Me And You For Us

Me And You For Us
surprise 2



...~•Happy Reading•~...


Hari baru selalu memiliki kisah yang baru atau kisah lama yang diperbaharui. Demikian juga dengan kisah yang terjadi di Mansion keluarga Jion pagi ini.


Bu Richel sedang mempersiapkan sarapan untuk keluarganya bersama para pelayan, karena suami dan anaknya sedang di rumah. Hal yang seperti ini, sangat menyenangkan hatinya. Suatu kesempatan yang jarang bisa mereka lakukan sebagai keluarga.


Karena kesibukan sering membuat mereka tidak bisa bertemu dalam waktu yang bersamaan. Darel dengan grup Melonya, sering membuatnya jarang ada di rumah. Kadang Pak Darpha dan Bu Richel juga lebih sering di luar negeri.


Sarapan telah siap di meja makan dan Pak Darpha yang telah siap ke kantor menuju ke meja makan untuk sarapan. "Mom, Darel belum bangun atau sudah berangkat?" Tanya Pak Darpha. Karena beliau tahu, tadi malam Darel ada pulang ke rumah.


Sebelum dijawab oleh Bu Richel, Darel telah turun dengan wajah baru bangun tidurnya. Rambut acak beraturan. "Morniiing Mom. Morniiing Dad." Sapa Darel dan dijawab bersamaan oleh Pak Darpha dan Bu Richel. "Morniiing." Darel mencium pipi Mommynya dan duduk di sampingnya untuk sarapan.


"Kemana pesona anak kami, ini?" Tanya Bu Richel, melihat rambut Darel yang berantakan dan belum mandi. Darel mengusap rambut dengan jarinya.


"Lapar, Mom. Nanti saja mandinya." Jawab Darel sambil mengambil makanannya.


"Darel... Daddy dengar, Mini Album Melo yang baru dirilis kurang memuaskan banyak pihak." Ucap Pak Darpha, dan Darel mengangguk mengiyakan sambil makan.


"Tidak mengapa, hidup ini seperti itu. Kadang di atas, kadang di bawah. Asalkan ketika di bawah, jangan biarkan diinjak." Ucap Pak Darpha, dan Darel kembali mengangguk sambil menatap Daddynya dengan sayang.


Bu Richel mengusap punggung putranya dengan sayang untuk menenangkannya. Karena beliau tahu, putranya sedang berada dalam masa sulit yang mungkin bisa membuatnya tertekan. Sangat berat bagi putranya, karena dia juga seorang leader. Hal itu membuatnya khawatir dengan kondisi putranya.


Tiba-tiba bunyi ketukan di pintu. Pelayan segera membuka pintunya, dan semua tersenyum happy ketika melihat siapa yang datang.


"Morniiing Mom. Morniiing Dad." sapa Mikha riang. "Morniiing..." Balas mereka bertiga yang di meja makan, bersamaan. Mikha tersenyum happy, bisa berkumpul lengkap.


"Astagaaa... Mimpi apa aku tadi malam, sehingga pagi ini dikelilingi tiga pria tampan?" Tanya Bu Richel tersenyum dan berusaha menghibur Darel. Mikha medekat dan mencium pipi Bu Richel dan duduk di samping Darel.


Ketika melihat Darel dan Mikha duduk di depannya, Pak Darpha menjadi terharu. "Melihat kalian seperti ini, Daddy baru menyadari kalau Daddy memiliki dua orang putra." Darel dan Mikha menatapnya dengan wajah bertanya, dan heran.


"Kadang di kantor, orang mengira Daddy tidak memiliki putra, karena kalian tidak pernah ke kantor Daddy. Tetapi nanti saat rapat pemeggang saham, kalian harus hadir bersama Mommy." Ucap Pak Darpha tegas.


"Kalian adalah pemegang saham tertinggi selain Daddy dan Mommy. Jadi kalian harus hadir dalam rapat pemegang saham. Jangan mengirimkan asisten kalian lagi." Ucap Pak Darpha sambil memandang Darel dan Mikha.


"Supaya rekan bisnis tidak ada yang berani terhadap Daddy, karena mereka tahu Daddy memiliki dua putra yang hebat." Ucap Pak Darpha lagi, sekalian menghibur putranya Darel yang sedang mengalami masa yang sulit.


Darel dan Mikha langsung berdiri mengitari meja dan memeluk Daddynya dengan sayang. "Tidak usah tunggu sampai rapat pemegang saham, Dad. Hari ini kami akan jemput Daddy untuk makan siang." Ucap Darel.


"Benarkah...?" Tanya Pak Darpha seakan tidak percaya. Darel dan Mikha mengangguk mengiyakan. Pak Darpha dan Bu Richel tersenyum senang.


"Maafkan kami Dad, karena selama ini kami terlalu sibuk bekerja. Sehingga mengabaikan hal yang utama" Ucap Mikha merasa bersalah.


"Iyaa... Daddy mengerti, tapi kalian juga harus ingat, perusahan Daddy adalah perusahan kalian juga. Sudah waktunya orang tahu, bahwa kalian adalah penerus Daddy." Ucap Pak Darpha serius.


"Kalau Darel, Daddy bisa mengerti. Karena sering sibuk dengan musiknya dan juga harus mengurus grup Melo. Tetapi bagi kau Mikha, sudah cukup belajar di luar. Kini sudah waktunya bekerja di perusahan sendiri." Ucap Pak Darpha kepada Mikha.


"Iya, Dad. Nanti kami berdua pikirkan dan mengaturnya." Jawab Mikha sambil melihat Darel. Lalu Darel mengangguk mengiyakan, karena mengerti tatapan Mikha.


...°-° Selalu ada kisah menghangatkan hati, dalam keluarga yang saling mengasihi °-°...


Mereka sekeluarga bersyukur, bisa bercengkrama dan menikmati sarapan yang lezat. Mikha teringat akan tujuannya pagi ini datang ke Mansion. "Ooh iya, Darel. Kau sudah lihat berita?" Tanya Mikha.


"Kau belum lihat channel youtube mu?" Tanya Mikha lagi.


"Belum juga. Ini baru bangun dan lapar, jadi belum sempat pegang ponsel." Jawab Darel lagi.


"Astagaaa, sekarang videomu sedang menjadi perbincangan." Ucap Mikha.


"Benarkah...? Apa mereka sudah menguploadnya?" Tanya Darel, mengingat video yang dibuatnya.


"Iyaa, mereka sudah menguploadnya tadi malam. Sehingga pagi ini booom... Banyak dibicarakan berbagai pihak. Jadi siap-siap saja, kau akan dihubungi." Ucap Mikha dengan wajah yang senang.


Mendengar pembicaraan kedua putranya itu, Pak Darpha dan Bu Richel saling menatap dan menjadi khawatir. Mereka mengira ada video buruk yang bisa merusak reputasi putranya. "Mikha, video apa?" Tanya mereka bersamaan, dengan wajah cemas.


"Ooh, Mommy dan Daddy belum melihatnya juga?" Tanya Mikha, Pak Darpha dan Bu Richel menggeleng.


"Video ini Mom, Dad." Ucap Mikha, dan menyerahkan ipadnya kepada Bu Richel. Ketika melihat videonya, Bu Richel terkejut.


"Astagaaa, apa ini anak Mommy?" Bu Richel hampir tak percaya melihat videonya. Mikha mengagguk mengiyakan sambil tersenyum melihat wajah Bu Richel yang takjub.


"Mikha, kenapa di sini dia tampan sekali?" Ucap Bu Richel yang masih takjub, dan Pak Darpha terdiam mendengar permaian piano putranya.


"Mommiiii... Bukannya tadi bilang, dikelilingi oleh tiga pria tampan? Kenapa sekarang wajah Mommy seperti belum pernah lihat wajah tampan?" Tanya Darel, bercanda dan tersenyum.


"Iyaa sih, tapi pria yang di video ini tampan sekali. Mikha, kau apakan dia sampai mempesona seperti ini?" Tanya Bu Richel tersenyum, dan juga bercanda.


"Itu bukan karena wajahnya yang tampan saja, Mom. Tetapi musiknya juga yang membuatnya makin mempesona." Jawab Mikha sambil memeluk bahu Darel, bangga.


"Wuuuah... Mommy baru pernah melihatmu seperti ini, Darel. Daddy, lihatlah putra kita yang satu ini. Sangat berbeda sekali." Ucap Bu Richel sambil memperlihatkan video tersebut kepada suaminya. Pak Darpha melihat video dan menatap putranya takjub.


"Bagus sekali Darel. Daddy senang melihatnya. Kau sangat berbeda, lebih baik dan lebih, yaa lebih." Ucap Pak Darpha kehabisan kata, sambil memandang kedua putranya dengan bangga.


"Kalian akan lebih sibuk lagi dari sekarang. Jadi jangan lupa istirahat dan jaga kesehatan kalian. Daddy akan berangkat ke kantor." Ucapnya sambil berdiri dan Bu Richel juga berdiri untuk mengantarnya.


"Sampai ketemu, Daddy." Ucap Darel dan Mikha bersamaan, dan Pak Darpha memberikan isyarat OK dengan jarinya.


Pak Darpha dan Bu Richel berjalan ke luar rumah menuju mobilnya dalam diam. Tetapi hati mereka penuh dengan ungkapan syukur. Karena putra mereka Darel, tidak berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan, akibat Melo sedang mengalami kegagalan dalam comebacknya. Karena saat ini, mereka sedang dihujat dan bahkan ada yang memaki karena kecewa.


Putra mereka Darel, tidak terpengaruh dengan banyak kata negatif yang dilontarkan kepadanya. Dia merespon dengan tindakan positif yang membanggakan. Darel semakin bijak menghadapi persoalan yang dihadapinya. Dia semakin dewasa dalam bersikap dan dalam menyelesaikan persoalan hidupnya.


Itulah kebahagiaan orang tua, jika mengetahui anak-anaknya bisa hidup dengan baik. Bisa menyelesaikan persoalan hidup dengan baik. Bisa melakukan hal yang baik dan membanggakan.


Selesai sarapan, Darel dan Mikha  melanjutkan pembicaraan mereka di  ruang baca. Mereka membicarakan rencana ke depan, karena tidak menyangka respon masyarakat lebih dari yang mereka perkirakan.


"Mikha, alangkah baiknya kita buat ruang kerja khusus sebagai tempat kerja pengelolah channelku. Kita ambil sedikit dari ruangan meeting di lantai dua studioku. Sedangkan perlengkapan mereka untuk shooting dapat di simpan berdampingan dengan perlengkapan musikku di lantai satu. Tetapi dibuat pintu terpisah saja, agar tidak mengganggu peralatan musikku." Ucap Darel, Mikha mengangguk menyetujui.


...°-° Jika orang kaya tidak bermegah karena kekayaannya, maka mereka akan selalu tahu bersyukur °-°...


...~***~...


...~●○♡○●~...