memegang biolanya.


Sebelum menutup dan menerima berkat, Pendeta meminta Darel untuk menyanyikan sebuah lagu. Darel berbisik kepada kedua anaknya untuk menyanyikan lagu ciptaan Efraim.


"Tuhan Baik"


Yang telah di arensemen oleh Darel untuk mereka bertiga bernyanyi. Ketika mereka bertiga sedang bernyanyi, tiba-tiba masuk kedua x member Melo, Hwa dan Chih yang telah mengikuti prosesi pernikahan Darel. Mereka mendekati David sambil membawa mick. Mereka telah berlatih bersama David lagu tersebut, sehinga mereka bertiga ikut bernyanyi bersama dengan Darel dan kedua anaknya.


Hal itu membuat Pendeta sangat terharu mendengar lagu tersebut. Semarak Tuhan menaungi ruang Gereja dan semua yang hadir terberkati mendengar lagu yang dinyanyikan oleh mereka berenam.


Tiba-tiba Darel memberikan kode untuk kedua anaknya berhenti, dia memberikan kode untuk David mereka akan menyanyikan bagian Reffnya satu kali lagi diiringi mainan gitarnya.


Terdengarlah suara mereka berempat yang sangat merdu menyanyikan Reff lagu tersebut. Tanpa sadar, Bu Selvine dengan mata berkaca-kaca mengusap punggung David yang ada di sampingnya karena sangat berterima kasih dan terharu.


Setelah selesai acara pemberkatan, mereka melakukan sesi photo bersama. Mikha telah menyiapkan semuanya. Pak Darpha mengundang semua yang hadir ke rumahnya untuk acara makan malam.


Darel memeluk ke tiga ex member Melo dan berterima kasih untuk kehadiran mereka. Setelah itu Darel minta tolong David untuk mengantar mereka dan para crew ke tempat orang tuanya.


*- Utamakan Tuhan dalam segala hal, maka IA akan memberikanmu banyak kejutan yang indah -*