Me And You For Us

Me And You For Us
Pertemuan.



((\*\* Lima Tahun Kemudian \*\*))


Semenjak lima tahun yang lalu, Darel dipercayakan untuk mengelolah perusahaan Pak Darpha. Jadi Darel lebih banyak berkarier di New York, Amerika dan Tokio, Jepang. Dia juga lebih sering membuat soundtrack untuk film dan drama di sana.


Menjelang akhir musim semi, sekarang Darel sedang kembali ke Seoul. Dia diminta untuk membuat soundtrack Film dan Drama dari salah satu Stasiun TV Swasta di Seoul, Korea Selatan. Kesempatan ini juga di gunakan oleh Darel untuk mengevaluasi Relkha Group dan sekaligus bertemu dengan orang-orang yang dikasihinya.


Lima tahun terakhir, selain tetap berkarier di dunia musik, Darel juga mengelolah bisnisnya sendiri dan bisnis orang tuanya. Semua bisnis Pak Darpha yang ada di luar negeri telah diserahkan dalam pengelolahannya, membuat Darel harus sering bolak balik Amerika, Jepang dan Korea.


Sedangkan perusahan di Korea dalam pengelolahan Pak Darpha dan Mikha. Mikha dipercayakan mengelolah beberapa anak perusahan Jion Comp. Selain itu juga, Mikha tetap bertanggung jawab mengelola Hotel, Mall, Resort, Restaurant dan Agency di bawah naungan Relkha Group. Semua itu membuat Darel dan Mikha benar-benar sibuk lima tahun terakhir ini. Penghidupan banyak orang sekarang bergantung pada keseriusan mereka bekerja dan mengelolah perusahan.


Belum lagi harus berhadapan dengan rekan atau lawan bisnis yang kadang-kadang mengganggu dan ingin menjatuhkan mereka. Hal itu membuat mereka harus mengeluarkan energi ekstra dalam bekerja dan mengelolah perusahaan.


*((**))*


Hari ini setelah berada di Seoul, Darel sedang bekerja di studio untuk mempersiapkan soundtrack drama dan film yang dipercayakan padanya. David ex member Melo juga diajak untuk bekerja bersama dengannya. Karena Darel telah menyerahkan pengelolahan studio dalam tanggung jawab David.


Semua kegiatan crew untuk channelnya tetap berjalan dan beraktivitas dengan baik. Gerry, Manager Darel yang mengurusnya saat bersama Melo telah dipercayakan oleh Darel untuk menangani channel dan para Crew nya.


Sedangkan Hyun, asistennya, tetap bersamanya. Darel membawanya untuk membantunya, karena Hyun selain cerdas, cekatan juga bisa dipercaya. Ketika Darel sedang berdiskusi dengan David, tiba-tiba ponsel Darel bergetar dan Darel langsung merespon ketika melihat nama Mikha di layar ponselnya.


"Allooo, Darel. Kau ada di mana?" Tanya Mikha panik membuat Darel terkejut.


"Aku ada di studio. Ada apa Mikha?" Mendengar suara Mikha, Darel ikutan panik.


"Sekarang kau segera ke Relkha Mall. Sekarang juga... Nanti di jalan baru aku telpon lagi." Mendengar apa yang dikatakan Mikha, Darel langsung berlari keluar meninggalkan David sambil berucap : "Nanti aku telpon." Darel berkata sambil mengisyaratkan dengan tangan di telinga.


"Ok, Kak. Hati-hati." Ucap David, ikutan panik juga.


Pasti terjadi sesuatu di Mall, karena Mikha tidak akan bersikap begitu, jika dia bisa mengatasinya. Dia meminta asistennya segera mengantarnya.


"Hyun, tolong antar saya ke Mall." Ucap Darel kepada asistennya.


"Baik, tuan muda." Jawab Hyun, sambil berjalan cepat ke tempat parkir.


"Hyun, nanti turunkan saya di pintu utama Mall dan tolong kembali bantu David." Ucap Darel setelah di dalam mobil asistennya.


"Baik, tuan muda." Ucap Hyun mengerti.


Saat tiba di pintu utama Mall, Darel langsung turun dan masuk ke lobby utama seperti yang di katakan Mikha untuk bertemu dengannya.


Keadaan di lobby Relkha Mall sedang ramai, sebab ada pagelaran musik. Karena buru-buru turun untuk mencari Mikha, Darel lupa memakai maskernya. Sehingga kehadirannya menjadi pusat perhatian, pengunjung yang ada di lobby. Banyak orang datang mendekat dan mengerumuninya.


Dibagian yang lain, Efraim yang baru selesai perfom, terkejut melihat kehadiran Darel dalam kerumunan. Teman-teman Efraim mengajaknya untuk meninggalkan Mall, karena mereka telah selesai perfom.


Melihat itu, Efraim mengatakan: "Kalian duluan ya. Aku akan menyusul ke tempat parkir." Ucap Efraim. Temannya mengangguk, dan Efraim langsung menaikan kupluk jacket untuk menutupi kepalanya dan berlari menerobos kerumuran untuk mendekati Darel.


Setelah dekat dengan Darel, dia menggenggam tangan Darel sambil menatap wajah Darel dengan mata berkaca-kaca; "Uncle, help me." Ucap Efraim sebelum terdorong oleh kerumunan orang di sekitar Darel.


Darel yang melihat wajah Efraim langsung panik. Dia mencarinya yang hilang di kerumunan orang. Dia melihat sekeliling tanpa menghiraukan banyak orang yang sedang memanggil-manggil namanya. Mikha yang melihat kerumunan segera memanggil security untuk mengeluarkan Darel dari sana.


"Apakah tadi kau melihatnya?" Tanya Mikha.


"Lihat siapa?" Darel balik bertanya.


"Itu tadi, anak kecil yang main piano di lobby utama."


"Tidak. Aku keburu dikerumunin pengunjung. Ada apa?" Tanya Darel heran dengan pertanyaan Mikha.


"Astagaaa... Aku menelponmu, karena aku melihat anak itu. Wajahnya mirip denganmu. Coba lihatlah video ini. Tadi aku sempat ambil sedikit, sebelum mereka selesai perfom." Ucap Mikha, sambil menyerahkan ponselnya kepada Darel. Saat mereka telah duduk di ruangan privat Relkha Restaurant.


Darel terkejut melihat video yang ditunjukan Mikha. "Astagaaa, Mikha. Anak ini yang tadi aku cari. Anak ini yang tadi mendatangiku. Aku tahu ini dia, walaupun dia menutupi kepalanya. Ini dia, jacketnya sama." Ucap Darel beruntun, karena terkejut. Mikha segera keluar ruangan untuk mencarinya, tetapi Darel menahannya.


Darel mengingat pertemuannya tadi. "Sebentar, Mikha. Tadi ada yang dia ucapkan untukku. 'Uncle, help me'." Darel langsung membuka tangannya ketika mengingat ucapan anak itu sambil menyerahkan sesuatu dalam genggamannya.


Tadi karena panik, dia tidak menyadari, di dalam tangannya ada kantong plastik obat kecil. Di dalamnya ada sepotong kertas yang dilipat kecil.


*((**))*


Di sisi yang lain ; Efraim sudah di dalam bus untuk kembali ke tempat penginapan. Dia masih shock, tidak percaya dengan yang dilihatnya. Dia tidak menyangka, bisa bertemu dengan orang yang dibilang Mommy, adalah Daddy nya.


Teman-teman dan guru pendampingnya mengira Efraim kecapean sehingga hanya diam, sejak berada di dalam Bus. Efraim adalah anak yang riang dan ramah, dia akan diam kalau ngantuk dan cape'. Mereka tidak mengganggunya atau mengajaknya berbicara. Dia dibiarkan istirahat.


Efraim sedang menenangkan debaran jantungnya dan terus berdoa, semoga kantong plastik obat yang diberikannya tidak hilang. Sejak ada rencana mau berangkat ke Seoul, Korea Selatan, Efraim telah mempersiapkan kantong itu dan selalu di bawa-bawa dalam saku celananya. Siapa tahu bisa bertemu dengan orang yang dibilang Mommy adalah Daddynya.


Dia berusaha sesuai yang diketahui dari berita-berita untuk meyakinkan dirinya. Sehingga tadi dia berusaha untuk memberikannya. Selanjutnya dia hanya bisa berharap dan menunggu pertolongan Tuhan Yesus.


Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Ada telpon dari nomor yang tidak dikenal dan dia tidak berani menerimanya. Karena pikirnya, tidak mungkin secepat itu Uncle Darel akan menghubunginya.


Tetapi kemudian, ada pesan yang masuk. "Efraim, ini Uncle Darel yang kau berikan kertas tadi. Tolong terima telponku." Pesan Darel


"Maaf, Uncle. Efraim masih dalam bus dengan banyak teman." Balasan pesan Efraim.


"Baiklah, kasih tau alamat tempat tinggalmu. Nanti kalau sudah tiba di tempat, kasih tahu Uncle."


"Baik, Uncle." Ucap Efraim sambil mengirim alamat tempat tinggalnya.


Selesai berkirim pesan dengan Efraim, Mikha bertanya kepada Darel. "Bagaimana, apakah dia tidak merespon panggilanmu?" Tanya Mikha, karena melihat Darel tidak berbicara lewat telpon.


"Dia sedang dalam bus dengan banyak teman, jadi tidak bisa menerima telponku. Tapi ini dia sudah kirim alamatnya. Nanti kalau sudah sampai tempat tinggal, dia akan memberi tahuku." Ucap Darel, dengan hati yang berdegup kencang.


"Aku akan menunggu kabar darinya di hotel. Jadi kalau kau masih sibuk, kerjakan dulu pekerjaanmu. Nanti aku kasih tahu perkembangannya.


Ooh iya, Mikha. Tolong kirim videonya untukku." Ucap Darel, dan mereka berpisah.


*- Ketika Tuhan membuka jalan, semuanya bagaikan air mengalir tak henti -*


โ™กโ€ข~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... ๐Ÿ™๐Ÿป Makasih~โ€ขโ™ก