
Efraim dan Efrima balik memeluk Darel dengan sayang.
"Apa kalian bersenang-senang dengan Grandpa hari ini.?" Tanya Darel sambil mencium pelipis kedua anaknya. Mereka mengangguk dan kembali memeluk Daddynya.
Tiba-tiba Mikha datang dan menyapa mereka yang sedang bercengkrama.
"Eeeh,, ternyata Uncle sudah pulang." Ucap Efrima., sambil tersenyum. Mikha mengacak rambut mereka berdua dengan sayang dan tos dengan Darel.
"Thank u .." Ucap Mikha sambil tersenyum.
Darel mengerti senyuman Mikha dan menggelengkan kepalanya. Karena dia sudah membereskan masalah dengan crew nya.
"Ada apa dengan kalian berdua.?" Tanya Bu Richel curiga melihat tingka dan wajah kedua putranya.
"Nothing.., Mom.." ucap Mikha sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Daddy.., lihat wajah Mikha, pasti telah terjadi sesuatu dengan mereka.. Mommy tahu wajah nakal mereka berdua." Ucap Bu Richel makin curiga.
"Mommy jangan suka curiga, nanti cantiknya berkurang." Ucap Darel sambil tersenyum., kemudian Mikha mengacak rambut Darel sambil tersenyum tertahan.
"Daddy,, benar.., pasti terjadi sesuatu.. Mommy sangat tahu mereka berdua. Lihat itu wajah Mikha, terlihat jelas.,." Ucap Bu Richel, dan Mikha langsung tertawa.. Darel hanya bisa melihat dan menggelekan kepalanya., mulai curiga dengan Mikha.
"Mommy,, supaya cantiknya tidak berkurang, nanti tanya David saja. Mommy tahu David, kan.?" Tanya Mikha, Bu Richel mengangguk, tetapi tetap menatap Mikha menanti ucapan selanjutnya.
"Mom,, kalau David yang cerita, pasti akan lebih.., yaa lebih.." Ucap Mikha sambil tersenyum
"Kapan kau bertemu dengan David.?" Tanya Darel makin curiga. Mikha melihat Darel dengan senyum makin lebar.
Sambil tersenyum, Mikha menjawab pertanyaan Darel.
"Tadi sebelum pulang ke sini., aku mampir ke studio untuk cek crew mu. Tetapi David bilang sudah diberesin Kak Darel. Dan dia cerita apa yang terjadi di loksi dengan gaya kocaknya." Ucap Mikha dan masih tersenyum.
"Aku tidak percaya ceritanya, karena aku tahu, kau tidak mungkin melakukan itu, tetapi dia bilang kau melakukannya." Ucap Mikha sambil menahan senyum.
Darel menggelengkan kepalanya mendengar apa yang diceritakan David kepada Mikha.
"Anak itu, ternyata dia memperhatikan, besok akan kujewer." Ucap Darel, dan Mikha yang tadinya tersenyum, jadi tercengang mendengar apa yang dikatakan Darel.
"Jadi benar kau melakukannya..? Astagaaa,., Darel.., sejak kapan kau narsis.?." Ucap Mikha terkejut, dan tidak percaya.
"Mikhaaaa,, kau mau ceritakan atau Mommy patahkan kakimu. Kalian kira Mommy lupa wajah kalian, jika ada sesuatu yang kalian lakukan.?" Ucap Bu Richel.
"Aku akan cerita menurut David ya, Mom.. Mommy tahu artis yang bernama Jinah.?" Tanya Mikha.
"Yaa, Mommy tahu.. Dia sekarang lagi ngetop. Banyak drama yang dibintanginya memiliki rating yang bagus." Jawab Bu Richel.
"Artis itu yang bikin anak Mommy emosi pagi-pagi tadi. Dia ingin ikut rombongan Darel ke lokasi shooting, tetapi tidak diijinkan oleh anak Mommy ini." Ucap Mikha, sambil menunjuk Darel.
"Sehingga Jinah emosi dan marah, karena dia sudah terlanjur bilang ke rombongannya, bahwa dia akan ikut rombongan Darel."
"Supaya tidak malu, dia bilang ke rombongannya; 'Darel tidak ijinkan dia ikut rombongan Darel karena Darel tidak bisa tahan berada di dekatnya." Ucap Mikha.
"Astagaaa,, aku akan jahit mulutnya." Ucap Bu Richel emosi.
"Naaah,,, Mommy emosi juga bukan.? Apalagi anak mommy yang sudah emosi dari pagi." Ucap Mikha.
"Sebentar.., yaa.., Mom." Ucap Mikha sambil menarik nafas sebelum melanjutkan ceritanya. Karena dia tidak tahan untuk tidak tertawa.
"Mommy bisa tebak apa yang dilakukan anaknya Mommy.?" Tanya Mikha dan Bu Richel mengeleng. Darel memandang Mikha dan menyuruhnya berhenti. Tetapi Mikha mengabaikan ucapan Darel.
"Darel minta pilot menurunkan crew nya di dekat lokasi. Karena semua crew dari rombongan yang lain sudah tiba dan berkumpul di lokasi shooting."
"Di dalam heli, anak mommy sudah lepasin jacketnya, gulung lengan kemeja, buka kancing kemeja empat.." Mikha tertawa, Bu Richel dan yang lain melongo tapi jadi tersenyum dan tertawa membayakan Darel melakukannya.
Pak Darpha, tersenyum sambil geleng kepala. Mereka menutup mulut sambil memandang Darel. Wajah Darel memerah sambil melihat Mikha dan menyuruhnya untuk berhenti. Tetapi Mikha terus bercerita.
"Mommy tahu gaya David menirunya. Dia turun dari heli, pakai rebennya langsung datangi lokasi menuju rombongan crew artis itu. Dia duduk di samping Jinah dengan santai. Menurut David, Jinah hampir pingsan karena menahan nafas.."
"Sutradara mendekati mereka, dikiranya Darel peran utama prianya. Darel berdiri, melepaskan kacamatanya dan menatap Jinah. Ketika melihat wajah marah Darel, wajah Jinah berubah-rubah seperti pelangi."
"Ini menurut David, Darel terus melihat Jinah dengan marah dan katakan begini;
'Dengar lady,, saya bukan tidak tahan berdekatan dengan anda, tetapi saya tidak tahan duduk berlama-lama dengan orang yang tidak mengerti kata profesional. Jadi berhentilah membual di luar sana.' Darel langsung berbalik meninggalkan Jinah. Semua crew yang mendengarnya, hanya bisa diam dengan mata membulat." Mikha mengakhiri ceritanya.
"Wuuuaahh.., Daddyku keren.." ucap Efrima.
"Jangan dengarkan Uncle mu.. Mikha berhenti.,, didengar anak-anak." Ucap Darel.
"Grandma setuju dengan Efri., anak Mommy keren., apalagi kalau dia mencobanya di sini." Ucap Bu Richel sambil tersenyum dan semuanya tertawa.
Darel melihat mereka semua sambil menggelengkan kepalanya.
"Ayooo,, Mommy.., mari kita makan malam. Itu hanya dilakukan dalam keadaan darurat." Ucap Darel, ikut tersenyum mengingat yang dilakukannya tadi.
"Tetapi aku setuju dengan tindakan Darel, Mom.. Kalau tidak demikian akan lebih sulit ke depan. Besok akan ada gosip yang beredar, akibat mulut artis yang tidak beretika itu. Mungkin aku akan perluh mencobanya." Ucap Mikha sambil mencoba membuka kancing kemejanya. Mereka semuanya tertawa melihat apa yang dilakukan Mikha..
"Uncle.., stop..!" Ucap Efrima dan Darel memukul lengan Mikha untuk menghentikannya.
Mereka semua masuk ke ruang makan dengan tertawa.
Setelah makan malam, mereka sekeluarga meneruskan berbincang-bincang di ruang keluarga.
"Efrii,, jangan menempel terus sama Unclemu., nanti lengket." Ucap Bu Richel bercanda, karena melihat Efrima selalu bersama Mikha.
"Bisa lengket ya, Grandma... wuaahh.., Efri senang sekali.." Ucap Efrima girang, sambil menyandarkan kepalanya ke lengan Mikha.
"Mengapa Efri senang sekali.." Tanya Pak Darpha heran melihat sikap Efrima.
"Karena Uncle Mikha adalah malaikat pelindungnya Daddy, Grandpa. Jadi kalau Efri lengket dengan Uncle, bisa di lindungi juga." Ucap Efrima tersenyum. Semua menatapnya dan Mikha mengacak rambut Efrima dengan sayang.
"Dari mana Efri tahu, Uncle Mikha adalah malaikat pelindungnya Daddy.?" Tanya Pak Darpha masih heran mendengar pernyataan Efrima.
"Dari Oma dan Mommy, Grandpa." Ucap Efrima tersenyum.
"Yaaa,, Efri .., bukan begitu, Grandpa.. Maksudnya Oma dan Mommy. Uncle itu malaikat pelindungnya Daddy, dan Daddy malaikat pelindungnya Uncle. Karena orang baik selalu mempunyai malaikat pelindung. Kau ituu.., Efri.., selalu bicara sepotong-sepotong.." Ucap Efraim, sambil melihat Efrima.
*- Setiap orang diberikan akal agar bisa menemukan cara menyelesaikan masalah -*