Me And You For Us

Me And You For Us
Kindness



Di bagian bumi yang lain ; Darel membantu para crew dan tim kreaktif mempersiapkan MV lagu Natalnya. Sehingga dalam dua hari, MV nya telah bisa diupload di channel youtube Darel.


Tidak berapa lama kemudia, MV Darel menjadi viral. View di channel youtube juga booom... Dalam waktu singkat juga lagunya dibicarakan bukan saja di Korea Selatan, tetapi juga di berbagai Negara. Karena lagu Natalnya menggunakan Bahasa Inggris dan syairnya menyentuh hati. Memotivasi yang mendengar untuk selalu melakukan kebaikan.


Baru sehari diupload, tiba-tiba MV nya lebih diperbincangkan adalah isi Videonya. Karena ada sebuah postingan di sosial media dari seseorang yang mengucapkan terima kasih kepada Darel yang telah memberikan hadiah yang indah baginya dan keluarga.


Kemudian ada yang berkomentar, di postingan tersebut.


'DIBAYAR BERAPA UNTUK BERBOHONG? KAMI TAHU ITU HANYA KOTAK KADO KOSONG YANG DIBAGIKAN.'


Akibat dari komentar tersebut, banyak komentar negatif lainnya datang beruntun. Diantaranya :


'MAU TERKENAL CUKUP BAGIKAN KADO KOSONG DAN BAYAR SATU ORANG UNTUK BERBOHONG.


KALAU SUDAH JATUH, TIDAK PERLU BANGKIT DENGAN BERBOHONG.


PEMBOHONG.


MUNAFIK.


WAJAH MALAIKAT, TAPI HATI IBLIS


Dan banyak lagi kata kasar di postingan tersebut. Membuat yang memposting ucapan terima kasih, bingung dan sedih. Dia tidak menyangka, niat baiknya ditanggapi orang dengan negatif.


Padahal dia benar-benar merasa terima kasih. Semua teman OB dan CS juga merasa terima kasih, karena isi hadiah yang mereka terima, sesuai dengan kebutuhan mereka.


Banyak netizen jadi berpikir negatif terhadap Darel. Sehingga banyak orang tidak percaya bahwa kado itu, benar-benar ada isinya. Itu hanya berupa kado-kadoan yang dibuat untuk pembuatan MV.


Jadi menurut mereka, postingan ucapan terima kasih dari seseorang itu dari seorang pembohong yang dibayar untuk mempromosikan lagu Darel.


Darel telah membayar orang untuk melakukan pembohongan publik. Itulah yang dibicarakan sepanjang hari. Mengetahui itu, Mikha menjadi khawatir. Dia langsung menghubungi Darel.


"Darel, lagi di mana?" Tanya Mikha.


"Aku di studio. Ada apa?" Darel balik bertanya.


"Kau sudah melihat berita negatif tentang MV mu?" Tanya Mikha.


"Sudah. Ini aku bersama tim lagi cari, siapa yang meniup beritanya pertama kali." Ucap Darel sambil melihat timnya sedang bekerja.


"Apa kita minta tolong perusahaan Daddy menyelidikinya? Di sana banyak pakar IT, jadi Daddy tinggal minta tolong mereka mencarinya." Usul Mikha, karena ada perusahaan Pak Darpha yang bergerak di bidang IT.


"Tidak usah, Mikha. Hanya persoalan kecil begini, harus diurus oleh perusahaan Daddy. Aku hanya ingin tahu saja, siapa yang melakukannya. Aku tidak akan memperkarakan orangnya, jadi tenang saja." Ucap Darel untuk menenangkan Mikha.


"Kau tidak marah dengan hal ini?" Tanya Mikha yang sedang khawatir sejak melihat dan mendengar beritanya.


"Tidak marah? Kalau ada di sini, kau akan melihat rambutku sudah berubah jadi asap semua. hahaha..." Ucap Darel, lalu tertawa sumbang untuk mengurangi amarahnya.


"Mikha, aku percaya sama Daddy. Tidak mungkin bingkisan itu kosong. Kau sendiri tahu, waktu kita membagikan kepada mereka, ada isinya. Sampai ada yang saling bantu membawanya. Jadi tidak usah khawatir." Darel meyakinkan dirinya dan Mikha.


"Yang harus kau pikirkan itu, para pemilik/penyewa tempat di Mall. Jangan sampai di antara mereka ada yang tidak jujur. Mungkin diantara mereka ada yang berikan kotak kosong." Darel mencoba berpikir lagi.


"Ok. Jangan bicarakan dengan Daddy dan Mommy dulu, nanti membuat mereka sedih. Semoga mereka tidak membacanya." Ucap Darel berharap.


"Iyaa. Walaupun begitu, kita tidak bisa mencegahnya. Mereka pasti akan tahu. Ternyata untuk lakukan kebaikan tidak mudah, yaa." Ucap Mikha, marah dan juga sedih.


"Siapa yang bilang itu mudah, Mikha. Kalau mudah, semua orang bisa melakukannya. Jadi kita tidak perlu melakukan edukasi seperti saran Mommy di MV." Ucap Darel.


"Tetapi jangan dengan kejadian ini membuat kita berhenti melakukannya. Kebaikan itu pasti menang, karena kita lakukan dengan senang hati." Ucap Darel lagi.


"Kau tidak mau mengklarifikasinya?" Tanya Mikha dan juga memberi usul, berharap Darel mau membersihkan namanya.


"Sudah banyak media yang bertanya soal itu lewat Manager dan Asistenku, tetapi aku sudah katakan kepada mereka, tidak perlu dijawab atau ditanggapi." Jawan Darel


"Kalau kita jawab atau tanggapi, sama saja kita lagi pamer telah melakukan sesuatu. Padahal yang kita lakukan, hanya untuk mereka yang datang bisa happy. Kalau ada yang tidak senang, yaa... Mungkin bukan untuk mereka." Darel berserah dengan situasi yang terjadi.


"Kau urus pemilik/penyewa tempat di Mall dulu, karena itu menyangkut bisnis mereka. Jangan sampai nama baik mereka ikut rusak." Ucap Darel, mengingatkan Mikha.


"Oooh, iyaa. Sampai lupa. Aku akan meeting dengan mereka." Ucap Mikha, sambil mengetuk dahinya, karena lupa.


"Mikha, I'm ok. Nanti dari sini aku pulang ke hotel." Ucap Darel lagi, karena dia tahu Mikha sedang mengkhawatirkannya.


"Ok, c u... By." Ucap Mikha, dan mengakhiri pembicaraan mereka.


Dia memang sedang khawatir tentang Darel. Mikha tidak menyangka, MV yang mereka konsepkan dengan baik dan berdasarkan niat baik, malah bisa merusak nama baik Darel.


Mikha sendiri yang menghubungi para pemilik/penyewa tempat di Relkha Mall. Sedangkan Asistennya diminta untuk menyediakan tempat meeting. Mereka semua langsung kumpul untuk membicarakan apa yang sedang viral.


Ketika mendengar penjelasan Mikha, mereka jadi khawatir kelanjutan bisnis mereka. Karena semua tempat mereka di Mall ada dalam MV Darel. Mereka juga ikut memberikan hadiah. Dan isinya real, bukan kado kosong atau bohongan.


Ketika selesai meeting, Mikha langsung kembali ke hotel. Karena Darel telah mengirim pesan padanya bahwa dia sudah berada di kamar hotel. Mikha telah meminta karyawan kepercayaannya untuk membawa minuman dan snack ke kamar Darel. Kemudian Mikha menghubungi Darel.


"Darel, aku sudah kirim karyawan ke situ, karena aku masih di jalan." Ucap Mikha, saat Darel merespon panggilannya.


"Ok. Thank u, c u ..." Ucap Darel, dan mengakhiri pembicaraan mereka. Tidak lama kemudian pintu kamarnya diketuk. Darel segera pakai masker dan membukakan pintu untuk karyawan yang membawa minuman dan snack untuknya.


Darel duduk di balkon sambil memandang warna langit yang mulai meredup dengan hati yang sedih. Dia memikirkan orang yang meniup komentar negatif padanya. Karena dia telah mengetahui orang yang meniup hal negatif terhadap MV nya.


Mengingat itu, hatinya makin sedih. 'Yaaaa... Tidak mungkin orang jauh yang dapat menusuk kita. Hanya orang dekatlah yang dapat menancapkan pisau ke tubuh kita.' Darel membatin.


*((**))*


Di sisi yang lain ; Baek berkumpul dengan teman-temannya di Bar. Mereka sedang merayakan keberhasilan telah menjatuhkan Darel. "Baek, apakah cukup begitu? Kita bisa melakukan yang lebih." Ucap seorang temannya sambil tersenyum senang.


"Cukup begitu dulu, aku ingin melihatnya berdarah-darah. Supaya tidak bisa bergaya di depanku. Merilis single dan membuat MV. Hahahaa... Aku sangat menanti, melihatnya tidak bisa mengangkat mukanya." Baek merasa gembira.


"Dia akan dicap seumur hidup sebagai seorang pembohong. Hahahaaa... Ayooo, minum...minum lagi. Pelayaan, tambahkan lagi minumannya." Teriak Baek senang karena sudah mulai mabuk. Teman-temannya yang ikut minum, juga mulai mabuk.


*- Ada teman yang baik, tetapi ada teman yang mendatangkan celaka -*


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡