Me And You For Us

Me And You For Us
Mala - Rina



Beberapa waktu kemudian, Kandara sedang bersiap-siap untuk pulang kerja, ketika Toby masuk ke ruangannya. Sekarang Mala, Toby dan Kandara telah memiliki ruangan sendiri, karena mereka telah naik jabatan. Begitu juga dengan Pak Ari telah naik jabatan dan pindah ke bagian lain.


"Dara, pulang kerja nanti ada acara ngga?" Tanya Toby, sambil duduk di depan meja Kandara.


"Ada, Mas. Mau pergi beli keperluan kembar. Ada apa, Mas?" Tanya Kandara, dan terkejut melihat wajah kecewa Toby.


Seperti yang pernah dijanjikan Toby kepada Kandara. Dia tetap menyayangi Kandara dan anak-anaknya, walaupun dia sudah menikah. Dia selalu meluangkan waktu bagi anak-anak Kandara. Karena dia tahu, anak-anak Kandara pasti merindukan kehadiran seorang Ayah. Walaupun Kandara menutupinya, tetapi Toby bisa lihat wajahnya yang senang, jika Toby selesai pergi bermain dengan anak-anaknya.


"Aku kira kau tidak ada acara, mau mengundangmu makan malam. Tress Ulang Tahun, jadi minta mengundangmu dan Mala." Ucap Toby lagi, dengan wajah yang tidak bersemangat.


"Yaaa, tolong sampaikan maafku, yaa, Mas. Karena keperluan kembar mendesak. Beberapa waktu belakangan ini aku sibuk, jadi belum sempat mencarinya. Mama sudah menelpon, harus sore ini. Jadi sudah tidak bisa ditunda lagi. Ini mereka akan menjemputku." Ucap Kandara dengan wajah sedih.


"Apakah Mas Mala bisa datang?" Tanya Kandara.


"Dia juga ngga bisa, karena sudah ada janji. Aku yang salah, harusnya mengundang kalian jauh-jauh hari." Ucap Toby menyadari kekeliruannya.


Tapi sebenarnya juga bukan kesalahan Toby. Istrinya baru menyampaikan rencananya tadi malam untuk mengundang Mala dan Kandara di hari ulang tahunnya. Istrinya Toby mengenal baik, Mala dan Kandara. Karena Toby telah menceritakan perihal kedua rekannya kepada istrinya. Sehingga, kadang-kadang mereka pergi berlibur bersama.


Setelah Toby keluar dari ruangannya, Kandara segera merapikan mejanya dengan hati yang sedih, karena merasa telah mengecewakan Toby dan istrinya. Kandara buru-buru keluar dari ruangannya, karena sebentar lagi akan dijemput. Dia tidak mau anak-anaknya turun dan masuk ke kantornya, karna kelamaan menunggu.


Tidak lama kemudian, Bu Selvine menelponnya, bahwa sudah dekat dengan kantornya. Kandara segera turun ke lobby. Mereka akan ke AY Mall untuk mencari keperluan Efraim dan Efrima. Selain buku-buku, mereka juga akan membeli baju karena baju kedua anaknya mulai sempit.


Bu Selvine sering protes kepada Kandara, karena sering lupa atau tidak menyadari, anak-anaknya tumbuh dengan cepat. Sehingga baju-baju mereka cepat sekali sempit. Ada beberapa kaos Efraim dan Efrima telah digunting tangannya oleh Bu Selvine untuk dipakai di rumah. Sedangkan Kandara tidak mengijinkan Bu Selvine pergi sendiri dengan anak-anaknya untuk membeli baju. Hari ini Kandara sudah berjanji kepada Mamanya, akan meluangkan waktu untuk pergi dengan mereka.


Setelah tiba di AY Mall, Kandara mencari keperluan mereka. "Dara, bajunya tidak usah beli banyak-banyak. Beberapa saja, nanti bulan depan baru datang beli lagi. Mereka tumbuh dengan cepat, nanti sempit lagi." Ucap Bu Selvine, dan Kandara mengangguk mengerti.


Karena tubuh Efraim dan Efrima lebih besar dari teman-teman seusianya. Mereka belum juga 10 tahun, tapi harus beli baju untuk anak usia 12 atau 13 tahun. Mereka tidak gemuk, tetapi tinggi dan berisi.


Setelah menemukan semua yang dibutuhkan kedua anaknya, Kandara mengajak mereka jalan-jalan sejenak, cuci mata. "Efra dan Efri, mumpung kita sudah di sini. Hari ini Mommy akan traktir kalian makan enak. Yuuuk..." Ucap Kandara, mengajak kedua anaknya dan Bu Selvine ke sebuah restaurant yang makanannya cukup enak, dengan suasana restaurant yang nyaman.


Kedua anaknya sangat senang, karena mereka jarang makan di luar rumah. Bu Selvine tidak mengijinkan mereka jajan atau makan di luar. Mereka selalu membawa bekal dari rumah, Kandara dan Bu Selvine tidak memberikan uang jajan kepada mereka.


Melihat kedua cucunya senang, Bu Selvine mengikuti apa yang diusulkan Kandara dan ikut masuk ke restaurant yang dituju Kandara. Ketika tiba di dalam restaurant, Kandara terkejut melihat Toby dan mendekatinya. "Selamat malam, Mas." Sapa Kandara, Toby dan istri terkejut, tetapi wajah mereka berubah senang saat melihat siapa yang menyapa mereka.


"Astagaa, Dara. Mari duduk di sini. Aku akan minta digabung mejanya. Allooo, kids." Ucap Toby sambil mencium kedua anak Kandara dan meminta pelayan menyiapkan meja untuk mereka.


"Selamat Ulang Thn, Mba' Tress." Ucap Kandara sambil memeluk istri Toby. Hal itu juga diikuti oleh Bu Selvine dan kedua cucunya mencium istri Toby sambil mengucapkan selamat ulang tahun.


"Sudah, Pani. Uang Mommy habis membeli baju kami, karena baju kami sudah sempit." Bisik Efrima kepada Toby, tetapi bisikannya bisa didengar semua yang ada di meja. Membuat mereka tertawa.


Saat pelayan membawa daftar menu, Kandara juga terkejut. Dia meminta pelayan meninggalkan daftar menu, dan nanti kembali lagi. "Mas Toby, lihat ke kanan. Jangan balik sebelum aku panggil." Bisik Kandara, dan Toby mengikutinya tanpa mengerti maksud dari ucapan Kandara.


"Selamat malam, Dara. Selamat malam Tante Selvine. Allooo, ganteng." Sapa Mala yang baru masuk dan melihat Kandara, karena tempat duduk mereka bisa dilihat saat masuk restaurant.


"Astagaaa, ada Tobiiaas juga." Mala terkejut saat Toby menengok. Toby tidak tahan membalikan wajahnya saat mendengar suara Mala.


"Astagaaa, Malakaa. Kau sudah sabet Rina?" Tanya Toby terkejut melihat Rina berdiri di samping Mala.


"Dia jual mahal, jadi aku tawar saja." Ucap Mala sambil garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Kau kira Rina ikan? Duduk dengan kami di sini saja, nanti aku minta tambah kursi dan meja." Ucap Toby senang sambil memukul lengan Mala. Tidak lupa Mala mengucapkan selamat ulang tahun untuk istri Toby dan diikuti oleh Rina. Hanya Kandara dan Mala yang tahu istri Toby berulang tahun hari ini. Karena Toby mengundang mereka tadi sore.


Kandara tersenyum melihat Rina yang salah tingkah di depannya dan Toby. "Rina, jangan mau dicoding Mala." Canda Toby, agar membuat Rina bisa lebih santai.


"Terlambat Toby, sudah dicoding. Benar, kan, sayang." Balas Mala, semua tertawa, tetapi Toby dan Kandara melongo melihat Mala berlaku mesra kepada Rina.


"Astagaaa, sejak kapan kau bisa sayang, sayangan... Malakaaa." Ucap Toby heran, tapi tersenyum melihat Mala yang salah tingkah.


"Yaaa, sejak coding codingan." Ucap Mala ngeledekin Toby. Mala telah melamar Rina di akhir tahun lalu dan mereka akan menikah di awal bulan depan.


"Nyonya, apakah Tobiias tidak pernah bilang sayang padamu?" Tanya Mala kepada istri Toby.


"Bilang sih, tapi hanya berdua saja. Belum pernah di depan banyak orang." Ucap istri Toby sambil berbisik, tapi didengar oleh semua yang duduk di meja.


"Ok, sayang. Mari kita pesan makanan sebelum kesayangan Malaka meleleee." Ucap Toby sambil menutup telinga Efrima.


"Mengapa kau menutup telinganya?" Tanya Mala sambil menunjuk Efrima yang telinganya sedang ditutup dengan tangan Toby.


"Supaya nanti kalau besar, tidak mudah dirayu sama yang suka codingan." Ucap Toby tersenyum, dan yang tertawa. Mereka makan malam dengan hati riang dan bersyukur.


*- Niat hati yang baik selalu menemukan jalan untuk bahagia -*


โ™กโ€ข~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... ๐Ÿ™๐Ÿป Makasih~โ€ขโ™ก