Me And You For Us

Me And You For Us
Relkha Mall.



Kandara hanya bisa mengangguk dan berdiri. Melihat wajah Kandara yang bingung, Darel langsung memeluknya.


"Cobalah tenang, agar bisa berpikir apa yang kalian butuhkan 10 hari ke depan." Ucap Darel sambil mengelus punggung Kandara untuk menenangkannya.


"Aku katakan begini, agar kau tidak bingung di sana. Apalagi ada Mommy, kau akan makin bingung. Karena Mommy akan ajak kau masuk keluar tokoh. Aku tidak bisa lama., keluar masuk toko. Nanti kalau semua keperluan kalian sudah dibeli dan masih mau berkeliling dengan mommy, silahkan. OK.?" Ucap Darel lagi, dan Kandara mengangguk mengerti.


Setelah Darel merasa Kandara telah mengerti yang di maksudkan, dia mengajak ke ruang keluarga untuk memanggil semua untuk keluar ke halaman. Mikha menuju mobil sport mewahnya. Hal itu membuat Efraim dan Efrima terkagum-kagum.


"Wuuuiii.., mobil Uncle keren,, sekaliii..." Ucap Efraim tidak bisa menahan kekagumannya.


"Mobil Daddy yang mana.?" Bisik Efrima, tetapi didengar oleh semua orang yang sudah duduk dalam mobil.


"Itu yang di samping Uncle. Kita tidak bisa pakai itu, karena tidak bisa menampung kita semua. Jadi harus pakai mobil Grandpa." Ucap Darel menjelaskan. Darel duduk di belakang dengan anak-anak. Dia tidak mau mengganggu Kandara yang sedang memikirkan keperluan mereka.


Setelah tiba di Relkha Mall, Mikha telah menunggu mereka di lobby pintu utama.


Mereka semua mengenakan masker, kecuali Mikha. Ketika melihat lobby utama, Efraim menggenggam tangan Darel dengan erat.


Matanya berembun mengingat pertemuan pertama dengan Daddynya. Darel merasakan apa yang dirasakan Efraim, ditepuknya tangan Efraim dalam genggamannya. Hanya mereka berdua yang tahu perasaan mereka.


Mikha tahu apa arti genggaman Efraim yang tiba-tiba kepada Darel. Pasti dia mengingat pertemuannya dengan Daddynya.


Mikha mengajak mereka ke tempat baju wanita dewasa. Karena Darel sudah pesan untuknya. Kandara berbisik kepada Mamanya untuk memilih baju yang di sukainya dan jangan lihat harga. Itu pesan penting yang ditekankan Kandara.


Setelah melihat Kandara yang mulai kebingunan, Darel membisikan sesuatu ke telinga Mommynya. Bu Richel mendekati Bu Selvine dan membantunya memilih baju yang di butuhkan.


'Aku sudah pikirkan, tetapi tetap saja bingung.' Kandara membatin. Akhirnya ujung-ujungnya Bu Richel yang bantu memilih untuk mereka berdua.


Bu Richel yang bagian mengambil, Kandara yang bagian mengucapkan cukup setelah di hitung cukup untuk sepuluh hari.


Melihat itu,, Darel bersyukur Mommynya ikut mereka. Karena Kandara dan Bu Selvine tetap bingung memilih baju mereka. Darel melihat dari jauh sambil tersenyum.


Mikha dan Darel hanya tunggu di kasir.


Setelah di bayar, Bu Richel menyuruh sopirnya untuk di bawa ke mobil. Begitupun ke toko baju anak-anak. Bu Richel membantu cucu-cucunya memilih, Kandara bagian menyeleksi.


Di tempat sepatu dan tas, mereka tidak membutuhkan waktu lama, karena hanya sedikit yang mereka beli. Ketika ke toko pakaian dalam, Darel dan Mikha Efraim tidak masuk.


"Efri., kalau sudah selesai di pilih, tolong panggil Uncle, yaa.." Ucap Mikha, dan Efrima mengangguk. Ketika pemilik toko mengetahui Mikha yang sedang berbelanja, langsung keluar menemui Mikha dan mereka berbicara di luar sampai di panggil Efrima.


Kandara bernafas lega setelah semua yang di butuhkan telah dibeli.


"Mom, masih mau jalan lagi.?" Tanya Darel., ketika Kandara katakan sudah selesai beli yang diperlukan.


"Iyaa,, mommy masih mau lihat-lihat." Jawab Bu Richel.


"Kalau begitu, kami tunggu di restaurant.


Jangan lupa sebelum makan siang sudah ke Relkha Restaurant ya, Mom." Ucap Darel, dan Bu Richel mengangguk mengiyakan.


*((**))*


Beberapa saat kemudian.., Darel bersyukur, ketika melihat Mommynya masuk ke restaurant sebelum jam makan siang.


Setelah makan siang, mereka menikmati dessert yang disediakan. Ketika Mikha hendak membayar, dia melihat Manager sedang panik, Mikha mendekat.


"Ada apa..?" Tanya Mikha.


"Begini, Pak.. ada tamu yang Ulang Tahun, dan meminta kami mainkan musik. Tetapi pianis kita hari ini tidak masuk, karena keluarganya ada yang sakit." Manager menjelaskan dengan wajah cemas.


"Kalau begitu, sebentar saya tanyakan dulu." Ucap Mikha sambil memanggil Efraim. Karena Mikha pernah melihatnya main piano di lobby Relkha Mall.


"Efra, kau bisa main piano untuk mengiringi lagu Ulang Tahun.?" Tanya Mikha, dan Efraim mengangguk. Ketika mengetahui itu, Manager senang sekali dan langsung naik ke panggung untuk mengumumkan.


"Hari ini ada tamu yang merayakan Ulang Tahun, karena pianis kami berhalangan, kami mempersilahkan pianis muda kami; Adik Efra." Efraim naik ke panggung dan membungkukan badannya.


Darel sekeluarga yang ada dalam ruang privat langsung melihat ke panggung. Terutama Bu Richel sangat terkejut, sambil melihat Darel. Darel mengangguk, memberikan tanda bahwa tidak apa-apa. Melihat itu, Bu Richel menjadi tenang.


"Selamat siang dan selamat makan siang. Karena hari ini adik Reumi ulang tahun, saya akan bernyanyi untuknya. Tetapi saya akan dibantu oleh adik saya, Efri." Mendengar itu, Kandara mengusap punggung Efrima dan mengangguk, memberikan dukungan untuk Efrima.


Efrima langsung keluar dan mengambil mic yang diberikan oleh Manager. Mikha hanya bisa melihat dari ruang Manager, karena dia tidak menyangka Efraim akan meminta Efrima ikut naik ke panggung.


Efrima berjalan naik ke panggung dengan tenang dan membungkukan badannya memberi hormat.


"Selamat siang dan selamat makan siang semua. Nama saya Efri, nama kami mirip karena kami kembar.. heheheee.." Ucap Efrima sambil tertawa.


"Kami akan bernyanyi untuk adik Reumi yang berulang tahun dan juga untuk semua. Semoga berbahagia." Ucap Efrima.


"Tolong buka maskernya dong,." Teriak keluarga yang berulang tahun.


"Kalau yang itu, kami mohon maaf. Kami tidak bisa membuka masker ini, karena kami khawatir ada yang pingsan. Terutama mommy kami,, Heheheee.." Ucap Efrima sambil tertawa dan memberikan kode OK kepada Efraim.


Efraim langsung memainkan pianonya mengiringi suara mereka yang merdu. Menyanyikan lagu 'Happy Birthday' Duet mereka membuat yang sedang makan berhenti dan ikut bernyanyi bersama keluarga yang merayakan Ulang Tahun.


Bu Richel hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan. Darel yang sedang berdiri di belakang Kandara hanya bisa mengusap lengan dan mencium kepala Kandara. Darel sangat senang melihat perfom kedua anaknya.


Di ruang manager, Mikha hanya bisa terpaku ketika mendengar suara mereka berdua. Setelah mereka selesai bernyanyi, ada yang teriak more.., more.. more..., Mendengar itu, Efraim melihat Efrima. Efrima mengangguk, dan Efraim mengerti bahwa Efrima mau bernyanyi lagi.


"Baik,, kami akan menyanyikan sebuah lagu lagi. Pasti Tuhan baik buat adik Reumi bisa berkumpul dengan keluarga untuk merayakan ulang tahun, ya.." Ucap Efraim.


"Kami pun merasakan hal yang sama, Tuhan baik bagi kami bisa berkumpul dengan keluarga kami. Judul lagunya 'Tuhan baik.'


Efraim memainkan pianonya dan Efrima bernyanyi. Pada bagian tertentu mereka berduet. Membuat lagunya sangat merdu.


"Astagaaa,, mereka telah menterjemahkan sendiri ke bahasa Korea." Ucap Kandara terkejut. Karena lagu itu dibuat oleh Efraim saat perlombaan nyanyi di Gereja.


Darel tidak bisa berkata-kata melihat kedua anaknya. Bu Richel hanya bisa memandang mereka tak percaya.


"Thank u., Efri.." Ucap Efraim, dan Efrima mengangkat jempolnya ke arah Efraim. Mereka sudah terbiasa mengikuti lomba dan pentas seni, jadi tidak grogi lagi jika berada di panggung.


Kemudian Efrima membungkuk dan turun diringi tepuk tangan keluarga yang berulang tahun dan tamu yang sedang makan.


*- Setiap orang yang memiliki skill, pasti akan lebih mudah berinteraksi -*