Me And You For Us

Me And You For Us
Mikha - Manche.



Darel membawa anak-anaknya ke studio, karena dia memiliki rencana dengan kedua anaknya. Setelah melihat mereka bernyanyi di Relkha Restaurant.


Ketika tiba di studio, mereka di sambut oleh David. Darel menyuruh Efraim memainkan piano dan orgen yang ada di studionya.


"Deddy, apakah Efri bisa mainkan biola itu.?" Tanya Efrima kepada Daddynya ketika melihat ada biola di dalam studio Darel.


"Bisa Efri,, kau bisa main.?" Tanya Darel.


"Efri akan akan mencobanya, Daddy." Ucap Efrima, Darel mengangguk dan mengambil biola yang ada di studionya untuk diberikan kepada Efrima. Ketika melihat permainan Efrima, Darel langsung mengajaknya keluar.


"Efra,, latihan lagu ini bersama Uncle David, ya.. Daddy keluar sebentar dengan Efri. Nanti kami kembali baru kita latihan bersama." Ucap Darel sambil mengajak Efrima pergi bersamanya. Darel memakaikan masker juga untuk Efrima, saat mereka keluar.


Ketika melihat cara bermain biola Efrima, Darel mendapat ide untuk kedua anaknya, karena dia tidak menyangka Efrima juga menguasai alat musik biola.


Setelah tiba di galeri perlengkapan musik, Efrima terpesona dan tersenyum riang.


"Efri,, pilih biola yang kau suka. Baik bentuk atau warna. Nanti baru di coba." Ucap Darel., dan Efrima tersenyum happy.


"Benarkah Daddy..? Bolehkah Efri coba yang itu.?" Tanya Efrima sambil menunjuk pada biola berwarna pink cantik. Darel menyampaikan kepada pelayan, bahwa putrinya akan mencobanya.


Setelah dicoba, Darel melihat Efrima sangat pas dengan biola tersebut.


"Kau menyukainya, Efri.?" Tanya Darel, dan Efrima mengangguk. Darel langsung membelinya dengan perangkat pelengkapnya dengan warna yang sama.


"Daddy mau membelinya untuk Efri.?" Tanya Efrima, dan Darel mengangguk. Efrima langsung memeluk Daddynya takjub. Sebelum pulang, Darel dan Efrima membeli makan siang untuk mereka di studio. Karena mereka akan latihan sampai sore.


Setelah tiba di studio, mereka bertiga berlatih dengan serius dan David ikut membantu mereka.


"David,, besok kau tolong membantu crew untuk acaraku, ya.. seperti yang sudah aku bicarakan, hanya crew yang dipercaya saja yang boleh hadir, karena ini acara pribadi. Tidak boleh bocor." Ucap Darel, dan David mengangguk mengerti.


*((**))*


Di sisi yang lain,; Manche yang sudah tiba di Relkha Hotel. Dia hendak cek in sebagaimana yang disampaikan oleh Kandara, bahwa dia sudah reservasi kamar untuknya di Relkha Hotel.


"Selamat sore, saya mau cek in dan saya sudah reservasi atas nama Kandara." Sapa Manche pada resepsionis.


"Baik, tunggu sebentar ya.." Ucap petugas Resepsionis.


"Maaf, Ibu.. Tidak ada reservasi atas nama Kandara." Ucap Mikha, menggunakan bahasa Inggris. Mikha  yang baru melewati resepsionis dan memberikan kode kepada resepsionis melihat ponselnya. Ketika mendengar nama Kandara, Mikha tahu pasti ini sahabat Dara.


"Whattt.. anda katakan aku Ibu.., seharusnya anda pakai kacamata kuda." Ucap Manche.


"Ooh,, baik Grandma.." ucap Mikha dan segera meninggalkan lobby sambil tersenyum.


"Dasar pria rabun yang menyebalkan." Ucap Manche, kesal.


"Aku mendengarmu, Grandma." Ucap Mikha makin tersenyum, sambil mengangkat tangannya.


'Apa dia memiliki telinga di belakang kepalanya.' batin Manche yang makin kesal dan marah sambil menelpon Kandara.


"Kau bilang sudah reservasi, tetapi aku mau cek in, mereka bilang tidak ada reservasi atas nama Kandara." Ucap Manche yang mulai emosi.


"Tenang, Che.. coba cek reservasi atas nama Dara." Ucap Kandara menenangkannya.


Manche mencoba lagi ke resepsionis dan ternyata ada reservasi atas nama Dara. Mikha sengaja melakukannya.


Manche senang sekali, karena Kandara mereservasi kamar yang mewah baginya. Dia langsung merendam tubuhnya dengan air hangat untuk memgurangi kepenatan tubuhnya setelah melakukan penerbangan yang panjang. Dia merapikan dan menggantung baju yang akan dikenakan pada acara pernikahan Kandara di lemari.


Setelah itu, Manche menghubungi Kandara menanyakan kamarnya. Karena dia sudah sangat ingin bertemu Kandara sekeluarga.


"Dara,, aku sudah di kamar dan sudah mandi. Sebutkan nomor kamarmu dan aku akan mengunjungimu." Ucap Manche, yang mengira Kandara tinggal di hotel yang sama.


"Ok, Che.., sebentar ya.. aku akan telpon balik." Ucap Kandara dan mengakhiri telponnya. Manche tercengang dengan yang dilakukan Kandara.


Kandara, Bu Selvine dan Bu Richel yang baru tiba di Mansion, sedang istirahat di ruang keluarga sambil minum minuman hangat dan kue-kue lezat.


Ketika menerima telpon dari Manche, Kandara mendekati Bu Richel.


"Oooh,, Dara ada teman di sini.?" Tanya Bu Richel.


"Tidak, Mom.. Teman Dara dari Amerika dan baru tiba di sini untuk menghadiri pernikahan kami. Dia tinggal di hotel, tapi ingin bertemu dengan kami." Kandara menjelaskan.


"Ooh, ok.. Silahkan saja. Apa perluh dijemput.?" Tanya Bu Richel.


"Tidak usah Mom, Dara minta alamat rumah Mommy saja." Ucap Kandara, dan Bu Richel memberikannya. Kandara segera menelpon Manche.


"Che,, itu aku sudah kirim alamat rumahnya, aku tinggal di rumahnya." Ucap Kandara menjelaskan.


"Ooh.., ok. Aku ke sana sekarang.. c u." Ucap Manche, mengakhiri telponnya.


Setelah memberitahukan petugas keamanan di gerbang bahwa ada teman Kandara yang akan datang, Bu Richel ke kamar melihat Pak Darpha yang sedang istirahat.


Sedangkan Kandara di kamar tamu bersama Bu Selvine menunggu Darel dan kedua anaknya yang belum pulang dan juga Manche yang akan datang.


Menjelang senja, pintu kamar tamu diketuk dan Kandara membukanya.


"Nyonya muda tamu anda sudah datang." Ucap kepala pelayan, Kandara segera mengikutinya ke ruang tamu.


Ketika Manche melihat Kandara, dia langsung berdiri dan berlari memeluknya.


"Astagaaa, Dara.. Aku sangat merindukanmu dan anak-anak. Mana Tante dan kedua anak Aniku.?" Tanya Manche riang.


"Sssttt.., pelankan suaramu.. Mama sedang istirahat., karena kami baru pulang. Anak-anak lagi keluar, belum pulang." Ucap Kandara pelan. Dia khawatir membangunkan kedua orang tua Darel.


Ketika mereka sedang berbicara, pintu ruang tamu dibuka.


"Astagaaaa,, kenapa pria rabun menyebalkan itu ada di sini.?.. kau mengikutiku..?" Tanya Manche ketika melihat Mikha yang baru pulang.


Mikha juga terkejut melihat Manche ada di rumahnya. Dia langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat wajah Kandara yang melongo.


"Che.., kau bicara apa..? Siapa yang kau bilang pria menyebalkan.?" Ucap Kandara., sekarang Manche yang gantian melongo sambil menunjuk Mikha dan Kandara bergantian..


"Siapa yang berani mengatakan putraku menyebalkan.?" Ucap Bu Richel. Manche masih melongo menatap Kandara.


"Ayooo, Mom.., biarkan Dara.." Ucap Mikha merangkul Bu Richel, mengajaknya ke ruang keluarga sambil mengelus lengannya untuk menenangkannya.


"Astagaaa,, Dara.. itu daddynya Efra dan Efri..? Sorriiii.. " Ucap Manche sambil mengatupkan kedua tangan di dadanya.


"Che.., itu bu ..."


"Allooo,, Maniii..," Ucap Efra dan Efri yang baru pulang dan melihat Manche, langsung memeluknya.


"Astagaaa.., kalian semakin besar, tambah tampan dan cantik." Ucap Manche dan memeluk mereka dengan erat.


Ketika melihat Darel yang baru masuk, Manche membeku.


"Astagaaaa.., Darel.." Ucap Manche sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Mendengar suara Manche yang terkejut, Mikha dan Bu Richel mendekati mereka.


"Daraaa, semoga kau bawa minyakmu, jangan sampai ada yang pingsan." Ucap Mikha sambil tersenyum.


Manche masih terpaku, tidak bisa berkata-kata melihat Darel di depannya.


"Mani Manche.,, ini Daddy Efra dan Efri." Ucap Efrima dan Efraim sambil menggoyang tangannya.


"Daddy, kalian..? Lalu yang ta .." Ucap Manche sambil menatap Mikha dan Kandara bergantian.


"Astagaaa.., Kandaraaaa.. kau menyembunyikan dariku selama ini karena dia.., tunggu saja., aku akan merebusmu seperti udang." Ucap Manche emosi.


*- Hidup dan kehidupan selalu membuat kejutan -*