
...~•Happy Reading•~...
Kandara masih belum masuk kantor. Dia masih menjalani waktu istirahat yang disarankan dokter. Hal itu telah disampaikannya kepada Pak Ari sebagai pimpinanya.
Tidak lupa juga, disampaikannya kepada Mala dan Toby, sebagai satu tim kerjanya. Pak Ari menyarankan agar Kandara mengikuti apa yang dikatakan dokter.
Kandara melakukan VC dengan Toby dan Mala. "Mas Mala, Mas Toby, beberapa hari ke depan, Dara belum bisa masuk kerja, karena masih harus istirahat." Ucap Kandara.
"Iyaa Dara, ngga papa. Kau istirahat saja dulu. Kalau perlu sesuatu, kasih tahu kami, ya." Ucap Mala, mengerti kondisi Kandara.
"Iyaa Mas, makasiii. Aku akan sempatin lihat-lihat kerjaan kita, nanti aku kabari Mas Mala dan Mas Toby." Ucap Kandara.
"Ok. Perhatikan kesehatanmu dulu, biar lekas sembuh. Kerjaannya nanti saja." Ucap Toby, lalu mengakhiri pebicaraan mereka.
Kandara mengisi waktu dengan benahi kamar, membaca buku atau mencari referensi tentang kesehatan ibu hamil dan bayi. Seperti yang dikatakan oleh Bu Selvine, Kandara berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Dengan membaca beberapa buku pengetahuan dan juga buku rohani.
Selain itu juga, Kandara melihat beberapa proyek perusahan yang sedang dikerjakannya bersama Mala dan Toby. Kandara mengerjakan untuk mengisi waktu, agar ketika masuk kerja nanti, tidak terlalu banyak pekerjaan yang tertinggal.
Kandara juga berkesempatan melihat sosial medianya. Karena kesibukan pekerjaan dan permasalahan yang datang beruntun membuat dia tidak sempat mengikuti perkembangan yang terjadi di media sosialnya.
Ketika membaca berita, Kandara sangat terkejut mengetahui Melo telah comeback. Mini Album comeback Melo bisa dibilang gagal. Banyak orang yang kecewa, terutama para Melons.
Hal itu membuat Kandara mencari dan mendengarkan lagu-lagu yang ada dalam Mini Album Melo. Kandara merasa heran mendengar lagu yang baru dirilis Melo.
Setelah mendengar semua lagunya, dia berpendapat sama dengan kebanyakan orang.
Lagu-lagu Melo yang baru dirilis kurang greget, dan warna musiknya berubah dari biasanya.
Saat mendengarnya, seakan-akan bukan Melo yang bernyanyi. Hal itu membuat Kandara mendengarnya berkali-kali. Tetapi tetap saja, dia tidak terlalu menyukainya. 'Apa karena pengaruh lagi hamil, jadi selerah musik jadi berubah?' Kandara membatin dan bertanya sendiri.
Dia mencari lagu mana yang ditulis oleh Darel, tetapi tidak ada nama Darel di sana. Biasanya ada minimal satu lagu yang ditulis oleh Darel untuk Melo. Dan biasanya lagu ciptaan Darel sering menjadi lagu utama Melo.
Tetapi yang sekarang ini, lagu utamanya diciptakan oleh Baek. 'Apakah ini yang membuat warna lagumya berubah?' Tanya Kandara dalam hati dan terus berpikir.
Kondisi ini membuat Melo menerima banyak kritikan dan hinaan dari publik. Walaupun para Melons sudah berusaha membela, tetapi banyak Melons juga yang kecewa membuat Melons terbelah. Ada yang marah, ada yang membela Melo.
Banyak pertanyaan ditujukan kepada Darel sebagai leader atas perubahan warna musik Melo. Dan banyak juga yang mencercanya. Hal itu membuat hati Kandara terenyu. Sambil mengelus perutnya, Kandara berucap dengan harapan:
"Semoga Daddy kalian baik-baik saja. Semoga Daddy kalian mampu menghadapi semuanya ini. Semoga Tuhan menguatkan Daddy kalian. Amin."
Kandara terus mengelus perutnya pelan dengan mata berembun. "Mommy percaya, semua umpatan, cacian, makian atau amarah tidak akan mematahkan semangat atau menjatuhkan Daddy kalian. Kita berdoa dan menyemangati Daddy, ya." Kandara terus berbicara dengan anak-anaknya.
Sebenarnya Kandara merasa sedih mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Melo, tetapi demi anak-anak dia berusaha berpikir positif dengan terus berdoa untuk kebaikan Darel.
Karena selain Tuhan, dia sudah mulai memperkenalkan Darel sebagai daddy kepada anak-anaknya. Baik lewat gambar-gambar dan suaranya lewat lagu-lagu yang dinyanyikan Melo.
...°-° Segala sesuatu yang baik, tidak ada salahnya dilakukan °-°...
Kandara mencoba berbaring untuk istrahat sejenak di tempat tidurnya. Karena dia sedang memikirkan Darel dan semua member Melo yang sedang mengalami masa sulit. Dia mencoba tenang, tetapi tetap saja merasa cemas.
Kandara telah menjadi Melons semenjak Melo debut, sehingga dia tahu. Mini Album Melo saat inilah yang terburuk semenjak mereka debut.
Kandara terus memandang foto Darel yang ada di ponselnya dan menyentuh wajahnya. 'Semoga senyummu selalu ada di semua kondisi. Aku percaya, Tuhan akan menolongmu.' Kandara membantin sambil terus memandang foto Darel.
Akhirnya dia tertidur.
Setelah bangun tidur, Kandara menyiapkan makan malam untuk mereka berempat. Yaa... Sekarang mereka sudah berempat. Walaupun kadang-kadang agak pusing dan mual, Kandara mulai belajar akrab dengan kondisinya. Sehingga dia sudah mulai bisa mengatasinya.
Bu Selvine pulang dari butik dan menanyakan kondisi Kandara dan cucu-cucunya. "Dara, apa kabarmu dan anak-anak hari ini? Selamat malam cucu-cucu Oma." Tanya Bu Selvine sambil mengelus perut Kandara dengan sayang.
"Dara dan anak-anak baik, Ma. Tadi hanya sedikit mual dan pusing. Dara sudah siapkan malam untuk kita." Ucap Kandara, sambil ke dapur untuk menyiapkan makan malam mereka di meja makan.
"Dara. Kalau ingin makan sesuatu, kasih tahu Mama, yaa. Biar Mama bisa cari sebelum pulang ke rumah." Ucap Bu Selvine, sambil mengelus punggung Kandara.
"Iyaa, Ma. Sementara ini, Dara tidak ingin makan sesuatu yang khusus. Tetapi nanti akan minta tolong Mama, kalau ingin makan sesuatu." Ucap Kandara, sambil menyiapkan minuman panas untuk Mamanya dan juga dirinya.
Mengetahui mereka baik-baik saja, Bu Selvine sangat bersyukur dan masuk ke kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah makan malam, mereka masih duduk di meja makan untuk saling bertukar kabar. Kandara menceritakan apa yang dirasakan dan dialami sepanjang hari.
"Itu baru awal, Dara. Mungkin beberapa waktu ke depan akan lebih sering mual dan pusing, tetapi itu hanya sementara. Bertahan dan kuatkan dirimu demi anak-anak, cucu-cucu Mama." Ucap Bu Selvine sambil memeluk Kandara. Setelah itu mereka masuk ke kamar untuk beristirahat.
Ketika kembali ke kamar, Kandara melihat ada notifikasi dari chanel youtube Darel. Kandara telah subscribe dan bunyikan lonceng channel Darel. Sehingga kalau ada upload video atau apapun di channelnya, ada pemberitahuannya.
Kandara membuka linknya dan terkejut melihat video yang di upload. Ini adalah video terbaru yang dibuat Darel. Kandara menontonnya dengan takjub. Permainan piano Darel sangat indah dan menyentuh hati. Lagu yang dinyanyikannya begitu merdu. Lagu lama yang ditulis untuk Melo diaransemen ulang dan dinyanyikan secara utuh oleh Darel. Wuuaah., baru beberapa menit, diupload viewnya sudah puluhan ribu.
Kandara sangat terharu melihat itu dan berucap: "Mommy sudah bilang, kan? Daddy kalian emang hebat. Dengarlah apa yang dilakukan Daddy kalian, dan jadilah anak-anak yang membanggakan seperti Daddy." Ucap Kandara sambil mengelus perutnya dengan sayang.
Kandara menjadi lega, mengetahui apa yang dilakukan oleh Darel, hatinya sangat bersyukur sambil terus mengelus perutnya. "Terima kasih, Daddy.. telah menghibur kami dengan lagu dan musik yang indah." Kandara terus berbicara dengan anak-anaknya.
Tidak lupa juga, dia berdoa. "Terima kasih Tuhan, Engkau telah menolong Daddy anak-anak. Amin."
Kandara membaringkan tubuhnya dengan hati yang lega dan senang. Semua rasa khawatirnya tentang kondisi Darel telah hilang seketika dengan melihat apa yang dilakukan Darel. Kandara memutar berkali-kali musik dan lagu yang dinyanyikan oleh Darel, sebelum tertidur.
...°-° Setiap cuaca kehidupan bermakna, bagi orang tahu bersyukur °-°...
...~***~...
...~●○♡○●~...