
...~•Happy Reading•~...
Setelah Efraim dan Efrima duduk, Darel kembali melanjutkan konferensi pers nya lagi. "Mmmm... Saya tahu, ini tidak cukup dengan terima kasih." Ucap Darel sambil memandang istrinya dengan mesra. Wajah Kandara seketika memerah, melihat tatapan sayang dari Darel.
"Tetapi baiklah, saya harus berterima kasih kepada istri saya, Dara. Dia telah mensupport hidup dan karier saya dengan cintanya yang unik." Ucap Darel sambil memeluk bahu dan mencium pelipis Kandara dengan lembut. Kandara terkejut dengan tindakan Darel, tertunduk malu dengan wajah yang makin memerah.
Semua yang ada di ruang konferensi pers tersenyum melihat yang dilakukan Darel. Begitu juga dengan semua gang programmer yang ada di ruang kerja Kandara terkejut dengan tindakan Darel. "Lihat, wajah Dara sudah seperti udang rebus. Dia pasti sedang malu." Ucap Yeni dan semua tertawa mendengarnya. "Aku jadi ingin memeluknya." Ucap Yeni lagi.
"Saya hanya bisa mengatakan itu tentang istri saya, karena yang lain tentang istri saya adalah milik kami sekeluarga." Ucap Darel sambil tersenyum, lalu kembali memandang Kandara dan kedua anaknya dengan sayang.
"Tetapi saya akan menceritakan sedikit tentang kami berdua, karena mungkin ada yang bertanya-tanya; menapa baru sekarang saya membuka kepada publik tentang status pernikahan kami."
"Saya menyampaikan sedikit kisah kami, agar tidak terjadi simpang siur pemberitaan tentang keluarga kami."
"Ada suatu peristiwa yang menyakitkan bagi kami berdua, lebih dari 10 tahun yang lalu. Peristiwa itu juga yang memisahkan kami selama ini. Sehingga Istri saya harus hidup dan berkarier di Indonesia dengan kedua anak kami. Karena istri saya berasal dari Indonesia. Sedangkan saya hidup dan berkarier di sini." Ucap Darel, tenang dan serius.
"Ada yang mengatakan rindu itu berat. Tetapi bagi kami, merindukan itu jauh lebih berat." Ucap Darel dengan senyum mata yang menawan sambil mengusap lengan Kandara.
Disambut tepuk tangan oleh para media. Pak Darpha, Bu Richel dan Bu Selvine hanya bisa tersenyum menyaksikan dan mendengarkan apa yang dilakukan dan dikatakan putra mereka, Darel.
Mikha jadi ikut tersenyum mendengar ucapan Darel, karena tidak menyangka Darel bisa bertindak dan berucap seperti itu. Darel yang dikenalnya, tidak suka mengumbar kata-kata manis. 'Kehadiran Kandara dan anak-anak telah mengubahnya, menjadi lebih terbuka.' Ucap Mikha dalam hatinya.
Kandara yang mendengar ucapan Darel, tersenyum sambil tertunduk dengan wajah memerah. Terutama mengingat apa yang dikatakan oleh Darel itu adalah benar. Dia sendiri merasakannya lebih dari 10 tahun.
'Merindukan itu jauh lebih berat' Kandara mengulang ucapan Darel dalam hati, dan mengakuinya. Hal tersebut membuat wajahnya semakin memerah, karena dia mengalaminya.
Lucha yang menyaksikan tindakan dan ucapan Darel, tersentak. Mengapa dia tidak bisa berlaku seperti itu terhadap Kandara selama mereka bersama-sama. 'Padahal Dara adalah gadis yang baik dan lembut. Dia bisa memberikan kenyamanan, jika berada di dekatnya.' Ucap Lucha dalam hati, mengingat kebersamaannya bersama Kandara hampir satu tahun yang mereka lewati.
'Aku tidak pernah menunjukan bahwa aku mencintainya. Yang ada hanya ada ucapan atau tindakan cuek dan kasar.' Lucha terus membatin, sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Aaahhh... Darel sangat menyayangi, Dara. Aku jadi ingin disayang juga seperti itu." Ucap Yeni lagi sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.
Wajah Yeni ikut memerah mendengar ucapannya sendiri. Semua rekan-rekannya yang dalam ruang kerja menyorakinya. Karena tingkahnya seperti lagi nonton drama Korea.
"Siniii... aku sayang." Ucap Pras, sambil memeluk bahu Yeni. Semua yang ada dalam ruangan meneriakinya, 'moduuusss'.
Lanna yang menonton konferensi pers Darel lewat TV di ruang perawatan Rumah Sakit hanya bisa tertunduk sedih. Dia menyadari, tindakannyalah yang membuat dia kehilangan Darel.
'Jika aku bisa sabar menjalani kebersamaan bersama Darel. Selangkah demi selangkah, toh... dia mau menerima kehadiranku ada di dekatnya. Dia mau dan sering membantuku. Mungkin tidak akan terjadi seperti ini, jika aku tidak mengikuti saran Baek.' Ucap Lanna dalam hatinya.
'Mengingat jangka waktu yang disebut Darel, apakah pertemuan mereka akibat apa yang dilakukannya untuk Darel?' Hati Lanna bertanya sendiri dan mulai menyadari, dia yang membuat mereka bertemu.
Baek melihat konferensi pers Darel dari tempat rehabilitasi dengan hati yang sedih. 'Jika aku mau mendengar yang dikatakan Darel, mungkin aku juga sudah bisa berkeluarga.' Ucap Baek dalam hati.
Darel melihat semua yang hadir dan juga kepada kamera TV AA dan channelnya yang sedang menyiarkan konferensi pers nya secara live.
"Sekarang kami bersyukur, karena Tuhan telah berkenan mempertemukan kami lagi dan menyatukan kami sebagai keluarga yang utuh." Ucap Darel melanjutkan konferensi pers nya.
"Tiga hal yang kami pelajari dari perjalanan hidup saya, istri saya dan anak-anak.
Pertama....'Tuhan telah mengubah hal yang buruk menjadi kebaikan bagi kami.'
Kedua....'Bersama Tuhan, kami telah mengubah hal yang sangat berat menjadi semangat untuk terus bertahan dan berjuang.'
Ketiga....'Berharap pada Tuhan, tidak akan mengecewakan.'
Oleh sebab itu lewat semua proses hidup yang telah kami lewati.
Pertama-tama....'Kami sangat bersyukur kepada Tuhan untuk perjalanan hidup kami yang panjang dan berliku.'
Yang kedua....'Secara pribadi, saya mau berterima kasih untuk orang yang telah merencanakan hal buruk terhadap saya. Lewat konferensi pers ini, saya mau mengatakan bahwa, saya telah memaafkan kalian. Jadi selagi ada kesempatan, mulailah menjalani hidup dengan baik. Semoga ada kebaikan yang terjadi dalam hidup kalian.
Mendengar itu, Lanna menangis penuh penyesalan di atas tempat tidur Rumah Sakit. Dia mengingat kesalahan yang dilakukannya kepada Darel. Dan dia tahu, ucapan terakhir Darel ditujukan kepadanya.
Mendengar ucapan terakhir Darel, Baek makin tertunduk sedih di tempat rehabilitasi. Kini dia makin merasa bersalah mendengar ucapan Darel.
'Ternyata selama ini, Darel mengetahui niat burukku. Tetapi dia tidak pernah menunjukan bahwa dia mengetahui atau membenciku. Bahkan terakhir, masih mengajakku bekerja sama dalam pembuatan Mini Album Melo.' Ucap Baek dalam hati. Tanpa disadari matanya berkaca-kaca dan mengalir tetesan air mata penyesalan.
"Akhirnya... Terima kasih untuk kehadiran para awak media di tempat ini. Sebagai ucapan terima kasih kami, silahkan menikmati pelayanan dari Relkha Hotel Cafe. Semoga berkenan di hati."
"Terima kasih juga untuk pengertian baik semua orang yang melihat acara ini. Semoga ada banyak kebaikan yang terjadi dalam hidup kalian semua."
"Tuhan memberkati...!"
Darel berdiri bersama Kandara, Efraim dan Efrima, kemudian mereka membungkukan badan untuk memberi hormat.
...*- Ungkapan kasih sayang tulus, dapat menyentuh hati yang tulus -*...
...●♡~*The End*~♡●...
...♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎...
...~•••~Telah Terbit Novel Lanjutan Kisah Ini. Berjudul : "Because Of You"~○•••~...
...♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎...