Me And You For Us

Me And You For Us
Cahaya Keemasan.



Setelah berada di Seoul, Darel mulai sibuk di studio untuk menyelesaikan lagunya yang selalu tertunda penyelesainnya.


Sekarang resortnya masih dalam proses renovasi, oleh sebab itu Darel berusaha agar lagunya dapat selesai dibuat dan direkam tepat waktu. Karena dia berencana akan membuat MV untuk lagu barunya di resort dan sekitarnya di Pulau Jeju. Darel berpikir, MV nya bisa dapat digunakan sebagai sarana mempromosikan resortnya. Seperti nasi dan lauk pauk dalam satu piring, yang bisa dinikmati sekaligus.


Mikha telah menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan resort baru mereka. Baik itu karyawan dan juga seragamnya, Mikha menyiapkan semu itu dengan cermat. Karena Darel menginginkan resort di Pulau Jeju memiliki fasilitas seperti hotel mereka di Soul.


Beberapa bulan kemudian, Mikha menerima laporan dari karyawan yang sedang bertugas di resort bahwa renovasi hanya tinggal finishing. Maka Mikha langsung terbang ke Pulau Jeju untuk melihatnya.


Sedangkan Darel tetap berada di Seoul, untuk menyelesaikan lagunya. Disela-sela kesibukan menyelsaikan lagu, dia kembali mengingat Dara yang tidak ada kabarnya. Dia mengambil gitar dan bernyanyi sendiri di studionya.


"Tuan muda, alangka baiknya saat bernyanyi seperti ini, dishooting dan direkam saja. Biar nanti diupload di channel tuan. Kalau tuan bernyanyi dengan petikan gitar seperti ini, aku ingin mendengarnya lagi." Usul Hyun, karena dia terpesona mendengar suara Darel, diiringi petikan gitar.


Darel langsung melihat Hyun dan tersenyum. 'Mungkin karena lagi merindukan, jadi terbawa suasana.' Pikir Darel, ketika mendengar ucapan Hyun.


"Baiklah, kau tolong sampaikan itu kepada crew. Minta mereka pasang perangkatnya di sini." Darel merespon baik, usul Asistennya. Dia berpikir tidak ada salahnya mencoba, mungkin ada yang terhibur seperti Hyun.


Akhirnya Darel sering bernyanyi dengan petikan gitar di sela-sela kesibukannya. Semuanya direkam dan diupload di channel youtube, karena mendapatkan sambutan yang positif dari berbagai pihak.


*((**))*


Di sisi yang lain ; Mikha telah tiba di resort, dan memeriksa semua yang telah dikerjakan oleh pekerja, yang mereka pekerjakan. Dia cukup puas melihat hasil kerja para pekerja, karna sesuai dengan yang mereka maksudkan.


Melihat kondisi tersebut, Mikha berbicara dengan karyawan yang telah ditugaskan di sana untuk bersiap-siap merekrut karyawan lagi. Karena mereka sudah bisa menerima pengunjung.


Semua perlengkapan yang dibutuhkan oleh resort dengan nama yang baru sudah dikirim terlebih dahulu. Begitu juga dengan mobil untuk antar jemput pengunjung sudah ada di tempat parkir resort.


Kemudian Mikha kembali ke Seoul dan menghubungi Darel. "Allooo, Darel. Lagi di mana?" Tanya Mikha, saat Darel merespon panggilannya.


"Lagi di studio. Kau sudah kembali dari Jeju?" Jawab Darel dan juga balik bertanya.


"Iyaa, sudah. Aku akan ke studio untuk berbicara denganmu. Karena ada beberapa hal yang perlu kubicarakan denganmu." Jawa Mikha, mengetahui Darel ada di studio.


"Ok. Aku tunggu, c u." Ucap Darel, dan mengakhiri pembicaraan mereka.


"Hyun, tuan muda Mikha mau menemuiku. Jadi sementara ini, aku tidak terima tamu, yaa." Ucap Darel, langsung naik ke kantornya di lantai tiga.


Setelah Mikha tiba di studio, Hyun mempersilahkannya naik ke lantai tiga. "Ini, aku bawa juice jeruk untukmu. Kau perlu mencobanya, sangat enak dan ori. Aku beli dari perkejunan jeruk di kaki bukit." Mikha menjelaskan, karena dia menginginkan Darel mencobanya.


"Ok, nanti aku coba. Kalau sesuai, kita pakai untuk resort kita. Jadi tidak usah kirim jauh-jauh dari sini. Kalau cocok juga, kita akan pakai untuk restaurant dan hotel kita di sini." Ucap Darel, dan memberikan usul.


"Ok. Kau coba dulu, baru kita bicarakan. Sekarang kita sudah bisa merekrut karyawan yang lama dan baru, karena kondisi resort sudah tinggal finishing." Ucap Mikha, menjelaskan.


"Memang agak terlambat penyelesaiannya dari yang kau minta, awal bulan April. Karena perbaikannya lumayan banyak dan mereka kerjanya rapih, jadi mungkin akhir bulan April baru selesai semuanya." Mikha menjejaskan kondisi resort dan rencana kerjanya.


"Baiklah, tidak mengapa. Ini sudah mau pertengahan April, kita tunggu saja. Aku akan mempersiapkan konsep MV ku." Ucap Darel, kemudian memanggil Hyun untuk membuat juice jeruk yang dibawa Mikha untuk mereka coba.


*((**))*


"Baik, rekaman single terbaruku sudah selesai beberapa hari lalu. Berarti kita sudah bisa membuat MV ku di sana. Aku akan bicara denganmu. Kau tolong ke sini, ya." Ucap Darel.


"Ok, c u." Mikha mengakhiri pembicaraan mereka dan segera menemui Darel.


Mikha tiba di kantor Darel dan bertemu dengannya. Darel mengajak ke ruang kerjanya. "Mikha, aku berencana membuat MV ku di resort dan aku akan membawa beberapa crew." Ucap Darel, setelah mereka telah berada dalam ruang kerjanya.


"Ok, aku setuju. Biar sekalian untuk mempromosikan resort kita yang baru." Mikha sangat senang dan setuju dengan usulan Darel.


"Ok. Untuk itu, aku akan pinjam Heli Daddy untuk kita berangkat ke sana. Ada beberapa alat rekaman yang akan dibawa oleh crew." Rencana Darel dan Mikha mengangguk setuju.


Darel segera menghubungi Pak Darpha untuk meminta ijin menggunakan Helinya. "Daddy, apakah besok kami bisa gunakan heli Daddy? Kami mau ke Jeju dan bawa crew." Tanya Darel, ketika Pak Darpha menerima panggilan telponnya.


"Bisa, Darel. Kau akan gunakan sampai kapan? Agar bisa diatur oleh Berdy." Pak Darpha langsung memberikan kode untuk Asistennya.


"Lusa sore atau malam, kami sudah kembali ke Seoul, Dad." Darel menjelaskan rencananya.


"Ok, besok pagi kau bisa langsung ke sana saja." Ucap Pak Darpha, setelah menerima isyarat dari Asistennya. Darel dan Mikha tersenyum senang.


"Ok Dad, thank u ..." Ucap Darel, lalu Pak Darpha mengakhiri pembicaraan mereka.


Setelah mendapat ijin dari Pak Darpha, keesokan harinya mereka berlima terbang ke Pulau Jeju dengan menggunakan Heli pribadi keluarganya. Mereka mendarat di tempat terdekat dengan resort. Sudah ada staff yang menjemput untuk mengantar mereka ke resort. Semuanya telah diatur oleh Mikha ketika mereka mendapat ijin menggunakan Heli oleh Pak Darpha.


Setelah tiba di resort, Darel, Mikha dan para crew dibuat terkagum-kagum. Resortnya benar-benar indah dan mewah ditengah alam yang mempesona. Lebih dari apa yang dipikirkan oleh Darel dan Mikha. Mereka merasa puas dengan kinerja para pekerja, walaupun selesai renovasinya mundur dari waktu yang telah disepakati bersama. Dari awal April menjadi akhir April.


Darel meminta karyawan memasang payung warna warni yang telah dikirim Mikha. Maka jadilah, restaurant out door yang indah dengan pemandangan langit dan pantai pulau Jeju bersih.


"Tuan muda, tolong duduk di bawah payung itu, kami mau shoot tuan muda di tempat itu." Ucap salah satu Crew.


"Tunggu sebentar. Mikha, tolong minta karyawan membawa dua gelas juice jeruk ke sini. Biar shootingnya, benar-benar real." Ucap Darel, dan Mikha langsung menghubungi karyawannya.


Para Crew tidak membuang waktu, mereka merekam semua moment saat mereka tiba sampai sunset. Begitu juga dengan sunrise di esok harinya. Darel tetap menggunakan baju semi formal, karena kadang dia harus di shoot.


Konsep MV yang diinginkan Darel hanya menyajikan keindahan resort dan alam sekitarnya. Terutama langit di pulau Jeju yang bersih dan indah dengan berbagai warna sepanjang hari.


Ketika bangun pagi, Darel terkejut saat melihat sunrise yang begitu indah dengan warna keemasan. Darel merasa sangat terharu, tanpa disadari air matanya menetes. Mikha mendekati dan mengusap punggungnya.


"Ada apa, Darel? Kenapa pagi-pagi sudah seperti ini?" Tanya Mikha ketika melihat Darel sedang tertegun melihat sunrise dan perubahan wajahnya yang memerah.


"Entahlah Mikha, ketika melihat cahaya keemasan itu membuatku merasa sangat diberkati." Ucap Darel sambil mengangkat wajahnya, untuk menahan air matanya yang akan bergulir.


Kembali Darel memandang sunrise yang begitu menakjubkan baginya. Mikha terus mengusap punggung Darel, untuk menenangkannya. Dia pun bersyukur dan merasa terberkati bisa melihat cahaya keemasan yang begitu indah.


*- Tuhan mampu membuat kita bahagia dengan karya-Nya yang tidak terselami -*


β™‘β€’~Jangan lupa like, komen, vote danΒ  favorit, yaa... πŸ™πŸ» Makasih~β€’β™‘