Me And You For Us

Me And You For Us
Kebenaran.



Keesokan harinya, Darel dibangunkan oleh ketukan di pintu kamar hotelnya. Tadi malam Darel dan Mikha berbincang-bincang sampai larut malam. Mikha meninggalkan kamar Darel setelah melihatnya mulai menguap.


Pagi ini Mikha kembali ke kamar Darel, karena dari pagi Darel tidak merespon panggilannya. Sedangkan sudah hampir melewati waktu sarapan. "Morniiing.." sapa Darel dengan suara parau, setelah melihat Mikha yang datang dan membuka pintu untuknya.


"Morning. Ini sudah hampir siang, Darel. Sana mandi. Sebentar lagi, sarapan. Karena banyak yang harus dikerjakan. Sudah cukup bersedih untuk orang yang tidak berguna itu." Ucap Mikha, sambil mendorong Darel ke kamar mandi.


Tidak lama kemudian, Darel keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan tubuhnya berbalutkan bathrobe warna abu yang keren. Dia melihat sarapan sudah di atas meja, membuatnya lapar.


"Ko' hanya sedikit, kau tidak sarapan?" Tanya Darel yang melihat sarapannya hanya bisa untuk satu orang.


"Iyaa, aku sudah sarapan dari tadi dan sudah ke kantor. Aku ke sini karena Mommy menelponku." Jawab Mikha.


"Oooh, iyaa. Pasti Mommy sudah menelponku. Ponselku masih di lemari, aku meletakan di sana dari malam. Kau sudah bilang, aku baik-baik saja?" Tanya Darel, karena mengkhawatirkan Mommynya.


"Sudah. Tenang saja, aku bilang pasti belum bangun. Karena tadi malam kita berdua berbicara sampai larut." Ucap Mikha menjelaskan. Karena tadi pagi Bu Richel menelponnya, menanyakan keberadaan Darel yang tidak merespon panggilannya.


Setelah sarapan, Darel langsung mengganti bajunya. "Kau mau bekerja hari ini?" Tanya Mikha, ketika melihat Darel mengenakan kemeja dan celana panjang, rapi.


"Iyaa. Aku mau ke studio untuk berbicara dengan para crew. Mereka pasti sedang kecewa dengan kondisi ini." Jawab Darel, memikirkan karyawannya.


"Mau aku antar?" Tanya Mikha lagi, karena dia tidak mau Darel membawa mobil dalam kondisi saat ini.


"Tidak usah, nanti aku minta Hyun menjemputku." Darel tahu, Mikha sedang mencemaskannya. Sehingga dia berusaha tenang dan santai.


"Kau tidak perlu menelponnya, ini dia sudah menelponku." Ucap Mikha sambil menunjukan layar ponselnya kepada Darel. Mikha langsung menerima panggilan Hyun.


"Allooo, Hyun. Bagaimana?"


"Allooo, tuan muda. Apakah tuan muda Darel ada bersama tuan? Saya telpon dari tadi, tapi tidak direspon." Ucap Hyun menjelaskan.


"Iyaa, Hyun. Sekarang tuan muda ada bersama saya. Kau bicara langsung saja dengannya." Ucap Mikha sambil menyerahkan ponselnya kepada Darel.


"Allooo, Hyun. Ada apa? Saya baru mau menghubungimu untuk menjemput saya di hotel." Ucap Darel, setelah menerima ponsel Mikha.


"Iyaa, tuan muda. Nanti saya akan menjemput tuan muda. Syukurlah... Saya menghubungi tuan muda dari tadi." Ucap Asistennya dengan cemas.


"Oooh, iyaa. Ponsel saya lagi di tas dan dalam lemari. Ada apa, menghubungi saya?" Tanya Darel lagi.


"Tuan muda tolong nonton TV AA, ada berita tentang tuan. Sekarang sudah mulai banyak yang diberitakan."  Ucap Asistennya.


"Oooh, Ok. Thank u." Ucap Darel, mengakhiri pembicaraannya dan  memberikan ponsel kepada Mikha. Darel mengambil remote dan menyalahkan TV.


"Ada apa, Darel?" Tanya Mikha panik, melihat Darel yang segera menyalakan TV.


"Hyun bilang ada berita tentangku di TV dan sosial media." Ucap Darel sambil mencari saluran TV AA. Mikha langsung membuka sosial medianya.


Ada berita tentang wawancara wartawan TV AA dengan seorang bapak. "Apakah, anda yang memposting uncapan terima kasih tersebut kepada Darel?" Tanya wartawan.


"Iyaa, benar. Saya yang mengucapkan terima kasih." Jawabnya dengan yakin.


"Jadi benar, anda menerima hadiah?"


"Iyaa, benar."


"Kenapa anda, diberikan hadiah?"


"Apakah karena anda menjadi bintang di dalam MV tersebut?" Tanya wartawan lagi.


"Saya tidak tahu dan tidak mengerti tentang bintang yang anda tanyakan. Yang saya tahu, kami di undang untuk makan dan menerima hadiah."


"Sekarang saya minta terima kasih kepada anda yang mau bertanya kepada saya. Karena saya bingung mau kasih tahu di mana. Banyak orang berkomentar jelek di postingan saya."


"Anda bisa menceritakannya."


"Jadi begini tuan. Sebenarnya, saya tidak tahu kenapa semua orang ribut karena ucapan terima kasih saya. Dan kenapa ada yang berkata buruk, bahwa kotak hadiah itu kosong. Yang bilang kosong itu yang berbohong, bukan kami.


"Saya mau cerita, kenapa saya harus mengucapkan terima kasih kepada tuan Darel. Karena waktu pulang dan buka hadiahnya, kami sangat bahagia dan terharu. Karena itulah yang kami butuhkan."


"Saya tidak tahu hari itu adalah hari ulang tahun tuan Darel, tetapi anak saya yang katakan itu, waktu saya sudah pulang di rumah. Karena saat itu, kami tidak bernyanyi atau mengucapkan selamat ulang tahun kepada tuan Darel."


"Anda bisa bayangkan kebahagiaan kami? Saat mengetahui telah diundang ke ulang tahun seorang bintang terkenal? Kami datang tidak bawa hadiah, tetapi justru dikasih hadiah dan juga makanan enak."


"Saya dan teman-teman adalah OB dan CS. Kami dijemput mobil bagus, datang ke Mall yang besar, di sana kami di kasih hadiah dan makanan. Tanpa kami lakukan sesuatu."


"Anda seorang wartawan yang terkenal, apakah diundang oleh tuan Darel? Tidak bukan? Tetapi Saya dan teman-teman OB dan CS diundang."


"Pesan saya kepada yang berkata buruk dan menuduh tuan Darel bohong, semoga suatu hari bisa merasakan kebahagian seperti kami."


"Dan untuk tuan Darel, terima kasih dari kami semua, karena sudah membuat kami bahagia. Kami mohon maaf, karena tidak bisa mengucapkan saat itu karena kami tidak tahu dan tidak ada yang memberi tahu kami."


"Saya mewakili teman-teman OB dan CS mengucapakan : 'Selamat Ulang Tahun tuan, Darel.' Semoga hidupmu selalu diberkati." Ucapnya sambil memgatupkan kedua tangannya di dada dan dengan mata berkaca-kaca.


Darel dan Mikha yang menontonnya terkejut, dan jadi terharu. Mereka langsung berpelukan dengan mata berembun.


"Terima kasih Tuhan. Kami percaya, Engkau akan membela kami." Ucap Darel dengan hati bersyukur.


Tidak lama kemudian ada wawancara juga, TV AA dengan pemilik galery di Relkha Mall. "Selamat siang, Pak. Mohon konfirmasinya. Apakah bapak pemilik Galery di Relkha Mall?" Tanya wartawan.


"Iyaa, benar."


"Apakah bapak salah satu yang mensponsori pembuatan MV Darel? Dan juga yang menyiapkan hadiah-hadiah tersebut?" Tanya wartawan lagi.


"Saya tidak tahu, anda mendapatkan berita itu dari mana. Tapi sekarang saya mau katakan kepada semua orang yang telah berprasangka buruk tentang pembuatan MV Darel Kei."


"Kami tidak mensponsori pembuatan MV nya. Kami hanya diminta oleh Owner Relkha Mall untuk memberikan hadiah bagi karyawan kami. Jadi semua hadiah untuk karyawan kami itu ada isinya. Kami sendiri yang memberikannya, itu merupakan bonus dari kami untuk karyawan. Sedangkan tempat usaha kami mendapat promosi gratis lewat MV Darel Kei. Saya ulang lagi ya, itu gratis yang diberikan oleh Darel Kei.


"Sedangkan hadiah yang di lobby itu diatur sendiri oleh Darel Kei dan timnya. Itu diberikan kepada orang-orang yang mereka datangkan sendiri dengan mobil."


"Lewat wawancara di TV anda baru saya tahu itu para OB dan CS yang diundang. Saya saksi semua yang dikatakan OB itu benar. Karena setelah shooting, kami semua makan bersama."


"Saya sendiri baru mengetahui dari wawancara anda, bahwa hari itu Darel Kei berulang tahun. Jadi saya dan semua yang berbisnis di Relkha Mall mengucapkan kepada Darel Kei: Terima kasih telah mempromosikan usaha kami. 'Selamat Ulang Tahun, Darel Kei.' Semoga makin sukses dan lakukan terus kebaikan. Tuhan memberkatimu." Ucap pemilik galeri sambil mengepalkan tangannya untuk memberi semangat kepada Darel.


"Oooh iyaa, saya tambahkan sedikit untuk pembuat hoax. Orang yang tidak bisa berbuat baik, masih lebih baik, dari pada orang yang menyemburkan fitnah." Ucap pemilik galery menutup wawancaranya dengan wajah yang geram.


*- Kebenaran selalu menemukan jalan untuk menunjukan dirinya -*


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡