Me And You For Us

Me And You For Us
Future



Setelah tiba di hotel, Darel segera menghubungi Asistennya. "Hyun. Kau tolong siapkan semua yang dibutuhkan dan segera bersiap-siap, karena saya akan ke studio untuk menjemputmu." Ucap Darel, karena mereka akan meeting bersama pihak stasiun TV.


"Baik, tuan muda. Saya sudah siapkan semuanya." Ucap Hyun.


"Baik, tunggu saya di situ." Ucap Darel, dan mengakhiri pembicaraan mereka.


Kemudian Darel memghubungi David. "Allooo, David. Kau lagi dimana?" Tanya Darel saat David merespon panggilan telponnya pada dering ke empat.


"Allooo, Kak Darel. Saya ada di Apartemen, Kak. Bagaimana?" Tanya David.


"Sekarang kau siap-siap dan segera ke stasiun TV. Tunggu saya di sana sampai saya datang. Karena saya akan mengajakmu ikut meeting bersama dengan mereka." Ucap Darel, tegas.


"Baik, Kak. Thank u, Kak Darel." Ucap David happy, karena diajak meeting bersama Darel. Dia tahu maksud Darel mengajaknya. Dia sedang ditraining oleh Darel.


"Ok, c u..." Ucap Darel, dan mengakhiri pembicaraan mereka. Darel yakin, dari suara David, dia sedang girang. Hal itu membuat Darel tersenyum sambil masuk ke kamar mandi.


Setelah rapi, Darel menghubungi Mikha. "Alloo, Mikha. Aku sekarang mau ke Studio. Kami ada meeting di stasiun TV, jadi aku tidak kembali ke hotel." Ucap Darel.


"Ok, hati-hati. Sukses..!" Ucap Mikha menyemangati Darel.


"Ok, thank u." Ucap Darel, dan mengakhiri pembicaraannya dengan Mikha.


Ketika tiba di studio, Darel mengembalikan kunci mobil asistennya. "Thank u, Hyun. Ini kunci mobilmu. Kita ke stasiun TV pakai mobilku saja." Ucap Darel dan Hyun mengangguk mengerti.


"Baik, tuan muda." Ucap Hyun, sambil mengambil kunci mobil Darel dari tangannya.


Dalam perjalanan ke Stasiun TV, Darel menerima pesan dari Efraim. "Daddy, Efra sudah di Bandara. Sebentar lagi mau boarding." Isi pesan Efraim kepada Darel.


"Ok, Efra. Hati-hati. Jangan lupa berdoa, ya." Balasan pesan Darel.


"Iyaa, Daddy. Terima kasih." Balasan Efraim dengan emoticon dua tangan tertutup dan hati.


Setela berkirim pesan dengan Efraim, Darel berusaha untuk konsentrasi untuk meeting. Karena kehadiran Efraim telah mempengaruhi hati dan pikirannya.


Kemudian; Setelah meeting Darel dibantu oleh David sibuk mengerjakan soundtrack untuk drama dan film. David mulai ikut membantu Darel mengerjakan soundtrack. Karena Darel mengharapkan David dapat belajar dan mengikuti apa yang dikerjakannya.


Selesai mengerjakan soundtrack, Darel hanya bertemu dengan kedua orang tuanya di mansion tanpa bisa pergi berlibur di musim semi. Darel harus segera kembali ke Amerika, karena perusahaan di sana membutuhkan kehadirannya.


Oleh sebab itu, setelah pertemuan Darel dengan Efraim, Darel dan Mikha kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Karena perusahaan yang dikelolah membutuhkan perhatian mereka.


Tetapi Darel dan Efraim terus berkomunikasi. Efraim setiap hari selalu mengirim pesan menyapa Darel. Kesempatan itu dipergunakan oleh Darel untuk menanyakan kabar Kandara, Efrima dan Oma mereka.


Darel tidak pernah kirim pesan terlebih dulu, karena khawatir Kandara ada di dekat Efraim. Sehingga ketika Efraim mengirimkan pesan padanya, Darel langsung membalasnya.


Kadang-kadang karena perbedaan waktu membuat komunikasi mereka tidak bisa berlangsung dengan baik dan lancar. Hal itu membuat Darel, merindukan Efraim.


Seperti hari ini, sudah lebih dari satu bulan setelah mereka bertemu di Seoul, Efraim mengirim pesan menyapa dan menanyakan kabar Darel. "Allooo, Daddy. Apa kabar." Bunyi pesan Efraim.


"Kabar Daddy, baik. Sekarang Efra ada di mana?" Balasan pesan dari Darel.


"Efra ada di rumah, Daddy. Hari ini, libur." Ucap Efraim, karena guru-gurunya sedang ikut kegiatan.


"Ooh, ok. Apakah Efra bisa terima telpon, Daddy?" Basalan pesan Darel.


"Bisa, Daddy. Mommy sedang ke pasar." Balas pesan Efraim, senang.


"Allooo, Daddy..."


"Allooo, Efra. Sekarang Daddy baru tiba di Jepang, jadi nanti komunikasi akan lebih baik." Ucap Darel, karena sebelumnya komunikasi mereka tidak lancar.


"Iyaa, Daddy. Terima kasih." Ucap Efraim dengan hati yang senang.


"Sekarang, Efra tolong kirim alamat rumahmu untuk Daddy, ya. Share lokasinya juga. Karena dalam waktu dekat, Daddy berencana akan mengunjungi kalian." Ucap Darel.


"Ooh, iyaa, Daddy. Nanti Efra kirim." Ucap Efraim makin senang. Darel terharu mendengar suara Efraim yang gembira.


"Baik, sekarang daddy masih di Jepang, nanti kalau sudah selesai di sini, Daddy akan kembali ke Seoul. Setelah dari sana, Daddy akan mengunjungi kalian." Darel menjelaskan, karena khawatir Efraim akan merasa lama menunggunya.


"Iyaa, Daddy."


"Tetapi Efra, jangan ceritakan kepada Efri tentang rencana daddy, yaa. Jangan sampai dia tidak sabar menunggu dan juga menceritakan kepada Mommy." Ucap Darel, meminta pengertian Efraim. Karena Darel khawatir, Efrima akan bercerita kepada Kandara tentang rencananya.


"Iyaa, Daddy." Ucap Efra, mengerti.


"Baik, jangan lupa kirim alamat, ya." Ucap Darel mengingatkan.


"Iyaa, Daddy. Setelah ini, Efra akan  kirim alamat rumah yang sekarang." Ucap Efraim girang, karena akan bertemu dengan daddynya.


"Ok, Daddy tunggu. Thank u." Darel mengakhiri pembicaraan mereka.


Setelah bertemu dengan Efraim satu bulan lalu, rencana untuk ke Indonesia masuk dalam shcedulenya. Darel ingin segera bertemu dengan Kandara dan anak-anak. Tetapi ada persoalan di perusahaan yang perlu penanganannya, sehingga harus tertunda.


Dia harus bersabar, seperti yang dikatakan Mikha. Sekarang lebih mudah, karena sudah bertemu Efraim. Jadi tidak perlu mencari atau mengharapkan Kandara menghubunginya.


Saat mengurus perusahaan di Jepang, Darel mulai merencanakan akan datang mengujungi Kandara dan anak-anak di Indonesia. Oleh sebab itu, di sela-sela kesibukan, Darel mulai mengatur waktu dan rencananya.


*((**))*


Di bagian bumi yang lain ; Kandara baru pulang dari pasar disambut dengan wajah yang riang oleh Efraim. "Mommy, beli banyak sekali. Siniii... Efra bantu." Ucap Efraim, sambil mengambil satu kantong dari tangan Kandara.


"Ada apa, Efra. Ko' senang sekali?" Tanya Kandara. Sebenarnya, bukan hal baru Efraim membantunya. Efraim dan Efrima sering membantunya, jika sedang banyak pekerjaan. Tetapi wajah riang Efraim yang membuat Kandara bertanya.


"Lagi senang, karena Mommy akan masak enak buat kami. Heheheee." Ucap Efraim sambil tertawa. Mendengar itu, Kandara mengacak rambut Efraim dengan sayang.


Bu Selvine sedang ke butik, bergantian dengan Kandara menemani anak-anak. Kandara akan berangkat ke kantor agak siang, karena dia akan bertemu dengan client saat makan siang. Setelah itu, baru Kandara langsung ke kantor.


Kesempatan berangkat siang ini dipergunakan oleh Kandara untuk ke pasar dan masak untuk anak-anak dan Mamanya yang akan pulang dari butik. "Efra, tolong panggil Efri, yaa. Jangan lupa bersihin kamar kalian. Jangan sampai Oma yang bersihkan." Ucap Kandara, ketika melihat Efraim hendak naik ke kamarnya.


"Ok, Mom." Teriak Efraim, sambil naik tangga.


Sekarang, Kandara telah pindah rumah. Tetapi masih di komplek perumahan yang sama. Dia membutuhkan rumah dengan kamar yang lebih banyak, karena rumah mereka yang lama hanya memiliki dua kamar.


Setelah anak-anaknya mulai besar, mereka membutuhkan kamar mereka sendiri. Sehingga, ketika ada penghuni komplek mau menjual rumahnya, Kandara dan Bu Selvine membelinya. Karena rumahnya selain lebih besar,  juga tingkat dengan tiga kamar di lantai atas dan juga memiliki balkon.


Efraim dan Efrima sangat menyukai rumah itu, karena bisa mempunyai kamar sendiri. Mereka menempati kamar di lantai atas, Kandara dan Bu Selvine menempati kamar-kamar di lantai bawah. Sedangkan rumah lama mereka telah dijual.


*- Masa depanmu sungguh ada, jika harapanmu tidak hilang -*


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡