Me And You For Us

Me And You For Us
Relkha Group.



Di bagian bumi yang lain ; Pak Darpha sering melakukan meeting di Relkha Restaurant, sebagaimana yang pernah dikatakannya kepada Mikha.


Banyak rekan bisnisnya juga ikut melakukan meeting, makan siang atau makan malam di Relkha Restaurant. Karena selain memiliki ruang-ruang privat yang nyaman, mereka juga senang dengan interior dan pelayanannya.


Seperti hari ini, Pak Darpha telah meminta Asistennya untuk reservasi di Relkha Restaurant. Karena Pak Darpha akan makan siang bersama dengan rekan bisnisnya di sana.


Pak Darpha akan mentraktir rekan-rekan bisnisnya yang telah lama tidak bertemu. Beliau ingin mereka lebih santai menikmati makan siang dan suasana restaurant yang hangat, juga live music nya. Oleh sebab itu, Pak Darpha tidak meminta untuk reservasi di ruang privat.


Saat bertemu dengan rekan bisnis, mereka semua senang dengan suasana restaurant. Mereka berbincang-bincang santai sambil menunggu makanan disajikan. "Pak Darpha, sekarang banyak wisatawan dari luar negeri datang berlibur ke Korea Selatan. Apakah belum berminat merambah bisnis perhotelan?" Tanya Pak Park sambil melihat Relkha Hotel di samping Mall.


"Belum, Pak Park. Saya belum berpikir ke sana, sedang fokus mengembangkan dan mengamankan yang ada." Pak Darpha menjawab sambil tersenyum tipis.


Ketika semua menu telah tersedia, mereka menikmati makan siang sambil terus bercengkrama. Tiba-tiba, Pak Darpha melihat Mikha sedang masuk ke restaurant dan duduk di meja yang tidak jauh dari tempat duduknya. Mikha tidak melihat ke arah Pak Darpha, karena sedang menuju meja yang sudah direservasinya.


Mikha ada janji makan siang di Relkha Restsurant juga dengan pihak MD Entertaiment. Mereka sedang membicarakan kemungkinan dijual atau tidaknya nama Melo dan berapa yang harus dibayar oleh  Relkha Entertaiment untuk bisa memiliki nama Melo.


Setelah makan siang, mereka berpisah dengan janji akan bertemu lagi setelah dikaji oleh pihak MD Entertaiment. Mikha dan pengacara setuju menunggu dengan batas waktu yang telah ditentukan, untuk bertemu lagi.


Ketika Mikha berdiri dan bersalaman dengan pihak MD Entertaiment, Pak Darpha yang dari tadi memperhatikan segera menyapanya. "Mikhaaa..." Panggil Pak Darpha setelah melihat tamunya telah pergi. Mikha mencari sumber suara dan melihat Pak Darpha. Dia berpamitan dengan pengacara dan segera mendekati Pak Darpha untuk menyapanya.


"Selamat makan, Daddy." Ucap Mikha, tersenyum senang. Dia mengangguk kepada rekan bisnis Daddy nya. Rekan-rekan bisnis Pak Darpha terkejut melihat Mikha dan mendengarnya memanggil Pak Darpha, Daddy.


Mereka mengenal Mikha sebagai pengelolah Relkha Mall & Hotel. "Oooh, ini putra Pak Darpha?" Tanya seseorang di antara mereka berempat. Pak Darpha mengangguk mengiyakan.


"Pantas selama ini, orang ingin tahu siapa dibalik Relkha Group. Ternyata orang itu, Pak Darpha." Ucapnya lagi, yakin.


Pak Darpha terkejut dan mengatakan. "Apa maksudnya Pak Lee. Saya tidak berada dibalik Relkha Group dan saya sendiri tidak tahu pemiliknya. Tadi saya bilang, belum berminat berbisnis di bidang ini." Pak Darpha heran dengan apa yang dikatakan Pak Lee.


"Putra saya hanya bekerja di sini. Dia sedang belajar mengelolah perusahan, sebentar lagi dia akan pindah mengelolah perusahan kami." Ucap Pak Darpha lagi. Mikha hanya bisa mengusap pundak Pak Darpha pelan, dengan hati was-was.


"Daddy, nanti selesai makan, tolong tunggu Mikha di sini yaa. Mikha pergi sebentar." Ucap Mikha, dan pamit kepada semua rekan bisnis Pak Darpha.


Setelah ditinggal Mikha, mereka masih penasaran dengan Pak Darpha dan Mikha. "Putra Pak Darpha walaupun masih muda tetapi benar-benar seorang pebisnis hebat. Dia sering dibicarakan, tetapi kami tidak menyangka dia adalah putra Pak Darpha." Ucap Pak Lee lagi.


"Iyaa, kami diberitahu ada orang hebat dibalik Pak Mikha. Makanya tadi kami kira orang itu adalah Pak Darpha, ketika tahu Pak Mikha adalah putra anda." Ucap Pak Park.


"Tidak, saya baru mendengar tentang orang dibalik Relkha Group dari anda semua." Ucap Pak Darpha tersenyum, tetapi hatinya mulai curiga ketika mendengar ucapan Pak Park tentang orang hebat dibalik Mikha.


"Lagi di studio. Ada apa Mikha?" Tanya Darel, mendengar suara Mikha yang berbeda.


"Tolong segera ke Relkha Restaurant, ya. Aku tunggu, penting." Ucap Mikha. Mendengar ucapan dan nada Mikha di telpon, Darel segera ke restaurant. Dia berpikir, mungkin ada terjadi sesuatu sehingga Mikha membutuhkan kehadirannya.


"Hyun, tolong antar saya ke Relkha Mall, yaa. Nanti kau kembali selesaikan ini." Ucap Darel kepada asistennya, sambil merapikan semua dokumen yang ada di atas mejanya.


Setelah tiba di Relkha Mall, Darel mengenakan masker dan reben lalu turun menemui Mikha. Darel melihat Mikha sedang menunggunya di pintu utama Mall. "Darel, Daddy ada di restaurant. Sepertinya Daddy mulai curiga tentang Relkha, karena tadi rekan bisnis Daddy mengenalku." Ucap Mikha menjelaskan apa yang terjadi dengan Daddy mereka.


Darel menepuk pundak Mikha untuk menenangkannya dan mereka berjalan menuju restaurant. Melihat Pak Darpha telah duduk sendiri, mereka mendekatinya dan duduk di depannya. Pak Darpha terkejut melihat Darel ada juga bersama Mikha.


"Loh... Darel dari mana? Tadi makan siang di sini juga?" Tanya Pak Darpha, heran.


"Tidak Daddy. Darel baru datang. Begini Dad, kami mohon maaf, belum memberitahukan Daddy." Ucap Darel.


"Memberi tahukan apa?" Tanya Pak Darpha makin yakin dengan apa yang ada di pikirannya.


"Relkha Group itu milik kami berdua." Ucap Darel menjelaskan. Pak Darpha mengangguk mengerti. Seperti yang diduganya, pasti ada Darel dibalik Mikha.


"Tadi ketika Pak Park katakan ada orang dibalik Mikha, Daddy sudah curiga. Pasti ini ulah kalian berdua. Pantas kalian tidak berminat mengurusi perusahan Daddy." Ucap Pak Darpha sambil menggelengkan kepalanya.


"Bukan begitu, Daddy. Kalau perusahan kami sudah bisa berjalan dengan baik, kami akan beritahu Daddy dan bantu Daddy." Ucap Darel lagi.


"Baik, tidak usah menunggu lagi. Sekarang Daddy minta janji kalian berdua. Besok ke kantor Daddy, kita akan membuat surat perjanjiannya. Agar jangan sampai kalian asyik mengelolah perusahan sendiri, sampai lupa harus bantu Daddy." Ucap Pak Darpha dengan hati senang.


"Daddy kasih waktu untuk kalian, siapkan orang yang bisa dipercaya dan bisa diandalkan. Agar bisa bantu kalian mengurus Perusahaan. Karena mulai besok, kalian akan sangat, sangat, sibuk. Daddy ingin mengurangi sedikit tekanan darah dan merenggangkan pundak." Pak Darpha berkata sambil tersenyum.


Hatinya sangat lega, ternyata kedua putranya bisa membangun perusahan sendiri yang sudah diakui dan diperhitungkan oleh banyak pebisnis senior. Pak Darpha pernah mendengar mereka membicarakan Relkha Group. Tetapi beliau tidak terlalu memperhatikan, karena Relkha Group tidak berhubungan atau bersinggungan dengan perusahannya.


"Darel dan Mikha, silahkan bicarakan dengan asisten kalian. Setelah itu kita akan bertemu di kantor. Jangan kalian katakan semua ini kepada Mommy sebelum kalian ke kantor Daddy." Ucap Pak Darpha. Darel dan Mikha hanya bisa memandang Pak Darpha tanpa bisa berkata apapun. Mereka berdua menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Pak Darpha tetap tersenyum tipis melihat tingkah kedua putranya. Hatinya sangat bangga mengetahui Relkha Group adalah milik kedua putranya. Sehingga dengan hati yang lega, Pak Darpha akan menyerahkan pengelolaan beberapa perusahannya kepada Darel dan Mikha.


*- Setiap orang memiliki garis tangan berbeda, begitu pun dengan rejekinya -*


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡