
Darel dan Mikha pulang telah larut malam. Ketika masuk ke kamar, Darel terkejut karena Kandara tidak ada di kamar. Dia segera ke kamar Mikha untuk mengecek Efraim. Ternyata sama, tidak ada Efraim.
"Mungkin mereka semua tidur di kamar tamu." Ucap Mikha., Darel mengangguk.
"Tadi aku lupa memberi tahukan Dara. Biarkan saja dulu, tidak usah bangunkan mereka. Nanti besok baru kita bicarakan." Ucap Darel, dan Mikha mengangguk mengerti.
*((**))*
Mentari telah bersinar cerah, membangunkan keluarga Jion. Bu Selvine, Kandara dan kedua anaknya telah bangun dan berjalan di taman.
"Mommy, nanti kita bisa berenang di sini.?" Tanya Efraim, dan Efrima mengangguk mengiyakan pertanyaan Efraim.
"Nanti kita bicarakan dengan Daddy., atau tanya Grandma." Jawab Kandara, karena dia tidak mau berlaku gegaba atau sesuka hati.
Setelah itu, mereka masuk untuk sarapan, karena Efraim dan Efrima merasa lapar.
"Morning,.., morniing Grandma, Grandpa..." Bu Selvine, Kandara dan kedua anaknya menyapa Pak Darpha dan Bu Richel yang dudah duduk di meja makan.
"Morniiing.. kalian sudah bangun, yaa... ayooo,.. mari kita sarapan." Ucap Bu Richel.
"Darel dan Mikha sudah berangkat atau tidak pulang.?" Tanya Pak Darpha kepada Pak Jae yang sedang melayani sarapan mereka.
"Tuan muda pulang tuan.., sepertinya belum bangun, karena mobil mereka masih di luar." Jawab Pak Jae.
"Oooh,, kalau begitu sebentar lagi pasti bangun. Mereka akan bangun kalau sudah lapar." Ucap Bu Richel tersenyum.
"Efri,, sebentar lagi pasti ada muka bantal." Ucap Bu Richel, mengingat sebutan Efrima dan semua tersenyum.
Tidak berapa lama kemudian, suara berisik dari atas turun.
"Baik., 5 menit lagi saya telpon." Ucap Darel sudah dalam keadaan rapi dan wangi. Begitu juga di susul oleh Mikha dalam keadaan yang sama. Semua yang di meja makan melongo melihat mereka berdua yang baru turun.
"Morniiing.., astagaaa.. Mommy.., belum pernah lihat wajah tampan.?" Ucap Darel sambil mencium Mommynya, Kandara dan anak-anak.
"Kami kira kalian akan turun dengan muka bantal." Ucap Bu Richel membuat semua tersenyum.
"Mommy sudah mulai ikutan cucunya." Ucap Darel sambil berdiri dan mengambil roti.
"Dara, aku minta air hangat." Ucap Darel, Kandara segera ke dapur mengambil dua gelas air hangat untuk Darel dan Mikha.
"Daddy, hari ini pakai heli atau tidak.?" Tanya Darel.
"Tidak, kalian mau pakai.?" Tanya Pak Darpha.
"Darel mau pakai ke Ganghwa, Dad.., biar bisa kembali hari ini." Ucap Darel, Pak Darpha mengangguk.
"Daddy..,, Darel bawa crew 5 orang, 6 dengan Darel." Ucap Darel lagi.
"Mikha tidak ikut.?" Tanya Bu Richel
"Tidak Mom, ada yang nakal,,. Nanti kalau cepat selesai, Mikha akan menyusulku." Ucap Darel.
Kandara meletakan air hangat di meja., karena Darel sedang menelpon.
"David, kalian sudah siap.?.. Tidak usah beli tiket.., ya.." Ucap Darel kepada David.
"Astagaaa.., siapa yang atur.? Tidak bisa., semua crew ikut saya dan tidak ada tambahan. Kenapa tadi malam mereka tidak bicara denganku, baru pagi ini mereka sisipkan.?" Ucap Darel mulai emosi, dan menanyakan Pak Darpha, sudah ok belum. Ketika Pak Darpha memberikan isyarat ok, Darel bicara lagi dengan David.
"David,, dengar. Sekarang kalian semua naik mobil. Sekarang..., kau duduk dekat sopir, saya akan kirim lokasi padamu. Kau pandu sopinya ke lokasi yang saya kirim.. Sampai bocor, kau tahu akibatnya. Yang lain saya yang urus." Ucap Darel, dan minum air hangat yang sudah disediakan Kandara., begitu juga dengan Mikha.
"Dara, tolong isi roti untukku." Ucap Darel, Kandara meninta tempat dari Pak Jae untuk mengisi roti.
"Mikha, tolong cek siapa yang pagi-pagi cari ribut dengan selipkan orang, dalam rombonganku." Ucap Darel, kembali menelpon.
"Pak Produser, kenapa ada yang masuk dalam rombongan saya selain crew saya.? Pak,, saya tidak perduli dia artis utama, dia tidak dibawa tanggung jawab saya. Astagaaa.., artis utama tapi tidak profesional. Keinginannya..?." Tanya Darel yang sudah emosi.
"Astagaaa.. Pak, ini masih pagi., bilang dia.., saya menghormatinya, jadi alangka baiknya dia ikut rombongannya. Itu kebaikan saya pagi ini." Darel mengakhiri pembicaraan dengan Pak Produser.
"Darel,, Maneger artisnya yang bicara dengan salah satu crew mu untuk bisa bergabung dengan rombonganmu " Ucap Mikha.
"Ooh,, iyaa.. Dara rapikan bajumu di kamar kita dan istirahat di sana." Bisik Darel, dan Kandara mengangguk mengerti sambil menyerahkan roti.
Ok, thanks.. Kids, daddy kerja dulu ya." Ucap Darel sambil mencium Kandara, anak-anak dan Mommynya.
Melihat suasana yang tidak memungkinkan untuk Kandara dan kedua anaknya memberikan salam kepada Darel yang hendak berangkat kerja, Kandara memberikan kode kepada kedua anaknya untuk tenang.
"Darel, kau bawa mobil.? Bisa parkir di hanggar." Ucap Pak Darpha.
"Iyaa,, Dad., thank u.." Ucap Darel sambil berjalan keluar.
Setelah mereka berangkat, Kandara melihat sepertinya Pak Darpha hendak bicara, tetapi ada anak-anak.
Efra dan Efri., ke kamar Oma dan nonton di sana ya.. Mommy mau bicara dengan Grandpa dan Grandma." Ucap Kandara
Setelah anak-anak masuk Pak Darpha berbicara.
"Mommy,, lusa mereka nikah saja,. Tidak usah ditunda. Coba cek Gereja." Ucap Pak Darpha., Bu Richel mengangguk. Pak Darpha jadi khawatir dengan wanita di sekitar Darel.
Kalau dulu sebelum ada Kandara dan anak-anak, Pak Darpha membiarkan saja. Supaya dia bisa lekas mendapat pasangan hidup. Tetapi sekarang sudah berbeda., sudah ada keluarganya.
"Nanti malam kita bicara dengan Darel dan Mikha." Ucap Pak Darpha lagi.
"Apakah mereka bisa pulang cepat.?" Tanya Bu Richel.
"Pasti.., tadi Darel sudah bawa Heli supaya bisa pulang cepat." Ucap Darpha, Bu Richel mengangguk mengerti.
*- Setiap orang tua memiliki kepekaan, terhadap anak-anaknya -*
*((**))*
Menjelang senja,, keluarga Jion sedang duduk di taman di belakng Mansionnya sambil bercengkrama dengan Bu Selvine, Kandara dan anak-anaknya yang sudah berpakaian tapi setelah selesai berenang.
Kepala pelayan mendekati mereka.
"Nyonya muda, tuan muda sudah pulang." Ucap kepala pelayan, Kandara yang belum terbiasa dengan panggilan itu, tidak merespon apa yang dikatakan oleh Pak Jae.
"Dara, ayoooo ke dalam.., itu dikatakan Darel sudah pulang." Ucap Bu Richel.
"Ooh iyaa.., Terima kasih,.. Mom.." Ucap Kandara malu, sambil berdiri.
"Terima kasih, Pak Jae.." Ucap Kandara sambil berjalan cepat, masuk ke rumah utama dan menuju ke kamar Darel. Karena menurut Pak Jae, Darel telah naik ke kamarnya.
Ketika tiba di kamar, Darel sedang mandi. Kandara segera menyiapkan baju untuk Darel dan meletakannya diatas tempat tidur. Kandara kembali keluar kamar dan turun ke dapur.
Darel yang selesai mandi dan melihat bajunya ada di atas tempat tidur, Darel tahu pasti Kandara yang telah menyiapkannya. Darel segera mengenakannya dan membuka ruangan tempat pakaiannya. Karena dia mengira Kandara ada di dalamnya.
Karena tidak dijumpainya, Darel keluar dan menutup kembali pintunya. Beberapa saat kemudian, pintu kamarnya terbuka, dan Kandara masuk sambil membawa nampan dengan segelas air hangat. Kandara menyerahkan air hangatnya kepada Darel.
"Thank u.., kalian tadi di mana.?" Ucap Darel, mengambil air hangat dan langsung meminumnya. Dia sangat menyukai air hangat yang dibuat Kandara, hangatnya pas dengan tenggerokan dan perutnya.
"Kami lagi duduk di belakang bersama Daddy dan Mommy." Ucap Kandara, sambil mengambil gelas dari tangan Darel.
"Oooh,, pantas tadi aku tidak melihat kalian, aku kira lagi di kamar tamu." Ucap Darel.
"Apakah anak-anak rewel.?" Tanya Darel.
"Tidak, tadi mereka berenang dan sebelumnya, bercerita tentang kegiatan mereka dengan Grandpa seharian., karena Daddy tidak ke kantor." Jawab Kandara, dan Darel mengangguk.
"Mari kita ke belakang untuk ketemu dengan mereka sebelum makan malam." Ucap Darel sambil menggenggam tangan Kandara dan mengajaknya keluar kamar.
Dari jauh Pak Darpha melihat Darel dan Kandara sendiri mendekati mereka.
"Mikha tidak pulang bersamamu.?" Tanya Pak Darpha.
Mikha tidak jadi menyusulku, Dad.. kerjaannya di sini belum selesai." Jawab Darel, sambil duduk mendekati kedua anaknya dan memeluk mereka.
*- Kepekaan dapat menolong kita menyelesaikan persoalan hidup -*