
Di bagian bumi yang lain ; Seperti yang direncanakan oleh Darel dan Mikha. Mereka akan melakukan shooting MV di Relkha Mall pada saat Mall telah ditutup.
Mikha mengadakan pertemuan dengan semua pemilik/penyewa tempat, yang ada di Relkha Mall untuk memaparkan apa yang akan mereka lakukan. Ketika mendengar pemaparan Mikha, semua pemillik/penyewa tempat setuju dan akan mendukung pembuatan MV Darel. Mereka akan menyediakan bingkisan bagi para karyawannya.
"Pak Mikha, karena ini sebagai bagian dari promosi, kami juga akan menyediakan asesioris Natal bagi karyawan yang mau menggunakannya." Ucap salah seorang penyewa yang merespon baik usulan Mikha. Semua penyewa ikut menyetujuinya.
"Baik, Pak. Terima kasih. Untuk lebih detailnya, akan dijelaskan oleh Pak Jeon." Ucap Mikha, sambil mempersilahkan Asistennya menjelaskan semua rencana yang akan dilakukan.
Semua penyewa di Mall mendukung dengan antusias rencana Mikha, karena ini adalah sarana promosi gratis bagi tempat usaha mereka. Apalagi untuk MV Darel Kei, mereka merasa seperti mendapat durian runtuh.
Semua penyewa menyarankan bagi karyawannya untuk mengenakan kostum atau asesiotis bernuansa Natal yang telah disediakan. Bagi yang tidak bersedia, tidak dipaksakan. Tetapi mereka tetap ikut untuk menerima bingkisan yang telah disediakan.
Hal yang sama juga terjadi bagi karyawan Relkha Restaurant, para OB & CS dari kantor Pak Darpha dan Relkha Hotel. Mereka dipersilahkan mengenakan aksesoris Natal yang telah disediakan, jika berkenan.
Semua karyawan diminta tetap tinggal di tempat untuk menerima bingkisan dan juga mengikuti shooting MV Darel. Ketika mengetahui itu, semua karyawan dengan senang hati tetap tinggal, karena bisa bertemu dengan Darel secara langsung.
*((**))*
Waktu pembuatan telah tiba, kehadiran semua karyawan dengan menggenakan asesioris Natal melengkapi dan memeriahkan suasana Relkha Mall yang telah dihiasi dengan pernak pernik Natal yang cantik.
Darel dan Mikha sudah berada di ruangan khusus di Relkha Mall. "Bagaimana Mikha, apakah semua sudah siap?" Tanya Darel kepada Mikha yang sedang menunggu dirias.
"Semua sudah siap. Tunggu waktu Mall ditutup, kita akan langsung shooting." Jawab Mikha meyakinkan, agar Darel tetap tenang. Tiba-tiba, para crew masuk ke ruangan mereka sambil bernyanyi dan membawa kue ulang tahun.
Mereka merayakan ulang tahun Darel sebelum dimakeup. Semuanya telah diatur oleh Asisten dan Manager Darel. "Astagaaa, ini pasti kerjaan kalian berdua. Tetapi, terima kasih untuk kalian semua, yaa." Ucap Darel terkejut sambil menunjuk Asisten dan Managernya dengan wajah tersenyum.
Mikha ikut bernyanyi bersama para crew. Dia tidak menyangka ada kejutan ulang tahun untuk Darel. Karena dia tahu, Darel tidak terlalu suka merayakan ulang tahun. Mikha merasa lega, melihat wajah Darel yang senang menerima kejutan dari para crew, Asisten dan Managernya.
Darel berdiri dan meniup lilin yang ada di kue ulang tahun, serta menerima ucapan selamat dari para crew, juga Manager dan Asistenya. Sedangkan Mikha sudah rayakan tadi pagi bersama Pak Darpha, Bu Riche dan juga para pelayan di Mansion.
"Hyun, tolong kuenya disimpan di restsurant, ya. Nanti kita semua makan setelah shooting selesai." Ucap Mikha kepada Asisten Darel.
"Baik, tuan muda." Ucap Hyun sambil membawa keluar kuenya.
"Terima kasih semua, mari kita siap-siap." Ucap Darel sekali lagi dengan wajah tersenyum.
Satu jam menjelang waktu tutup Mall, mulai diumumkan bahwa Mall akan tutup tepat waktu. Sehingga para pengunjung diharapkan pengertiannya untuk meninggalkan Mall tepat waktu.
"Mari Mikha, kita siap-siap. Bantu aku mengenakan kostum ini." Ucap Darel ketika mendengar pengumuman. Mikha juga langsung mengambil kostumnya.
Dengan diletakan banyak kado di sekitar pohon Natal, menambah meriah suasana Relkha Mall. Banyak pengunjung yang mulai berjalan keluar dan bertanya-tanya dalam hati. Mereka berpikir, mungkin sedang persiapan untuk acara besok di Relkha Mall.
Semua bingkisan diletakan dengan rapi mengelilingi pohon Natal. Membuat banyak pengunjung yang mau pulang, minta ijin difoto atau berselfi di dekat pohon Natal.
Hal itu membuat security panik dan sibuk. Mereka segera mengambil pembatas dan melingkari tumpukan kado di bawa pohon Natal dengan pembatas untuk mengamankannya. Karena masih ada pengunjung yang belum meninggalkan Mall.
Para karyawan Relkha Restaurant telah siap dengan kostum mereka demikian juga para crew yang akan shooting MV telah mengatur posisi mereka untuk pengambilan gambar di setiap sudut Mall. Karena ini juga merupakan sarana memperkenalkan isi dari Relkha Mall.
Darel dan Mikha masih berada di ruangan khusus, tetapi telah rapi dengan kostum Sinterklas. Mereka menjadi Sinterklas yang sangat berbeda. Tidak tua dan berperut gendut, tetapi Sinterklas yang ramping dan tampan. Walaupun mereka mengenakan janggut dan kumis putih palsu, mereka tetap terlihat keren dan tampan.
"Mikha, Mommy dan Daddy sudah datang belum?" Tanya Darel. Karena kedua orang tuanya belum di antar oleh Asistennya ke ruangan mereka.
"Sepertinya belum, mungkin Daddy dan Mommy tunggu Mall ditutup baru masuk." Jawab Mikha menebak. Darel mengangguk mengerti yang dimaksudkan oleh Mikha.
*((**))*
Di sisi yang lain ; Pak Darpha dan Bu Richel sudah berada di tempat parkir Relkha Mall. Seperti yang dipikirkan Mikha, mereka sedang menunggu waktu Mall ditutup. Mereka sudah menunggu di mobil, dengan mengenakan kostum Sinterklas.
Mereka terlihat sangat berbeda dari biasanya. "Mommy, ini kalau di luar, mungkin mereka tidak akan mengenal kita. Aku sendiri terkejut melihatku, mengenakan kostum ini." Ucap Pak Darpha.
"Iyaa Dad, jangankan mereka, Mommy juga pasti tidak mengenal. Daddy sangat berbeda, tapi tetap keren. heheheee." Ucap Richel tertawa, sambil mengangkat dua jempolnya. Karena Pak Darpha tidak bertubuh gemuk atau pendek. Jadi Pak Darpha terlihat seperti Darel dalam versi yang lebih tua.
"Kalau Mommy, mungkin masih bisa dikenal oleh mereka. Karena wajahmu tidak tertutup. Tetapi Mommy terlihat berbeda, sangat cantik." Ucap Pak Darpha sambil mengangkat kedua jempolnya dan tersenyum. Bu Richel memang terlihat sangat cantik dan elegan dalam kostum sinterklasnya.
"Daddy, itu para OB & CS dari kantor sudah datang." Ucap Bu Richel, ketika melihat Asisten Pak Darpha turun dari mobil yang sudah parkir tidak jauh dari mereka. Pak Darpha tersenyum, kemudian mengambil ponselnya.
"Berdy, jangan turunkan karyawan dulu, ya. Kau masuk ke Mall dan lihat, kalau mereka sudah menutup pintu utama, kasih tahu saya." Ucap Pak Darpha kepada Asistennya.
"Baik, tuan." Jawab Berdy, yang telah turun dari mobil dan masuk ke Mall. Pak Darpha dan Bu Richel tetap masih tunggu di tempat parkir.
Tidak lama kemudian, Asisten Pak Darpha memberi tahukan bahwa, pintu utama Mall telah di tutup. "Kalau begitu, kau segera turunkan karyawan dan minta mereka masuk. Kau tunggu dengan mereka di lobby." Ucap Pak Darpha memberi instruksi.
"Baik, tuan." Ucap Berdy langsung keluar untuk menjemput para karyawan. Pak Darpha dan Bu Richel bersiap keluar dari mobil, ketika karyawan Jion Comp. telah masuk ke Mall.
*- Kejutan dan dukungan positif dari orang terdekat, akan membawa kebahagiaan -*
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡